The first 200 lines.
"Jung Won mulai memasak untuk Seung Soo"
"Tantangan pertama pemula"
"Makan malam penuh cinta"
"Seung Soo bersemangat menyantap suapan pertamanya"
"Namun"
"Kali pertamanya melihat Seung Soo bersikap dingin"
Kamu menangis?
"Akankah makan malam mereka penuh tangis?"
Cuacanya cerah.
Benar.
"Jung Won mengoleskan pelembap bibir"
Kamu bersiap-siap pentas?
"Ketentuan dari Seung Soo adalah pergi ke Desa Seni Heyri"
"Seung Soo ingin menampilkan seni pertunjukan bersama Jung Won"
Bibirku kering.
Kamu bersiap-siap mementaskan seni?
Kamu hebat, Artis Choi.
Kita sampai untuk mementaskan seni.
- Ini lebih hangat daripada kemarin. - Benarkah?
- Bagus. Kita bisa berjalan di luar. - Astaga.
Tertulis mereka berjualan "roti jelek".
Marilah kita orang-orang jelek, pergi ke tempat jelek ini.
- Sungguh? Masuk? - Ya.
Kamu terkejut, ya? Kamu pikir kita akan bersantai di luar.
"Tempat yang Seung Soo dan Jung Won kunjungi ini"
"Adalah sebuah rekonstruksi jalanan"
"Dari tahun '70-an hingga '80-an"
"Tempat kita merasa bernostalgia"
Seragamnya berasal dari generasi ibuku.
"Mereka akan memakai seragam lama dan berkeliling"
- Sudah kamu pakai? - Ya.
"Tertawa"
- Astaga. - Kamu cantik.
Kamu juga mengenakan topi.
Ini cocok, bukan?
Kamu seperti seorang pemain wanita.
Para pemain wanita memakai topi seperti ini.
Kamu keren.
- Mari kuberi tanda nama. - Astaga.
"Tanda namanya melengkapi seragam mereka"
- Terima kasih. - Terima kasih.
- Aku seorang pemain wanita. - Mari kita berkeliling.
Ini seperti remaja nakal yang bolos sekolah.
"Mereka seperti pelajar yang bolos sekolah"
- Ini seperti desa tua. - Benar.
"Perjalanan mengenang masa lalu sambil memakai seragam sekolah"
Kamu ingat desa yang terlihat seperti ini?
- Sama sekali tidak ingat. - Tidak ingat, bukan?
Pasti kamu tidak ingat.
Aku bisa ingat sedikit tempat seperti ini.
- Benarkah? - Ya.
Ini tempat pembuatan seragam sekolah.
Seragamku dijahit di sini?
"Toko pertama dari masa lalu adalah toko seragam sekolah"
Mereka berjualan camilan. Sepertinya lezat.
- Ada roti berbentuk ikan. - Benar.
Ini ruang kelas.
- Sekolah komersial... - Ya.
Kamu pernah memakai mesin tik?
Aku tidak tahu caranya.
Kamu bukan pelajar yang pintar, ya?
Sekolahku tidak mengajarkan cara memakai mesin tik.
"Mesin tik yang seperti berasal dari museum"
Omong-omong,
ada permainan untuk mengukur kecepatan mengetik.
Dahulu ada tes seperti itu yang memakai mesin ketik ini.
Ada sertifikatnya juga.
Dahulu, orang butuh sertifikat itu untuk mendapat pekerjaan.
Mejanya tampak sangat kecil, ya?
Ya, kecil.
Kukira mejanya sangat besar saat aku masih kecil.
Dahulu kamu tidak memakai meja seperti ini, ya?
Tidak.
Dari wajahmu, tampaknya kamu memakainya.
Aku merindukannya.
Kita bermain-main dengan banyak hal.
Ada kelereng.
Kita bermain kelereng
dengan berbagai cara, contohnya "Ganjil atau Genap".
"Hanya satu kesempatan, 'Ganjil atau Genap'"
Kelereng disembunyikan dan pemain lain menebaknya, ya?
Ya, tebak jumlah kelerengnya ganjil atau genap.
Lalu...
Kamu ingin keinginanmu dikabulkan lewat permainan ini, ya?
Tidak, aku tidak berlebihan.
- Tiga kali menang berturut-turut. - Tiga babak cukup?
Menang tiga kali berturut-turut itu cukup sulit.
- Sungguh? - Ya.
"Seung Soo memulai sulapnya"
Tebaklah.
Kamu bisa dengar kelerengnya? Tebaklah.
- Tebaklah. - Astaga.
Kamu menjengkelkan.
Tebaklah. Ganjil atau genap?
Ganjil atau genap?
- Ganjil. - Ganjil?
- Kamu yakin? - Ya.
