The first 200 lines.
"Episode 15"
Aku memikirkan ini seharian.
"Aku akan memeluknya."
"Hari ini."
"Aku yang akan memeluknya lebih dahulu."
"Aku tidak akan melepaskannya."
"Aku akan
memeluknya semalaman."
Sebaiknya kamu memegang janji itu.
Aku akan pergi sekarang.
Ada orang lain di sini?
Siapa?
Ibunya I Deun.
Kamu harus menyapanya.
Apa?
Halo.
Halo.
Kamu tampak jauh berbeda dengan fotomu.
Apa?
Sampai jumpa lagi.
Sampai jumpa lagi?
Mudah saja mengirim Anda ke penjara.
Aku sudah mempelajari konsekuensi hukuman tambahan.
Dia seorang kriminalis.
Kamu mengencani kriminalis.
Kamu bisa membantuku?
Kehidupan akan menjadi objek saat mati.
Kemarin, kehidupan itu berat.
Tapi hari ini, itu menjadi sampah.
Mau kubuangkan?
"Kamu harus membuangnya selagi bisa."
Dahulu sekali, seorang wanita memberitahuku soal itu
di kebun binatang.
Setiap kehidupan
berakhir dengan kematian.
Tapi sebelum kematian,
ada kehidupan yang berat,
kehidupan yang berharga.
Seseorang
mengingat hal itu
seperti dirimu.
"Dibuka Lowongan Pekerjaan"
Kamu ingin aku minta maaf.
Aku akan minta maaf setiap hari.
Pekerjakan aku dan lihat saja.
Hei, gunakan bahasa sopan saat bicara denganku.
Baiklah.
Aku akan bicara dengan sopan.
Kumohon pekerjakan aku.
- Tidak. - Kenapa tidak?
Kamu alergi kopi, dan aku alergi padamu.
Tampaknya jantungmu berdebar lagi.
Pergilah sebelum kamu panik.
"Dibuka Lowongan Pekerjaan"
Aku tidak peduli dengan pendapatmu.
Pemiliknya sudah membuat keputusan.
Jadi, aku akan diwawancara.
Apakah kamu kemari untuk wawancara?
Aku ingin bekerja di sini.
Aku akan bekerja dengan giat.
Tolong pekerjakan aku, Pak.
Bagaimana jika kita masuk untuk wawancara?
Baiklah.
Apa?
Apa? Bedebah gila itu?
Tunggu sebentar.
Putrinya penghuni 501?
Aku Son I Deun.
Itu bukan nama Inggris.
Itu nama Korea yang berarti lembut dan baik.
Ayahku yang memberikan nama itu.
Nama ayahmu...
Son Mu Han.
- Keluar. - Apa?
Keluar sekarang.
- Kenapa? - Karena aku tidak menyukaimu.
Anda tidak perlu membayarku.
Aku hanya ingin bekerja. Aku akan bekerja tanpa dibayar.
Kenapa? Agar kamu bisa melaporkan dan menuntutku juga?
Apa?
Jangan mencoba menipuku.
Apa? Melaporkan? Lancang sekali kamu.
Keluar!
Sekarang!
Melaporkan?
Melaporkan apa?
Bisakah kita bersikap seakan-akan itu tidak terjadi?
Kita memang tidak bisa bersikap seakan-akan itu tidak terjadi,
tapi bisakah kita melakukan itu
setidaknya di depan polisi?
"Di mana kamu? Ibu harus menjemputmu di mana?"
Piamamu ada di sofa. Mau kubawakan?
Baiklah.
Maaf.
Aku sudah terbiasa sendirian.
Aku juga malas mengenakan pakaian
saat sendirian di rumah.
Ini.
Ada apa ini? Jantungku berdebar kencang.
Karena air yang jatuh dari rambutnya.
Itu bahkan bukan rintik hujan.
Kenapa jantungku berdebar?
Tidak, Tuan Rumah.
Kamu inang dan aku parasitnya.
Ada apa?
Begini...
Apa?
