Love Lab

Love Lab (恋愛ラボ)

Download Indonesian Subtitle

Specials

Release info

[animeSAVE] Love Lab - 03 (BD 720p 10bit AAC) [31CEFA57]
A Commentary by Yohanes Pebryanto
Download Video www.animesave.net Subtittle From www.moesubs.com Retiming passed~

Tags

720p
720
Published on: 2014-03-22
Downloads: 38
Hearing Impaired: Yes

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Si pemalas yang tak melakukan apa pun.

Dia benar-benar membuatku kesal!

Justru aku menerima tawaran untuk bergabung karena tak perlu melakukan tugas apa pun.

Lagi pula, awalnya aku memang tidak tertarik untuk bergabung!

Hoi, Maki...

Riko!

Karena sudah jelas kalau Kak Mizushima itu mengincarku, maka aku tak boleh hilang waspada.

Tapi otakmu sudah hilang dari dulu.

Bukankah kemarin dia mengatakan sesuatu padamu?

Ah, bukan hal yang penting kok.

Lho?

Matanya merah begitu...

Jangan-jangan dia begadang menyelesaikan semua tugasnya?

Si wakil ketua yang melakukan apa pun sendirian.

Berisik lu!

Bu-Bukan!

Bukan kau!

Maaf.

Hari ini aku tidak ikut ke ruang OSIS dulu deh.

Ke-Kenapa?

Pokoknya tidak dulu.

Lagi pula, kita takkan bisa melanjutkan pelatihan cinta sampai Kak Mizushima berhenti mengganggu.

Jadi tak masalah kalau aku tidak ke sana, 'kan?

Riko...

Tu-

Hei-

Lepaskan!

Oh, selamat pa-

Kau ini kenapa sih?!

Aku...

Aku juga ingin begituan!

Karena di setiap harinya, diriku selalu kesepian...

Aku ingin sekali melakukannya!

Te-Tenang dulu!

Jelaskan pelan-pelan dan lebih rinci!

Jadi aku ingin begituan di sini, sekarang juga!

Ka-Kalian salah paham!

Maksudnya, dia ingin bermaraton!

Duh, kenapa kamu malah menantang berperang segala?

Yah, gara-gara bahasan baron super duper juga sih.

"Gara-gara" apaan tuh?!

Eh? Baron itu siapa?!

Tapi mereka sudah tahu kalau aku pelaku di balik kejahilan itu.

Sudah ketahuan, ya?

Kalau begitu, aku sedang jadi topik pembicaraan mere-

Tidak tuh.

Mana mungkin tidak sama sekali!

Bagaimana kalau "enggak kepikiran"?

Jangan disamain sama Mpok Nori!

"Emang lu siapa"?

Ya sudah, tak usah dibahas lagi!

Maki sialan!

Sampai kapan dia akan puas cuek padaku?!

Kenapa malah jadi begini?

Tanyakan pada rumput yang bergoyang.

Akan kubuat kamu tidak cuek padaku lagi.

Diumpetin di mana tuh?

Natsuo Maki!

Ayahmu adalah lingerie!

Lah, kenapa?

Kenapa dia malah bawa-bawa ayahku?

Jahat sekali!

Maaf, tapi bisa kaujelaskan seperti apa ayahmu itu?

Karena silau, wajahnya jadi tidak kelihatan.

Siapa kamu, pengecut?!

Dia masih belum sadar siapa aku?!

Apa keberadaanku sama sekali hilang dari pikirannya?!

Sebagai putrinya, maka kau juga adalah lingerie!

Heran, kenapa ke sana-sana sih?

Rasain tuh!

Sayo, kamu juga ledek dia dong.

Iya deh.

Kakakmu adalah lintah darat!

Tapi aku tak punya kakak.

Kalau aku sih cuma punya adik.

Kakakku sih punya pekerjaan tetap.

Bukan begitu!

Kakakku cuma sedang mencari jati dirinya saja!

Aku cuma teriak asal saja kok, tidak ada hubungannya dengan masalah keluargamu.

Oh, benarkah?

Ya sudah kalau begitu.

Ayo!

Ke mana?

Kenapa nyambungnya jadi ke lingerie?

N-No comment.

Paman retro yang cabul?

Kata "lingerie" terdengar dewasa sekali, ya!

A-ku ti-dak de-ngar!

Kita akan memeriksa ruang OSIS mumpung mereka sedang tidak di sana.

Oh, iya.

Bukankah mencari pekerjaan itu lebih penting daripada mencari jati diri?

Tuh, 'kan! Ternyata yang kamu bicarakan itu memang masalah keluargaku!

Cuma menyinggung hal yang umum kok.

Sama sekali bukan tentang masalah keluargamu.

Kunci ruang OSIS?

Tapi Maki sudah meminta ibu agar tidak sembarang memberikan pada siapa pun, kecuali anggota OSIS sendiri.

Bu guru...

Kesampingkan jabatan sebagai ketua, jadi sekarang saya bahkan sudah tidak dianggap sebagai anggota lagi?