Kamu tidak akan menyesal?
- Ganjil? - Genap.
- Apa? - Genap.
Kamu mengubah tebakanmu?
- Kamu mengubahnya? - Bagaimana ini?
Ayolah. Kamu mengubahnya?
Jawab. Apa?
- Ganjil! - Ganjil?
- Kamu yakin? Sungguh? - Ya.
Tebakan pertamamu saja salah. Ini genap.
"Satu, dua, tiga, empat. Genap"
Tebakan pertamamu saja salah.
"Seung Soo bermain dengan Jung Won seperti pejudi profesional"
"Mengecewakan"
Aku sudah memberimu banyak kesempatan.
Ayo kita coba sekali lagi.
"Seung Soo bermain sulap lagi"
"Tatapannya terpaku pada tangan Seung Soo"
Kamu pikir bisa menebak dengan benar jika menatapnya?
"Jung Won harus memilih di antara dua pilihan lagi"
- Ganjil. - Apa?
Sungguh? Kamu yakin? Tidak menyesal?
- Genap. - Apa?
- Genap. - Genap?
Kamu yakin?
- Kamu yakin ini genap? - Tidak, ganjil.
- Ganjil? - Ya.
Genap!
"Satu, dua. Genap"
Genap!
"Mengecewakan"
Aku sudah memberi banyak kesempatan untuk menebak.
"'Apakah Dia Tampan?" Di bintangi Seung Soo dan Jung Won"
"Seung Soo dari SMA Housemate"
"Mendengar kabar tentang gadis cantik yang populer"
"Seung Soo ingin menemuinya"
"Seung Soo memasuki ruang kelas dengan santainya"
Kamu giat belajar.
"Jung Won bahkan tidak peduli dan tetap fokus bekerja"
Katanya, Choi Jung Won di sini. Kamu mengenalnya?
Itu aku. Ada apa?
Kamu orangnya?
"Seung Soo mencoba duduk di sebelahnya"
Sedang apa kamu di sini selarut ini?
Ada yang bisa kubantu?
Tidak, aku dengar kamu cukup terkenal.
Aku ingin melihat secantik apa dirimu.
Kamu sudah melihatku. Pergilah.
Kamu cantik.
"Rayuan pertama Seung Soo"
"Dia sering mendengarnya hingga itu tidak berpengaruh"
Kamu suka roti?
Aku tidak suka roti.
Bagaimana dengan tteokbokki?
- Aku suka tteokbokki. Kenapa? - Benarkah?
Aku tahu kedai yang menjual tteokbokki lezat.
Mau makan tteokbokki?
- Bacalah dahulu ketikanku di sini. - Baiklah.
Kamu ingin aku membacanya?
"Jung Won pun menganggap itu lucu"
Kamu tidak bisa membacanya?
Kamu sudah mengetiknya?
Kamu tidak lihat kertas ini?
- Kamu sudah mengetiknya? - Kamu pikir aku sedang apa tadi?
Kini aku melihatnya.
- Benarkah? - Ya.
Tertulis, "Aku sangat ingin makan tteokbokki."
"Ayo berangkat."
Ayo.
Ayo kita makan tteokbokki.
Kamu memaksaku lagi.
Ayo makan tteokbokki.
"Mereka menjadi pasangan melalui tteokbokki. Tamat"
Aku belum pernah melakukan ini.
Membuat bentuk bintang sulit. Benar, Seung Soo?
Benar.
Jangan sampai tersangkut di sini.
"Dia gagal menekannya dengan benar"
- Baiklah. - Bentuknya tidak penting.
Selamat datang di Kedai Camilan Dadakan kami.
Kamu keren.
Pak, sajikan sepiring tteokbokki ke meja nomor empat.
Ayo tunjukkan ekspresi keren.
Satu, dua, tiga.
"Perjalanan mengenang tahun '70-an lebih menyenangkan"
"Karena mereka bersama"
- Ayo masuk. - Kami pulang.
Kamu bicara kepada siapa?
- Ayo kita periksa sebentar. - Baik.
Bagus.
Sudah matang, bukan?
Sudah matang rupanya.
"Sebelum mereka keluar, Jung Won menyiapkan bahan-bahan"
"Dia merendam iga sapi di air sejak pagi"
"Dia berganti pakaian untuk menyiapkan bahan makan malam"
Astaga, kamu sudah memulainya?
Perjalanan panjang untuk makan malam dimulai.
Ini seperti ujian.
Aku menyiapkan bahan-bahan.
"Jung Won ingin memasak sajian Korea untuk Seung Soo"
"Jung Won bersiap-siap memasak sajian Korea"
"Akan kumasak sepenuh hati"
- Aku pernah membuat iga sapi pedas. - Sungguh?
No comments yet. Be the first to leave one.