The first 200 lines.
"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
"It's My Life"
Ini. Lihatlah.
Ini.
Kamu pasti sudah gila.
Beraninya kamu.
Aku sungguh tidak mengambilnya. Percayalah kepadaku.
Lalu, kenapa itu ada di tasmu?
- Aku akan melapor kepada polisi. - Polisi?
Baik, laporkan kepada polisi!
Aku punya dua saksi.
Kamu sudah dipenjara 15 kali, dan jika mengulangi kejahatan,
hukumanmu akan bertambah dan jumlahnya cukup banyak.
Kamu tidak keberatan?
Apa?
Kenapa kamu memperlakukanku seperti ini, Bu Heo?
Aku sungguh tidak mengambilnya.
Putuskanlah.
Kamu akan segera meninggalkan rumah ini
atau haruskah aku lapor polisi dan menghukummu sesuai hukum?
Kamu dalangnya, bukan?
Kamu menjebakku untuk mengusirku dari rumah ini, bukan?
Jika kamu juga digugat atas tuduhan palsu,
berapa lama kamu akan dipenjara?
Kamu yang salah, bukan orang lain.
Kenapa kamu berbohong, jika sudah ada buktinya?
Jadi, apa?
Kulaporlan saja pada polisi?
Kamu baru bebas dari penjara.
Kamu ingin kembali?
Di sana pasti seperti rumah
karena kamu sudah lama berada di sana.
Kalian bersekongkol
untuk menjebakku.
Baik, aku muak. Aku akan pergi.
Nikmati hidup kalian.
Aku tidak akan mengambilnya. Aku tidak menginginkannya.
Aku muak. Astaga!
Sampai jumpa. Kami tidak akan mengantarmu.
Lihatlah.
Maaf, Bu Heo.
Kenapa kamu meminta maaf?
Pecundang itu hampir mengambil
arloji berharga yang kamu dapat dari mendiang Pimpinan.
Kamu hampir kehilangannya.
Yang penting sudah kembali.
Kita juga sudah menyingkirkan masalahnya.
Kamu tidak...
- Apa? - Lupakan.
Sebaiknya kalian beristirahat.
Masuk.
- Di mana ini? - Ini rumahmu.
Jaraknya dekat ke kantor dan ada toserba di dekat sini.
Ini area permukiman yang tenang. Lumayan, bukan?
Berapa harga sewanya?
Aku mendapat kontrak sewa untuk ini. Kamu hanya perlu membayar listrik.
Kenapa? Kamu tidak menyukainya?
Aku tidak bisa menerima apa pun lagi darimu.
Aku tidak nyaman jika kamu melakukan ini.
Aku akan mencari tempat tinggal.
- Jangan lakukan itu. - Apa?
Kamu akan memiliki teman tinggal jika melakukan itu.
Kurasa begitu.
Kalau begitu, aku tidak bisa berkunjung saat merindukanmu
dan tidak akan bisa tinggal denganmu jika ibuku mengusirku.
Pak Choi.
Duduklah.
Kontraknya satu tahun. Jadi, tinggallah di sini.
Saat pewaris perusahaan diputuskan nanti,
kita tinggal bersama di rumah lebih besar
dan menikah secara formal.
Apa kita bisa?
Tentu saja. Kamu tidak memercayaiku?
Kamu memiliki semua barang dapur yang kamu butuhkan.
Jadi, jika ada hal lain, kita bisa berbelanja akhir pekan ini.
Kita beli piring dan mangkuk masing-masing dua.
Astaga, kamu.
Apa maksudmu?
Maksudmu kamu makin mencintaiku?
Maksudmu kamu makin tidak tahu malu.
Jangan begitu.
Setidaknya kamu harus mengurusku.
Aku bahkan tidak nyaman makan di rumah belakangan ini.
Kamu tidak kasihan kepadaku?
Baiklah.
Omong-omong, tim tahu tentang kita. Kamu tidak masalah?
Aku merasa lega.
Kini kita bisa pulang bersama tanpa mencemaskan mereka
dan makan bersama.
Kenapa menurutmu Yeon Ji melakukannya?
Ibuku pasti dalangnya.
Dia pasti tidak punya pilihan.
Omong-omong,
aku tidak mau menjadikan ini masalah besar.
Tentu saja, aku akan membuktikan Kamu tidak melakukan plagiat.
Namun, aku tidak mau mengungkap
bahwa ibuku melakukan hal licik karena kita.
Kurasa aku bisa memahami perasaanku.
Aku tidak apa. Jadi, lupakan saja.
Lezat sekali.
Seung Joo. Apa ramyeon favoritmu?
Aku suka ramyeon dengan daun bawang, telur,
dan mi keras.
- Bagaimana denganmu? - Aku?
Kamu tahu ramyeon yang sangat terkenal belakangan ini.
