Remember You

Remember You (คือเธอ)

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Remember You S01E04-NF-WEBDL
A Commentary by Sh1Ft3R
ℕ𝔽 ℝ𝕖𝕥𝕒𝕚𝕝

Tags

webdl
web
WEBDL
Published on: 2022-08-12
Downloads: 17
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Astaga.

Hei.

Kau sudah keterlaluan.

Kenapa mengirim permintaan?

Bukankah kau minta bantuanku?

Lakukan apa pun sebisamu.

Kita harus memenjarakannya.

Kau yakin?

Ya, aku yakin.

Aku memang bilang begitu.

Namun, bukan ini maksudku.

Ini masalah nasional.

Kau tahu apa konsekuensinya?

Dia pembunuh.

Yang penting dia ditangkap.

Ya, benar.

Namun, kenapa pakai namaku?

Kenapa tak kau ajukan sendiri?

Aku tak berwenang mengirim surat resmi.

Namun, kini kau bersalah karena memalsukan surat resmi.

Itu tindak kriminal.

Aku memakai surel dan komputermu.

Itu bukan pemalsuan.

Hei.

Bagaimana kau tahu rumahku?

Kau mengalami amnesia?

Kau mengirimiku alamatnya sendiri.

Nomor rumahku 56.

Nomor yang kukirim 61.

Jika kau pergi ke alamat yang kukirim,

jaraknya lima rumah lagi.

Apa?

Katakan sejujurnya.

Begini…

Aku mengikuti arah GPS dan berakhir di rumah ini,

jadi, kupikir ini rumahmu.

Aku serius.

Bagaimana kau tahu rumahku?

Aku…

Sebenarnya,

aku pergi ke alamat yang kau kirim.

Mereka bilang kau tinggal di sini.

Begitulah caraku sampai di sini.

- Sungguh? - Ya.

Rumah itu…

sudah lama dijual.

Di sana kosong.

Jangan bohong.

Jujurlah padaku.

Kenapa kau menyelidiki hidupku?

Siapa kau?

Aku…

Ayahku tak melakukannya.

Dia tak ada hubungannya dengan ini.

Aku mengerti.

Namun, kau harus pulang.

Aku tak akan pergi!

- Bangun, Sayang. - Tidak mau.

Ayahku tak melakukan apa pun kepada Pathomkarn.

Dia tak bersalah!

Aku akan memenjarakanmu

jika kau tak bangun.

Aku tak mau bangun!

Sudah kubilang. Setelah kejadian itu pun,

Tanwa, putra Inspektur Suwat,

tak menangis, meskipun kehilangan ayah dan adiknya.

Aneh, 'kan?

POLISI

Aku menjadi merasa iba padanya.

Dia kehilangan ayah dan adiknya di usia yang sangat muda.

Anak malang.

Hei, kalian masih saja membahas ini?

Ayolah. Kembalilah bekerja.

- Baik, Pak. Ayo. - Ayo.

Kau…

Tanwa?

Apa maumu?

Begini…

Aku tersesat.

Aku melihatmu mengikutiku sejak tadi pagi.

Aku ingin berteman denganmu.

Mari berteman.

Jangan ganggu aku.

Berhenti membuntutiku.

Kenapa kau menyelidiki hidupku?

Siapa kau?

Siapa aku?

Aku…

penggemarmu.

Kau penggemarku?

Benar. Aku penggemarmu.

Aku sudah membaca semua bukumu.

Benar.

Aku tak tinggal di sini saat mulai menulis.

Kau tak mungkin tahu dahulu aku tinggal di sini.

Astaga. Ayolah. Mungkin kau lupa sesuatu.

Aku bukan penggemar biasa.

Aku penggemar sekaligus penyidik kepolisian.

Mencari tahu tempat tinggalmu sangat mudah.

Bukankah kau penggemarku? Kau tak suka aku di dekatmu?

Jadi…

Kau ingat aku sekarang?

Wajahmu tak pernah ada dalam ingatanku.

Astaga, aku sakit hati dilupakan olehmu.

Kurasa sebaiknya aku pergi saja.

Tunggu.

Katakan yang sebenarnya.

Siapa kau?

Bukankah kau genius? Tebaklah sendiri.

Kuberi waktu lima detik.

Satu, dua…

Hei. Astaga.

Kau gila? Teganya kau memperlakukanku seperti ini.

Aku perempuan!

Kau mau ke mana? Hei!

Kenapa kau kasar sekali? Teganya kau melakukan ini kepadaku.

Aku perempuan!

Seseorang mengirim surel ke polisi Filipina.

Mereka meminta kerja sama polisi Filipina?

Siapa orangnya?

Letnan Aye.

- Kau yakin? - Ya.

KEMENTERIAN KEHAKIMAN

BIRO INVESTIGASI KHUSUS

Jawab aku.

Katakan apa yang terjadi.

Kenapa kau merahasiakan hal sebesar ini dariku?

Kau tak tahu peraturan pemerintah?

Jawab aku. Kenapa kau diam saja?

Begini…

- Jawab aku! - Begini…

Maaf, Komandan.

Bukankah itu bagus, Pak?

Dia lolos dari hukum di sini, tapi ditangkap di sana.

Berhenti bicara

sebelum aku makin kesal.

Mulai hari ini,

Letnan Aye akan bekerja di Pusat Layanan

agar tak membuat masalah.

- Komandan… - Ini perintah!

Komandan! Kau tak boleh melakukan ini!

Letnan Aye melakukannya demi keadilan.

Pergilah dari sini

sebelum aku marah besar.

Aku juga sudah muak

dengan perintahmu yang timpang.

Baiklah.

Maka akan kububarkan seluruh unit investigasi khusus.

Ayah!

Jangan berbuat begitu padaku.

Ayah tak bisa melakukan ini.

Inspektur itu putra Komandan?

Astaga.

- Kau tak tahu? - Tidak.

Kau belum melihat nama belakangnya?

- Belum. - Astaga.

Kenapa aku tak sadar?

Hei, ayo.

Halo.

Aku permisi ke toilet.

Hei, ada apa?

Baiklah. Pukul berapa?

Tunggu sebentar.

Kau bilang, siang ini?

Ada tersangka?

Apa? Hei, aku sedang sibuk.

Astaga.

Aku bisa mendengar suaranya tadi.

BIRO INVESTIGASI KHUSUS

Soal Aye, kita tunggu sampai Komandan tenang.

Inspektur akan membujuknya.

Benar, 'kan?

- Tenang saja. - Apa?

Aku harus melindungi anak buahku.

Aku tak akan membiarkan ketidakadilan terjadi.

Aku akan berjuang sampai akhir.

Baik, Pak.

- Kau dengar itu? - Ya.

Astaga.

Dramatis sekali.

Dia akan berhadapan dengan Komandan.

Pasti dia akan memberi tahu ibunya.

Omong-omong,

kita harus bilang apa kepada Aye?

Entahlah.

Aye akan senang

jika tahu.

Dia akan senang?

Ini sindiran.

Rasanya akan seperti istirahat.

Benar, 'kan?

Kalau begitu, sampaikan sendiri kepadanya.

- Setuju? - Aku?

Ya.

- Kau gila? - Kau saja.

- Kau bilang itu bagus. - Ya.

- Tidak. - Kalau begitu, sepakat.

- Kau pasti bisa. - Tidak.

- Lihat ini. - Kalian lihat apa?

Astaga.

More Indonesian subtitles for Remember You

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left