The first 200 lines.
[Drama ini murni karya fiksi dan tidak berhubungan dengan]
[orang, organisasi, lokasi, atau kejadian nyata]
Kau bilang menyesalinya.
Menyesal bertemu denganku dan menghancurkan hidupmu.
Kubiarkan kau pergi, agar bisa hidup dengan baik.
Aku tidak memintamu tinggal.
Tapi...
Tapi
kenapa kau kembali ke sini?
Setiap kali kau berada di sisiku,
kau tahu apa yang terlintas di benakku?
"Aku merindukanmu."
"Aku merindukanmu, Hong Dae-young."
Aku juga merindukanmu.
Kau terlihat seperti saat masih muda.
Bagaimana aku bisa melewatkannya?
Kalau dipikir-pikir,
begitu banyak hal tidak masuk akal.
Aku pasti bodoh.
Tidak.
Aku salah.
Seharusnya aku jujur.
Maafkan aku.
Apa?
Kau pikir aku berselingkuh?
Itu karena
aku tidak tahu alasanmu ingin bercerai.
Apa karena itu kau sangat kejam kepadaku di awal?
Ya.
Maafkan aku.
Tidak apa-apa.
Itu hanya kesalahpahaman.
Kini aku tahu
bahwa meski suami istri,
kau tidak tahu pikiran pasanganmu
jika mereka tidak bicara.
Terima kasih atas pengertiannya.
Benar juga.
Ada satu hal lagi.
Aku memberitahumu agar tidak ada kesalahpahaman.
Tidak ada apa-apa antara aku dan Ye Ji-hoon.
Saat itu, aku...
Kau pasti sangat kesulitan.
Kau harus berbohong karena aku.
Maafkan aku.
Tidak apa-apa.
Terima kasih
karena sudah mengurus kami tanpa sepengetahuan kami.
Busnya datang.
- Aku akan pergi sekarang. - Baik.
Hati-hati di jalan.
Apa?
Kenapa kau naik?
Mari
jangan pulang hari ini.
Apa?
- Satu, dua. - Berbahaya, kataku.
Astaga.
Ibu.
Ibu baru pulang?
Apa? Ya.
Ibu ada janji dan pulang agak terlambat.
Ibu bukan agak terlambat.
Benar juga.
Tidak apa-apa.
Ibu juga harus melepaskan stres.
Apa?
Tunggu sebentar. Ibu akan membuatkanmu sarapan.
Tidak apa-apa. Ibu pasti lelah. Istirahatlah.
Tidak apa-apa. Tunggu sebentar.
Dahulu, aku akan baik-baik saja setelah bermain semalaman.
Tapi itu tidak mudah karena aku sudah lebih tua.
Hei. Ada apa?
Bukan apa-apa. Aku hanya ingin mendengar suaramu.
Apa?
Kita baru saja berpamitan.
Ibu menelepon siapa jam segini?
Hong Si-a.
- Kau mau masuk kelas? - Benar.
Ayo pergi bersama.
Bagaimana jika seseorang melihat kita?
Sudah kubilang untuk merahasiakannya di sekolah.
Aku tidak peduli jika kita ketahuan.
Kau peduli?
Tidak. Bukan begitu.
Kenapa?
Ada apa?
Si-a. Kau datang ke sekolah lebih awal hari ini.
Ada apa? Kenapa kau bertengkar denganku?
Aku memujimu.
Kau tidak terlambat sekolah belakangan ini dan kau sangat rajin.
[-Hore! -Ayo!]
[-Ayo! -Ayo!]
[-Ayo! -Ayo!]
[Kau hebat! Siapa yang memberimu kaki yang cepat dan kuat?]
Apa maksudmu?
Astaga.
Apa yang kupikirkan?
Silakan lihat gelang-gelang keberuntungan ini.
Lihatlah mereka.
Ini cantik.
Boleh kubayar dengan kartu?
Kami hanya menerima uang tunai di sini.
Begitukah?
- Aku akan kembali lain kali. - Baiklah.
Bukankah kau pemain bisbol, Ye Ji-hoon?
Aku penggemarmu. Bisa beri aku tanda tanganmu?
Tentu.
Sebagai balasannya, bisakah kau membantuku?
Pembaca Berita Jung Da-jung.
Apa? Halo.
Aku penggemarmu. Ini.
Apa ini?
Ini hadiah. Sampai jumpa.
Hei.
Aku hendak memberikannya kepada Si-a.
Kurasa aku harus memakainya.
Kau ingat kecelakaan mobil
yang terjadi pada hari Natal?
Kenapa kau melakukan itu?
Maafkan aku.
[Mempekerjakan Pembaca Berita dan Reporter Olahraga Baru dan Berpengalaman]
Halo, Dae-young.
Apa yang kau lakukan?
Aku melihat tempat untuk wawancara.
Benar.
Aku akan daftar ke mana pun aku bisa.
Aku yakin banyak stasiun televisi akan berjuang mempekerjakanmu.
Astaga.
Bagaimana denganmu? Apa yang kau lakukan?
Aku baru selesai latihan dan dalam perjalanan pulang.
Kau latihan hari ini? Kau baik-baik saja setelah bergadang?
Tentu saja. Aku baik-baik saja.
Menjadi muda itu menyenangkan.
Aku bangun saat matahari terbenam.
Da-jung.
Apa kau ada waktu luang besok?
Besok?
Ya, aku bebas. Kenapa?
Ayo kita berkencan.
Astaga. Kencan?
Ya.
Ada yang ingin kau lakukan?
Ya, ada.
Ada apa? Kenapa kalian memanggil kami kemari?
Benar. Katamu ada hal mendesak yang ingin kau sampaikan.
Deok-jin.
Kau temanku
dan Woo-young adalah putramu.
Itu sebabnya aku berusaha menahan diri.
Tapi
aku tidak bisa menahannya lagi.
Menahan apa?
Aku yakin sekarang.
Sebenarnya,
aku tulus
mencintai Woo-young.
- Apa? - Apa?
Usia Woo-young akan segera legal.
Di Hollywood, perbedaan usia 18 tahun tidak dianggap apa-apa.
Jadi, Deok-jin,
restui kami.
Begini,
aku tidak bisa mengatakan apa pun.
Aku tidak bisa menahan diri lagi.
Da-jung, dia Hong Dae-young.
Kau sungguh tidak bisa melakukan ini!
Apa maksudmu?
Deok-jin, akan kuanggap kau menyetujui ini.
Woo-young dan aku sudah resmi mulai sekarang,
jadi, Ae-rin, ingat itu.
Kami akan pergi lebih dahulu.
Hei!
Kenapa semua teman Pak Go
sangat aneh?
Mungkin aku harus berhenti.
Da-jung! Jangan.
Apa...
[Aku tidak begitu senang kalian membohongiku]
[tapi tetap saja terima kasih sudah membantu Dae-young.]
Apa yang dia katakan?
Apa?
Apa mereka baru saja menipu kita?
Astaga.
Kita punya teman yang sangat hebat.
Benar.
Itu...
Ya, kalung yang kau berikan padaku.
Ini indah.
Kita mau ke mana sekarang?
Tunggu.
Ini.
Ada apa dengan mobilnya?
Aku meminjamnya dari Deok-jin.
Ini kencan pertama kita setelah sekian lama.
Tidak! Kau masih di bawah umur.
Ayolah.
Kau tahu aku pengemudi yang hebat.
Tetap saja tidak.
Jika kita mengalami kecelakaan, kau akan tertangkap tanpa SIM.
No comments yet. Be the first to leave one.