Disiapkan oleh Makanan Nam Jin.
"Seung Joo adalah ramyeon cintaku"
Apa itu?
Kamu mengambil kursus merayu?
Komentarmu sungguh menggemaskan bagiku.
Omong-omong,
bagaimana kamu terpikirkan untuk membuat baju Soo Ji sendiri?
Karena dia putri temanku, aku ingin memberinya hadiah spesial.
Aku juga berpikir kamu akan terbantu
jika kamu melihat proses keseluruhan untuk membuat baju.
Kamu amat pengertian dan perhatian.
Kamu tahu seperti apa membuat baju.
Kita menggambar desain dan memilih kain,
lalu bahan pelengkap yang cocok dengan kain.
Lalu, kita harus mewarnai kain, menjahitnya, dan mencetaknya.
Saat baju dibuat, kita harus memeriksanya
dan memilah kain yang cacat.
Meskipun prosesnya sulit, kita akhirnya membuat baju.
Bukankah itu hanya cara kita hidup?
Benar. Aku merasa begitu saat bertemu dengan tim kita.
Mereka yang terbaik di bidang mereka.
Jadi, kenapa mereka tidak diperlakukan layak?
Kurasa mereka belum menemukan tempat kerja yang cocok
yang memungkinkan mereka bersinar.
Aku sudah lama mengenalmu, tapi masih tidak tahu dirimu.
Apa maksudmu?
Terkadang, kamu dewasa, terkadang, seperti anak-anak.
Terkadang, kamu pantas disukai.
Terkadang, kamu sangat feminin.
Apa itu? Kamu pikir aku berkepribadian ganda? Astaga.
Kamu memakan semuanya sendiri?
Aku hanya makan sedikit. Keterlaluan.
Apa maksudmu? Kamu makan sebagian besarnya.
Ini sebabnya aku bilang kita seharusnya memasak tiga porsi.
Baik. Akan kumasak lagi setelah mencuci piring.
Omong-omong, Nam Jin,
kamu tidak mencemaskan Jin Ah?
Tentu saja cemas.
Menyalin desain orang lain adalah hal yang paling Jin Ah benci.
Entah bagaimana dia bisa mengalami situasi seperti itu.
Aku akan memeriksanya besok.
Sungguh?
Mau bagaimana lagi?
Aku tidak tahan melihat pacarku membantu wanita lain dengan aktif.
Astaga. Kamu bidadari yang kehilangan sayapnya.
Kamu menggemaskan sekali.
Astaga. Kalau begitu, buat ramyeon untukku sekarang.
Daun bawang, telur, dan mi keras. Mengerti?
Apa? Baiklah.
"Aku akan menjadikan Nam Jin Ramyeon kesukaanmu sekarang"
Aku akan dihukum.
Bagaimana jika aku tersambar kilat
saat melangkah di jalan?
Apa yang terjadi?
Dengar, aku tidak mau melakukannya.
Aku terpaksa karena Bu Choi memaksaku melakukannya.
Itu sebabnya aku melakukan itu.
Aku, Seo Yeon Ji,
bukan perempuan jahat.
Apa yang terjadi?
Aku tidak akan tahu jika tidak diberi tahu.
Jin Ah
hampir dipecat karena aku.
Jin Ah?
Untungnya, dia tidak didesak berhenti.
Perusahaan memotong gajinya selama tiga bulan.
Namun, semua orang berpikir dia melakukan plagiat.
Jadi, hidupnya di kantor akan berat.
Aku tidak mengerti maksudmu,
tapi jika kamu melakukan kesalahan,
katakanlah dengan jujur kepada Jin Ah
dan meminta maaf.
Bagaimana bisa? Ini sudah terlambat.
Apa yang harus kulakukan?
Jin Ah bahkan tidak akan memperlakukanku sebagai manusia.
Yeon Ji, kurasa kamu mabuk.
Aku akan mengantarmu pulang. Ayo.
Jika aku pulang sekarang,
tetanggaku akan memberi tahu pemilik rumahku.
Aku akan mampir ke rumah pagi-pagi sekali besok
untuk mengganti baju.
Aku bilang akan meminjamimu uang untuk menyewa tempat.
Kamu akan meminjamiku uang
dan mendaftarkan pernikahanmu denganku diam-diam?
Kamu tidak bisa menipuku.
Aku tidak akan pernah melakukan hal seperti itu lagi.
Aku akan meminjami uang tanpa syarat...
Karena kamu temanku.
Kamu serius?
Dae Sik, kamu baik sekali.
Astaga. Apa yang kamu lakukan?
- Itu sungguh terjadi? - Astaga.
Benar.
Ibu merasa bersalah kepada Bu Heo sampai tidak bisa menatapnya.
No comments yet. Be the first to leave one.