The first 200 lines.
Richard Cypher, Kau adalah Seeker sejati.
Legend of the Seeker Fury
Lihat bagaimana rusa ini berganti arah ketika mendengar kita datang.
Bisa kau beritahu kemana dia pergi?
Aku tak paham kenapa aku harus belajar berburu.
Kita tidak berada di kuil Mord-Sith.
Kita tak punya budak untuk bawakan makan malam.
Aku di sini untuk melindungimu, Richard,
Bukan menyediakan makanan.
Kahlan tak masalah menggali akar-akaran.
Bahkan Zedd yang mencuci selama ini dan ke depannya.
Kita semua harus berkontribusi.
Maksudmu yang kulakukan tidak cukup bagimu?
Beritahu saja kemana rusa itu pergi.
Kesana.
Ke arah pohon yang kulitnya terkelupas.
Lihat, aku tahu kau akan mahir.
Serahkan yang kuat.
Tak perlu menyakiti kami.
Bawa gadis itu juga.
Berbarislah agar aku bisa mengamati kalian lebih baik.
Orang-orang yang menyerangmu, kau tahu siapa mereka?
Pemburu budak.
Dan kenapa kalian tak melawan mereka?
Masyarakatku disebut the Minders--Kaum Penurut.
Kami menurut pada Hukum Sang Pencipta, yang mengajarkan semua nyawa itu suci.
Kami cintai musuh kami seperti kami cintai diri sendiri.
Mencintai mereka?
Akan kubunuh ribuan orang sebelum aku dijadikan budaknya.
Pikirkan semua peperangan selama berabad-abad,
Semua darah yang tertumpah, semua kejayaan yang dimenangkan,
Dan apa yang kita dapat?
Hanya perang lagi, dan darah lagi.
Midlands adalah tempat berdarah.
Jika kalian tak melawan, bahkan untuk melindungi diri,
Bagaimana kalian bisa bertahan?
Kami tabib.
Ribuan tahun orang mendatangi kami, ketika sakit dan terluka.
Begitulah kami dihormati dan dibiarkan hidup damai.
Kalian tidak lagi hidup damai.
Tidak.
Dengan kematian Darken Rahl, negeri ini berubah kacau.
Seorang warlord bernama Caldor datang melintasi gunung dan tiba di desa kami.
Yang berhasil selamat berkumpul di hutan ini.
Dan pemburu budak itu? /Anak buah Caldor.
Saat mereka sadar kami tak mau melawan,
Mereka mengejar kami, paksa kami layani tuan mereka.
Perkemahan kalian terlalu rapuh.
Kami lihat ada beberapa gua di puncak gunung itu.
Kalian akan lebih aman di sana.
Kami akan antar kalian.
Aku tahu kalian berusaha membantu.
Tapi kami selalu baik-baik saja dengan cara kami sendiri.
Semoga kalian selalu dilindungiNya.
Mereka tak mau bantuan kita.
Dan kita harus kembali ke Kahlan dan Zedd.
Aku tak suka meninggalkan orang-orang ini sendirian.
Mereka punya hak untuk mengikuti keyakinan mereka.
Seeker tak bisa selamatkan semua orang.
Aneh.
Ini memberi kita arah baru.
Arah mana yang ditunjukkan?
Kembali ke arah kita datang.
Ke perkemahan The Minders.
Seeker, tolong jangan pergi.
Anak buah Caldor akan kembali.
Ajari aku cara bertarung agar aku bisa lindungi kaumku.
Bagaimana dengan keyakinan kalian?
Ibuku tidak bicara atas nama kami semua.
Beberapa dari kami berpikir cara lama tidak lagi masuk akal.
Ketika anak buah Caldor menyerang desa kami,
...ayahku berdiri di depan mereka...
...dan dia mendoakan keselamatan jiwa mereka...
Tapi mereka tetap saja menggorok lehernya.
Aku ikut berduka.
Aku tak mau simpatimu.
Aku mau kau mengajariku bertarung.
Aku tak menyuruh kalian lakukan apapun yang tak kalian pilih.
Tapi jika kalian mau ikuti Kur dan belajar bertarung,
Kami akan tinggal dan mengajari kalian.
Kur, bertarung bukanlah cara.
Kita akan pergi ke gua-gua.
Kita akan membarikade diri.
Kita akan aman di sana.
Sampai kapan?
Sampai mereka buat kita kelaparan, paksa kita keluar.
Siapa yang mau bertarung bersamaku?
Kalian semua memilih tetap berpegang pada keyakinan kuno,
...menonton kita digorok dan diseret pergi...
...sampai tak ada yang tersisa?
Aku akan bertarung.
Jangan, Veta.
Kau tahu keinginan Sang Pencipta.
Dan aku juga tahu aku tak mau mati.
Atau jadi budak.
Kalau kalian?
Kalian akan tinggal di sini bersamaku dan Kahlan.
Roga, Zedd dan Cara pergi bersama kalian ke gua dan lindungi kalian,
Sampai orang-orang ini siap melindungi kalian.
