The first 175 lines.
12 Juli Jembatan Sungai Sakura 22:45 Foto pertama ISO 6400 F4.0 Foto kedua ISO diganti ke 5000 Foto ketiga ISO diganti ke 3200 Pemotretan selama satu jam 23:07 sampai 00:07
Pertama-tama buka diafragma ....
Kemudian atur ISO ....
Kurasa sudah cukup bagus.
Kecepatan shutternya mungkin 20 detik saja?
Ganti mode fokusnya ke manual ....
Bersulang!
Enak!
Habis ujian memang enaknya minum boba!
Benar!
Ada apa?
Punyamu enak, tuh, Isaki.
Nyicip, dong!
Kamu celamitan banget, sih, Kani.
Apaan, sih?
Kesannya kayak aku jahat saja, deh.
Tapi biasa saja, tuh.
Ini.
Jangan sesedotan, dua atau tiga sedot juga silakan!
Oh, baik banget.
Kamu yakin dapat nilai bagus?
Meratapi apa yang sudah lalu tidak ada gunanya.
Kita harus tetap melangkah maju.
Boba mantap!
Isaki juga kesulitan, ya.
Tapi kamu selalu dapat nilai bagus, 'kan, Kani?
Andai 10 menit lagi ....
Tidak, andai ada 5 menit lagi, beres tuh pertanyaannya.
Tapi pada waktu itu ....
Baik, waktu habis!
Kumpulkan dari belakang.
Kelihatannya santai banget, bikin sebel, deh!
Otakku memang tak dapat menyainginya!
Tapi aku jauh lebih imut!
Iya.
Juga lebih sopan!
Ah, omong-omong soal Nakami, aku sudah masuk ekskul Astronomi!
Bukannya ekskul Astronomi sudah dibubarkan?
Memang pernah, tapi sudah dibentuk lagi.
Nakami jadi ketuanya, dan aku anggotanya.
Bu Kurashiki jadi pembinanya, ada anak alumnus yang ikut membantu juga.
Wah, kamu suka melihat bintang, ya?
Benar, benar.
Kami juga mau mengadakan pemantauan bersama pada bulan Agustus!
Kalian datang, ya!
Tempatnya di sekolah pada malam hari!
Di sekolah pada malam hari?!
Aku mau! Mau!
Walau aku tidak tertarik sama bintang-bintang,
tapi ke sekolah malam-malam rasanya spesial!
Kedengarannya seru!
Tapi aku tidak suka sama ketuanya.
Kamu tukang dendam, ya, Kani.
Namanya juga dia anak jahat.
Kamu ikutan ngeledek, Nono-san?!
Hei, hei.
Apa kalian tahu tentang "Tujuh Jembatan Takdir"?
Apa itu? Cerita hantu?
Aku mau dengar!
Ini bukan cerita seram.
Ini cuma legenda kuno SMA Kuyo.
Konon jika mengajak orang yang disukai menyeberang tanpa suara ke tujuh jembatan sungai Misogi,
perasaan cinta mereka akan serasi.
Lagian, yang mau menyeberangi tujuh jembatan itu pastinya orang yang sudah punya kekasih, 'kan?
Iya. Tidak masuk akal.
Tapi ....
Enaknya.
Apa?
Latihan bergandengan tangan untuk kencan saat festival kembang api.
Jones banget, sih.
Sudah, gandeng saja!
Hei! Sakit banget!
Dasar cewek gorilla!
Apa?!
Pada festival pelabuhan tahun lalu,
aku menjadi relawan pada parade lentera anak-anak untuk ...
... mengiringi mereka berkeliling sungai 3 kali.
Aku juga lihat tahun lalu, kok.
Lenteranya ada banyak dan indah-indah.
Andai bisa berkencan pada festival kembang api, pasti akan jadi kenangan indah selamanya.
Kamu juga kepengen, 'kan, Isaki?
Iya.
