Release info

The Story of Ming Lan E68-70
A Commentary by Bapogot
Bapogot download videonya disini: https://ouo.io/eJ96u1

Tags

other
Published on: 2019-09-21
Downloads: 35
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

The Story of Minglan

Nyonya besar, kamu tidak tahu.

Pada saat saya melahirkan dia,

posisi janin miring dan susah dilahirkan.

Setelah sakit 3 hari,

nyawa bayi ini baru dapat ditolong.

Sekarang Tuan Gu,

membunuh dia begitu saja dengan sebuah pedang.

Saya tidak akan,

tidak akan bisa bertemu dia lagi.

Nyonya besar,

setengah tubuh saya sudah terkubur di dalam tanah kuning.

Saya sangat ingin,

ingin menggantikan dia mati.

Saya adalah orang yang tidak memiliki jodoh dengan anak.

Kamu lebih baik daripada aku.

3 anak saya, tidak ada satu pun yang dapat kupertahankan.

Kamu masih beruntung memiliki 2 anak,

Semua orang bilang anak adalah hutang di masa lalu.

Buddha mengatakan ada keinginan pasti ada kesedihan.

Anak sudah meninggal,

Kita masih harus tetap hidup.

Kamu,

Ketika masih gadis, kamu di rumah merupakan

anak yang tidak bisa berpikiran terbuka

Sudahlah, cepat berdiri.

Kita berdua wanita tua yang kesepian,

duduk bersama sambil mengobrol.

Silahkan berdiri.

Perlahan-lahan.

Nyonya tua sudah sangat lelah berbicara.

Anda cobalah ini.

Nyonya besar sendiri yang meracik

arak bunga persik.

Sudah merepotkan kasim.

Tuan Wang,

kenapa kamu masih berlutut?

Ayo berdiri.

Terima kasih Ibu Suri.

Coba lihat betapa beruntungnya kamu,

masih ada anak laki-laki.

Saya sama sekali tidak mempunyai anak lagi.

Kamu lebih beruntung daripada aku,

masih memiliki putra kandung.

Beruntung sekali!

Putra saya tidak hebat dalam belajar.

Bagaimana bisa dibandingkan dengan raja?

Raja adalah anak Tuhan.

Beliau yang memberikan kebahagiaan kepada rakyat.

Lihat lihat

Kenapa berlutut lagi?

Kita berdua wanita tua yang kesepian,

sudah melewati beberapa dinasti,

hanya bisa mengobrol hal yang tidak penting.

Sudah tua.

Masih kembali ke masalah anak-anak.

Dari istana sampai rakyat biasa,

ngomong sana sini,

juga masih berkaitan dengan masalah ini.

Ayo cepat berdiri.

Iya.

Iya.

Kamu tadi

membahas tentang Tuan Gu yang membunuh putrimu.

Saya juga melihat dia tumbuh dewasa,

Manusia, kecerdasan masih bagus,

hanya saja terlalu muda,

kurang berpengalaman.

Terlalu sembrono.

Sebenarnya tadi saya dengar

Perintah raja,

Dia juga menolaknya.

Dia hanya di rumah sambil menjaga anak.

Dia

Dia berani sekali,

Saya memotong berlebihan.

Nyonya besar juga tidak bisa berbuat apa-apa.

Sumbu api harus dipotong jika sudah panjang.

Jika kamu sudah memotongnya,

api akan menyala lebih lama.

Antar tamu.

Tuan Wang, silahkan.

Ibu, sini.

Buatkan 2 mangkuk mi.

Bawakan 2 mangkuk mi.

Baik.

Nyonya tua, rebus mi.

Setiap masalah besar butuh kestabilan.

Masalah banyak dan makanan sedikit,

bukanlah simbol panjang umur.

Makan! Habis makan kita baru bahas masalah itu.

Ibu, Nyonya besar dia...

Kamu lihat lampu minyak ini.

Ayahmu sudah meninggal berpuluh tahun.

Tidak ada lagi yang memperhatikan ketika orang sudah meninggal.

Keluarga Wang kita seperti lampu ini,

segera padam.

Ibu ngomong apa sih?

Saya meskipun tidak berusaha keras,

membuat keluarga ayah kehilangan muka,

tetapi perubahan karir pejabat di istana.

