Release info

현재는-아름다워-It's-Beautiful-Now-E14-NEXT
A Commentary by Anangkaswandi

Tags

other
Published on: 2022-05-25
Downloads: 20
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Bukankah pelabuhan ini rapi dan indah?

Ini indah.

Bagus sekali.

Pemandangan yang indah.

Minggirlah. Aku tidak bisa melihat ke belakang.

Kau sudah cukup lama kesulitan.

Aku tidak punya mata di belakang kepalaku.

Astaga. / - Duduklah di samping.

Kau tidak sekurus itu.

Astaga.

Apa itu tadi?

Kau menabrak sesuatu.

Minho akan membunuhku.

Siapa Minho?

Putranya.

Ayo keluar sekarang.

Mungkin tidak buruk.

Dia benar. Gyeongcheol, ayo.

Keluarlah. / - Astaga.

Tidak terlalu buruk.

Aku harus mengembalikan mobilnya.

Apa? Tanpa makan?

Aku kehilangan selera makan.

Kita harus bersyukur tidak ada yang terluka.

Tidak perlu kehilangan selera makan karena itu.

Kau mengambil kata-kata itu dari mulutku!

Di situlah kita harus makan.

Bagus. Aku juga mau minum.

Kedengarannya bagus. Ayo!

Sulit dipercaya.

Andai saja aku sebodoh kalian berdua.

Ini buruk.

Pak Lee, aku tidak tahan lagi.

Ini. Minumlah air lagi.

Bukti yang dikumpulkan melalui penyidik swasta

biasanya melanggar hukum.

Kau bisa dituntut.

Tapi persidanganku tinggal sepekan lagi,

dan aku tidak punya bukti fisik.

Itu artinya aku akan kalah!

Tunggu. Mari mulai dengan kuatkan mental.

Jika begini, kau akan kalah bahkan sebelum sidang

dan bukan karena kurangnya bukti.

Aku senang aku menyukainya.

Yang benar saja.

Mirae, kenapa pulang cepat sekali?

Jangan repot-repot bicara denganku.

Ada apa dengannya?

Kenapa? Ada apa?

Dia mengencani pria yang disukainya,

tapi kenapa dia mudah marah?

Mungkin itu tidak berjalan sesuai keinginannya.

Dia harus bersama seseorang

yang lebih menyukainya daripada dia.

Kenapa dia tidak pernah beruntung dalam hal cinta?

Dibandingkan dengannya, kau sangat beruntung.

Sulit dipercaya.

Ketahuilah, aku menahan banyak hal karena itu.

Omong-omong, kenapa ibumu belum pulang?

Bersulang. / - Bersulang.

Jeongja, bukankah datang ke sini keputusan tepat?

Rasanya sangat memuaskan.

Teman Yoga, biar kutuangkan segelas lagi.

Jeongja, sudah kubilang namaku Jenny Lee.

Itu namaku, tolong panggil aku dengan itu.

Jenny apanya.

Kau bilang nama Korea-mu Sun?

Tidak, Gyeongsun. Lee Gyeongsun.

Baik, Gyeongsun.

Kau juga harus memanggilku dengan namaku.

Jeongja.

Jeongja.

Kau luar biasa.

Kau makan lahap padahal kehilangan selera makan.

Aku hanya akan rugi jika tidak makan.

Ini bukan masalah besar.

Aku akan memperbaikinya dan membayarnya.

Ya! Itu dia.

Tidak apa-apa. Baguslah. / - Seumur hidupku,

ada kalanya aku menderita kelaparan

dan perang. / - Jangan bicarakan itu.

Itu menyedihkan.

Kita hidup di dunia yang lebih baik sekarang.

Dunia yang indah.

Pantas saja orang bilang itu keajaiban.

Aku tidak mau mati.

Untuk apa mati dan meninggalkan dunia sehebat ini?

Astaga, Jeongja. Kau tidak mati. Jangan khawatir.

Kau akan berumur panjang.

Jangan khawatir.

Mari bersulang.

Ini Minho.

Diamlah. Jangan bersuara.

Diam. / - Diam.

Kalian berdua lucu sekali.

Hei, Minho.

Ayah, kenapa belum pulang?

Aku sedang bersama teman-temanku.

Ayah minum-minum?

