The first 200 lines.
Hey, Lee Jung Joo!
Kau suruh aku untuk pergi? Apa maksudnya itu?
Persis seperti yang kukatakan.
Pergilah dari restoran. Kau sudah punya kartu kredit sekarang, 'kan?
Mau pergi kemana aku?
Dan kartu kreditku sudah mencapai limitnya bulan ini.
Limit kartumu akan segera terisi kembali.
Sebelumnya kau sudah memegang tanganku,
Karena kau tak bisa menjalankan restoran sendiri bersama Poong San.
Memang, tapi Poong San sudah bekerja dengan baik.
Dari sekarang, kurasa Poong San dan aku bisa berhasil tanpamu.
Kau sungguh-sungguh?
Awalnya kau membuka restoran ini untuk menyenangkan seorang gadis.
Sekarang kalian sudah ke Seoul bersama, bukankah itu sudah cukup?
Atau dia tidak jatuh cinta padamu meski sudah susah payah jadi pengawalnya?
Aku tidak akan menyukainya kalau dia tipe yang mudah jatuh cinta padaku.
Dia sangat cantik dan menarik.
Dia beda dari seseorang yang kukenal, yang sok baik padaku,
cuma demi kue beras pedas!
Kau pasti sudah kerja keras menyukai gadis luar biasa itu!
Kartu kreditmu sudah mencapai limitnya, jadi bagaimana caramu merayunya sekarang?
Aku bukannya mau merayumu, Jadi kenapa kau harus tahu?
Baik, ayo kita hentikan!
Apa lagi yang bisa kubicarakan denganmu?
Dasar kekanakan!
Baik, jangan berani bicara padaku sekarang!
Dan aku tidak akan pernah meninggalkan tempat ini!
:: Episode 7 ::
Dasar, gadis itu...
Aku sangat tidak nyaman karena kalian berdua.
- Berbaikanlah dengannya. - Tidak mau.
Aku tidak akan pernah bicara duluan padanya!
Hey, apa Joong Joo sedang mengambil penahan rasa sakit yang kau bicarakan padaku, 'kan?
Ya... mungkin?
Dia bertingkah kekanakan! Bocah Baek!
Noona, biar aku saja. Masuklah.
Baik.
- Cuma karena aku tidak bicara padanya... - Noona.
Kau tidak lupa minum vitamin yang kuberikan, 'kan?
Barusan aku juga minum.
Terima kasih sudah mencemaskan kesehatanku.
Tak masalah.
Aku cuma meresepkan obat perdamaian di Maendorong Ttottot.
Pak Walikota!
- Kau sudah makan? - Kenapa? Mau traktir aku makan?
Apa bisa cari tahu siapa yang lolos di sekolah penyelam wanita lebih cepat?
Pengumumannya hari senin.
Ya.
Aku yakin aku tidak akan masuk.
- Kenapa? - Bibi Yoo Ya tidak menyukaiku.
Baek Geon Woo sudah minta maaf padanya.
Kau tidak tahu?
- Geon Woo melakukannya? - Dia membuatkan pizza untuk cucunya.
Dan berusaha keras supaya hatinya baikan.
Dia tidak bilang apapun soal itu.
Dia minta maaf untukku...
Diterjemahkan Oleh: Mong_Ji ^^
Geon Woo!
Ji Won!
- Baek Geon... Woo! - Kau...
- Apa? - Anu...
Geon Woo!
- Ini cukup? - Ya.
Kenapa?
Kau menegurku, jadi kau harus katakan sesuatu.
Aku sudah mengumpulkan banyak kerang hari ini.
Jadi pastikan memasukkannya ke dalam menu.
Apa aku harus buat sup? sup mie, atau bubur?
Lee Jung Joo.
Kenapa kau susah payah mengumpulkannya sendiri?
Ini adalah konsep restorannya. Apa hubungannya denganmu?
Kudengar kau membuat Geon Woo mengumpulkannya juga.
Kurasa konsepmu adalah membuat pekerjaan yang tidak ada.
Jangan buat keributan dan membuat Geon Woo merasa tidak nyaman.
Jangan membuatnya melakukan hal yang tidak perlu karenamu.
Memang...
Dia menggali kerang yang tak dibutuhkannya,
dan meminta maaf yang tak perlu dilakukanya.
Dia merasa tidak nyaman karena aku.
Kenapa ini di sini?
Ini...
Apa semuanya muat di sini?
Apa ini?
Kau merasa tidak nyaman karena aku, 'kan?
Kau sedang marah, jadi itu membuatku merasa tidak nyaman.
Jangan bersusah payah.
Apa dia pergi ke ladang herbal sepagi ini?
Tasnya juga tidak ada lagi di sini.
Tapi tas besar apa itu?
Poong San!
- Apa kau lihat Jung Joo? - Dia barusan pergi.
Katanya dia mau pergi ke pelabuhan Jeju untuk naik kapal ferry.
- Kenapa? - Aku tidak tahu.
- Apa kau tahu kemana dia pergi? - Tidak. Aku tidak bicara padanya belakangan ini.
Apa Jung Joo pergi bersama tas besar itu?
- Ya. - Kemana perginya?