Kami ingin menanyakan sesuatu.
Apa kau tahu sesuatu tentang Batu Airmata?
Tentu kami tahu.
Itu ada dalam doa kami.
Hari ini, kompas yang kami ikuti berubah arah ke perkemahanmu.
Kau pemilik Batu itu?
Bukan.
Kami kira Batu itu telah hilang selamanya.
Demi keselamatan kita semua, kuharap belum.
Kita tak butuh senjata yang lebih bagus?
Uh, tongkat ini akan cocok untuk sementara.
Pemburu budak punya pedang dan kapak besar.
Kita bisa apa dengan ini?
Dulu aku biasa jadi pemandu jejak di sisi lain dari Perbatasan.
Kadang ada bandit di hutan, dan yang kupunya cuma tongkat untuk melawan.
Tak ada orang yang kupandu lewat hutan kehilangan uang.
Satu, dua, tiga. Hantam.
Kalian harus lakukan lebih dari itu.
Satu, dua, tiga, hantam.
Lebih baik. Tapi usahakan lebih keras.
Kalian berjuang demi nyawa orang yang kalian cintai.
Satu, dua, tiga, hantam.
Kur?
Kur, jawab aku.
Aku tahu ini tak ada gunanya.
Maafkan aku.
Ada apa, Zedd?
Aku yakin orang-orang ini di bawah pengaruh mantra pengikat.
Sihir yang sangat kuno dan sangat kuat.
Mereka bertarung ketika pingsan?
Ya.
Ini pertama kalinya mereka angkat senjata menghadapi lawan.
Mungkin itulah yang menyebabkan mantra itu menyerang mereka.
Aku tak mengerti.
Para penyihir dahulu kala menciptakan mantra pengikat...
...sebagai cara untuk mengekang kekuatan dahsyat...
...yang berkobar di diri kita.
Nafsu, amarah, iri, kekerasan.
Bisa jadi itulah mantra yang dikenakan ke The Minder...
...untuk mencegah mereka mengangkat senjatanya.
Jika sihir itu umurnya ribuan tahun,
...bagaimana itu bisa bereaksi pada orang-orang ini sekarang?
Beberapa mantra tidak mati bersama orang yang merapalnya.
Mereka ditujukan untuk diwariskan melalui darah.
Di mana menjelaskan keengganan kaummu untuk bertarung.
Kami memilih tidak bertarung...
...karena kami mencintai Sang Pencipta dan ciptaanNya,
Bukan karena sebuah mantra.
Apapun alasannya,
Kupikir aku bisa menarik sihir itu ke tubuhku.
Tapi menyembuhkan mereka semua...
...akan menguras kekuatanku.
Butuh berhari-hari untuk pulih.
Dan tak ada yang bisa tebak apa konsekuensinya.
Apa maksudmu?
Para Penyihir Kuno adalah orang-orang yang sangat bijak.
Mereka tidak merapal mantra dahsyat tanpa alasan.
Kita tak tahu apa yang akan terjadi pada mereka,
Atau aku, jika kucabut mantra pengikat itu.
Kita harus ambil resiko.
Terima kasih, Sang Pencipta.
Dan Si Penyihir.
Jangan berterima kasih dulu.
Ini giliran kami menolongmu, Penyihir.
Akan kuantar kau kembali ke gua.
Kami bisa bertarung lagi sekarang?
Bisa-bisanya kau bertanya?
Kau lihat apa yang kau dapat.
Tapi mantranya sudah dicabut.
Kur, jika kalian bertarung lagi, dan terjadi sesuatu,
Si Penyihir tak punya kekuatan untuk pulihkan kalian.
Jika kami tak belajar bertarung, kami akan tetap mati.
Kau akan tetap mengajari kami, kan?
Ini bukan main-main.
Musuh kalian takkan cuma berdiri saja...
...saat kalian menyodoknya.
Dia akan berusaha membunuh kalian.
Kalian harus berusaha membunuh dia duluan.
Ragu-ragu dan mati.
Aku membawakanmu makan malam.
Bajingan kecil yang cepat,
Tapi tak cukup cepat.
Terima kasih, tapi kami tak pernah makan...
...sesuatu yang dibunuh.
Sebenarnya, aku temukan mereka di tepi jalan,
..di mana mereka mati alami, mati dengan damai.
Cara. Kita ini tamu Roga.
Ini tak masuk akal.
Lain halnya dengan tidak membunuh seseorang,
Tapi kalian harus makan.
Aku lihat beberapa winterberries tumbuh di sepanjang jalan,
di bawah bebatuan. Kita bisa mengumpulkannya.
Pergilah dengan mereka.
Mereka tak mau bantuan kita.
Selama kita bersama mereka,
Aku takkan biarkan mereka terbunuh lagi.
Pergi.
Lapar?
Tidak juga.
Kau tak suka winterberries?
Mungkin jika dimasukkan ke dalam babi panggang renyah.
No comments yet. Be the first to leave one.