The first 200 lines.
Sebelumnya di "Why Women Kill"...
Dia diusir dari rumah ketiganya karena ibu asuhnya menuduh Irene menggoda suaminya.
Seminggu kemudian, rumah itu terbakar hangus.
Kau melakukannya./ Jangan percayai perkataannya!
Jade, awas!
Sebelum dia dibius, dia menulis catatan ini.
REHABILITASI
Katanya ini penting.
Apa kau yang bicara dengannya?/ Tidak.
Taylor menjengukku di penjara.
Kali ini kau benar-benar merugikanku!
Keanggotaan klub kalian telah ditolak.
Karena aku sakit.
Ternyata kau.
Kau menggoda putraku.
Pikirmu aku akan puas hanya dengan mengusirmu dari klub janapada?
Aku baru saja mulai, Jalang.
Ayah selalu bilang bahwa Ibu selalu ingin membalas dendam.
Aku masih ibumu.
Tidak, mulai sekarang, Ibu hanya seorang wanita yang pernah kukenal.
Kau mau berangkat?/ Belum.
Aku sedang menunggu seseorang.
Suamiku sering mengancamku dengan pistol yang terisi peluru...
...di meja samping ranjangnya.
Putri kami meninggal karenaku.
Akulah yang bertanggung jawab.
Kali terakhir aku tidur dengan suamimu...
...adalah saat anakmu meninggal
Selagi kau masuk lewat pintu depan, aku lari lewat samping rumah.
Apa Rob tahu kau membiarkan gerbangnya terbuka?
Aku meneleponnya malam itu dan memberitahunya.
Ada yang bisa kubantu?
Aku ingin membeli pistol.
Bagaimana menurut kalian?
Ini mengagumkan. Berapa luasnya?
464,515 meter persegi.
Kurang lebih.
Ada empat kamar tidur luas di atas.
Kalian punya anak?
Kami pernah punya seorang anak.
Namanya Emily.
Pernah?
Boleh permisi sebentar?
Kau harus berhenti mengatakan putri kita telah meninggal kepada orang lain.
Dia bertanya.
Sudah setahun lamanya.
Bagaimana kita akan melanjutkan hidup jika kita terus membahas apa yang terjadi?
Aku pun tak mengerti kenapa kita di sini.
Rumah yang kita tinggali baik-baik saja.
Rumah itu memiliki terlalu banyak kenangan.
Kita perlu awal yang baru.
Maksudku, ini untuk kebaikan kita.
Tidakkah kau ingin merasakan kebahagiaan lagi?
Tentu saja aku ingin.
Kalau begitu, izinkan aku membeli rumah ini.
Jika kau izinkan, akan kuhabiskan waktu setiap hari...
...dengan berusaha membuatmu tersenyum lagi.
Orang yang kucintai.
Kurasa di sini kita akan bahagia.
Tentu saja.
Sekarang, di mana senyuman yang kusuka itu?
Kemarin aku beli pistol.
Apa?
Aku memesan janji temu dengan dokter kankerku...
...dan aku menemukan toko senjata yang mengagumkan.
Dan aku membeli revolver kecil ini.
Kenapa kita perlu pistol?
Banyak terjadi perampokan di lingkungan ini.
Ny. Betz yang rumahnya di pojok?
Seorang pencuri memecahkan kaca jendelanya, menerobos masuk...
...dan mencuri tas jinjing barunya yang ditaruh di atas meja.
Pernahkah aku bertemu dengannya?/ Bagaimanapun juga, aku merasa tak aman.
Jadi kubeli pistol ini dan kusimpan di sini.
Pelurunya sudah kuisi.
Pistolnya kau isi peluru?
Jika ada yang menyerang kita...
...kurasa kita tak mau buang-buang waktu untuk mencari peluru, 'kan?
Ini lingkungan yang aman.
Takkan ada yang terjadi pada kita.
Takkan pernah ada yang tahu.
Jadi, bagaimana menurut kalian?
Kau tak salah membawa kami kemari.
Begitu banyak kemungkinan.
Ya, penataan lantainya bagus, namun, warna dindingnya...
Sebelum kita berlanjut, hukum negara mewajibkanku...
...untuk menjelaskan bahwa ada pembunuhan yang pernah terjadi di sini.
Ada yang terbunuh di rumah ini?
Apa itu penata dekorasinya?
Simone!
Naomi!
Aku melihat mobilmu terparkir.
Katakanlah kalian akan membeli rumah ini.
Rumahku hanya sejauh satu blok.
Kita akan bertetangga.
Karl, ini temanku Naomi dari klub janapada.
Kau pasti pacar baru yang selalu kudengar kabarnya.
Bukan hanya pacar.
Aku telah naik pangkat.
Hentikan.
