This Earth of Mankind

This Earth of Mankind (Bumi Manusia)

Download Indonesian Subtitle

Release info

This Earth of Mankind 2019 NF WEB-DL
A Commentary by RumahKarangan
Netflix retail. :)

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Published on: 2020-04-29
Downloads: 101
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 163 lines.

Credit: RumahKarangan [lagu kebangsaan Republik Indonesia "Indonesia Raya"]

UNTUK ORANGTUA KAMI, SRI HIROO DAN SRI VINITA BHARWANI

["Kulihat Ibu Pertiwi" oleh Iwan Fals, Once, Fiersa]

Tanah Indies. Hindia Belanda.

Tanah moyangku sudah mengenal satu kata.

"Modern".

Kata yang melambungkan anganku ke belahan dunia lain.

Eropa.

Selamat datang kemajuan.

Selamat bersenang-senang atas segala yang baru.

Penemuan teknologi baru yang mempersempit jarak perjalanan.

Beruntung sekali umur beliaku berada di sana.

Terbius bujuk rayu ilmu pengetahuan dan pemikiran Eropa.

Hingga membuatku terlena...

dan lupa pada kenyataan kalau aku seorang pribumi.

Bangsa yang berada di bawah Belanda dan indo.

Sebuah bangsa yang menjadi tamu di negeri moyangnya sendiri.

Dibentuk untuk mengagumi kehebatan bangsa Eropa.

Pendidikan Eropa. Gaya hidup Eropa.

Minke.

Minke!

Hei, Minke! Hei!

Buka pintunya, Minke!

Hei!

Tuan.

- Apa yang kau lakukan di sini? - Minke!

Yakin dia ada?

Ke mana lagi dia? Temannya hanya aku.

Kau sudah cari di rumah Jean Marais?

Dasar tukang tidur.

Bau apa ini?

Ah... Max Havelaar.

- Kau menyedihkan! Mata keranjang! - Suurhof!

Kau hanya bisa berkhayal.

Ayo Minke, kita keluar biar matamu lebih sehat.

Orang-orang berkumpul di jalanan.

Kenapa, Suurhof? Ada apa?

Kau lupa ini hari penobatan Ratu?

- Aku duluan, ya! - Sudah dimulai?

Berhenti.

Mama!

Raden Mas Mulyo.

Siap?

Satu, dua, tiga.

Ini ke Wonokromo.

Yang ini ke Tanjung Perak.

Silakan.

Es krim ini penemuan terbesar abad ini, Minke!

Manusia ternyata tak hanya bisa mengubah kapal kayu jadi uap.

Tapi juga membawa hawa dingin Eropa ke daerah Tropis.

Ayo. Cepat.

Rasanya aneh.

Dasar lidah Jawa.

Ayo ke sana.

Ada yang mau kubicarakan.

Hei!

Itu klub privat Belanda, Suurhof!

Tenang saja, ada aku.

Kau ini indo, bukan Eropa asli.

Ayo.

Suurhof...

Berhenti. Mau apa kalian? Ini klub untuk Belanda.

Kami tak bermaksud...

Kamu bicara Melayu. Bahasa Belanda bukan untuk monyet.

- Ayo, keluar. - Ke tempat lain saja.

- Rusak seleraku. - Ayo.

- Ayo, Suurhof! - Kenapa di sini?

Aku bilang cari kafe yang lain.

- Kau malah mengajak ke tempat ini. - Cerewet.

Ada apa sampai menggedor kamarku pagi-pagi?

Annelies Mellema.

Siapa itu?

Hidung belang lokal. Payah.

Yang ini ada di Wonokromo. Gadis indo.

Lebih nyata dari gadis di fotomu.

Lalu? Apa urusannya denganku?

Ini yang aku tunggu.

Kalau kau memang laki-laki sejati, aku kenal kakaknya.

Robert Mellema.

Kami suporter tim bola yang sama.

Satu-dua hari lagi, aku ke rumahnya.

Akan kujemput kau.

Tidak. Pekerjaanku banyak.

Cari orang lain.

Pengecut. Belum juga turun ke gelanggang.

Jadi!

Jadi.

Keluar sebentar ya, Mbak. Sastro, sebentar ya.

Minke.

Kamu yakin mau jalan dengan Suurhof?

Kamu tak mengerti apa yang orang bilang?

Soal apa?

Ibunya yang memaksa melahirkan dia di kapal

- supaya dibilang Belanda Totok? - Bukan cuma itu.

Kalau ilmu pengetahuan tahun ini menemukan alat pencuci darah

dia akan menjadi orang nomor satu yang akan mencuci darah pribuminya.

Ya.

Duluan, ya.

Hati-hati.

- Apa ini? - Hei, Minke.

Buat apa sampai sewa dokar mewah, Suurhof?

Lebih dari mewah. Per-nya saja istimewa.

Dua kali harga dokarnya.

Kereta kencana ini akan membawamu memuja gadis impian pemuda.

Dan aku menyantap daging sapi jantan muda.

- Pedet? - Benar.

Sekaya itu mereka.

Kau akan berterima kasih padaku nanti.

Silakan, Tuan.

Kalau kau mengagumi Annelies kenapa tidak kau dekati?

HARIAN SURABAYA

Indo.

Biar secantik mawar, namun bukan darah murni.

Seleraku hanya Belanda asli.

Seratus persen Eropa.

Kau terlalu naif, Minke.

Dunia itu seperti taman.

Berwarna-warni.

Tapi setangkai Tulip...

lebih mahal dari serumpun Mawar.

- - Aduh!

Manggaku!

Berhenti! Dasar perempuan goblok!

- Kenapa dia? - Lihat ini!

- - Kemari!

Maaf, Tuan.

PERGUNDIKAN DAN PERBUDAKAN

Aku butuh tulip.

Bukan mawar apalagi Nyai .

Nyai!

- Ini kepunyaanmu. - Terima kasih.

Kau juga, Minke.

Pasti akan jadi Bupati.

Begitu kita jumpa lagi, pertanyaanku hanya satu.

Berapa istri simpananmu?

Menurutmu ras kita serendah itu?

Aku pria Jawa yang tak akan punya istri simpanan, Suurhof.

Dan tak akan jadi Bupati.

Omong kosong!

Minke.

Lihat tempat itu?

Nanti juga kutemukan kau di rumah candu...

...milik Babah Ah Tjong!

Kita sampai, Minke.

Aku Robert Suurhof...

...tamu majikanmu, Robert Mellema.

RUMAH BUITENZORG

Mellema.

- Apa kabar? - Baik.

Aku bawa kawanku. Tidak apa, 'kan?

Minke, Robert. Robert, Minke.

Minke saja?

Tidak punya nama keluarga?

Parjiah!

Wedangnya dua, air putih satu!

Suurhof, bagaimana tim sepakbola kita?

Lawannya tidak seimbang.

Kau supporter pesimis. Kita baru menang!

Pekan lalu lawannya lemah.

Suurhof, lawan berikutnya peringkat dua klasemen.

Nona Annelies, apa kabar?

Baik.

Terima kasih.

This Earth of Mankind subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for This Earth of Mankind

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left