The first 200 lines.
Karakter saya begitu bagus,
= Cuplikan Episode Selanjutnya = Karakter saya begitu bagus,
= Cuplikan Episode Selanjutnya =
Bagaimana mungkin bisa
memenangkan hadiah?
Mungkin saja...
Tidak mungkin...
Kalau begitu biarkan saya memberimu hadiah.
Saya masih sangat menyukai dirimu,
seperti bunga yang sedang menanti datangnya musim semi.
Saya masih sangat menyukai dirimu,
seperti kumpulan awan yang tidak tahu arah pergi
Saya masih sangat menyukai dirimu,
seperti tetesan hujan yang jatuh di atas hati lembut ini.
Saya masih sangat menyukai dirimu,
seperti kehangatan dan kenyamanan api di musim dingin
Dalam matamu, tersimpan bintang-bintang,
tersimpan seluruh galaksi Bimasakti.
Bersinar dalam hatiku, dalam seluruh kehidupanku.
Menjagamu adalah sebuah rahasia,
adalah satu-satunya kekuatan bagiku.
Waktulah sebagai bukti bagi diriku
alasan untuk mencintaimu.
Saya masih tetap menyukaimu,
seperti bunga yang sedang menanti datangnya musim semi.
Saya masih sangat menyukai dirimu,
seperti kumpulan awan yang tidak tahu arah pergi
Saya masih sangat menyukai dirimu,
seperti tetesan hujan yang jatuh di atas hati lembut ini.
Saya masih sangat menyukai dirimu,
seperti kehangatan dan kenyamanan api di musim dingin.
Tujuan Cinta S2
Episode 6
Kompetisinya sengit sekali ya
pasti akan berlangsung lama.
Kamu lihat,
Kamu lihat foto ini.
Halo, apakah ada obat untuk mengobati luka memar?
Di depan, sebelah kiri.
Ini saja.
Yang ini saya ingin lihat sekilas.
Yang ini saja.
Nona, uangnya kebanyakan.
Ternyata dia sendiri.
Betul, benar memang dia.
Kamu lihat,
lihatlah dirimu,
semua ini akibat ulahmu,
sekarang saya pergi ke toko obat saja dibicarakan oleh orang-orang,
masih harus membuatku mengeluarkan 100 yuan.
Saya beri tahu kamu,
kamu harus ganti rugi.
Biaya kompensasi untuk mental,
biaya kompensasi untuk reputasi.
dan biaya-biaya yang lain.
Saya sedang bicara denganmu.
Sedang bicara denganmu!
Saya hanya menampar kamu sekali.
Saya pergi ke toko obat itu,
malah jadi bengkak seperti ini.
Muntahkan!
Permen ini sudah kedaluwarsa, jangan kamu makan.
Siapa yang menyuruhmu makan?
Cuacanya begitu panas,
kamu juga sudah begitu bersusah payah.
Jendela mobil kamu buka, udara dinginnya akan keluar semua.
Apa yang kamu lakukan?
Jendelanya jangan kamu tutup.
Terlalu pengap.
Minggirlah. Minggirlah.
Dengarkan saya,
semprotannya masuk ke dalam mata saya.
Bisakah membantuku mengambil tissue?
Ling Yizhou, kamu ingin membuat saya mati karena pengap ya.
Bisakah kamu membantuku mengambil tissue?
Kamu minggir!
Mataku!
Mataku tidak bisa dibuka.
Kamu cari sendiri.
Kamu lihat, apakah saya bisa melihat?
Mataku ini sudah kena semprotan kamu.
Itu...
Hari ini juga tidak bisa sepenuhnya menyalahkan saya.
Siapa yang menyalahkan kamu?
Ngomong-ngomong,
terima kasih kamu sudah menjadi pahlawan menolong saya,
membantuku dari para paparazzi itu.
Mumu, baguslah kalau kamu baik-baik saja.
Kalau begitu
kamu kembali dari luar negeri membantuku itu karena terpaksa oleh situasi ini?
Jadi,
kamu dan Chu Yan pergi melihat pameran?
Betul,
saya dan Chu Yan pergi melihat pameran.
Kenapa?
Untuk kali ini saya maafkan,
lain kali saya tidak memperbolehkan kamu pergi melihat pameran bersama orang lain,
mengerti?
