The first 200 lines.
Jaksa Cho Yeon Ju?
Kudengar kamu jaksa terbaik di Kantor Seoul.
Aku tidak pernah menyerah.
Kamu jelas tidak tahu siapa aku.
Dia penerus Geng Seopyung Nammoon.
Ya ampun. Semua itu sudah berlalu.
Sudah kuperingatkan.
Aku akan membiarkanmu makan dan tidur gratis di sini,
tapi jangan banyak berlagak.
Aku tidak tahu dia lahir di luar nikah.
Bisa-bisanya aku berbesan dengan keluarga menjijikkan itu.
Mungkin aku harus ke sana sendirian untuk mengumpulkan bukti.
Untuk kasus Lee Bong Sik.
Dia kemungkinan besar akan muncul di pelelangan hari ini.
Aku menyuruhnya pergi ke pelelangan hari ini.
Haruskah aku mencoba membeli lukisan juga?
Kita akan mulai penawarannya.
Tiga ratus ribu.
Tiga ratus ribu?
Bagaimana dia bisa mirip denganku?
Yang lebih aneh adalah
dia memancarkan aura kekayaan.
"Hotel Hanju"
Kami sudah siap. Aku dan lukisannya.
Kecelakaan apa?
Itu benar-benar keluarga Mi Na.
Siapa... Siapa aku?
Itu amnesia retrograde.
Biar kuluruskan.
Tiba-tiba aku jadi ahli waris yang akan mewarisi kekayaan besar.
Jika kondisi Mi Na terkuak,
para pemegang saham tidak akan mendukung pemindahan manajemen.
Tidak ada orang di luar keluarga kita yang boleh tahu
bahwa kamu hilang ingatan.
Haruskah kamu pergi ke sana?
Kamu pernah dijodohkan untuk menikahinya, itu saja.
Kami juga menjalin hubungan sebelum itu.
Aku alergi kacang. Aku tidak bisa makan satu pun.
Terkadang, aku mulai berjerawat hanya karena mencium aromanya.
Ada apa denganmu?
Aku tahu kamu terkejut, tapi tetap saja.
Kembalikan!
Soal Kang Mi Na... Dia bersikap aneh.
Aku menunggumu, Nona Kang.
Aku menantu pemilik Grup Hanju.
Aku hanya melakukan pekerjaan rumah?
Jangan menghemat waktu dengan memasukkan terlalu banyak isian.
Yang penting pangsitnya bagus.
Seperti aku mengikat tangan Ibu di belakang punggungnya.
Rasanya aku mau mati di sini.
Apa hidupku sungguh seperti ini?
Justru jauh lebih buruk.
Mereka mengawasi 24 jam sehari.
Wanita itu selalu membuatku takut.
Itu hanya sampai dia mewarisi semua uang keluarga Yumin.
Setelah itu, siapa peduli?
Orang tua dan saudaranya sudah tiada.
Kamu
tidak mengenalku?
"Dan musuh seseorang
adalah keluarganya sendiri."
"Musuh seseorang adalah keluarganya sendiri"
Doaku terjawab hari ini.
Haleluya.
Hei!
Kamu pikir aku lelucon?
Kenapa terus melemparnya padaku? Kenapa hanya aku?
Mi Na, dia hanya bersikap sedikit nakal.
Benar, tapi kenapa hanya aku? Kenapa hanya aku yang kena?
Sayang, dia hanya anak kecil.
Maklumi saja. Duduklah.
Lepaskan!
"Maklumi?" Maksudmu
seharusnya aku diam saja?
Diam!
"Peringatan untuk Mendiang Pimpinan Han Hyung Mo"
Apa ini adu mulut?
Apa kita sedang di kasino?
Kenapa kamu tiba-tiba berteriak? Kamu mengejutkanku!
Kasar sekali.
Beginilah orang yang lahir di luar nikah.
Astaga...
Astaga, menjijikkan. Masih saja berpikir seperti itu di tahun 2021.
Kamu tidak malu mengatakannya?
Kamu tidak malu mengatakannya?
Apa kita hidup di abad ke-19?
Kenapa kamu membesar-besarkan masalah?
Jaga ucapanmu, ya?
Begitukah? Tentu, aku bisa.
Dasar bajingan. Kamu yang terburuk.
Kamu anak manja.
Bisakah kamu diam?
Sudah puas?
Astaga, kamu ini kenapa?
Apa? Kamu pernah memukulku?
Tidak.
Mi Na.
Apa? Jangan hiraukan aku.
Aku bisa mengatakan itu. Apa salahnya?
