Wednesday - First Season

Wednesday - First Season

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Wednesday (2022) - S01E04 - Woe What a Night (1080p NF WEB x265 Ghost)
A Commentary by koleksifilmserial
🅺🅾🅻🅴🅺🆂🅸🅵🅸🅻🅼🆂🅴🆁🅸🅰🅻

Tags

other
Published on: 2022-12-30
Downloads: 165
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

SERIAL NETFLIX

KORONER JERICHO - DOKTER PEMERIKSA DR. R. ANWAR, KORONER

Dokter Kinbott menyuruhku lebih sering keluar.

Katanya aku harus membuka diri kepada orang dan pengalaman baru.

Aku tak bisa menampik nasihat klise dari profesional.

Selagi aku mengautopsi,

cari dan salin berkas korban lain dari monster itu.

Jangan merengut. Kau tak jago pakai pisau bedah.

Ingat di ulang tahunku ke-13, Paman Fester memberiku kadaver?

Kau memotong arteri karotidnya.

Bukan.

Bukan.

Hematoma yang menarik.

RUANG FOTOKOPI PINTU HARAP SELALU DITUTUP

Ini dia.

Kamis, pukul 19.23. Jasad pria umur 50 tahun.

Ada laserasi dan luka akibat perlawanan di kedua tangan.

Dari kondisi tubuh, ada indikasi serangan membabi buta.

Isi perutnya hampir terburai semua.

Aneh.

Kaki kiri korban hilang.

Tampaknya digigit putus di pergelangan.

Kau lihat kaki kiri?

Tenang. Siapa yang datang?

Terima kasih sudah mau datang, Dok.

Tak masalah, Sheriff,

aku selalu siap membantu.

Siapa pun atau apa pun pelaku pembunuhan ini, selama karierku,

aku belum pernah melihat luka seperti itu.

Sebaiknya kau melihat ini sebelum kurilis laporan korban terbaru.

Sungguh memeras otak.

Pembunuhnya memotong dua jari di kaki kiri korban.

Tebakanku, dia memakai gergaji bedah.

Laporan final autopsi masih kutunda.

Kalau sudah, langsung kirim ke mejaku.

Media tak boleh tahu soal jari.

Baik, Sheriff.

Beberapa pekan ini padat, ya?

Setidaknya akhir karierku menarik. Jumat hari terakhirku.

Selamat pensiun, Dok.

Aku akan mengejutkan istriku dengan liburan di kapal pesiar.

Tak sabar menggenggam koktail, alih-alih gunting bedah.

Pulanglah. Nanti kukunci.

Aku tak ingat mayat ini datang.

Sudah kaku. Kau sudah lama mati.

Kau tak keberatan kalau kubedah besok, 'kan?

Lima menit lagi.

Aku baru mulai nyaman.

BAB IV "MALAM DUKA YANG LUAR BIASA"

Saat aku menyarankan kamarmu didekorasi,

maksudku bukan dengan isi Pinterest Ted Bundy.

Koleksi boneka unicorn-mu lebih menyeramkan.

Ini alasanmu keluar diam-diam tadi malam?

Thing dan aku menyelinap ke kamar mayat

untuk menyalin berkas korban monster.

Ucapanmu barusan sangat menjijikkan.

- Aku bingung merespons. - Aku harus memahaminya.

Menemukan pola atau anomali. Sejauh ini ada kemajuan besar.

Ternyata ada bagian tubuh yang dimutilasi dari semua korbannya.

Pertama ginjal, kedua jari...

- Wednesday, aku tak... - Ketiga kantong empedu.

Pria berjanggut di rumah pertemuan, dua jari kakinya.

Paham apa artinya? Ini bukan pembunuhan membabi buta.

Dia mengoleksi trofi layaknya pembunuh berantai ulung. Hebat juga.

Ambil garam amonia.

Lagi.

Jika kebanyakan tanaman memberi penyerbuknya nektar manis,

banyak tumbuhan karnivora menggunakan muslihat seksual

atau tipuan.

Punggungku keseleo saat anggar.

Anggrek menghasilkan feromon yang meniru serangga betina

untuk memikat serangga jantan.

Begitu tanamannya diserbuki,

apa yang serangga jantan itu dapatkan?

Tak ada. Seperti para cowok di Rave'N nanti.

Baik. Ibu tahu kalian tak sabar menanti hari Sabtu.

Karena itu Ibu tak memberi kalian PR.

- Hore! - Hore.

Tapi Ibu butuh sukarelawan untuk jadi panitia dekorasi.

Yang tertarik, silakan maju.

Kau tak mengajukan diri?

Tak tertarik lampu disko dan minuman yang diselipi alkohol?

Bahkan ada disjoki. MC Blood Suckaz.

Lebih baik mataku kutusuk jarum.

Mungkin mataku akan tetap kutusuk.

Atau kau cari pasangan untuk senang-senang.

Ini harus dilakukan.

Luka Xavier bukan karena anggar.

Ada yang dia tutupi.

Seniman memang butuh inspirasi.

Xavier, kau makin menarik saja.

Wednesday.

Xavier.

Halo.

- Sedang apa? - Bukan apa-apa.

