The first 147 lines.
Aku hanya bisa meninggalkanmu sendirian selama lima menit, ya?
Aku akan menunggu di luar.
INSANITY
Paula, bagaimana perasaanmu?
Tidak baik.
Kami harus memberimu obat penenang dosis besar saat kami menemukanmu.
Kami tak punya pilihan lain. Itu demi kebaikanmu sendiri. Kau paham?
Tentu saja.
Demi kebaikanku sendiri.
Terima kasih sudah merawatku, Dokter.
Hei, Paula.
Ini aku.
Almeida.
Bukan, Paula. Ini Marques.
Almeida menahan putriku, Marques.
Tangkap dia.
Jangan cemas.
Kita sudah menangkapnya. Dia tak akan menyakiti siapa pun lagi, Paula.
Si keparat itu… menahan putriku, Marques.
Maaf, Paula, tapi itu mustahil. Dia sudah ditahan.
Aku melihatnya dengan mataku sendiri.
Paula.
Putrimu tewas dalam kecelakaan mobil.
Kau melihat sendiri. Kau mengalami kekalutan mental.
Dan itu sebabnya kau di sini. Maafkan aku.
Bukan itu.
Bukan itu.
Aku melihatnya.
Itu dia.
Aku memeluknya.
Aku berdiri di sampingnya
Aku tak bisa menyelamatkannya.
Dia masih hidup, Marques. Dia masih hidup.
Di mana kau melihatnya, Paula?
Di luar rumah sakit.
Lubang di pagar.
Hutan.
Lorong.
Gelap. Lubang.
Tempatnya seperti rumah sakit tua.
Kapel.
Sebuah kapel. Kau harus ke sana, Marques.
Kami punya bangsal yang tak difungsikan, tapi sudah lama sekali ditelantarkan.
Keparat itu ada di sana.
Almeida ada di sana.
Itu mustahil.
Almeida ada di kamarnya, dalam pengawasan 24 jam setiap hari.
Itu tidak benar, Marques. Aku bisa pastikan itu tidak benar.
Siapa yang menemukan dia kemarin?
Perawat Neusa. Di tengah taman.
Aku perlu bicara dengannya.
Putriku masih hidup, Marques.
Percayalah kepadaku.
Lorong apa yang dia maksud?
Mungkin jalan masuk ke rumah sakit telantar. Aku tak yakin.
Mungkin dia tidak gila.
Semua orang tahu ada bangsal telantar di hutan,
termasuk para pasienku.
Dia mungkin mendengar soal itu dan mengarang cerita.
Dia mencoba bunuh diri selama kekalutan mentalnya.
Kemungkinan besar dia akan terus mengarang sesuatu,
atau dia mencampur mimpi dan realitas.
Itulah persisnya penyakit Paula.
Apa kau paham?
Aku harus menjadikan ucapannya sebagai pertimbangan.
Dan aku perlu akses ke rumah sakit telantar itu.
Tak masalah.
Satu hal lagi, Dokter.
Katanya dia melihat putrinya masih hidup.
Dan aku punya pasien yang bicara kepada patung.
Seixas.
Tolong antar petugas ini menemui Perawat Neusa.
Ya, Pak.
Aku akan segera menemuimu.
Tolong sebutkan namamu.
Neusa Maurer.
Apa kau yang bertugas jaga malam?
Aku perlu kau bicara.
Sepanjang malam, setiap malam.
Sebenarnya apa yang terjadi malam itu?
Saat aku berjaga, aku menyadari bahwa Ny. Costa tak ada di kamarnya,
jadi, aku keluar mencarinya.
- Apa kau tak mengunci pintunya? - Ya.
- Pintunya dikunci setiap malam. - Jadi, bagaimana Ny. Costa pergi?
Aku perlu kau bicara.
Aku melaporkannya kepada Keamanan,
dan kami mencari Ny. Costa ke sepenjuru gedung.
Saat kami tak menemukannya,
kami ke luar untuk mencarinya dengan bantuan dari penjaga.
Lalu Almeida?
Apa?
Ny. Costa bersikeras bahwa dia melihat Almeida
di semacam kapel atau rumah sakit telantar.
Itu mustahil.
Neusa, jelaskan kepada detektif…
- Maaf. Siapa namamu? - Seixas.
Seixas.
Kau di mana sekitar pukul 22.00 sampai tengah malam?
Di rumah, tidur.
Jadi, kau tak lihat atau dengar apa pun, benar?
Aku yang bertanya.
Teruskan.
Di sini kami mengikuti protokol untuk sif dan piket.
Semuanya tercatat di buku.
Kami tak bisa menyimpang dari protokol ini sedikit pun.
Dia ditahan di rumah sakit jiwa keamanan maksimum.
Konsul Almeida bahkan tidak diperbolehkan berjalan-jalan di taman.
Kamarnya selalu dikunci. Dia tidak bisa pergi.
Jadi, dia dikunci.
Dikunci seperti Ny. Costa?
Bu, apa kau ingat mendengar sesuatu yang aneh?
Seperti jeritan atau pukulan?
Ini rumah sakit jiwa. Kami selalu mendengar jeritan dan pukulan tiap malam.
Aku perlu bertemu Almeida.
Tentu. Dr. Schultz akan mengantarmu.
BANGSAL B AKSES TERBATAS
Tolong! Keluarkan aku dari sini!
Lepaskan aku.
Melihat keparat ini saja sudah membuatku mual.
Lalu?
Dia tak mungkin bisa keluar.
Tidak bisa keluar sendiri.
Kurasa kita sudah selesai.
Benar?
AMBULANS
Kau pria beruntung, Dokter.
Kenapa kau berkata begitu?
Lihat orang ini! Beberapa hari lalu dia mengancam kita, dan kini dia di sini.
Dia koma.
Ini sebuah keberuntungan, Dokter. Kini kau bisa lakukan apa pun kepadanya.
Yang akan kulakukan hanyalah mencoba membantunya.
Menurutku kau pun juga harus begitu.
Itu adalah tugas kita, andai kau lupa.
Maafkan aku, Dokter.
Kau kembali.
Kau tak percaya kepadaku?
Aku membutuhkanmu, Marques.
Paula, yang kau butuhkan adalah bertahan hidup,
jangan bunuh diri.
Aku tak pernah melakukan itu.
Siapa pun yang kehilangan anak sanggup melakukan itu, Paula.
Tidak.
Tidak jika kau tahu bahwa anakmu mungkin masih hidup.
Kenapa kau bisa berpikir begitu?
Tolong aku.
Camila.
Camila memberi tahu bahwa mayat hangus itu bukan mayat Lúcia.
No comments yet. Be the first to leave one.