Bagaimana, bagaimana, bagaimana?
Xia Lin dasar kamu wanita nafsuan.
Siapa?
Halo, Jia Fei
Feifei, Feifei, ada apa denganmu?
Kamu kenapa?
Saya menang.
Menang? Menang apa?
Kamu hamil. Anak siapa?
Menurutmu?
Wenli!
Kenapa kamu harus mengungkit namanya!
Saya tidak tahu harus berbuat apa sekarang!
Tidak tahu harus melakukan apa!
Habislah, tamatlah!
Menyebalkan sekali!
Kakak Chu, Kopi Americano dinginmu.
Buang saja.
Bos,
kendaraannya sudah siap,
bisa berangkat kapan saja.
Bagaimana dengan Cheng Li?
Penerbangan Direktur Xiao Cheng akan kembali ke Gangdong besok malam.
Baik.
Kalau begitu kamu jemput dia di bandara,
langsung bertemu di kantor.
Baik.
Oh iya,
Orang yang mengikuti nona Xia semalam
sudah diperiksa,
sepertinya orang dari Direktur Jin.
Ada masalah apa hari ini kamu datang ke kantor mencari saya?
Saya ingin mengingatkan kamu,
berdasarkan peraturan perusahaan,
saat kamu berada dalam masa berhenti bekerja
tidak diperbolehkan untuk melakukan komunikasi pribadi dengan pemegang saham manapun.
Saat saya masuk
ada banyak bawahan yang melihat saya,
bagaimana bisa dikatakan menjadi hubungan pribadi?
Pak Jin, saya tidak perlu mengingatkan Anda kan,
Lingshi Group adalah perusahaan saya dari awal sampai akhir.
Saya menghormati
dan berterima kasih kepada
semua pegawai
yang sudah berkontribusi besar pada perusahaan,
tetapi Anda tidak termasuk.
Ling Yizhou, apa maksudmu?
Kamu bisa mengusik saya.
Kamu mengusik tunangan saya,
apakah menurutmu saya tinggal diam?
Menurutmu kelakukanmu ini
jika sampai diketahui oleh anggota direksi,
apa yang akan terjadi padamu?
Itu hanya mewakili perusahaan
untuk memberi perlindungan kepada Nona Xia.
Anda juga terlalu meremehkan saya.
Bicaralah, kamu ingin apa?
Saya tidak peduli cara apapun yang kamu lakukan,
segera mencabut suspensi jabatan saya,
adakan rapat pemegang saham dalam tiga hari ini.
Feifei, kamu jangan tegang.
Saya menemanimu.
Jangan teang.
Saya pergi ke toilet sebentar ya.
Bukankah kamu barusan dari toilet? Feifei.
Halo, Wenli.
Halo, Nona Xia.
Tidak apa-apa, Feifei.
Kamu jangan tegang. Tidak apa-apa.
Kenapa kamu bisa datang ke sini?
Karena asisten khusus Wen sudah datang,
Jadi kalian mengobrol dulu saja.
Feifei saya pergi dulu ya.
Kalian mengobrol dulu, saya pergi dulu.
Kamu ke sini, ke sini.
Ke sini, ke sini.
Lepaskan saya. Sudah giliran saya,
kalau sampai terlewat harus membuat janji lagi.
Kamu tidak hamil.
Kamu punya penglihatan tembus pandang?
Sebenarnya malam itu...
Berbaringlah.
Kamu biarkan saya menulisnya.
Bangun.
Hati-hati.
Jadi...
Di antara kita tidak terjadi apa-apa?
Kalau kamu menginginkannya,
saya... saya juga bisa.
Kalau begitu kenapa kamu tidak memberitahu saya dari awal?
Masih harus membuat saya bertanggung jawab terhadap apa?
Saya itu... saya tidak terpikir.
Asisten khusus Wen,
kamu juga tidak bertanggung jawab.
Kamu pikir saya Jia Fei mudah dipermainkan ya?
Tidak, tidak.
Saya tidak bermaksud seperti itu.
Tahukah kamu karena masalah ini
membuat saya khawatir berhari-hari sampai tidak bisa menutup mata,
saya sampai tidak bisa menulis satu kata pun.
Kamu bilang, siapa yang harus bertanggung jawab?
Saya bertanggung jawab.
No comments yet. Be the first to leave one.