The first 200 lines.
"Episode terakhir"
Sudah selesai.
Aku ingin melihatnya.
Bagus sekali.
Kini Ibu hanya perlu mewarnainya.
Cepat warnai.
Baiklah.
Ibu hanya menggambar Ayah?
Ya. Ini hadiah Ibu untuk Ayah.
Gambar aku juga.
Setelah Ibu selesai dengan ini, Ibu akan menggambarmu juga.
Baiklah.
Ayah, Ibu bilang akan menggambarku juga.
Pihak TK mengatakan
pamannya bisa datang menggantikan ayahnya di Hari Ayah.
Kamu punya waktu?
Maaf.
Ada acara di pusat kebugaran hari itu.
Aku tuan rumah bersama temanku,
jadi, aku tidak bisa menundanya.
Begitukah? Sayang sekali kalau begitu.
Tidak apa-apa.
Aku minta maaf.
Kondisi Kak Do Hun tidak memungkinkan untuk pergi?
Aku takut akan menyulitkannya
untuk ke tempat ramai.
Bisa saja terjadi hal tidak terduga.
Benar.
Ah Ram pasti kecewa sekali.
Kakak harus menghiburnya.
Baiklah, sampai jumpa.
Ah Ram, tentang Hari Ayah.
Bolehkah Ibu datang sendirian saja?
Tapi Ayah bilang akan datang.
Ayah sakit, jadi tidak bisa pergi.
Jadi, dia ingin Ibu memberitahumu dia sangat menyesal.
Tapi Ayah bilang akan pergi.
Maafkan Ibu, Ah Ram.
Ibu.
Ayah bilang akan datang.
Ayah harus datang.
Ya?
Ibu...
Ibu...
"TK Bandi Jadwal Acara Hari Ayah"
Do Hun, sedang apa?
Apa itu?
"Anda Diundang"
Ah Ram, berhentilah merajuk, ya?
Lihatlah wajah Ibu sebelum kamu pergi.
Ayah.
Ibu selalu melarang.
Aku tidak boleh mengajak temanku ke rumah,
dan Ayah tidak bisa datang ke Hari Ayah juga.
Ayah sudah berjanji kepadaku seperti ini.
Bahwa Ayah akan menemaniku.
Tidak bisakah Ayah memberi tahu Ibu?
Ah Ram dan Do Hun baik-baik saja.
Kurasa hanya aku yang takut.
Tidak apa walaupun tidak sempurna
dan ada kekecewaan.
Bukan hanya hal-hal baik yang menjadi kenangan.
Kami akan saling mendukung untuk menjadi lebih baik
dan saling membantu saat melakukan kesalahan.
Itu tugasku,
tapi kurasa aku terlalu takut.
Kamu pasti bisa.
Ini hadiahku untukmu, Do Hun.
Aku tahu
sulit bagimu untuk menulis ini.
Terima kasih.
Aku akan menghargai ini selamanya.
Gambar ini adalah balasanku untuk suratmu.
Seperti bagaimana
kamu merasakan cinta saat memikirkan aku,
aku merasakan hal yang sama tentang kamu.
Entah kamu ingat atau tidak
dan kapan pun
ingatanmu terhenti.
Jadi, mari kita jalani ini bersama.
Waktu jauh lebih berharga bagi kita daripada bagi orang lain,
jadi, hal-hal yang kecil atau tidak penting,
kita lakukan semuanya bersama.
- Ah Ram. - Ya?
Ibu sangat merindukanmu seharian.
Kamu tidak merindukan Ibu?
Aku merindukan Ibu juga.
Apa yang kamu lakukan?
- Aku membuat permintaan. - Permintaan?
Kepada siapa?
Kepada bintang. Bintang Ayah.
Apa yang kamu minta?
Rahasia.
Bisakah Ibu menebak?
"Aku ingin Ayah datang ke acara Hari Ayah."
Itu keinginanmu, bukan?
Bagaimana Ibu tahu?
Bagaimana jika ibu bertanya kepada bintang
cara mewujudkan keinginanmu itu?
Ya!