Aku tadi melihatmu kemari.

Tempat apa ini?

Semacam studio seni pribadiku.

Aku yang menatanya, jadi dibolehkan Weems memakainya.

Rajin sekali. Aku ingin melihat isinya.

Bisa ajak aku melihat-lihat?

Jangan sekarang. Berantakan.

Aku mengikuti fotografer TKP musim panas lalu.

Aku tak mudah jijik.

Lain kali saja. Kenapa kau mencariku?

Aku ingin membahas PR Bu Thornhill.

Dia tak memberi kita PR.

Ingat?

Apa alasanmu sebenarnya?

Apa ini soal pesta dansa

yang membuatmu ingin menusuk matamu?

Aku siap mendengarkan.

Kadang niat awal berubah di hadapan peluang tak terduga.

Jika ini kesempatan mendekati tersangka pembunuh berantai,

mana mungkin aku menolak?

- Aku yang harus mengajakmu? - Tentu saja.

Maukah kau...

Maukah...

Maukah kau pergi ke pesta dansa Rave'N dengan...

Maukah...

Maukah kau ke pesta dansa denganku?

Ya, Wednesday, aku mau ke pesta dansa bersamamu.

Kukira kau tak akan mengajak.

Kukira juga begitu.

Astaga! Wednesday Addams akan ikut Rave'N.

Aku jadi ingin berjingkrak!

- Tahu persiapannya? - Ditembak di kepala?

- Gaun. - Aku punya.

Jangan pakai gaun pertamamu itu!

Gaun itu sudah ketinggalan zaman dan tak tertolong lagi.

Thing, bantu aku.

Kau butuh gaun yang kesannya,

"Ini kencan pertamaku. Semuanya, mundur! Aku datang!"

Aku tahu beli di mana!

Distopia mengerikan macam apa ini?

Pesta belanja pertama kita!

Panitia pesta menyarankan busana serbaputih agar sesuai tema,

tapi itu tak cocok untuk kita.

Ada urusan lebih penting

daripada memikirkan gaun. Datang ke pestanya saja aku malas.

Kukira kita mau mengakrabkan diri.

Rasanya aku bakal menghambatmu.

Kau kijang. Aku anak rusa yang terluka.

Tinggalkan aku. Kumpul dengan yang lain.

Kau yakin?

Aku mencari Galpin. Aku tak akan mampir...

TOKO BARANG ANTIK URIAH'S HEAP

Hai, Wednesday.

Gaun itu pasti akan menarik perhatian.

Mau menambah koleksi barang eksotis untuk kantormu?

Itu cendera mata dari tripku.

Begitulah caraku keluar dari zona nyaman.

Omong-omong, kau akan ke Rave'N akhir pekan ini?

Aku tak wajib menjawabmu di tempat umum, 'kan?

Aku tak sabar membahasnya di pertemuan kita.

Kita tahu ada monster berkeliaran.

Jika ingin menghentikannya,

kita perlu kesampingkan perbedaan kita dan bekerja sama.

Dan ini caramu agar aku setuju?

Maaf, bukti ini tak cukup, tapi detailnya lumayan.

- Bukan gambaranku. - Lalu siapa?

Kecuali kita bertukar info, aku tak bisa bilang.

Untuk apa membagi informasi investigasi pembunuhan

dengan anak SMA?

Karena aku murid Nevermore, kau bukan.

Kau butuh informan di sekolah itu, 'kan?

Dengar, Velma, kau dan geng Scooby-mu menggarap PR saja.

Serahkan investigasi kepada ahlinya.

- Apa? - Wali Kota Walker di saluran dua.

- Dia minta kabar terbaru. - Hei, Addams.

Aku mau lihat sketsanya lagi.

Kau mencurigai orang yang melukis ini?

Kalau buktimu kuat, mungkin kita bisa diskusi.

Ya, Wali Kota. Semua berjalan lancar.

Landak laut kecilku.

- Parah sekali. - Dia yang menyanyi.

Boleh aku bicara dengan Enid?

Tenang. Aku bisa hadapi dia.

Terima kasih.

- Aku... - Lucas Walker, putra Wali Kota.

Baru putus dari kapten pemandu sorak, Chrissy Smothers.

Cewek rambut cokelat yang tak cocok pakai spray tan.

Ngeri juga.

Aku pandai mencari gosip. Kuikuti teman sekelasmu di TikTok.

Teman sekamarku juga menghajarmu dua kali.

Wednesday teman sekamarmu?

Ya.

Ini jelas bukan kebetulan.

Kenapa kau di sini, Lucas Walker?

Kau pasti ingin sesuatu.

Temanku bekerja di Hawte Kewture.

Dia dengar kau mencari pasangan untuk ke Rave'N.

Mungkin kita bisa saling bantu.

Sepertinya kau dalam masalah lagi.

Bisa kutangani.

Ayahmu mengesalkan sekali hari ini. Hindari dia.

Yah, itu yang selalu kurasakan.

Akhir pekan ini ada Rave'N, ya?

Ramai sekali dibahas di Weathervane.

Pasti cuma aku yang tak terobsesi pesta bodoh itu.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left