Tapi aku tak yakin kembang api bisa menarik perhatiannya ....
Kamu seperti ngomongin orang lain.
Bawa kamera ke kemah musim panas, ya?
Pasti dilarang, sih.
Apa aku bisa minta izin ke OSIS?
Kapan-kapan coba kutanyakan.
Terima kasih.
Apa kau sudah pandai memotret bintang?
Aku sudah berlatih, sih, tapi belum pandai.
Aku akan menemui senior lagi besok siang untuk minta diajari.
Boleh aku ikut?
Eh?
Waktuku luang sampai jadwalku kerja.
Ah, tunggu!
Ogah.
Aku selalu pasrah kalau Bishopku sudah diambil.
Omong-omong ....
Bagaimana dengan Magari Isaki setelah itu?
Apa maksudmu?
Aku pernah cerita, 'kan? Kami membentuk ekskul Astronomi.
Aku ketuanya, dan Magari nyambi jadi anggota.
Isaki-chan anak yang riang dan baik, 'kan?
Juga ...
... lumayan imut.
Tapi bukan tipeku, sih.
Kalian sering berdua pas ekskul, 'kan?
Apa kau tidak baper?
Pada saat festival kembang api.
Pasti seru kalau ke sana bareng pacar.
Kembang api cuma reaksi kimia.
Membosankan.
Apaan?
Taktik pengecohku berhasil.
Gawat!
Sekarang kita imbang.
Ayo kita taruhan, Gan-chan?
Satu ramen Hachiban porsi besar!
Yosh!
Panasnya!
Mending makan mie dingin saja.
Tapi tadi enak, sih.
Udah ditraktir jangan banyak minta!
Itu Nakami di sana, 'kan?
Cuma gitu doang ....
Banyak sekali fotonya, ya?
Aku kewalahan memeriksanya.
Soalnya aku terbiasa terjaga pada malam hari ....
Oh, fotonya indah!
Ini di Taman Komaruyama, 'kan?
Siapa kau?!
Namaku Ukegawa.
Ah, dia temanku.
Pembohong!
Mana mungkin Ganta punya teman!
Ini sudah bagus untuk pengalaman pertamamu.
Kapan-kapan coba membongkarnya, ya?
Bagaimana hasil fotoku?
Kecepatan shutternya terlalu lama,
makanya terlalu terang seperti siang hari.
Yang ini malah noise.
Di kota kan banyak lampu-lampu,
sebaiknya ISO-nya diatur sesuai kondisi setiap tempat.
Oh, komposisi yang ini bagus.
Fotonya memang terlihat bagus.
Tapi jika diperbesar, foto bintangnya kabur.
Fokusnya masih kurang bagus.
Kau guru yang ketat, ya.
Gan-chan ngambek, tuh..
Awal-awal sudah biasa seperti itu.
Sialan!
Aku mau buka toko dulu. Kamu tunggu saja di rumahku.
Iya.
Tapi sebentar lagi juga aku harus berangkat kerja, sih.
Hei, hentikan!
Kubilang berhenti!
Hentikan, Ukega--
Obat nyamuk mending pergi.
Yah, sejuknya.
Senior Shiromaru bilang mau ke sini setelah selesai buka toko.
Kamu nulis apa?
Eh? Pengaturan-pengaturan kamera ....
Semua yang diajarkan Senior Shiromaru.
Eh? Coba lihat!
Tulisannya banyak banget!
Baca sebentar langsung membuatku pusing.
Kalau belajarmu segiat ini, pasti bisa langsung jago!
Tidak semudah itu.
Kenapa?
Walau dia mengajariku metode pengaturan terbaik untuk foto langit yang sudah kupotret,
tapi langit di foto berikutnya berbeda kondisinya.
Mengasah intuisi itu sulit.
Langit hari ini tidak akan muncul lagi ....
Rasanya menyebalkan.
No comments yet. Be the first to leave one.