The first 154 lines.
dunia telah jatuh cinta
sekai wa koi ni ochiteiru
panah cahaya telah menembus hati kita
hikari no ya mune wo sasu
kuingin tahu semuanya tentangmu
kimi wo wakaritaindayo
he, katakanlah padaku
nee oshiete
ZAINUDDIN-
ARI
MEMPERSEMBAHKAN
sambil bernada sesal dengan kata-kata yang tak serasi
surechigau kotoba ni chotto dake no koukai
ku tak bisa menghancurkannya
namida koborete
perasaan rumit yang berkaitan dengan detak jantungku
isogashi kanjou wo kodou ni rinku suru
ku berharap bisa sedikit memperbaikinya
chuuningu tashikametainda
melakukan apa pun 'tuk capai tujuanmu
mokuteki bakka ni torawarete
namun hal yang paling berharga diam-diam pergi darimu
daiji na mono ga kasunde nigete
hari ini mengulanginya
kyou mo RESTART
dunia telah jatuh cinta
sekai wa koi ni ochiteiru
panah cahaya telah menembus hati kita
hikari no ya mune wo sasu
kuingin tahu semuanya
zenbu wakaritaindayo
he, katakanlah padaku
nee kikasete
walau hanya menjauh satu milimeter saja
tatta ichi MILI ga tooku te
hari demi hari telah berlalu
kakenuketa hibi ni
mereka takkan terlupakan begitu juga aku
wasurenai wasurerarenai
di lembaran yang bersinar ini
kagayaku ichi PAGE
Aku sudah kehilangan semua pandangan kecuali tujuanku itu.
Mengenai kondisi ibumu...
Anu, apa ada anggota keluarga selain dirimu?
Orang tuaku bercerai. Ayah dan kakakku tinggal di tempat yang jauh.
Kalau begitu aku harus hubungi ayah atau kakakmu dulu.
Hanya aku saja keluarga dari ibu.
Apa ada anggota keluarga lain?
Tak ada, hanya aku saja.
Saat ini, yang bisa urus ibu hanyalah aku!
Oh, Kou. Dokter bilang apa?
Dia bilang, tak akan tahu sebelum lakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Dokter ingin lakukan pemeriksaan menyeluruh.
Begitu.
Bagaimana sakit punggungnya?
Sudah lebih baik.
Mereka sudah beri Ibu obat antinyeri.
Apa itu hernia atau semacamnya?
Kalau hernia tak akan sesakit ini, 'kan?
Ya, begitulah!
Kou.
Ibu sudah tak apa, kau pulanglah.
Sepertinya Ibu terkena flu.
Ibu tak mau kalau kau tertular juga.
Tapi, sebentar lagi...
Ya, benar juga. Rumah sakit sudah mempersiapkannya.
Kurasa hari ini aku harus pulang.
Ya.
Aku akan kembali lagi besok, ya, Bu?
Sampai jumpa besok, ya.
Ibumu punya kanker di paru-parunya.
Sakit di punggungnya itu menunjukkan bahwa kanker telah metastasis pada tulangnya.
Dan juga...
Kukira semuanya berjalan seperti biasanya dan baik-baik saja.
Oh, Youichi? Ini Ibu.
Maaf, Youichi, Ibu...
Mungkin Ibu tak berhak katakan ini.
Kou sudah lakukan segalanya untuk menyembunyikannya.
Benar sekali.
Lakukan saja setelah kau tanya sendiri pada dokter.
Youichi, tolong jaga Kou, ya.
Dan juga, ini sudah memasuki stadium akhir.
Sejujurnya, tak ada perawatan efektif untuk kanker stadium akhir.
Umur ibumu setidaknya bisa bertahan selama setengah tahun.
Kapan? Saat aku menyadarinya, akankah tepat waktu?
Ke depannya, agar aku tak merepotkan ibuku.
Masuk ke SMA terkemuka, universitas terkemuka, perusahaan terkemuka.
Aku habiskan seluruh waktuku untuk belajar.
Kou! Waktunya makan malam.
Aku sedang belajar, nih. Bisakah Ibu makan malam tanpaku?
Ha, begitu lagi?
Ibu jadi kesepian, lo!
Apaan, sih?
Meski Ibu sekarang kesepian, nanti kalau aku hasilkan banyak uang, Ibu akan senang, 'kan?
Ibu tak terlalu peduli hal seperti itu, lo.
Saat di mana kita makan bersama dan menonton TV bersama itu lebih penting.
Ibu.
Aku
sudah salah.
Maaf.
Aku sudah kehilangan semua pandangan kecuali tujuanku itu.
Maafkan aku.
Tapi, ternyata itu salah.
Ada sesuatu yang jauh lebih penting.
Tapi aku tak menyadarinya tepat waktu.
Saat ini, kami sedang tak di rumah.
Setelah bunyi ini, silakan tinggalkan nama dan pesan Anda.
He, ini kakakmu.
Kou? Apa kau di sana?
Aku baru saja ditelepon ibu.
Kou, jaga ibu, ya?
Maaf.
Maafkan aku.
Maafkan aku.
Maafkan aku. Maafkan aku. Maafkan aku!
Maafkan aku!
Kou!
Kou!
Oh? Itu Yoshioka.
Oh, ya. Aku sedang bermain polisi dan pencuri.
Dia belari ke arahku dengan ekspresinya yang menyenangkan itu.
Leherku sakit.
Berjuanglah, Kou! Kalau kau melakukannya dengan baik, kau pasti bisa! - Aya
Berjuanglah, jadi tak perlu ikut pelajaran musim panas! - Futaba
He, Kou.
Kou.
Kenapa kau melamun? Ayo pergi.
Ha?
Hari ini kau ada waktu luang, 'kan?
Jadi kita bisa belajar dengan bebas, 'kan?
PERPUSTAKAAN
Ayo lakukan! Lakukan!
Mabuchi, hari ini mau mulai dari mana?
Ha? Dari mana saja boleh.
Dari mana saja boleh, ya? Sikap yang bagus.
Ha?
Benar juga! Aku bawakan bagian lanjutan dari rangkuman matematika kemarin.
Dan aku juga bawa lanjutan bagian sainsnya!
Aku mau ke toilet dulu sebelum kita mulai.
Ya! Silakan.
Mabuchi lama sekali, ya.
Ya.
Sedang apa sih dia di sana?
Apa jangan-jangan dia pulang, ya?
Ha?
Tunggu, kau tak berprasangka buruk padanya, 'kan?
Tapi, tasnya tak ada, lo.
Benarkah?
Dia menipu kita!
Dasar bocah kurang ajar.
Tak akan kubiarkan kabur!
Ayo pergi! Kalau kita kejar sekarang, kita mungkin bisa menyusulnya!
Maaf!
Ma-Ma...
No comments yet. Be the first to leave one.