Release info

미운 우리 새끼 My Ugly Duckling Episode 113
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Special MC: Lee Moon Sae; Guests: Hong Jin-young, Sleepy. NOTE: Sub ini cocok untuk video durasi 01:37:43 (tanpa iklan). Download video di www.drakoric.com atau www.omberbagi.com. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2018-11-20
Downloads: 13
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Mereka belum kembali.

Ya.

- Kita yang pertama kembali. - Apa?

- Kita yang pertama kembali. - Kita datang lebih dahulu.

- Astaga. - Ya?

"Sun Mi ingin mengatakan sesuatu"

- Suaramu bisa didengar mereka. - Apa?

Suaramu bisa didengar mereka

karena kamu memakai mikrofon.

"Tertawa"

Aku baru tahu.

Mereka mendengar semua ucapan kita.

- Benar. - Kita memakai mikrofon.

Mereka bisa mendengar ucapan kita lewat mikrofon ini.

Benar. Jadi, kita harus berhati-hati.

Kurasa nanti kita akan terlalu lelah

dan bergegas pulang.

- Mari kita berfoto. - Bersama kami?

- Bersama kami? - Astaga.

- Kita tidak bisa berfoto? - Kita bisa berfoto usai syuting.

Setelah syuting, kami selalu berfoto.

- Nanti dia lelah, lalu pulang. - Kami membawa kamera.

Kita harus berfoto selagi riasan kalian masih bagus.

- Kalian tampak cantik sekarang. - Maka mari kita berfoto.

Tolong potretkan kami.

- Terima kasih atas CD-nya. - Potret kami.

- Aku suka CD-nya. - Orang jarang membeli CD.

Aku senang kamu menghadiahi kami CD-mu.

Aku berdiri di samping para wanita muda.

Akan kupotret sekarang.

"Para ibu tersenyum"

- Baiklah. - Mari kita berfoto berdua.

Baiklah.

Mereka akan berfoto berdua.

Dia akan menggelar pameran foto.

- Ya. - Ayo berswafoto.

Berswafoto?

Dia luar biasa.

Aku juga ingin berfoto berdua denganmu.

- Baiklah. - Kamu tampak keren.

Bagus.

"Mereka sangat mesra"

- Berfotolah dengannya. - Bagus.

- Kamu keren. - Potretkan kami.

- Potretkan kami. - Gun Mo...

Beri tahu Gun Mo.

- Baiklah. - Potretkan kami.

- Baiklah. - Aku ingin berfoto berdua.

Baiklah.

"Para penggemar ingin berfoto berdua saja dengannya"

Ayo kita berfoto juga.

Aku juru kamera hari ini.

Kakimu juga ikut terpotret.

Ini kali pertama kami melakukannya.

Ini kali pertama kami berempat berfoto berdua saja

- dengan bintang tamu. - Masing-masing.

Sungguh. Kamu amat populer.

Aku penggemar beratnya.

Rasanya kita seperti kembali ke masa lalu.

Aku ingin tahu nomor ponselmu.

Baiklah.

Nomor ponsel.

010...

Dia cerdik juga.

"Akan kukirimkan fotonya"

Sebaiknya kalian menghadiri konsernya bersama.

Itu pasti menyenangkan.

- Itu pasti menyenangkan. - Di mana?

- Datanglah kapan saja. - Konsernya.

- Konsernya? - Kalian boleh datang.

Di mana lokasi konser berikutnya?

- Digelar di mana? - Arena Gimnastik Olimpiade.

Tanggal 29-31 Desember.

Sampai akhir tahun ini, aku ada tiga konser.

- Di satu lokasi? - Pasti melelahkan

mengadakan tiga konser.

Moon Sae

menghabiskan biaya besar untuk konsernya

demi para penggemar.

Aku menonton salah satu konsernya dan suasananya megah.

- Moon Sae. - Ya?

Gelarlah konsermu di sini.

- Astaga. - Kenapa tidak?

Sebaiknya kalian menonton konsernya kapan-kapan.

- Moon Sae - Tontonlah konsernya...

- selalu baik kepada Gun Mo. - "Aku mencintaimu"

"Aku mencintaimu"

"Dia menghelat konser mini untuk para ibu"

Dia hebat sekali.

"Aku juga mencintaimu"

- Tidak. - Dia juga menari.

Sun Mi bilang,

"Astaga. Jangan lakukan itu."

Sebagaimana yang kalian ketahui,

Sun Mi pernah dioperasi karena kanker tiroid.

