The first 103 lines.
Park Jin Young
Yoon Park
Nichkhun
Kang Yoon Jae
Shin Eun Soo
Park Gyu Young
Nam Seong Joon
Ryu Seung Soo
Jombang, 03 November 2017
^_^
^_^ Di
^_^ Diter
^_^ Diterje
^_^ Diterjemah
^_^ Diterjemahkan
^_^ Diterjemahkan o
^_^ Diterjemahkan oleh
^_^ Diterjemahkan oleh
^_^ Diterjemahkan oleh ^_^
^_^ Diterjemahkan oleh ^_^ @
^_^ Diterjemahkan oleh ^_^ @U
^_^ Diterjemahkan oleh ^_^ @UC
^_^ Diterjemahkan oleh ^_^ @UCH
^_^ Diterjemahkan oleh ^_^ @UCHA
^_^ Diterjemahkan oleh ^_^ @UCHAK
^_^ Diterjemahkan oleh ^_^ @UCHAKK
^_^ Diterjemahkan oleh ^_^ @UCHAKKA
Coba hitung.
Sekop-5.
Kotak-7.
Hati-10.
Sekop-Q.
Daun-6.
Daun-3
Hati-4.
Kotak-8.
Kapanpun kau menghitung, kau nampak keren. Bagaimana kau tahu semua itu?
Aku tidak mengerti.
Aku juga tidak tahu.
Saat aku masih kecil, aku tidak suka melakukan hal-hal seperti ini.
Melakukan apa?
Orang-orang menunjukkan selusin nomor telepon padaku, lalu membiarkan aku menghitungnya...
Kadang membiarkan aku menghitung beberapa lembar novel.
Lalu?
Saat aku masih kecil, aku tidak berpikir bahwa itu adalah sesuatu yang hebat.
Pergi ke kampus untuk menunjukkannya sekali dua kali dan semua orang terkejut.
Apa itu terlihat seperti sulap yang sesungguhnya?
Bisakah itu disebut sebagai sulap?
Oppa sudah menunjukkan konten dari sebuah sulap, dan orang-orang pun bahagia melihatnya.
Tapi... Aku tidak bahagia sama sekali.
Jadi begitu?
Iya.
Berarti itu bukan sulap.
Begitu?
Sulap adalah sesuatu yang harus membuat pesulap dan penontonnya menjadi bahagia.
Oh, begitu.
Saat aku masih kecil. Ayah selalu memaksaku bermain sulap. Kau tidak tahu betapa aku membencinya.
Oh, begitu.
Tapi, aku bisa mengerti.
Sejak Mamaku meninggal, dia tidak ingin aku melakukan apapun kecuali itu.
Diterjemahkan oleh @uchakka - ig @uchakka | tw @uchakka -
Ada apa denganmu?
Kau... Itu... Tiba-tiba... Ada perasaan aneh di hatiku.
Tenggorokanku menyempit seperti aku sedang tercekik.
Aku mungkin terpengaruh olehmu.
Ada apa denganmu?
Itu karena Oppa adalah orang yang baik.
Aku?
Semua orang bilang aku tidak seperti itu.
Itu karena mereka tidak memahamimu.
Tapi, Yi Seul-ah.
Jika kau memelukku seperti ini, Aku tidak bisa bernapas.
Ya Tuhan.
Apa kalian sedang bermain 'free hugs'?
Apa kalian sedang berkencan?
Aku tidak yakin.
Aku rasa mereka tidak terlihat cocok sama sekali.
Tidak begitu.
Ini tidak seperti yang kalian pikirkan.
Tapi, kenapa kalian berpelukan erat?
Apa kalian mau bilang kalau kalian dalam posisi yang memungkinkan kalian bermain seperti itu?
Ah sumpah, tidak seperti itu.
Biar aku yang menjelaskan.
Ini sulit untuk menganalisis alasan kenapa aku menyukai Yi seul.
Jadi, aku bilang kalau aku menyukainya.
Yi Seul bilang, meskipun dia tahu aku menyukainya. Dia akan pura-pura seakan tidak mengetahuinya dan menjadi pacarnya untuk menjaga hubungan kita.
Apaan ini?
Jadi kalian benar-benar berkencan?
Tapi hubungan mereka masih dangkal.
Kayaknya Yi Seul yang menggoda duluan.
Apa putriku yang menggodanya duluan? Itu terlihat buruk untuk putriku.
Papa, tidak!
Kenapa sih kalian ini?
Kami masih belum memutuskan untuk berkencan.
Meskipun belum berkecan, tapi ini sudah dimulai kan.
Apa artinya dari suatu hubungan?
Apanya yang penting?
- Pacaran! - Pacaran!
- Kami dukung kalian berdua! - Kami dukung kalian berdua!
Jadi akhirnya, kapan waktunya bergandengan? Lihatlah pundakku ini...
Guru... Ini tidak seperti itu.
Lihat wajah dan ekspresinya yang lain yang melihat itu, kau sungguh memalukan.
Kau tidak harus setuju dan membuat mereka seperti di film, bagaimana bisa kau langsung menyetujuinya.
No comments yet. Be the first to leave one.