Aku akan menjemput Ayah. Di mana?

Hyeonjae akan datang. Dia ingin bertemu Ayah.

Aku tidak minum.

Aku akan segera pulang.

Aku datang. / - Hai.

Ibu, beri aku daging lagi.

Hanya cukup untuk Hyeonjae.

Ibu, aku lapar. / - Ini untukmu.

Kau datang. / - Hai.

Itu menyedihkan. Kenapa mencoba mencuri makananku?

Astaga.

Ibu, kenapa kita tidak ada daging lebih?

Aku muak dengan ini.

Aku bertambah tua karena mengurusmu.

Ibu memang sudah tua.

Dasar berandal.

Makan saja nasimu dengan saus bulgogi.

Ibu, tidak bisa diterima kita kehabisan daging.

Ibu mengabaikan tugas Ibu.

Kau ingin kupukul? / - Tidak.

Kalau begitu, bisakah Ibu memasak mie

dengan sisa saus untukku?

Masaklah sendiri.

Kenapa kau mengadakan rapat keluarga hari ini?

Akan kuberi tahu setelah Kakek pulang.

Lihat.

Bersulang cinta! / - Bersulang cinta!

Sudah lama aku tidak minum,

jadi, ini benar-benar pas.

Benar, bukan?

Baiklah. Kita harus pergi sekarang.

Apa? Aku belum selesai makan.

Kau makan lahap padahal tidak berselera makan.

Aku bahkan tidak makan sebanyak itu.

Gyeongcheol, ayo minum sekali lagi.

Kenapa kau minum lagi?

Minho ingin datang dan menjemput kita.

Bagaimana jika dia benar-benar melakukannya?

Astaga. Tunggu.

Dia tidak bisa pergi begitu saja. Bagaimana ini?

Jeongja, kita harus pergi.

Hanya dia

yang ditelepon anaknya.

Kau punya putra dan menantu yang baik,

tapi mereka bahkan

tidak mau meneleponmu selarut ini.

Gyeongsun, kau juga tidak ditelepon.

Tidak apa-apa. Keluargaku tidak peduli kepadaku.

Gyeongcheol. Astaga, dia sangat tidak sabar.

Tunggu kami. / - Cepatlah.

Astaga.

Aku juga ditelepon.

Ini putraku.

Hei. / - Kenapa Ibu belum pulang?

Aku dalam perjalanan pulang.

Dia terdengar mabuk. Ibu di mana?

Aku di pantai.

Kenapa menutup teleponnya seperti itu?

Itu sudah cukup

untuk menyelamatkan harga diriku.

Aku tidak akan pernah bilang

punya putra atau menantu yang baik lagi.

Atau aku akan menyebut diriku anjing.

Jeongja, lihatlah lautnya.

Ini malam yang indah.

Astaga, ini bagus sekali.

Kapan Ibu akan pulang?

Katanya dia ada di pantai dan menutup teleponku.

Astaga.

Kurasa dia kesal karena kita tidak mengantarnya.

Tapi tahukah kau?

Dia terdengar seperti sedang senang.

Begitu rupanya.

Kurasa dia senang berkumpul dengan teman yoganya.

Kudengar mereka adik-beradik.

Ada seorang pria? / - Ya.

Apa? Ibuku.

Tidak mungkin.

Apa maksudmu?

Kau sungguh tidak mengerti maksudku?

Kurasa itu tidak akan terjadi.

Tapi bagaimana jika itu terjadi?

Aku tidak mau memikirkannya.

Aku hanya ingin hubungan Mirae berhasil.

Dia sudah tahu masa lalunya,

jadi, tidak perlu dijelaskan.

Aku suka pengacara itu.

Masa lalunya? Kedengarannya seperti kelam.

Itu bukan masalah. / - Aku tidak bilang begitu.

Aku tidak suka pengacara itu.

Kenapa dia membuatnya mengkhawatirkan ini dan itu?

Mereka baru mulai berkencan, seharusnya senang.

Mirae. / - Ya?

Kau sudah mau tidur?

Aku agak lelah.

Kau kesal karena pulang

setelah makan malam?

Atau dia

tidak suka restoran yang kau pesan?

Aku bahkan tidak bertemu dengannya hari ini.

Aku ada urusan mendesak.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left