The first 200 lines.
Subtitle by: ronnyrei
Angkat kakimu.
Apa kursi ini masih kosong?
Apa bagusnya makan disini?
Cake coklat mele...meledak.
Kedengarannya... Kedengarannya enak.
Atau,,,atau tidak.
Bagaimana menurutmu?
Kau terlihat sehat.
Kau sedang apa disini?
Oh, Aku sedang mempromosikan bukuku.
Aku sedang ada tur. Yeah.
Gila-gilaan, sebenarnya.
Aku sedang berpesta semalam
dengan semua orang yang terkenal disana.
Prince memainkannya,
yang sangat...
sangat keren.
Oh
- Kau sedang apa disini? - Bekerja.
- Kau tadi bilang bekerja dimana? Apa...
Proses Analisis.
Penggalian data
Lebih ke arah, uh, analisis prediksi.
Bisa bicara bahasa Inggris?
Rumahmu dimana?
- Seattle. - Baiklah. Seattle.
Kau?
New York.
Sudah siap Pak?
Hey. Uh...
Aku akan membeli cake coklat itu.
Dan, uh...begini saja. Aku pesan dua.
Yang satu untuk wanita di sebelah sana.
- Bukan untukku, terima kasih. - Tidak...ambil saja...
Tidak, satu saja...tidak apa-apa. Satu saja.
Baiklah.
Kita bisa berbagi jika kau mau.
- Hei. - Hei.
Aku harus ke lobby. Ada yang menjemputku jam 9.
Maaf. Apa aku membangunkanmu?
Tidak, tidak....tidak apa-apa.
Aku tinggalkan nomor untukmu.
Jika saja...kau sedang di New York.
Jika kau mau memberiku kesempatan.
Aku tidak akan menelponmu.
Baiklah.
Semoga harimu menyenangkan.
Kau baik-baik saja?
Ya, ya.
Aku baru saja putus dengan pacarku.
Bukan untukmu, sebenarnya.
Mengapa aku...Aku tidak... Aku tak tahu mengapa aku mengatakannya.
Aku sudah menikah sekarang.
Ya, Aku sudah tahu itu.
Hey, Bagaimana pernikahanmu?
Kau senang?
Banyak orang di pernikahanmu?
Nenek, Kakek?
Ada band atau DJ?
Kau suka menari?
Namamu siapa tadi?
Kau bilang kau tidak akan menelponku. Kau berbohong.
Mengapa kau menelponku?
Apa karena penis ini?
Bagus sekali.
Penis yang bagus.
Apa karena itu?
Itu saja.
Mengapa kau menelponku?
Mmm
Hmm.
Apa?
Ceritakan sedikit tentang dirimu.
- Misalnya? - Apa saja.
Kau ingin tahu warna kesukaanku?
- Kau suka dengan pekerjaanmu? - Ya. Aku menyukainya.
Apa?
Ayolah.
Kau ingin tahu...Kau ingin tahu warna kesukaanku?
Tidak, Aku tidak ingin tahu warna kesukaanmu.
Katakan...katakan padaku...
Maukah kau...menghentikan omonganmu.
Apa kau punya...kau punya nama tengah?
Mm-hmm. Tentu saja.
- Apa kau akan mengatakannya? - Tidak.
Kau harus mematikan lampunya?
Ya. Apa yang akan kau lakukan?
Aku akan memecahkan lampunya di atas kepalamu.
Baiklah.
Baiklah. Kau boleh bertanya satu pertanyaan saja.
Satu.
Sebentar. biar aku pikir dulu.
Hanya satu?
Hei.
Jangan terlalu memaksakan diri.
Tidak. Aku punya satu pertanyaan. Aku punya...
Waktunya sudah habis.
Matikan lampunya.
Matikan? Matikan.
Ini sudah mati.
Konferensi yang selanjutnya dimana?
Kau punya kakak dan adik?
Apa ayah dan ibumu masih tinggal bersama?
Kau seorang Demokrat atau Republik?
Apa kau sudah menonton film Ronald Reagan?
Kau suka vanilla atau coklat?
Vanilla
Coklat?
Kau lebih suka dimakan hiu atau mati karena gempa bumi?
Hiu.
