The first 200 lines.
"Episode 19"
"Sedang dibangun"
Siapa dia?
Pakaian yang dia kenakan tampak familier.
Dia mirip seseorang yang kukenal.
Apa mungkin...
Nomor yang Anda hubungi sedang tidak aktif.
Bu Kim. Kamu di mana? Semuanya baik-baik saja?
Bu Kim, kamu di mana sekarang?
Aku ada di depan rumahku.
Apa ada masalah?
Yong Ha tampaknya sakit. Tolong segera datang ke rumah kami.
Kamu bisa tiba dalam 30 menit, bukan?
Baik. Aku akan tiba di sana secepat mungkin.
Sampai nanti.
Dia di rumahnya?
Lihat saja 30 menit lagi.
Pikirmu kamu sedang apa? Kamu mencoba bunuh diri?
Maaf, aku harus bergegas ke suatu tempat.
Bisa beri aku tumpangan ke Seoul?
Akan kubayar sebanyak yang kamu inginkan.
Aku mohon, Pak.
Kamu membohongiku?
Inikah rencanamu dan polisi?
Katakanlah. Siapa wanita yang menyuruhmu melakukan ini?
Minggir. Menyingkir sekarang!
Deul Lae!
Tersangkanya telah ditemukan.
Deul Lae!
Deul Lae!
Astaga, Deul Lae.
Kenapa dia ada di sini?
Deul Lae!
Deul Lae!
Deul Lae!
Deul Lae!
Deul Lae...
Deul Lae, sadarlah.
Min Deul Lae!
Pak.
Kamu tidak apa-apa? Kamu bisa mengenaliku?
Bedebah itu...
Cepat tangkap bedebah itu.
Tidak, kamu sedang kesakitan. Aku tidak bisa meninggalkanmu.
Cepat. Lekaslah.
Baiklah, aku akan segera kembali.
Tolong jaga dia. / - Baiklah.
Kamu baik-baik saja?
Sekarang waktunya. Alihkan perhatian polisi.
Lampu depannya rusak. / - Apa?
Tidak ada pilihan. Akan kupandu, jadi, ikuti aku.
Nyalakan mesinnya.
Mobil itu...
Wanita dibalik penguntit itu.
Deul Lae, jangan khawatir.
Aku pasti akan menangkap mereka.
"Ada tebing 50 meter di depan"
"Ada tebing 50 meter di depan"
"Peringatan"
Anda sudah pulang, Nyonya.
Bu Kim sudah sampai? / - Sudah, Nyonya.
Bu Kim?
Anda sudah datang.
Kenapa alat bantu ajarnya tergeletak di lantai begitu?
Biasanya kamar ini rapi.
Aku akan membereskannya.
Kenapa?
Apa ada sesuatu yang tidak boleh kulihat?
Tidak.
Bukan begitu.
Jangan sentuh barang-barangku.
Yong Ha, kamu sudah bangun. Ibu sudah pulang.
Aku benci Ibu.
Bu Kim. / - Yong Ha.
Yong Ha, kenapa bersikap begitu kepada ibumu?
Aku benci Ibu.
Yong Ha, tidak boleh bersikap seperti itu kepada ibumu.
Kamu akan menyakiti hatinya.
Dia harus menenangkan diri, jadi, bisa tolong keluar sebentar?
Apa?
Kamu menyuruhku keluar?
Aku benci Ibu.
Keluar dari kamar ini! Sekarang!
Keluar! / - Yong Ha.
Yong Ha.
Yong Ha, sudah tidak apa-apa sekarang.
Memangnya dia anak siapa?
Bagaimana bisa dia lebih menyukai Bu Kim daripada ibunya sendiri?
Apa aku salah lihat?
Aku yakin ada sesuatu di sini.
Dia memang tampak familier.
Gaya rambut
dan pakaiannya
mirip Bu Kim.
Kamu sedang apa selarut ini?
Begini...
Yong Ha mengompol, jadi, aku mencuci selimutnya.
Kamu bisa menyuruh pembantu saja.
Kenapa melakukannya sendiri?
Dia masih kecil. Harus berhati-hati agar harga dirinya tidak terluka.
Jika pembantu mengetahuinya, Yong Ha akan merasa malu.
Anda juga sebaiknya tidak mengatakan apa pun.
Ayahnya Yong Ha belum pulang?
Yong Ha tadi mencarinya.
Dia pergi ke pemakaman, jadi, akan pulang telat.
