The first 178 lines.
Seorang kakak harus selalu ada di depan adiknya.
Tapi,
sementara adikku, Hibito, sudah menjadi astronot,
kakaknya, Mutta, malah menjadi pengangguran.
Saat itulah aku teringat janji yang kami buat saat kami masih kecil itu.
Kita berdua akan menjadi astronot.
Ya.
Saat aku hampir menyerah akan mimpiku,
aku menerima surat khusus.
lamaran anda diterima
lamaran anda diterima
lamaran anda diterima
lamaran anda diterima
lamaran anda diterima
lamaran anda diterima
lamaran anda diterima
lamaran anda diterima
lamaran anda diterima
lamaran anda diterima
lamaran anda diterima
lamaran anda diterima
lamaran anda diterima
lamaran anda diterima
lamaran anda diterima
lamaran anda diterima
lamaran anda diterima
lamaran anda diterima
lamaran anda diterima
lamaran anda diterima
lamaran anda diterima
lamaran anda diterima
lamaran anda diterima
lamaran anda diterima
lamaran anda diterima
lamaran anda diterima
lamaran anda diterima
lamaran anda diterima
lamaran anda diterima
lamaran anda diterima
lamaran anda diterima
lamaran anda diterima
lamaran anda diterima
lamaran anda diterima
lamaran anda diterima
lamaran anda diterima
lamaran anda diterima
lamaran anda diterima
lamaran anda diterima
lamaran anda diterima
lamaran anda diterima
lamaran anda diterima
Ya, aku...
lamaran anda diterima
lamaran anda diterima
lamaran anda diterima
lamaran anda diterima
lamaran anda diterima
Aku...
ingin ke luar angkasa!
Aku akan naik,
menanjak,
dan meluncur menembus atmosfer
Tujuanku adalah nol gravitasi
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
Lambaian orang-orang membanjiri persimpangan
seperti siluet samar yang mereka alirkan dahulu tanpa henti
Bagaimana aku kelihatannya di tengah mereka?
Ku tak tahu
Menyembunyikan tujuanku yang sesungguhnya mati-matian
Kuremukkan alasan-alasan yang tak jelas
Ambisiku ke luar angkasa yang telah ada sejak dulu
lemah dan rapuh
Bagaimanapun caranya aku mengitari globe itu
Aku tak punya rumah tempat 'ku berhenti
Percuma saja menatap ke peta
Aku akan naik,
menanjak,
dan meluncur menembus atmofer
sampai aku bisa melihat seluruh dunia yang ada di bawah
Aku akan teriak
menjerit
dengan hati dari baja
bahwa aku ingin ke nol gravitasi
#19 Hari Sebelum Perpisahan
#19 Hari Sebelum Perpisahan
Aku ingin menangis.
Tapi hanya aku yang harus mengikuti perintah ini selama dua hari.
Itu berarti kami berlima hanya akan tinggal di boks tertutup ini selama lima hari lagi.
Akhirnya sudah dekat.
Setelah tidur malam ini dan bangun besok pagi,
kami harus memilih dua orang di akhir hari itu.
Lalu,
aku akan berpisah dengan boks tertutup ini
dan juga dengan mereka.
Jadi begitu.
Ini menarik.
Hebat, kau hebat.
Kau membuatku tersipu.
Aku suka pendekatan ilmu pengetahuan akan gambar makhluk hidup, berdasarkan pada
lingkungan planet tertentu.
Ah, aku hanya meniru karya yang diselesaikan di Pusat Penelitian Ames.
Laut Eropa
Tapi aku selalu menikmati hal ini.
Contohnya saja, membayangkan sebuah planet seukuran Jupiter.
Itu berarti diameternya sebelas kali dari Bumi.
Lautnya pasti luar biasa.
Makhluk hidupnya pasti lebih besar akibat gravitasi dan ukurannya.
Mungkin di sana ada ikan kerdil yang seukuran paus biru raksasa.
Hanya khayalan.
Aku sering berkhayal saat masih kecil.
Aku juga sama.
Benarkah?
Ya.
Rasanya bikin merinding, 'kan?
Bagaimana kau, Kitamura?
Hah? Aku?
Aku tak punya banyak cerita tentang diriku.
Ah.
Sekarang, aku sedang baca novel fiksi ilmiah ini.
Oh, itu bagus.
Aku tahu mereka menggelikan, tapi aku tetap saja penggemar opera luar angkasa.
Harus begini sejak awal.
Apa ini baru rilis?
Bukan, aku hanya mau baca ulang selama ujian.
Syukurlah kami membuat penemuan ini sebelum hari terakhir.
Tim B tiba-tiba mulai sering tersenyum, ya?
Apa itu karena kita memiliki Kitamura yang menghapus data yang berisikan nilai mereka?
Ya, itu cukup membantu.
Tapi Makabe lah yang jadi katalisnya.
Inilah yang ingin kulihat.
Makabe atau Mizoguchi.
Yang mana yang akan jadi pemimpin dan mengatur irama timnya?
Aku terus menunggu jawaban itu.
Itu sebabnya aku tak berikan mereka berdua Green Card.
Karena dengan begini, akan lebih sulit bagi mereka.
Apa aku sadis?
Tidak, tidak...
Tapi aku agak ragu.
Seorang pemimpin harus bisa lebih dari memimpin.
Nah, sudah cukup.
Waktunya tunjukkan tanganku.
Green Card ini
akan jadi penyelamat mereka.
Jadi itulah yang terjadi.
Memangnya kau tak tahu jurus yang lain?
Ju-Jurus?
Kau harus gunakan ototmu kalau mau seperti Bruce Lee, Kakak.
Oh, apa?
Dia masih lakukan itu?
Perintahnya bilang harus terus sampai hari terakhir.
Green Card miliknya menyusahkan, ya?
Semuanya, berkumpullah.
Kami memang sudah di sini.
Eh, begini.
Aku punya kabar baik, kabar buruk,
dan kabar heboh.
Mau dengar yang mana dulu?
Kau ini jadi terdengar menyebalkan.
Bisa mulai dari kabar buruk dulu?
Eh, kabar buruknya...
Aku punya kabar baik, kabar buruk,
dan kabar heboh.
Mau dengar yang mana dulu?
Kau ini jadi terdengar menyebalkan.
Bisa mulai dari kabar buruk dulu?
Eh, kabar buruknya...
Sebagai ganti akan kekurangan makanan,
kita putuskan satu orang akan tak makan bergilir.
Tapi rupanya perhitunganku salah.
Kita sudah kehabisan lebih cepat dari yang diantisipasi, jadi tak ada sisa untuk besok.
Harusnya aku tak tambah!
No comments yet. Be the first to leave one.