Kau lebih suka punya tenaga super...
Aku bahkan belum menyelesaikan perkataanku.
Kau lebih suka...tenaga super untuk terbang...
Atau bisa merubahku menjadi seekor banteng?
Sampai jumpa.
Aku, uh... Aku sudah membaca bukumu.
Oh, benarkah?
Itu mengejutkan.
Hanya buku saja.
Itu bukan buku biasa. Tapi buku best seller.
Ada di setiap bandara.
Benar sekali. Benar sekali.
- Aku sangat menyukainya. - Bagus sekali.
Kau seorang penulis yang berbakat.
Ya benar.
- Aku sungguh-sungguh. - Tidak, Aku tahu.
Aku baik-baik saja.
Tidak, terima kasih. Terima kasih banyak.
Kau baik sekali.
Aku, uh...Um,
sedang dekat dengan seseorang. Aku sudah punya pacar.
Itu bukan hal yang serius.
Aku hanya ingin jujur padamu,
jika itu, uh...Entahlah.
Jika kita tetap melakukan ini semua,
dan kau akan meninggalkan dia demi aku.
Mungkin lebih baik kau tinggalkan dia demi aku.
- Oh, Tuhanku. Aku harus pergi.
Apa yang sedang aku lakukan disini?
- Selamat jalan. - Sampai jumpa lagi.
Oh, tidak...
Oh, sial. - HaLO?
Uh...Tidak ada gunanya. Tidak ada gunanya.
Jangan lakukan itu. Jangan lakukan itu.
Jangan...Jangan lakukan itu!
Apa..Itu yang kumaksudkan.
Aku selalu menjadi, yang istimewa,
um...Aku serius.
Yang teristimewa...kelas matematika. Dan uh...
Apa ini tahun terakhir?
Semakin menakutkan saja.
Dan ada anak yang bernama Timmy Eckensterner.
Dan dia termasuk anak yang aneh.
Ada juga gadis cantik yang bernama Mariana Steins.
Dia terlahir dengan lubang di hatinya. Bagaimana kau...
- Apa? - Ya.
Dia...dia adalah, seperti, seorang Afro, dan dia...
Dia seorang tetangga, Mariana Steins.
Apa dia selamat, atau dia mati karenanya?
Dia selamat. Dia...dia masih hidup.
Dia manusia yang baik.
Tapi anak-anak membuatnya senang dan kemudian membuatku senang,
Karena aku sudah sering bersamanya.
Siapa yang pertama kali kau cium?
Christian Evison
- IVESON? - Dengan kawat gigi.
Dia memakainya. Sedang aku tidak.
Apa dia memakai lidahnya?
Mm-mmm, tidak.
Dia mahir sekali.
Lalu kapan kau pertama kali melakukan seks?
MM...
Umurmu berapa?
18, Saat kuliah.
Semua teman-temanku...Uh... Mereka sudah melakukannya.
Jadi aku merasa tertekan, karena aku, seperti...
Menjadi satu-satunya orang yang belum melakukannya.
Kapan...Siapa yang membuatmu patah hati untuk yang pertama kalinya?
Ashley Luden.
Dia tidak pernah mau tidur denganku. Padahal aku sangat ingin untuk...
Begini..."Wow, kita sudah lama berkencan.
Dan aku ingin sekali tidur denganmu.
- Ya. - Akan jadi sesuatu yang spesial.
"Lalu dia memutuskan aku... Dan melakukannya dengan separuh orang di sekolah.
Sungguh.
- Tidak! - Ya.
Itu seperti...entahlah.
Aku membuat Ashley menjadi seorang pelacur.
Dimana...Dimana Ashley? Dimana Ashley?
Kau pernah punya pengalaman dengan gadis?
- Mmm. - Belum?
Oh.
Aku melakukannya dengan seorang pria. - Benarkah?
- Ya. Saat aku masih kecil. - Yah.
Kami bermain, seperti, G.I. Joe. Lalu kemudian...Aku tertembak,
dan kemudian dia menghisapku.
- Wow. - Ya.
Tapi aku...Aku masih sangat muda, Aku bahkan tidak bisa keluar.
Aku dihisap.
No comments yet. Be the first to leave one.