Selesaikan itu dan tidurlah.
Semuanya sudah usai sekarang.
Aku melakukan yang harus kulakukan.
"Pak Oh"
Kenapa menelepon selarut ini?
Aku sudah mengurus penguntitnya. Kamu tidak perlu khawatir...
Apa katamu?
Penguntit itu masih hidup?
Opsir Kim.
Bagaimana kamu menemukannya? Apa yang terjadi?
Di ditemukan di lembah.
Lampu depan motornya rusak,
jadi, tampaknya dia tidak melihat ada jurang lalu terjatuh.
Kamu sudah menemukan pengemudi mobil di depannya?
Dia tidak dapat ditemukan. Itu jalanan pedesaan,
jadi, tidak ada CCTV.
Kenapa kamu begini? Katakanlah.
Katakan siapa yang menyuruhmu. / - Tolong hentikan.
Deul Lae.
Biar aku saja.
Siapa yang menyuruhmu melakukan ini?
Sampai kamu memberi tahu kami, kamu tidak pantas mati!
Sa...
Apa? Bicara lebih keras!
Apa?
Kamu...
Apa itu? Dia bilang apa kepadanya?
Katakan lagi. Siapa katamu? Katakan!
Pak, ada apa?
Dia bilang apa?
Dia memberitahumu nama orang itu?
Kamu kenapa? Dia bilang apa?
Pak.
Dia tidak mengatakan namanya, bukan?
Ini jadwal Deul Lae.
Dekati dia dengan lebih agresif.
Memang kamu akan baik-baik saja jika dia jatuh ke pelukan pria lain?
Aku menyertakan sejumlah uang.
Aku pikir kamu mungkin membutuhkannya untuk ini.
Baiklah.
Mari bertemu di sini lagi pekan depan.
Aku merasa tidak enak karena kamu terus menolongku.
Aku setidaknya harus tahu namamu agar bisa berterima kasih.
Sa Goon Ja.
Apa? / - Namaku
Sa Goon Ja.
Pak. Dia bilang apa?
Kalian harus keluar. / - Tolong keluarlah.
Maaf. Tolong keluar. / - Keluar sekarang!
Sebenarnya lebih baik jika dia menyebut nama Bu Sa.
Aku harus merencanakan sesuatu.
Tidak bisa berakhir begini.
Tidak mungkin.
Siapa yang menyuruhmu melakukan ini?
Sampai kamu memberi tahu kami, kamu tidak pantas mati!
Sa Goon Ja.
Kenapa ibuku melakukan ini?
Untuk apa?
Kamu baik-baik saja? Minumlah.
Bedebah itu mengatakan apa? Kamu tampak kaget sekali.
Nama siapa yang kamu dengar?
Tidak.
Aku tidak mendengar apa pun.
Dia tidak mau bicara sampai akhir.
Itu berarti kita tidak akan pernah mengetahuinya.
Bedebah itu sudah tewas.
Maafkan aku, Deul Lae.
Aku sungguh menyesal.
Kenapa kamu yang menyesal?
Aku tidak akan bisa sejauh ini jika bukan karena dirimu.
Terima kasih banyak.
Astaga. Apa itu? Siapa kamu?
Ya ampun, kamu mengagetkanku.
Aku hampir saja mengompol.
Sedang apa kamu?
Aku pikir Anda akan segera bangun,
jadi, kubawakan segelas jus.
Aku membuat rebusan pollock segar untuk sarapan. Anda mau?
Kamu pergi pagi-pagi buta ke pasar ikan?
Aku memang sudah mengidam rebusan pollock.
Bagaimana kamu bisa selalu tahu keinginanku?
Hanya kamu yang bisa kuandalkan.
Aku juga hanya bisa mengandalkan Anda.
Pil Mo tidak pulang lagi semalam?
Ya. / - Ini makin gawat.
Wanita bernama Min Deul Lae atau siapa pun itu...
Menurutmu dia bersamanya lagi?
Dia tidak memedulikan perusahaan sama sekali belakangan ini.
Dia selalu mengunjungi rumah dan tempat kerja Min Deul Lae.
Aku rasa wanita itu terus meneleponnya.
Astaga, ini gawat.
Dia benar-benar tersihir oleh wanita licik itu.
Bu, aku pulang.
Kakak tahu pukul berapa sekarang? Kakak pulang telat sekali.
Kenapa Kakak sering sekali tidur di luar belakangan ini?
No comments yet. Be the first to leave one.