Bintang itu mengatakan
kamu dan ayahmu
bisa pergi ke TK-mu bersama.
Jadi, Bintang Ayah mengabulkan permintaanku!
Tapi masalahnya, seperti yang Ibu katakan waktu itu,
- ayahmu... - Aku tahu.
Ayah mungkin tidak mengatakan apa-apa,
dan tidak bisa bermain denganku.
Tapi itu tidak masalah
karena aku sangat menyayangi Ayah.
Aku bisa mengurus semuanya untuk Ayah.
Baik. Ayo lakukan, kalau begitu.
Kita urus semua untuk Ayah, ya?
Baik!
"Tiga Beruang". Mulai!
"Tiga beruang tinggal di satu rumah"
"Ayah beruang, ibu beruang"
"Dan bayi beruang"
"Ayah beruang"
- Do Hun, kamu lihat? - "Gemuk"
Ah Ram ada di sana.
"Ibu beruang"
- Aku selalu di sisimu. - "Langsing"
"Bayi beruang menggemaskan"
"Angkat bahu, angkat bahu, bagus"
Anak-anak memakai kartu seperti ini di leher.
Lima hingga enam tim memasuki kelas satu per satu.
Jadi, ikuti urutan di kartu dan coba semuanya.
- Jangan lupa dapatkan cap. - Baik.
Anak-anak, kalian bisa melakukannya bersama ayah kalian, bukan?
- Bisa! - Bisa!
Baiklah. Kalian akan membuatnya seperti wajah ayah kalian.
Pertama, letakkan ham lezat di atas roti.
- Kamu yang membuatnya? - Ya.
Kamu membuat mata dengan irisan mentimun.
Ayah.
Stroberi sebagai hidungnya.
Tomat.
Selesai.
"TK Bandi"
Terima kasih.
Siap, mulai!
Ayo!
Kamu duluan. Makan dahulu.
- Sekarang giliran ayahmu. - Kita berhasil.
- Bagus! - Ayah!
- Siap, mulai! - Ayah!
- Ayo! - Ayo!
Hampir sampai.
Ayah! Cepatlah, Ayah.
Ayah, kita harus bergegas.
- Ayo! - Ayo!
- Ayo! - Ayo!
Baik. Anda melihat gambarnya di belakangku, bukan?
Silakan pilih lima yang menurut Anda adalah gambar anak Anda.
Gambar anakku dari semua ini?
Ya, anggap saja berburu harta karun.
Waktu Anda lima menit.
Baiklah kalau begitu. Siap, mulai.
"Temukan Gambar Anak Anda"
Ah Ram.
Ini milikmu, Ah Ram.
Ayah harus memberikan ini kepada guruku yang ada di sana.
Ini milikmu, Ah Ram.
Do Hun.
Anda menemukan tiga!
Ayah Hyun Seo menemukan tiga gambar Hyun Seo.
Bagus.
Terima kasih.
- Ini hadiahnya. - Astaga!
Ayo.
Berikutnya adalah Kwon Ah Ram.
Pak Kwon, silakan maju ke depan dengan Ah Ram.
Ayah!
Terima kasih. Ayo lihat.
Kwon Ah Ram. Dia menemukan yang tepat.
Bagus! Pilihan Ayah benar!
Kwon Ah Ram. Yang lainnya.
Ya! Dia menemukan satu lagi!
Kwon Ah Ram, lagi.
Hebat!
"Ayah"
Kwon Ah Ram.
Kwon Ah Ram!
Anda menemukan kelimanya.
Ayah Ah Ram menemukan kelima gambarnya.
Makanlah yang banyak.
Baik.
Ibu, aku juga mau ini.
Baik. Kamu boleh makan
sushi salmon ini. Ini.
- Ayah juga suka ini? - Ya.
Aku bukan kucing, tapi aku suka ikan.
- Kamu seperti kucing. - Apa?
Kamu selalu makan sushi salmon.
Kamu seperti kucing.
Itu pujian.
Kamu menggemaskan saat makan banyak seperti ini.
Kapan kamu pulang?
Kamu menangkap banyak? Cuacanya sangat bagus.
No comments yet. Be the first to leave one.