Release info

연애는 귀찮지만 외로운 건 싫어!ㅡLonely Enough to LoveㅡE09
A Commentary by CliffEdge
Terjemahan manual.. Durasi 57.36. Ahh tidaaak... David nya ganteng banget.

Tags

other
Published on: 2020-10-07
Downloads: 11
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Na Eun. Na Eun, tunggu.

Na Eun.

Ini salah paham.

Apa katamu? Salah paham?

Dengarkan aku dulu.

Aku memang merekomendasikan editor untuk membaca postinganmu.

Tapi perusahaan membuat keputusan untuk menghubungimu.

Jika tulisanmu tak cukup bagus,

mereka takkan membuat penawaran kontrak.

- Itu tak penting bagiku. - Apa?

Aku memutuskan untuk menulis lagi...

...hanya karena aku ingin percaya pada potensi dan kemampuanku...

...lebih dari siapapun.

Aku mulai menulis lagi karena aku sangat ingin membuktikan itu.

Namun,

aku tak percaya kamulah orang yang memberiku kesempatan.

Apa kamu tahu bagaimana perasaanku saat ini?

Aku merasa seolah-olah diejek di tempat terbuka.

Bagimu aku ini apa?

Tanpa bantuanmu,

apa yang bisa aku capai?

Saat aku mencapai titik terendah,

aku bersyukur kamu tinggal di sisiku.

Namun kini, aku jatuh cinta padamu.

Jadi aku tak mau lagi menunjukkannya padamu...

...titik terendahku.

Sepertinya...

...aku tak bisa bertemu denganmu lagi.

Episode 9: Apa yang Ingin Kukatakan pada Diri Sendiri

Kamu baik-baik saja?

Katakan saja jika itu sulit.

Aku akan bersamamu.

Sunnbae, apa yang kamu lakukan?

Hei.

Kamu bilang kamu libur kerja sampai lusa, 'kan?

Iya.

Kamu tampak seperti punya kekhawatiran.

Aku mencoba untuk menyembunyikannya,

tapi langsung ketahuan.

Apa karena Na Eun?

Kamu tahu?

Kuyakin aku tahu lebih banyak soal Sunbae daripada yang lain.

Hal menjengkelkan...

...terjadi pada Na Eun hari ini.

Aku ingin berada di sisinya dan menghiburnya,

tapi kali ini kurasa aku tak bisa membantunya.

Pasti kesal.

Jung Hoon, apa hal...

...seperti ini pernah terjadi padamu?

Iya.

Cintaku untuk "si dia" semakin jelas,

tapi aku tak berani mengakui perasaanku.

Tapi ada sisi bagusnya juga.

Aku bisa melakukan banyak hal...

...tanpa "si dia" sadari.

Entah itu hal buruk...

...atau baik.

Benar.

Gara-gara Hyung, hati Na Eun hancur hari ini.

Aku juga tahu.

Kenapa kamu tak menunggu lebih lama?

Jika kamu menunggu,

dia akan menemukan jalan keluarnya sendiri apapun yang terjadi.

Menurutku,

Hyung tak cukup mempercayai Na Eun.

Aku tahu.

Bagimu itulah yang terbaik yang bisa kamu lakukan.

Na Eun pasti sudah mengetahui niatmu.

Aku dihibur oleh sainganku.

Karena aku juga teman sekamar dan soulmate-mu.

Kita tak bisa terus membangun hubungan seperti ini.

Tapi tetap waspada.

Kamu tak pernah tahu kapan aku akan menyerang.

Hal pertama yang kulakukan di sini adalah...

...menempelkan magnet senyum di pintu.

Saat aku melihatnya setiap pagi,

aku berlatih menunjukkan senyum kepada orang lain.

Selamat pagi.

Kamu bangun pagi. Mau pergi ke kafe sepagi ini?

Iya.

Kerja keras itu bagus, tapi kamu harus sarapan dulu...

...alih-alih hanya makan gimbap segitiga.

Aku tak nafsu.

Na Eun. Ayo bareng.

Bagaimana seseorang bisa memposting hujatan seperti itu? Aku tak paham.

Tak bisakah mereka melihat dari sisi lain?

Aku paham mereka tak menyukainya,

namun itu bukan alasan untuk ngehujat dan menyakiti hatinya.

Mereka menulis hujatan untuk menyakiti orang lain.

Tapi, kenapa harus Na Eun?

Selain itu, ID-nya "happytogether0917".

Seolah-olah ingin berpura-pura menjadi salah satu penghuni.

Mungkinkah ada impostor di antara kita?

Aigu.

Setiap kali topik yang tak nyaman seperti ini dibahas,

biasanya si pelaku mulai merasa risih...

...dengan mata lebar sambil menggigit bibirnya.

Hei, apa yang kamu lakukan?

Apa? Oppa pelakunya?