Mi Na. - Lepaskan!
Astaga. - Mi Na.
Memperlakukan mertuamu seperti ini
sama saja meludahi wajahmu sendiri. Jadi, hentikan.
Benar sekali.
Biarkan aku meludahi wajahku sendiri. Apa urusanmu?
Aku tidak meludahi wajah orang lain.
Sial!
"Peringatan untuk Mendiang Pimpinan Han Hyung Mo"
Jangan macam-macam denganku! Kamu tahu siapa aku?
Siapa aku?
Siapa aku?
Astaga. - Astaga.
Sial! - Astaga.
Astaga! - Astaga.
Yang benar saja.
"Episode 3"
Kamu tidak lihat? Apa pun yang kita lakukan,
Aku yakin kabar itu sudah menyebar ke mana-mana.
Insiden hari ini bisa menjadi masalah
di rapat pemegang saham.
Astaga. Berarti dia bisa diusir
sekalipun kita tidak melakukan apa pun?
Berapa kali aku harus kukatakan
lebih baik dia bersama kita?
Masa bodoh dengan pendapat pemegang saham lainnya
selama pemegang saham utama
mendukung Mi Na.
Benar. Kami sedang melacak mereka.
Salah satunya di Amerika Selatan, dan tidak bisa dihubungi saat ini.
Jadi, kami mencoba menghubungi yang lainnya.
Terus hubungi pemegang saham utama.
Mari kita lihat perkembangannya sampai rapat pemegang saham.
Gila.
Omong-omong,
mungkinkah ingatan Mi Na kembali?
Jika gara-gara kita membicarakan dia dalam bahasa Inggris dan Prancis,
tidakkah sikapnya berlebihan?
Lalu kenapa jika ingatannya kembali?
Ini karena kalian memanjakannya.
Bayangkan jika dia dapat perusahaan dengan temperamennya itu.
Dia tidak akan mendengarkan kita.
Aku senang ingatannya kembali.
Kesabaranku sudah mencapai batasnya.
Aku akan bersikap kejam kepadanya sekarang.
Tapi bukankah kita harus menunggu sampai rapat pemegang saham?
Dari yang kulihat tadi,
dia mungkin akan menjambak rambutmu jika kamu kejam kepadanya.
Kenapa kalian tidak bisa diam?
Tampaknya dia juga tidak menyukaimu.
Dia bilang dia berhak mengatakan itu.
Kamu tampak bersemangat.
Dia seakan meluapkan emosi yang dia pendam selama ini.
Kamu memihaknya?
Apa itu penting?
Lagi pula, kalaupun aku memihak,
itu sama sekali tidak memengaruhi Hanju.
Maaf atas kejadian tadi.
Apa kamu termasuk orang yang menjunjung tradisi?
Kamu datang untuk menceramahiku?
Baiklah. Seharusnya aku tidak marah seperti itu.
Tapi bukankah itu bisa dimengerti? Kamu mendengar perkataan mereka.
Selain itu, orang bisa naik pitam setelah...
Siapa
kamu sebenarnya?
Apa? - Siapa kamu?
Apa yang kamu lakukan di sini?
Di mana Mi Na yang asli?
Mi Na yang asli?
Maksudmu aku bukan Mi Na?
Kamu sungguh tidak ingat apa pun?
Berapa kali harus kukatakan?
Fakta-fakta setelah kecelakaan dicatat secara detail.
Akan sulit baginya
untuk berpura-pura amnesia.
Masalahnya adalah dia sadar atau tidak.
Benar.
Jika dia tidak tahu,
berarti dia juga korban.
Jangan dipermasalahkan dahulu. Hanju pasti tidak akan tinggal diam.
Mereka mungkin memanfaatkannya untuk warisan itu.
Belum lagi...
Mereka mungkin menemukan Mi Na yang asli dan melakukan sesuatu padanya.
Benar sekali.
Karena mereka bisa menyerap Grup Yumin secara keseluruhan,
itu sudah tidak mengherankan.
Mari kita awasi mereka untuk saat ini.
Maafkan aku.
Kamu sangat berbeda dengan Mi Na, sehingga aku bingung.
Astaga.
Kamu meremehkanku, tapi tiba-tiba kamu sopan?
Tapi...
Kamu sangat aneh.
Aku sangat berbeda dengan Mi Na?
Ini bukan sikap yang pantas dari sepupu ipar,
yang baru tiba dari Amerika.
Siapa kamu?
Apa kita punya hubungan?
Dahulu
kita berselingkuh?
Sekali lagi, maaf.
No comments yet. Be the first to leave one.