- Kapan ia kembali? - Mana kutahu.
Kau tidak tahu kapan ia kembali?
Bagaimana kalau... dia tidak akan pernah kembali?
Kau merasa tidak nyaman karena aku, 'kan?
Jangan bersusah payah.
Lee Jung Joo!
- Geon Woo! - Ayo.
Kita bicara dalam perjalanan.
Mau kemana? Aku harus naik ferry sekarang.
Bagaimana bisa kau lakukan ini?
Ini bukannya menantu yang sedang meninggalkan mertuanya.
Bagaimana bisa kau pergi hanya karena kita bertengkar?
Aku mau pergi ke pernikahan temanku sekarang.
Pernikahan?
Lalu tas besar apa ini?
Ini?
Hadiah untuk teman-temanku.
Aku belikan mereka jeruk Hallabong, garam, dan yang lainnya.
Jung Poong San!
Pokoknya, semoga perjalananmu menyenangkan.
Kau akan pulang, 'kan?
- Mau aku tidak pulang? - Pulanglah.
Kau harus pulang!
Meski kau suruh aku jangan pulang, toh aku akan pulang.
Selain itu, kenapa juga aku harus pergi?
Kalau aku mau, aku yang akan menendangmu.
Bos, tolong jangan usir aku.
Saat kau tidak ada, aku akan bekerja sangat keras.
Mau kubawakan sesuatu dari perjalanan pulang?
Lupakan. Kau sudah pergi ke Seoul dan belanja banyak...
Aku tak perlu belikan apapun untukmu dari Busan.
Kau marah karena aku tak pergi ke Seoul denganmu.
Tapi kau bilang mau pergi ke pernikahan. Penampilan apa ini?
Kenapa?
Setidaknya biarkan rambutmu terurai.
Kau lebih cantik saat rambutmu terurai.
Sungguh?
Lupakan. Ikat lagi ke atas.
Ada lekuk bekas ikat rambutnya.
Hal sepele begitu...
- Halo! - Kenapa kau kemari?
Kudengar kau punya daftar orang-orang yang berhasil masuk.
- Aku baru menyelesaikannya. - Bisa kulihat sebentar?
Tunggu sebentar.
Biar kulihat...
Kudengar daftar orang yang sudah lolos sudah selesai.
Kau kemari juga, Hae Sil?
Biar kulihat daftarnya.
Akan kukirimkan di website hari senin. Kenapa datang jauh-jauh kemari?
Apa seseorang meminta kalian memeriksanya?
Yah...
Ini dia.
Banyak pria yang masuk tahun ini.
Pak, kami punya kabar baik.
Kita akan jadi tuan rumah VIP untuk Forum Internasional Jeju.
Tn. Song, kau masuk.
Yes!
Yes!
Cuacanya sangat cerah!
Apa menggalinya akan seru?
Jung Joo! Aku kemari untuk menggali beberapa herbal.
Benarkah? Apa panennya banyak?
Aku mengumpulkan banyak.
Bagaimana acara pernikahannya? Sudah selesai?
- Ya. Aku mau ke resepsi sekarang. - Benarkah?
- Kapan kau pulang? - Mungkin aku tidak pulang malam ini.
Apa?
Kami mau pesta setelah acara dengan teman-teman dari pengantin pria.
Di restoran sushi.
Mereka sudah pesan klub terdekat dan kamar hotel juga,
jadi kupikir akan menginap.
Resepsi macam apa semalaman begitu?
Temanku dan aku mau pergi untuk melihat matahari terbit di Taejeongdae.
Matahari terbit di Jeju atau Taejongdae, sama sajalah...
Jadi jangan tunggu aku malam ini dan tutup restorannya.
Baiklah.
Jung Joo!
Tapi awan di Jeju tampak tak biasanya hari ini.
Ada banyak awan gelap berkerumun.
Benarkah? Cuacanya cerah di sini.
Begitu ya?
Aku tahu sedikit soal cuaca di Jeju.
Besok mungkin ada badai petir dan tornado.
Itu bukan main-main loh.
Mungkin kau tak bisa sampai kemari dengan pesawat atau kapal besok.
Kurasa lebih baik kau pulang selama cuacanya masih baik.
- Benarkah? - Jung Joo, kau akan pulang hari ini, 'kan?
- Lihat nanti. - Hey, kalau kau tak pulang cepat...
Aku tidak akan menggali tanaman herbalnya!
Bagaimana jadinya, nanti kuhubungi.
- Dadah. - Hey! Hey, Lee Jung Joo!
Aku tidak mau melakukannya!
Maendorong, ada ular yang muncul di sebelah sana.
Ular?
Astaga!
Jung Joo, kau akan datang ke resepsi, 'kan?
Tidak, kurasa aku harus pulang.
Oh iya, apa ada salon rambut di seberang jalan?
Ya. Kau mau ke salon setelah acara pernikahan?
Sudah lama, jadi aku mungkin akan pergi dan membuat diriku merasa lebih baik.
Aku cuma mau mem-blow-out rambutku.
Diterjemahkan Oleh: Mong_Ji ^^
Pak Walikota!
Halo.
No comments yet. Be the first to leave one.