The first 200 lines.
"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
Tidak, sebaiknya aku mentraktirmu.
- Aku juga ingin menemuimu. - Aku akan segera ke sana.
Baik.
"Episode 52"
Kamu baik-baik saja?
Maaf, kamu terluka?
Suh Ra.
Kamu sungguh tidak berdaya.
- Apa? - Di mana akalmu?
Kamu selalu ceroboh seperti ini?
Maafkan aku. Kudengar putriku sakit,
jadi, aku amat cemas.
- Kamu baik-baik saja? - Tidak.
Baju yang kamu belikan kotor.
Siapa yang peduli soal baju?
Aku tidak masalah asalkan kamu tidak terluka.
Suh Ra!
Kamu terluka?
- Tidak, aku baik-baik saja. - Suh Ra.
Kurasa kamu tidak punya waktu untuk itu.
Bukankah kamu bilang putrimu sakit?
Ya.
Aku permisi.
Maaf telah membuat kehebohan.
Aku akan mengantarmu.
Tidak usah, aku bisa naik taksi.
Turuti saja ucapanku.
Ayo.
In Wook sungguh tidak bisa mengontrol diri, ya?
Dia terlalu berusaha.
Bagaimana keadaan Hae Sol?
Hei.
Dia tidak demam.
Sudah turun setelah ayah beri obat.
Kamu pasti ketakutan.
Ayah pasti kelelahan.
Seharusnya aku tidak menghadiri makan malam perusahaan.
Lagi pula kamu sudah setuju bekerja di sana,
jadi, kamu harus melakukan banyak hal bersama timmu.
Anak-anak biasa sakit. Begitulah mereka tumbuh.
Kamu juga begitu.
Kamu juga kesakitan.
Sungguh?
Benar. Kamu juga.
- Ayah. - Apa?
Kamu memerlukan sesuatu?
Bagaimana
aku bisa menjadi putri Ayah?
Kenapa tiba-tiba ingin tahu soal itu?
Sejujurnya, tadi aku hampir tertabrak motor
dan tiba-tiba aku teringat kenangan aneh.
Gadis kecil, kira-kira seusia Hae Sol,
mencari kakaknya dan tertabrak motor.
Hanya kenangan singkat.
Apa? Kamu ingat pernah tertabrak motor?
Hanya itu?
Kamu mengingat hal lain?
Tidak, itu hanya kenangan yang amat singkat.
Mari kita bicarakan nanti. Aku harus menidurkan Hae Sol.
Kamu pasti lelah.
Biarkan dia tidur di sini. Kamu tidur saja dengan nyenyak.
Sungguh?
- Terima kasih, Ayah. - Ya.
Menurutmu ingatan masa kecilnya sudah kembali?
Aku ragu.
Dia melupakannya selama 24 tahun.
Hei! Ayahmu berusaha mengirimku belajar ke luar negeri.
Kenapa kamu belum menghentikannya?
Tunggu.
Aku akan bicara dengannya saat waktunya tepat.
Urus sekarang juga!
Setelah aku mendapat visa, aku akan diseret ke Amerika.
Mi Ryung.
Kamu tidak menyadari tindakan gilamu hari ini?
Jika ingin tinggal di sini...
Tidak, jika ingin tinggal di dunia ini, jangan melawan ayahku.
Ayahku jauh lebih mengerikan
dari bayanganmu.
Politisi takut citranya tercoreng lebih dari apa pun.
Keahlianku adalah menghancurkan citra seseorang.
Itu sebabnya ayahmu menamparku.
Apa?
Aku sudah berkali-kali ditampar, itu tidak akan mengubah apa pun.
Jika kamu tidak menangani urusan sekolah ke luar negeri ini,
citra ayahmu akan hancur berkeping-keping.
Kakek ingat?
Apa? Ingat apa?
Kakek mengingat sesuatu
sejak hari Kakek pingsan?
Kakek ingat
apakah terjadi sesuatu
dia antara Kakek dan Ibu?
Tidak, kakek tidak tahu.
Kepala kakek sakit.
Kakek mau tidur. Keluarlah.
Kakek menyuruhmu keluar.
Astaga.
Astaga.
Ibu belum tidur?
Apa hubunganmu dengan wanita itu,
Ki Suh Ra?