Kalian sudah bertunangan?
Kini kau memang perlu rumah yang lebih besar.
Lalu anak tampan ini siapa?/ Tommy.
Ini putraku Tommy.
Tommy, ini Simone.
Kau cantik.
Anak-anak selalu mengatakan hal manis.
Sudahlah, Nak. Dia sudah punya teman bicara.
Oh, Simone, tolong katakan kau akan beli rumah ini.
Aku rela membunuh untuk membuatmu tinggal di sini.
Itu akan seru, bukan?
Dekat dengan sahabatku.
Simone!
Kau baik-baik saja?
Astaga.
Apa yang terjadi?
Ibuku berusaha membunuhmu.
Apa?
Astaga, apa dia selamat?
Tommy.
Tolong panggil dokter!
Baiklah./ Dan juga polisi!
Jadi, bagaimana menurut kalian?
Aku menyukainya. Menurutku, ayo kita beli.
Apa?/ Aku ingin membeli rumah ini.
Boleh aku bicara sebentar dengan suamiku?
Silakan.
Apa?/ Hei, apa kau sudah gila?
Apa kau... Tidakkah kau lihat kolam itu?
Dapur itu pun sangat luas.
Ya, dan perlu diubah modelnya. Kita tak mampu membayarnya.
Jangan cemaskan masalah uang, ya?
Karierku sedang menanjak.
Ulasan "Jenny from Yesterday" akan segera melambung.
Ya, aku tahu, tapi tetap saja berisiko.
Berisiko?
Kau dengar ucapanmu?
Kau tahu kau terdengar seperti siapa?
Siapa?/ Aku...
...saat kita membahas untuk melakukan pernikahan terbuka?
Baiklah, itu berbeda./ Tidak. Waktu itu aku gugup.
Aku tak yakin apa itu akan berjalan lancar, tapi kau meyakinkanku.
Dan bagaimana hidup kita akan jauh lebih menyenangkan saat menjalaninya.
Sekarang pikirkanlah akan betapa lebih menyenangkannya lagi...
...dengan dapur yang di sana itu, 'kan?
Sayang, kau masih pilek?
Tak apa. Aku baik-baik saja.
Taylor, percaya saja padaku.
Baik? Percayalah padaku.
Aku berjanji takkan pernah mengecewakanmu.
Pelan-pelan.
Semuanya terasa sakit.
Ini untuk sedikit meredakan rasa sakitnya.
Aku mampir ke rumah. Seluruh barang-barang Jade lenyap.
Cepat sekali.
Ya. Dia tahu kita mengejarnya.
Dia takkan berani dekat-dekat dan menunggu polisi muncul.
Omong-omong soal rumah, kubawakan sesuatu untukmu.
Kartu bisnis?/ Ya.
Untuk Makelar Lamar.
Jika kau tak keberatan, aku ingin menjual rumah itu.
Sungguh?
Ya, rasanya tiap kesalahan yang terjadi ujung-ujungnya bersumber...
...dari saat aku membujukmu untuk membeli rumah itu.
Tanpa rumah itu, kita takkan bertemu Jade.
Tanpa Jade, aku takkan mengonsumsi lagi.
Maksudku, rasa tertekan kita akan berkurang.
Pembayaran hipoteknya juga.
Coba lihat senyum itu.
Baiklah. Kita pilih penurunan macam apa?
Rumah perkotaan? Kondominium?
Persetan. Kita beli ladang saja.
Kita dirikan tenda.
Aku suka itu.
Tenda di ladang. Hidup kita bagai mimpi.
Dan hal terbaik saat kita pindah, Jade takkan menemukan kita.
Menurutmu dia pergi ke mana?
Entahlah.
Kita berharap saja sekarang dia berada di tempat yang sangat jauh.
Siapa Duke?
Kakekku.
Pemberian Nenek Sue saat ulang tahun pernikahan mereka.
Kakek selalu memakainya, tapi dia selalu menjaganya.
Kakek selalu bilang...
"Saat aku bertemu Susie, waktu seakan-akan berhenti."
Manis.
Kubayar 35.
Ratus?/ Bukan. Dolar.
Harganya jauh lebih mahal daripada itu.
Mungkin benar dari segi sentimental.
Dari segi uang, harganya 35 dolar.
Aku perlu lebih dari itu./ Baiklah.
Kutambah lima dolar untuk cerita tadi.
Dan karena aku suka wajahmu.
Bagaimana kalau seribu?
Aku tak begitu suka wajahmu.
Baiklah, ratusan dolar.
Sayang, kubilang.../ Kumohon.
Kau tak mengerti apa yang kulalui belakangan ini.
Aku telah kehilangan segalanya, aku hanya perlu...
Kau perlu berhenti menangis.
No comments yet. Be the first to leave one.