The first 200 lines.
Halo?/ Yoon Ji Ho-ssi?
Ya, siapa?
Ini aku, cowok gang.
Cowok gang?
Oh, cowok gang yang kutemui waktu aku lagi mencari Bok Nam.
Ya, si Bok Nam.
Tapi, ada apa?
Ada yang ingin kutanyakan padamu.
Ada kertas di sampingmu? / Kertas?
Ya, ada.
Pena, ada?
Pena juga, ada.
Kalau pacar?/ Pacar...
Apa?/ Pacar juga, kau punya?
Kalau pacar...,
...aku tak punya.
Aku permisi dulu.
Tapi, kenapa kau tanya itu ke aku?
Aku lihat Bok Nam di gang.
Dia berjalan sendirian lagi.
Serius? Si Bok Nam kabur dari rumah lagi?
Tapi...
Itu tidak ada hubungannya denganku sekarang.
Lagipula kafe itu pasti sudah dapat pekerja sambilan yang baru.
Apa harus kuberitahu nama kafenya?
Kau bisa langsung menghubungi mereka.
Gang yang sama waktu kita bertemu kemarin.
Apa?/ Datanglah ke sana jam setengah 12 siang.
Saat itu, carilah si Bok Nam.
Halo? Tapi kenapa aku harus...
Halo?
Jam berapa tadi dia bilang?
Jam sebelas?
Oh, jam setengah 12.
Anjing itu 'kan sendirian.
Ya, ini karena aku tidak punya pekerjaan.
Aku punya banyak waktu luang.
Apa? Kau saja selalu tidur siang.
Apa?
Apa dia ini selebriti?
Dia tampan sekali.
Ada apa ini?
Kami tengah menyaring profil...,
...dan ada anggota terkeren yang baru mendaftar.
Daebak. Dia dapat nilai tertinggi.
Aku iri sekali./ Dia berhasil.
Bukankah itu skor tertinggi yang kita miliki sejauh ini?
Anggota yang daftar aplikasi kita paling tinggi cuma dapat sembilan.
Betul./ Dia orang pertama yang dapat nilai tertinggi.
Ini artinya dia tipe orang yang disukai anak muda belakangan ini.
Dia seperti anak anjing./ Ya, betul.
Berapa umurnya?/ 24.
Berarti aku dua tahun lebih tua.
Ibu!/ Ayah.
Makanya kenapa kau pasang wajah jelek begitu? Buat kaget orang saja.
Kau sendiri juga.
Bok Nam-nya mana?
Ikut aku.
Tunggu...
Kenapa kita masuk ke sana? Bok Nam-nya mana?
Masuklah dulu, supaya kita bisa menemukannya.
Tidak.
Aku tidak bisa masuk sini.
Aku gagal melamar kerja sambilan disini.
Apa?
Bukankah pemiliknya menyuruhmu mencari si Bok Nam?
Ya, makanya.
Saat pertama kali bertemu, aku disuruh cari anjingnya...,
...setelah itu, dia tidak pernah menghubungiku lagi.
Artinya aku gagal dapat pekerjaan itu.
Tapi kenapa?
Bagaimana kau bisa gagal, padahal kau lulusan sarjana?
Aku tentu bisa gagal...
Bisa jadi karena umurku atau kurangnya pengalamanku.
Bos kafe ini mungkin merasa tidak nyaman.
Tidak nyaman apaan.
Merasa tidak nyaman denganmu karena apa, coba?
Dari sekali lihat saja, kau pasti orang yang mudah disuruh-suruh.
Bisa-bisanya dia tidak menerimamu?
Dia itu memang tak bakat mempekerjakan orang.
Apa ini pujian?
Iya lah.
kau bekerja keras hari ini karena Bok Nam lagi.
Bos kafe ini memang mengerikan.
Padahal dia duluan yang menyuruhmu cari anjingnya.
Teganya dia tak menerimamu jadi pekerja sambilan?
Ayo masuk.
Kita harus mencari tahu kenapa dia tak menerimamu.
Kenapa aku harus masuk?
Hei!
Tunggu sebentar. Terima kasih.
Astaga.
Hei, Bok Nam. Kau ini.
Aku ini sibuk. Kemana saja kau?
Bok Nam?
Makanya aku bawa pekerja sambilan yang baru.
Hei, Bok Nam. Aku tidak menyuruhmu seperti ini.
Memang dimana Bok Nam-nya?
Dia akan kujadikan asistenku mulai besok.
Hei, Yeon Bok Nam, kau...
"Bok Nam"...
Rambutnya cokelat berbulu.
Merah muda.
Jadi Bok Nam itu orang?
