The first 182 lines.
Ujian latihan para kandidat astronot selanjutnya adalah Comeback Competition.
Itu adalah kontes di mana kami harus menyelesaikan tugas
mulai dari membuat sistem pembentangan parasut sampai ke rover.
Soal parasutnya, akan kuberi satu bantuan kecil.
Kami berhasil menyelesaikan semuanya sebelum turnamennya dimulai.
Tapi setelah itu...
Hujan gerimis membuat jalannya basah.
Kalau rover kami harus melewati tanah basah, bisa jadi masalah.
Pak Pico, berapa jam lagi roketnya harus diluncurkan?
Ah, tinggal empat puluh menit lagi.
Kalau kalian kebagian pertama,
roket kalian akan terbang satu jam lagi.
Hei, kita sudah sampai, anak-anak.
Terima kasih.
Sepertinya gawat.
CanSat itu akan mendarat ke mana pun angin membawanya.
Bisa-bisa, kalian akan terjebak terus di lumpur.
Kami mengirim Mu dan Itou kembali ke hotel.
Mereka akan mencari apa pun yang bisa dipakai.
Kita punya dua puluh menit sebelum peluncuran.
Selama itu, kita harus berpikir
apa yang bisa kita lakukan dengan bahan yang di sini dan di hotel,
agar roda spons rover itu tetap kering!
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
Space Brothers
Space Brothers
Space Brothers
Space Brothers
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
Kau selalu ada di dalam hatiku
Tapi kau tak bicara sepatah kata pun, tersenyum pun tidak
Selama ini kita selalu bersama
Kita ini memang bebal, tapi kita percaya
Semua waktu yang kuhabiskan bersamamu
Terasa bagaikan mimpi
Kita menghubungkan bintang-bintang dan melukis gambar
Ke dalam lubuk hati kita
Biarkan saja hati kita bergetar bergelora
Gunakan saja langit sebagai kanvas
Dan jadikan gambar yang kekal
#60 Penyelam Laut dan Penyelam Antariksa
#60 Penyelam Laut dan Penyelam Antariksa
Ya, ya. Jadi begitu.
Oke, laksanakan.
Semua tim sudah diberi tahu, Vince.
Kedengarannya tak ada yang khawatir
soal tanah yang basah itu.
Semua tim menerima situasi yang sama.
Memainkan rover mereka sekarang takkan terlalu berisiko.
Pilihan terbaik adalah melakukan apa adanya.
Apa kau yakin mereka mendapat situasi yang sama?
Anggota Tim C malah tertawa soal itu.
Karena mereka akan memakai fly-back CanSat.
Jadi kondisi tanah takkan berpengaruh bagi mereka.
Tapi Tim E tampaknya sedang panik.
Roda spons.
Kalau rodanya terlalu basah dan berat, rovernya akan melambat,
dan baterainya takkan cukup bertahan.
Tim E.
Mereka terus saja menghadapi masalah.
Bagaimana kalau kita bungkus pakai kertas film?
Bisa, tidak?
Ya, boleh juga dicoba.
Apa benar?
Kertas film memang terlalu licin untuk tanah kering,
lagi pula nanti tersangkut di lumpur.
Setidaknya, itu menurutku.
Bagaimana kalau kertas gelembung ini?
Ini seperti roda gerigi, 'kan?
Ah, tapi...
Aku tak yakin ini bisa membungkusnya.
Bagaimana kalau pakai aluminium foil?
Kita pasti bisa membungkusnya dengan erat.
Benar juga!
Rodanya sudah dibungkus, tapi...
Ah, jadi begini, ya?
Setelah ditekan ke dalam tabung roket, dia takkan mengembang lagi.
Tak bisa, ya?
Hei, kita harus ambil undian dulu.
Siapa yang mau?
Anggota tim kita yang paling beruntung saja.
Pasti sudah jelas.
Kenapa aku?
Kami mengandalkanmu, Amanti!
Hanya kekuatanmu yang kami harapkan!
Aku memang bisa meramal.
Tapi aku tak punya kekuatan spesial.
Kalau kau bisa dapat peluang 50:50, kita pasti bisa!
Berjuanglah, Amanti!
Sudah kubilang, kalian ini ngawur!
Ini, ambil.
Apa yang kaulakukan?
Ambillah, ayo.
Nanba! Aku akan periksa ruangan kita!
Baiklah!
Cepatlah.
A-Anu, maaf.
Ya?
Kenapa?
A-Anu, masih belum sampai?
Ah, di sana.
Aku duluan!
Hah?
Kuncinya di sini.
Hah?
Yang mana, ya?
Yang ini? Bukan.
Saat aku berlari-larian, aku menyadari sesuatu.
Comeback Competition ini ditujukan lebih dari sekadar mempererat kerja sama tim.
Ada serangkaian deadline,
biaya yang harus ditentukan,
pemrograman komputer,
peluncuran roket,
serta tata cara dan pendaratan roket.
Itulah proses yang NASA lakukan.
Dan kami diminta untuk membuat sebuah rover,
dengan mempertimbangkan lingkungan, tanah, dan cuaca.
Kami harus melipat dan mengatur parasutnya agar terbentang dengan baik.
Inilah yang dikerjakan oleh para teknisi.
Hei, Kakek. Ini apaan?
Oh, itu.
Itu dipakai untuk mempererat lantai dan kaca WC.
Ini boleh kupinjam?
Saat ini kami sedang membuat ulang...
Boleh saja dipinjam.
Memangnya ada lantai yang longgar?
...perjalanan roket yang singkat.
Proses yang mengirim para astronot ke luar angkasa dengan aman.
Kami sedang melakukan apa yang dilakukan orang yang membantu kami.
Aku menemukan astronot.
Itu barang tamu yang ketinggalan beberapa tahun yang lalu.
Kalau mau, boleh kauambil.
Barang bawaanmu banyak juga.
Aku tak yakin bisa berguna atau tidak.
Ah, ini dia!
Bagus sekali! Kita bisa pakai untuk mengeringkan ini.
Ah, jadi begitu. Silikon pengerat.
Bagus juga idemu.
Aku tak yakin bisa berhasil,
tapi aku yakin ini berguna.
Ya, sudah pasti.
Begitulah cara berpikir seorang mekanik.
Sudah dimulai!
Roket pertama sudah diluncurkan.
Maafkan aku, teman-teman.
Kita dapat urutan keenam.
Aku sudah berusaha mengambil angka keberuntungan,
tapi kita malah ada di tengah-tengah.
Ini bukan salahmu!
Tidak, tidak. Justru itu angka keberuntungan, Amanti.
Itu 'kan nomor 6!
Mu = 6
"Mutta" itu ada angka enamnya.
Tak ada yang salah dengan nomor itu.
Mu = 6
Apa benar?
Nah, ayo mulai.
Sekarang, bagaimana?
Tenang saja, teman-teman.
Benda ini pasti berguna.
Ah, sial! Malah tersangkut di lumpur!
Kita tak bisa jalan!
Rover Tim Gaia sudah kehabisan baterai dalam jarak 1,2 km dari titik gol. Mereka di peringkat ketiga!
Selanjutnya peluncuran AsCan Tim C.
Kita beruntung.
No comments yet. Be the first to leave one.