The first 200 lines.
Season 2 Episode 1 - MAY THE GIANT BE WITH YOU - Manually translated by chandler479
Agen Cooper.
Kau bisa mendengarku? Ini Andy.
Agen Cooper, ini Andy.
Kau bisa mendengarku?
Agen Cooper?
Pelayanan Kamar.
Apa yang terjadi padamu?
Susu hangat.
Agen Cooper?
Bisakah kau menaruhnya di meja?
- Dan panggilkan dokter? - Tentu.
Apakah kau baik-baik saja? Bisakah kau mendengarku?
Agen Cooper.
Agen Cooper, ini Andy. Bisakah kau mendengarku?
Apakah kau baik-baik saja?
Agen Cooper. Agen Cooper.
Agen Cooper.
Ini Andy.
Ini An...
Kututup teleponnya untukmu.
Apa?
Kututup teleponnya.
Apa kau memanggil dokter?
Dokter?
Sudah kututup.
Teleponnya.
Terima kasih.
Tentu.
Tak masalah.
Apakah ini termasuk uang tip?
Ya, tuan.
Terima kasih. Terima kasih banyak.
Nanti susunya akan dingin.
- Segera. - Baiklah.
Aku pernah mendengarmu.
Aku pernah mendengarmu.
Akan kuberitahu tiga hal.
Jika kuberitahu hal itu padamu dan mereka menjadi kenyataan,
apakah kau akan percaya padaku?
Siapa kau?
Anggap aku sebagai teman.
Darimana asalmu?
Pertanyaan yang benar adalah, darimana saja kamu pergi?
Hal pertama adalah,
ada seorang pria
di kantong yang "tersenyum".
Pria dalam kantong yang tersenyum.
Hal kedua adalah,
burung hantu tidak seperti yang kelihatannya.
Hal ketiga, adalah.
tanpa bahan kimia, dia menunjuk.
Apa arti semua itu?
Hanya ini yang boleh kukatakan.
Berikan aku cincinmu.
Aku akan mengembalikannya jika hal-hal ini menjadi kenyataan.
Kami ingin membantumu.
Siapa "kami"?
Satu lagi.
Leo terperangkap di dalam kuda yang lapar.
Ada petunjuk di rumah Leo.
Kau akan membutuhkan penanganan medis.
Tok, tok, tok.
Ayo.
Mari kita lihat gadis yang baru ini.
Ow, mm.
Sialan.
Di mana kamar Ben?
Kamar bunga kecil.
- Kenapa dia bertahan padaku? - Apa?
- Kenapa dia bertahan padaku? - Apa, Blackie?
Siapa yang bertahan pada siapa?
Kumohon.
Oh, Blackie.
Kau dulu sangat cantik.
Blackie, Blackie.
Brengsek.
Kurasa kau harus pergi.
- Benarkah, Prudence? - Ya, aku serius. Benar-benar serius.
Hmm.
Baiklah.
Jika kau memaksa.
Kena kau. Ha, ha!
Aku akan marah,
dan murka,
dan kuhancurkan rumahmu.
Oh, astaga.
Kau manusia, bukan?
Aku harus melihatmu. Aku serius.
Pergilah. Aku malu.
Tidakkah mereka memberitahumu siapa diriku?
Pemilik tempat ini?
Itu benar.
Ben, ini Jer. Ada masalah.
Aku juga.
Kak Ben, kita ada K-E-S-U-L-I-T-A-N.
- Sayang sekali, kami ada masalah. - Ayo, Ben.
Segera, Jer.
Aku menyukaimu.
Kau tahu caranya memikat pria. Masih setengah perjalanan.
Lain kali, kita akan main permainan yang berbeda.
Aku yang akan membuat peraturannya.
Kau akan menyukainya. Permainan yang seru.
Semuanya menang.
Diane.
Perekamku ada di atas meja.
Aku tak bisa menjangkaunya saat ini.
Aku hanya bisa berharap semoga aku tak sengaja menekan
tombol aktivasi suara-nya.
Aku terbaring di lantai kamarku.
Aku ditembak.
Aku benar-benar kesakitan dan ada begitu banyak darah.
Untungnya, aku memakai rompi antipeluru-ku semalam,
sesuai peraturan FBI pada saat dalam penyamaran.
Aku ingat saat melipat rompinya,
mencoba mencari kutu busuk.