Aku akan berganti pakaian.
Kamu bisa memakai kamar mandinya.
"Kamu bisa memakai kamar mandinya."
Astaga, itu seksi.
Tiba-tiba semuanya terdengar seksi.
Tidak, Tuan Rumah.
Aku akan berkemih,
buang air besar, dan kentut
di kamar mandimu.
Kamu sedang memikirkan apa?
Aku bisa melihat
tekad di matamu.
Kamu berjanji memelukku semalaman.
Sebaiknya tepati janjimu hari ini.
Aku pasti sudah gila.
Kenapa jantungku berdebar?
Astaga. Kenapa tiba-tiba?
Pura-pura.
Benar. Pura-pura.
Pura-pura.
"An Soon Jin"
"'Alien di Bumi' Ditulis oleh Son Mu Han"
Kamu yang menulis ini, bukan?
Kapan?
Kamu tampak sangat muda.
"'Alien di Bumi' Ditulis oleh Son Mu Han"
"'Alien di Bumi' Ditulis oleh Son Mu Han"
An Soon Jin.
Ada apa denganmu?
Itu ibunya?
Jika benar...
Berarti dia istrinya penghuni 501?
Minta dia menganggapnya impas.
Impas?
Yang dia lakukan kepadaku dan yang Soon Jin lakukan kepadanya.
Minta dia menganggapnya impas.
Katamu Soon Jin akan mendapatkan hukuman tambahan.
Aku tidak membutuhkan uang ganti rugi.
Tidak usah menghiraukanku.
Cobalah meyakinkan mereka.
Terima kasih. Sungguh.
Aku tahu.
Kamu seperti malaikat.
Aku tahu.
Katamu kamu lapar. Mau kue apa?
Aku pesan secangkir kopi Kenya AA dan secangkir teh kamomil.
Tolong sajikan di cangkir, jangan di gelas kertas.
Baiklah.
Sudah memutuskan?
Ya.
Aku mau kue "Jantungku Berdebar Tiap Kali Melihatmu".
Secangkir kopi Kenya AA. Secangkir teh kamomil,
dan sepotong kue "Jantungku Berdebar Tiap Kali Melihatmu". Benar?
Ya.
Sudah mau tidur?
Kita belum setua itu. Bahkan belum pukul 21.00.
Kita harus berbaring lebih awal
agar bisa berpelukan lama.
Apakah kamu
benar-benar ingin kupeluk?
Begini, maksudku...
Aku juga pernah melaluinya.
Meski mungkin aku tidak bisa mengisi kekosongan di hatimu,
kupikir setidaknya aku harus mencoba membuatmu tetap hangat.
Kurasa setidaknya aku harus membuatmu hangat hari ini
atau mungkin lebih lama. Itu maksudku saat bilang...
Aku tahu.
Aku tahu maksudmu. Aku paham.
Kamu terus menghindari kontak mata.
Karena itulah leluconku kamu anggap serius.
Lelucon?
Aku akan membaca dan kamu bisa mendengarkan, lalu tidur.
Kamu akan membaca untukku?
Aku ingin membantumu tidur tanpa minum obat tidur.
Makin lama makin baik.
Bahkan untuk sehari lagi jika memungkinkan.
Kenapa kamu sangat terobsesi dengan buang air besarku?
Buang air besar?
Selain insomnia, kamu juga sembelit?
Kamu akan memberiku enema selagi membaca?
- Memang tidak boleh? - Tidak, boleh.
Lakukan saja. Buat aku merasa lega.
"Buat aku merasa segar dan lega"
"Buat kehidupanku yang membuat frustrasi ini pergi"
Lakukan saja.
Ini gratis.
Terima kasih.
Putri Anda ingin bekerja di sini. Apakah Anda mengizinkannya?
Apa?
Jika Anda izinkan, akan kupertimbangkan.
Izinkan aku bekerja di sini. Ayolah. Cepat beri aku izin.
Terima kasih.
I Deun.
No comments yet. Be the first to leave one.