Saya masih punya harga diri.

Kamu sendiri coba lihat lagi lampu ini.

Depan mata kita masih terang.

Tapi dalam sekejap,

Selain itu masih ada apa lagi?

Jikalau ayahmu masih ada di dunia ini,

Meskipun adikmu

memiliki sepuluh dosa.

Mereka yang bermarga Sheng dan Gu,

berani menampilkan ekspresi wajah mereka?

Saya bukan hanya melindungi adikmu,

Saya juga menjaga muka keluarga Wang.

Ibu, ini, tapi ini adalah...

Ayah saya berasal dari desa yang terpencil,

mempertaruhkan nyawa berjuang,

Keluarga Wang tidak mudah.

Sekarang,

Banyak yang menjadi pejabat dengan sedikit kekayaan.

Kenapa kita harus pergi ke tengah api untuk mengambil buah kastanye?

Orang tua sayang anak,

Mereka sudah mengatur semuanya demi masa depan anak.

Ayahmu dan saya dari tempat terpencil.

Demi kalian berusaha mendapatkan

sebuah tempat yang terang benderang.

Jadi meskipun kamu bukan seorang

anak yang bertalenta,

juga dapat berada di kawasan pejabat sampai hari ini.

Tetapi kamu demi anakmu,

telah memperjuangkan apa?

Ini ini.

Tuan bekerja keras mencari nafkah, tapi harta digunakan berfoya-foya oleh anak cucu.

Sekarang kamu merupakan Tuan Wang.

Masalah yang begini besar,

Kamu berpikir dengan teliti.

Ambillah keputusan.

Tidak peduli kamu memilih apa,

Saya jadi ibu

tetap menurutimu.

Tahta kerajaan sekarang diberikan oleh raja sebelumnya.

Putra dari raja sebelumnya,

meneruskan kerajaan.

Tapi raja

Dengar-dengar Gu Tingye dan semua grup pemberontak

sudah bersiap-siap untuk perang.

Dia tidak menuruti kemauan raja sebelumnya,

melanggar iman dan berbuat dosa.

Dia memanggil Raja Shu ayah

dan juga memanggil raja sebelumnya ayah.

Bagaimana ada satu anak memiliki dua ayah di dunia ini?

Raja yang murah hati,

Sayangnya di sekitarnya banyak pejabat pemberontak.

Susah untuk maju.

Tuan Gu sudah pergi ke ruang perpustakaan.

Dia bilang dia akan menunggu Tuan di sana.

Apakah ada bilang kenapa?

Tidak ada.

Tapi wajahnya terlihat

pucat.

Mungkin banyak masalah datang.

Yuanruo.

Jikalau Tuan Gu datang untuk bertanya,

Saya hanya ada satu kalimat,

Saya membawa orang hanya untuk memadamkan api.

Tidak ada maksud lain.

Saya membuat keputusan sendiri terhadap masalah ini.

Kita juga termasuk saudara.

Saya... Saya tidak bisa membiarkan kalian mati begitu saja.

Kamu tertawa apa?

Saya bukan membawa pasukan memaksa bertanya kepada Anda.

Yuanruo kenapa harus

begitu gugup?

Kalau begitu kenapa

kamu kemari?

Yuanruo tidak peduli dengan bahaya kemarin malam.

Lalu memberikan uluran tangan,

Saya mewakili keluarga saya datang ke sini untuk berterima kasih.

Ini

Saya juga tidak membantu apa-apa.

Silahkan.

Sebelum pulang,

Hati saya gelisah.

Jikalau saya tidak sempat,

saya takut ibu dan anak meninggal dunia.

Setelah itu saya mendengar pembantu rumah mengatakan,

Tuan pemerintah negara Qi,

membawa orang memadamkan api.

Yuanruo,

Hati saya ini,

baru bisa tenang.

Ini adalah inisiatif saya sendiri.

Yang penting Tuan tidak keberatan.

Bagaimana saya bisa keberatan?

Yuanruo merupakan Tuan yang tulus.

Saya Gu berterima kasih saja tidak cukup.

Masalah kecil, tidak apa-apa.

Ini

Masa lalu

sudah berlalu.

Semua adalah salah paham, saya juga ada salah.

More Indonesian subtitles for The Story of Ming Lan

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left