Jangan bilang kamu memacarinya atau semacamnya.
Tidak.
Baguslah.
Tampaknya dia bukan wanita terhormat.
Hati-hati.
Kami tidak berpacaran.
Hanya aku yang menyukainya.
Apa?
Kamu sudah gila?
Untuk apa kamu menyukai janda beranak?
Ibu dengar mendiang suaminya mirip dengan Jae Wook.
Sadarlah
jika kamu tidak ingin kakekmu sakit lagi.
Dia wanita baik-baik.
Kakekku
tidak akan syok karena hal seperti itu.
Kakek jatuh sakit
karena hal lain.
- Apa maksudmu? - Siapa yang tahu?
Mungkin Kakek mengetahui sesuatu
yang seharusnya tidak dia ketahui,
Dia mengetahui sesuatu
yang seharusnya tidak dia ketahui?
Suh Ra, rumor itu benar?
Apa?
Buletin perusahaan membahasmu habis-habisan.
Apa maksudmu?
- Lihat ini. - Apa?
Kamu sungguh dikeluarkan dari sekolah
karena menyerang Hae Rim?
Ini jahat sekali.
Mereka bilang kamu gagal menggoda Pak Kang Jae Wook,
jadi, kini kamu menggoda Pak Kang In Wook.
Teganya mereka mengatakan ini.
Sudah cukup.
Aku harus menemukan orang
yang menerbitkan berita murahan ini.
Hae Rim. Kita harus bicara.
Apa? Ada sesuatu yang tidak bisa kamu sampaikan di kantor?
Bukankah kamu?
Tulisan itu. Bukankah kamu yang menerbitkannya?
Aku mengerti alasanmu mencurigaiku.
Aku pernah menjadi korban, jadi, aku amat paham.
Suh Ra.
Pikirmu aku ingin menyebarkan rumor seperti itu?
Apa yang bisa kudapat
dari masa lalumu yang menyedihkan?
Untuk apa aku pamer karena diserang anak SMA?
Untuk apa aku memberitahukan itu kepada orang-orang?
Melihat keadaannya,
jika masih punya rasa malu.
kamu harus berhenti mengganggu In Wook
dan meninggalkan perusahaan sekarang juga.
Bukankah itu hal terbijak yang bisa kamu lakukan
demi In Wook, yang menyukaimu?
Jangan dipikirkan.
Aku tidak peduli,
jadi, kamu juga tidak usah memedulikannya.
Jangan biarkan rumor itu memengaruhimu.
Maafkan aku. Kamu terseret ke dalam rumor aneh
karena aku.
Ya, itu memang aneh,
- tapi tidak sepenuhnya bohong. - Apa?
Mereka membalikkannya.
Bukan kamu yang menggodaku, tapi kebalikannya.
Rumor itu bermula karena aku.
Aku akan bertanggung jawab atas akibatnya nanti.
Aku akan memastikan kamu tidak akan terluka.
Aku berjanji.
In Wook.
"Ki Suh Ra menyerang Jin Hae Rim dan dikeluarkan dari sekolahnya"
Kamu sibuk?
Kamu fokus membaca apa?
Kamu menerbitkan tulisan ini?
Apa?
Ini tidak perlu.
Kenapa kamu membuang energimu untuk orang seperti dia?
Dia bilang aku yang menerbitkannya?
Siapa lagi yang tahu detail kejadiannya?
Jae Wook. Teganya kamu bilang begitu.
Teganya kamu memihak dia di hadapanku,
tunanganmu?
Jadi, rumornya benar? Dia sungguh mengincarmu
dan kamu tergoda sesaat olehnya?
Kamu hampir tidak sadar
dan mengingat kenyataan? Begitu?
Jangan konyol.
Ya, aku juga ingin bilang begitu.
Minta maaf karena telah menuduhku
menerbitkan tulisan itu dan pastikan aku memaafkanmu
saat hari berakhir.
Kunci jjamppongnya adalah kuahnya.
Akankah jjamppong tanpa kuah sukses?
Orang berpendapat jjamppong harus pedas,
tapi jjamppong biasa mematahkan anggapan itu dan laris.
Aku yakin ada pelanggan yang akan menyukainya.
Benar. Bukan berarti mi dingin tidak laris
No comments yet. Be the first to leave one.