Semua sel kankernya sudah diangkat.

Ya. Sun Mi dioperasi.

- Sel kankernya sudah tidak tersisa. - Moon Sae...

- Sel kanker Moon Sae juga diangkat? - Moon Sae juga sakit kanker tiroid.

Moon Sae pernah mengalami masa-masa yang berat.

- Ya. - Begitu rupanya.

Dokter menemukan jaringan kanker

di kelenjar tiroidku.

Kata mereka,

itu mudah disembuhkan dan aku tidak perlu cemas.

Jadi, kuminta mereka segera mengoperasiku.

- Ya. - Tapi katanya,

ada efek sampingnya.

"Ada efek samping dari operasi"

Aku menanyakan efek sampingnya.

Katanya, mungkin aku tidak bisa bernyanyi lagi.

Dia menyebutkan kemungkinan terburuk.

Jadi, kutanyakan kemungkinan terbaiknya.

Katanya, mungkin aku bisa tampil seperti biasa.

Jadi aku bilang, "Mari mencoba mewujudkan itu."

- Lalu dokter menyetujui. - Dokter mengangkat semuanya?

Sebagian besar.

- Sel kankerku diangkat sekaligus. - Ada sel

yang tersisa di pita suaraku.

- Di pita suara. - Ya.

Terlalu berisiko untuk menyentuhnya.

Jika dokter salah sentuh

atau salah potong, suaraku akan menjadi serak.

Maka aku tidak bisa bernyanyi. Jadi, kuminta pada dokter

membiarkannya untuk sementara.

Keputusanmu harus bijak.

Semua sel kankerku sudah diangkat. Tapi karena aku bukan penyanyi,

aku tidak pernah terpikir bahwa suaraku akan serak.

Tapi,

hormon Sun Mi menjadi terganggu.

Jadi, meski terkadang ucapannya kurang sensitif,

kita harus memakluminya.

Tentu saja.

Itu sudah tabiatku sejak belum sakit.

"Bicara kurang sensitif adalah tabiatnya sejak dahulu"

"Dia bilang sudah seperti itu sejak belum sakit"

Maafkan aku.

- Aku baru tahu. - Sikapnya memang begitu

jauh sebelum dioperasi.

Dia sudah seperti itu sejak muda.

- Astaga. - Kamu gembira, bukan?

Sun Mi sejak dahulu...

Tadi ingin sekali mengatakannya,

ternyata kamu mengakuinya sendiri.

Tentu saja. Aku sudah seperti ini sejak lama.

Dia jujur sekali, bukan?

"Mengerang"

Terasa enak, bukan?

Enaknya.

Apa yang enak?

Siapa yang mengatakannya?

"Siapa yang merasa enak?"

Enaknya.

Siapa dia?

Kenapa dia memelihara kucing?

Kurasa itu kucing.

Di mana anjingnya? Kenapa kini dia memelihara kucing?

Dia sudah memelihara dua anjing.

"Apa yang mereka bicarakan?"

"Sang Min menyisir bulu kucingnya"

- Itu Sang Min. - Ternyata Sang Min.

Ternyata Sang Min. Kupikir dia Won Hee.

Maka itu, aku mempertanyakan anjingnya tadi.

Sang Min memang memelihara kucing.

Kucingnya sudah besar.

"Dia lucu"

Terasa enak, bukan, Jjingko?

"Terasa enak"

Kenapa Toto selalu bersembunyi?

Jjingko?

"Di mana Toto?"

"Toto bersembunyi lagi"

Kucing itu. Kini sudah besar.

Kucing itu.

Kucing-kucingnya sudah besar.

Baiklah.

Selesai. Pergilah.

"Dia sangat lembut"

Selesai.

"Dia selesai menyisir bulu Jjingko"

"Aku lapar"

Astaga, Toto.

Aku menyatakan perang terhadap Toto.

Jjingko makan dari mangkuknya sendiri.

Baiklah.

"Sang Min akan menangkap Toto"

"Dia bermain petak umpat dengan Toto"

Manis sekali.

Dia manis.

Mari kita makan kudapan, Toto.

"Sang Min pergi ke pojok kamar tidur utama"

"Bagaimana dia tahu aku di sini?"

Toto.

Masalahmu...

Kenapa kamu selalu takut?

Aku melakukan ini

untuk menyisir rambutmu.

Sang Min sering berbicara kepada binatang peliharaannya.

- Ya. - Ya.

- Dia sering mengajak mereka bicara. - Benar, walau dia sendirian.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left