Jika dia tidak dipekerjakan disini, aku akan mengundurkan diri.
Apa?/ Apa?
Aku tadinya mau meneleponmu...,
...tapi toko lagi sibuk sekali.
Ya./ Ya.
Tapi, apa kebetulan menurut Bapak aku kurang cocok bekerja disini...
...tapi Bapak terpaksa menerimaku karena si Bok Nam?
Tidak. Asal Bok Nam menyukaimu, aku tak apa.
Orang harus menyukai rekan mereka.
Kalau begitu, sampai ketemu besok.
Ya. Terima kasih.
Maaf.
Kau sudah diterima kerja disini?
Ya./ Baguslah.
Kenapa kau begini padaku?
Begini apa?/ Apa?
Maksudnya, aku menghubungimu?
Atau tidak memberitahu namaku?
Atau soal mencarikanmu pekerjaan? Yang mana yang kaumaksud?
Yah... tiga-tiganya.
Bok Nam! Kirim pesanannya...
...sekarang juga./ Ya.
Kemarilah.
Kenapa?
Bukannya tadi kau bertanya padaku?
Kau ini kenapa?
Aku disuruh kirim pesanan.
Naiklah. Nanti kujawab pertanyaanmu, kalau kita sudah sampai.
Serius?/ Iya, naiklah dulu.
Aku ini sibuk, tahu.
Kimchi-nya enak sekali tadi.
Kita harus sering-sering makan siang di luar kantor.
Biar sama seperti orang lain.
Itu 'kan istrinya Se Hee.
Santai saja.
Sekarang, jawablah. Kenapa kau melakukannya?
Ya menurutmu kenapa? Itu karena aku menyukaimu.
Aku?
Terus siapa lagi?
Ya, Pak Yoon. Ya.
Aku sudah dekat. Boleh aku datang sekarang?
Ya.
Sampai besok./ Hei.
Kurasa aku membuatmu jadi salah paham.
Pacar, memang aku tak punya...,
...tapi aku punya suami.
Pasti dia adiknya.
Mereka kelihatan mirip.
Apa maksudmu? 'Kan kita sudah pernah lihat adiknya di pesta pernikahan.
Terus kenapa?/ Apa?
Kalau kau punya suami, terus aku bisa apa.
Kalau kau punya suami, kau tak boleh punya pacar?
Dia bilang apa?
"Kalau kau punya suami, kau tak boleh punya pacar?"
Terus habis itu, kau bilang apa?
Tidak ada. Aku terlalu tertegun mau balas ucapan dia.
Anak-anak zaman sekarang memang begitu berani.
Berapa umurnya? 24?
Ya. 24 tahun.
Bisa-bisanya dia main-main denganku?
Soo Ji, bekerja keraslah menekuni pekerjaanmu.
Walau sulit, tetaplah bertahan.
Karena aku berhenti menjadi penulis, aku tak bisa apa-apa lagi.
Umurku sudah setengah jalan menjadi 60, tapi aku bekerja sama pria...
...yang lebih muda dari adikku sendiri, dan aku dikerjai sama dia.
Menurutku kau tak boleh bilang begitu sama aku yang...
...selalu dikerjai sama pria-pria tua tiap hari.
Maaf.
Ho Rang mana? Bukannya restoran tutup hari ini?
Dia lagi uring-uringan sekarang.
Kenapa?
Tapi kau mencintaiku.
Tentu saja. Kau tahu sendiri, aku mana bisa hidup tanpamu.
Tapi aku tidak tahu apa menikah itu sama halnya dengan mencintai.
Apa?/ Pernikahan itu soal merawat anak-anak...
...dan bertanggung jawab
Jadi mana bisa aku memikirkan soal pernikahan sekarang?
Cinta dan pernikahan...
...kurasa dua hal yang berbeda.
Sadarlah, Ho Rang.
Tidak ada waktu bagimu jadi seperti ini.
Siapa itu? Apa mereka lupa mengirim lobak kita?
Ada kok, ini.
Siapa?
Aku!
Ada apa? Kukira kau tidak bisa datang.
Rekomendasikanlah beberapa buku buatku.
Buku? Buat dibaca?
Kenapa kau butuh buku?
Buku macam apa?
Tentang reproduksi umat manusia dan kebutuhan akan pernikahan.
Kenapa? Apa ini soal Won Seok?
Kau tak apa?
Apa pikiranmu terasa mau meledak karena dengar alasan dia?
Tidak. Pikiranku jadi lebih jernih sekarang.
Apa? Dia mencintaiku, tapi dia tidak yakin soal pernikahan?
No comments yet. Be the first to leave one.