Jika kau bisa membayangkan dampaknya di dadamu
seperti tiga bola boling yang dijatuhkan dalam ketinggian dua meter,
kau mungkin akan mulai memperkirakan sensasinya.
Setelah dipikir-pikir,
ditembak ternyata tak seburuk yang kukira.
Selama kau bisa menjaga rasa takut dari dalam pikiranmu.
Tapi kurasa kau bisa mengatakan itu untuk hal apa saja dalam hidup.
Ini tak begitu buruk selama kau bisa menjaga rasa takut dari pikiranmu.
Oh, Tuhan.
Cincinnya hilang.
Anehnya, pada saat seperti inilah
kau mulai memikirkan tentang hal-hal yang kau sesali
atau hal-hal yang mungkin kau lewatkan.
Aku ingin memperlakukan orang-orang dengan penuh rasa peduli dan hormat.
Aku ingin mendaki bukit yang tinggi.
Tak perlu terlalu tinggi.
Berbaring di rerumputan yang sejuk.
Tak perlu terlalu sejuk.
Dan merasakan sinar matahari di wajahku.
Kuharap aku bisa memecahkan kasus penculikan Lindbergh.
Aku sangat ingin bercinta debgan wanita cantik
yang aku sayangi.
Dan tentu saja, tak perlu basa basi aku sangat ingin mengunjungi Tibet.
Kuharap mereka bisa meraih negaranya kembali dan Dalai Lama bisa kembali.
Oh, aku akan sangat menyukai itu.
Semua itu akan menjadi pengalaman yang sangat menarik.
Mereka di sini.
Kulitku gatal.
Kutu busuk merayap di tubuhku.
Aku mengangkat rompi antipeluruku.
Tiga tembakan.
Jarak dekat.
Itu menjelaskan ini.
Cara yang menyakitkan untuk membunuh kutu.
Apa kau sempat melihat penembakmu?
Aku melihat wajah bertopeng, cahaya pistol.
Lucy, laporkan perkembangan terbaru kepada Agen Cooper.
Leo Johnson ditembak.
Jacques Renault dibekap.
Pabrik kayu terbakar. Shelly dan Pete dirawat karena menghirup asap.
Catherine dan Josie menghilang.
Nadine dalam keadaan koma karena overdosis.
- Sudah berapa lama aku tak sadarkan diri? - Sekarang jam 7:45 pagi.
Sudah lama kita mengalami insiden sebanyak ini dalam satu malam
sejak kebakaran di Elk's Club tahun 1959.
Harry, kita harus dapatkan surat perintah untuk menggeledah rumah Leo Jonson.
Tak perlu. Leo ditembak di ruang tamunya sendiri.
Deputi Brennan menemukannya.
- Kau tak boleh kemana-mana. - Dok. Dengan kemauan yang kuat,
kekuatan penyembuhan fisik tubuh akan sangat luar biasa.
Beri aku waktu beberapa jam untuk berpakaian.
Saya berdiri tepat di depan area penyimpanan kayu
di Pabrik Packard dimana seluruhnya rata dengan tanah.
Petugas Pemadam Kebakaran menyebut insiden ini sebagai
"situasi yang misterius".
Saat ini, pihak kepolisian telah mengatakan kepada kami bahwa mereka, sejauh ini,
- Bobby. - belum menemukan hubungan yang jelas
antara dua tragedi yang tampaknya tidak berhubungan ini.
Bobby.
Melaporkan langsung dari Pabrik Kayu Packard...
Cooper, ini benar-benar bertentangan dengan anjuran kami.
Tak apa-apa, Dok. Sungguh.
Dua tulang rusukmu rusak, serta tulang rawanmu masih berantakan.
Bagaimana jika terjadi masalah?
Siapa itu?
Jacques Renault.
Apakah kantong itu "tersenyum"?
"Tersenyum"?
Kenapa harus tersenyum?
Apa kau merindukan Beth?
Apa?
Apa kau merindukan ibumu?
- Tante Sarah? - Ya?
Aku bermimpi aneh tadi malam.
Tentang apa?
Karpet itu.
Di sini.
Tepat dari sudut ini tempatku duduk.
Laura ada di mimpimu?
Leland?
Selamat pagi, sayang.
Oh, Leland.
Rambut Paman Leland memutih.
Leland, kemarilah ke sini.
No comments yet. Be the first to leave one.