The first 200 lines.
Aku Takeo Gouda, murid kelas satu SMA.
Sekarang musim panas.
Langitnya biru.
Mataharinya bersinar cerah.
Pepohonan dan serangga hidup dengan sehat.
Oh.
Lihat, Takeo.
Ini bunga randa!
Yamato.
Ini daun semanggi.
Takeo, kau kayak pangeran.
Aku suka.
tak terkejar
oitsukenai
meski ingin kukejar
oitsukitai no ni
inilah kisah yang tak terduga, berilah ku jawaban
totsuzen monogatari Give Me an Answer
ku tak tahu jawabannya
wakaranai yo Answer
ZAINUDDINARI
MEMPERSEMBAHKAN
ZAINUDDINARI
MEMPERSEMBAHKAN
bila saja cinta itu layaknya permen
okashi mitai ni suki mo
yang harus dilakukan menurut resep saja
Recipe toori ni ikeba ii no ni
bila saja jarak antara kita seperti kue busa
Meringue mitai ni kyouri mo
di mana hanya butuh waktu 'tuk mengubahnya
jikan shidai de kawareba ii no ni
ketenangan dan semangat itu kawan lama
reiseisa to nekketsusa ga osananajimi nan da
apa selama hidup ini kita jalani tanpa pegangan tangan
isshou te mo tsunagenai mama kana
aku tak mau
ya da yo
tak terkejar
oitsukenai
meski ingin kukejar
oitsukitai no ni
inilah kisah yang tak terduga, berilah ku jawaban
totsuzen monogatari Give Me an Answer
sebegitu canggung
bukiyou de
dan kikuknya itu
gikochinai hodo
akankah dimulai dengan sayang belaka
itoshiku hajimaru no
berilah ku jawaban
Give Me an Answer
jawaban 'tuk masa depan
miraikei no Answer
GUNUNGKU
Yamato,
meski badai menghadang, aku akan terus di sampingmu!
Oh, sudah kubilang enggak apa.
Kemarin ulang tahunku yang spesial.
Aku enggak menyesal.
Tapi, aku senang.
Aku dan Yamato, pergi piknik buat ganti rugi perayaan kemarin.
Yamato, kayaknya tasmu berat.
Biar aku yang bawa.
Terima kasih.
Apa isinya?
Eh? Kotak bekal, buah-buahan sama air minum.
Semuanya ada di sini?
Terus ada camilan, handuk,
tikar,
dan kantong buat sampah.
Kalau terlalu banyak, pasti bawanya susah.
Apa bawaanku terlalu banyak?
Aku terbawa suasana.
Bisakah kau menghabiskannya, Takeo?
Syukurlah.
Yamato.
Bros itu cocok buatmu.
Ke kanan, ya?
Ya.
Meski begitu, hari ini cerah banget, ya.
Maaf, Yamato.
Kau capek?
Mau istirahat dulu?
Enggak apa, kok.
Masa?
Sama sekali enggak apa.
Aku lebih kuat dari kelihatannya.
Tapi maaf ya, aku enggak bisa cepat.
Ketimbang pergi piknik, ini malah kayak mendaki.
Mungkin aku bikin kesalahan.
Oh, maaf.
Saking senangnya, aku sampai bersenandung sendiri.
Ah, jadi malu!
Yamato.
Aku suka.
Sampai juga.
Enaknya!
Kupikir kalau makannya di sini pasti bakalan enak.
Ya.
Gerah, nih.
Sama.
Oh!
Bros pemberianmu diambil!
Jangan!
Yamato.
Bekal Yamato!
Mahkota bunganya!
Takeo, kau enggak apa?
Apa kau baik-baik saja?
Aku baik-baik saja.
Bekalnya juga aman.
Tapi, kita enggak bisa kembali ke atas.
Ini di mana, ya?
Kita harus cari bantuan.
Takeo, enggak ada sinyal.
Apa?
He, mana Rinko?
Katanya sih, pergi piknik sama Takeo.
Oh, piknik.
Kalau mereka sih, kayaknya cocok.
Enaknya punya pacar.
Mereka sudah pacaran dua bulan, ya?
Sunakawa gantengnya maksimal, tapi kayaknya susah dijadikan pacar, deh.
Dia pendiam.
Ya.
Pacar Rinko lumayan- Bilangnya bagaimana, ya?
Gagah, mungkin?
Oh, ya. Gagah.
Enggak keren, sih.
Tapi, kayaknya Rinko pikir pacarnya lebih keren dari Sunakawa, ya.
Ya.
Betul, betul.
Sayang, bagaimana keadaanmu?
Ya, aku baik-baik saja.
Begitu, ya.
Sayang, di mana Takeo?
Oh, dia tak ada, ya?
Awas, angkat kaki.
Mungkin dia sedang bersama Makoto.
Sebentar lagi juga pasti pulang.
Oh.
Enggak kelihatan kayak jalan yang sering dilalui.
Takeo, maaf.
Ini salahku.
Jangan cemas.
Kita pasti bisa melewatinya.
Tunggu di sini.
Aku mau lihat dari atas.
Eh? Atas?
Ya.
Hati-hati, Takeo!
Kalau saja kupegang dahan atau semacamnya, tadi pasti enggak akan jatuh.
Tapi, nasi sudah jadi bubur.
Yang harus kulakukan sekarang adalah
memastikan Yamato aman dan selamat.
Takeo.
Enggak apa, Yamato.
Kita pasti bisa pulang.
Eh?
Aku dengar suara mobil dari kejauhan.
Ada jalan di sebelah sana.
Eh?
Takeo hebat!
Tapi, jauh sekali.
Mungkin besok baru sampai ke kota.
Eh?
Jadi, kita harus kemah berduaan?
Ya.
Yamato pasti gugup.
Tenang saja.
Serahkan sama aku.
Pertama, kita harus ke selatan.
Selatan?
Ikuti aku saja, Yamato.
Bawa santai, kita harus terus jalan mumpung belum gelap.
Ya.
Kau enggak apa?
Eh?
Pegang saja bajuku biar kita enggak pisah.
Ya.
Takeo, makan dulu, yuk!
Wah, terima kasih, Yamato.
Makannya yang banyak, ya.
Tentu!
Selamat makan.
Enak.
Sungguh?
Syukurlah.
Aku enggak terlalu pandai buat masakan, sih.
Kalau makannya di luar, pasti enak.
Ya, enak, enak!
Terima kasih makanannya.
Eh, sudah?
Setengahnya lagi buat nanti malam.
Sip!
Ayo jalan, mumpung masih cerah.
Ya.
Malam.
Yamato pasti gugup.
No comments yet. Be the first to leave one.