Ba-Baik, akan ibu berikan!

Jadi, jangan menangis ya!

Bagaimana?

Aktingku luar biasa, 'kan?

Iya deh, luar biasa.

Sudah, sudah, jangan menangis lagi.

A-Apa itu?

Baron super duper.

Kalau tidak salah, Maki selalu menyimpan semua dokumen penting di dalam lemari ini.

Eh?

Berkas apa ini?

Kok tidak ada labelny-

Laporan Penelitian Cinta?

Mau langsung ke ruang OSIS?

Ya, begitulah.

Benar-benar merepotkan deh!

Jangan bohong ah, padahal kau sendiri menikmatinya, 'kan?

Selama ini kau selalu cemburut kayak pantat ayam,

tapi sejak bergabung dengan OSIS, wajahmu terlihat lebih ceria.

Tak kusangka ternyata kau ini pekerja keras ya.

Pekerja keras? Begitu, ya?

Memang sih, sekarang sudah tidak lagi membosankan.

Aku bergabung juga karena dipaksa jadi asistennya,

padahal aku bisa saja menolak dan tinggal pergi.

Maki!

Ma-Maki!

Ketua! Maki

Kerja berlebihan dan kurang tidur.

Ditambah lagi, tugas ketua OSIS di sekolah ini sangat berat.

Dia terlalu merasa bertanggung jawab dan mengerjakan semuanya sendiri,

jadi tolong diawasi ke depannya, ya?

Kamu asistennya, 'kan?

Aku tahu.

Aku tahu kalau belakangan ini dia terlalu memaksakan diri.

Padahal aku sudah tahu,

tapi aku malah diam saja!

Kak Kurahashi?

Akhirnya aku berhasil mendapatkan bukti yang amat kuat!

Mereka melakukan latihan cara menarik perhatian cowok, menonjolkan kesan pertama, dan hal semacamnya itu!

Ketagihan baca isinya, ya?

Po-Pokoknya, besok kita tukar berkas laporan untuk rapat ketua kelas besok dengan yang ini,

dan ketika mereka membacanya lalu peserta rapat mulai protes, saat itulah aku muncul!

Dengan begitu, Maki takkan lagi cuek-

Begini, ya...

Bukankah malah lebih bagus kalau mereka tidak tahu siapa pelaku di balik penukaran laporan nanti itu?

Jadi, mereka bisa beranggapan kalau kau takkan melakukan hal sejahat itu.

Yah, aku yakin sih mereka pasti akan cepat lupa tentangmu,

tapi setidaknya kita harus berpikir positif dulu.

Pikiran positif begitu malah jadi membuatku malas berpikir lagi.

Menurutku, rencanamu itu terbilang picik.

Tapi kau yakin tetap akan melakukannya?

Keputusanku sudah bulat!

Aku mau memfotokopinya dulu.

Itu dia!

Hei, Kak Medit!

Bisa tidak kalau kau memanggil dengan cara yang sopan?

Yah, walau julukan itu memang benar.

Terus, ada perlu apa?

Kak Mizushima.

Apa mereka sudah tahu kalau kami menyelinap ke ruang OSIS?

Seharusnya sih tidak, karena tak ada jejak apa pun.

Maukah kau kembali menjadi bendahara lagi?

Wah?

Kau yakin mau memberikan jabatan itu kepada Kak Medit ini?

Kak Medit yang ini lho?

Maaf sudah memanggilmu begitu.

Terus, alasannya apa?

Maki pingsan.

Dia pernah bilang kalau cara kerjamu sangat cepat.

Jadi...

Jadi kumohon, bantulah dia!

Ah, sialan!

Iya, aku tahu kalau aku ini tidak berguna!

Dan juga sadar kalau semua ini salahku!

Kalau mau marah, kau salah orang.

Berisik! Aku ini malu-malu kucing, tahu!

Kucing? Kau sih singa.

Terserah deh!

Boleh saja.

Aku terima.

Serius?

Tapi dengan satu syarat.

A-Apa itu?

Eno...

Bisa kalian kembalikan jabatan Eno sebagai ketua?

Apa?!

Mengembalikan jabatan Eno sebagai ketua?!

Benar.

Sebentar, Eno itu siapa?

Wah, jadi aku harus menjelaskan mulai dari situ?

Maksudmu, Kak Enomoto mantan ketua OSIS itu, 'kan?

Benar, dia.

Eh?!

Jadi kau bekerja sama dengan mantan ketua OSIS itu?!

Iya.

Soalnya kami sudah berteman lama.

Jadi tujuanmu bukan untuk kembali lagi jadi bendahara?!

Itu juga salah satunya.

Tapi awalnya, itu karena Eno ingin kembali jadi ketua lagi.

Apa-apaan ini?!

Jangan tiba-tiba membeberkan banyak hal yang tak kuketahui begitu dong!

Aku sudah kelewat pusing nih gara-gara Si Maki pingsan!

Love Lab subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Love Lab

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left