Bukan aku. Sumpah! Kenapa aku melakukan itu?

Kenapa kamu tiba-tiba berbicara keras?

Kamu yakin bukan karena kamu merasa bersalah?

Tapi biasanya...

...pelaku yang sebenarnya tak banyak bicara?

Aw. Salahku.

Kyung Won, kupikir kamu takkan melakukan hal seperti itu.

Tidak.

Kenapa aku melakukan itu?

Cuma bercanda.

Ini hanya candaan. Kenapa kalian sangat serius?

Oke, cukup main detektif-detektifan...

...dan makan sarapanmu.

(Kenapa buang-buang energimu untuk menulis sampah seperti ini?)

(Sekarang aku paham kenapa dia ditipu penerbit sebelumnya.)

Kyung Won.

Kamu cepat keluar.

Aku meninggalkan hape di rak sepatu saat aku mengganti sepatu.

Apa ada topik hangat di berita?

Oh... Tidak.

Aku sedang melihat informasi yang kubutuhkan untuk konsultasi nanti.

Oh.

Yang kulakukan hanyalah melihat komentar di blog Na Eun hari ini.

Aku penasaran siapa itu.

Tak mungkin orang dari kosan kita, 'kan?

Kuharap bukan.

(Kenapa buang-buang energimu untuk menulis sampah seperti ini?)

(Sekarang aku paham kenapa dia ditipu penerbit sebelumnya.)

Tapi ada sisi bagusnya juga.

Aku bisa melakukan banyak hal tanpa "si dia" sadari.

Entah itu hal buruk...

...atau baik.

Bu.

Ada kemajuan soal apa yang kutanyakan?

Kukira tak mudah mencarinya seperti itu.

Aku akan...

...coba menelepon Ayah.

Kamu berangkat tanpa sarapan,

dan kamu menolak tumpangan.

Seberapa buruk sampai kamu tak mau melihatku?

- Kang Woo. - Apa, Na Eun?

Kamu tak lupa apa yang kukatakan kemarin, 'kan?

Kita bertengkar hebat.

Aku ingat setengahnya, setengah lainnya lupa.

Apa?

Kamu bilang kamu merasa diejek.

Aku bisa mengerti.

Sudah kubilang, 'kan?

Aku tak tahu harus berbuat apa untuk memperlakukanmu lebih baik.

Sekarang juga masih sama.

Aku membuat kesalahan saat ingin memperlakukanmu dengan baik.

Tak bisakah kamu memaafkanku kali ini?

Oh, iya. Bagaimana kalau makan malam nanti?

Kang Woo.

Maaf nih ya,

tapi aku sedang tidak mood.

Benarkah? Kalau begitu...

...ayo kita makan malam saat kamu merasa lebih baik.

Aku ingin membatalkan kontrak ini.

Penulis Lee.

Akan kutransfer uang muka besok pagi.

Maukah kamu mendengarku dulu?

Memang benar Kang Woo merekomendasikanmu...

...dan begitulah caraku tahu tentangmu.

Namun, keputusan ada di tangan kami.

Tulisanmu sejalan dengan trendi,

Itu mencerminkan kekhawatiran dan emosi saat ini.

Kami yakin tulisanmu akan menarik pembaca muda.

Itulah yang diputuskan oleh perusahaan kami.

Apa karena...

...komentar jahat belakangan ini?

Aku kehilangan kepercayaan diri karena beberapa alasan.

Jadi kurasa aku takkan bisa memenuhi tenggat waktu.

Jika itu masalahnya, kami bisa menunggumu sampai selesai.

Harap pertimbangkan kembali soal pembatalan kontrak.

Apa lagi yang harus kita beli?

- Sarung tangan, pakaian bayi, - Ya. Oke.

bantal, dan kaus kaki.

Aku ingin bayi kita cepat lahir.

Selamat. Anda sudah hamil 8 minggu.

Ya, A Reum.

Apa?

Dia membatalkan kontrak?

Kamu tidak membatalkannya,

tapi kamu meminta pengertian mereka...

...dan menunda tenggat waktu, 'kan?

Bukan begitu. Karena dia bilang dia takkan menulis lagi,

kupikir dia membatalkannya.

Kurasa tidak tepat jika penerbit kerepotan karena aku.

Keputusanmu tepat.

Jadi? Apa yang akan kamu lakukan soal Kang Woo?

Bagaimana lagi?

Kang Woo tak salah memperkenalkannya ke penerbit.

Na Eun.

Apa itu akan berubah jika Kang Woo...

...membahasnya denganmu dulu?

Ayolah. Kenapa semuanya begitu rumit dan sulit?

Dia hanya membantumu karena dia menyukaimu.

Dia bahkan tak membual soal itu. Dia melakukannya tanpa kamu sadari.

Kupikir Kang Woo bahkan lebih keren karena itu.

Aku juga tahu.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left