The first 200 lines.
"Drama ini berdasarkan kejadian nyata"
"Peristiwa, nama, dan tempat telah diubah untuk drama ini"
Apa?
Apa mereka baru saja mengusirku?
Mereka menganggapku apa?
- Astaga. - Tidak ada yang bisa kukatakan.
Enyahlah!
Ayah.
Hei.
Kenapa kamu membawanya ke sini?
Dia memaksaku kemari karena ingin menemui Ayah.
Young Jun. Datanglah ke ayah.
Tidak apa-apa, ayah tidak marah.
Tidak apa-apa. Kemarilah.
Dia juga tidak akan ke sekolah besok.
Kita pindah ke mana kali ini?
Berapa lama kita harus terus berlari?
Maaf, aku juga lelah.
Kami menikah setelah berkencan selama setahun
setelah dia dipenjara sepuluh tahun.
Putraku baru kelas satu,
tapi sudah pindah dua kali.
Apa ada masalah?
Kamu bilang kamu melarikan diri.
Orang tua tidak mau dia di sana
karena dia putra seorang pembunuh.
Jadi, dia tidak punya teman.
Putraku cerdas, jadi, dia tahu
siapa yang menyukai atau membencinya.
Jadi, dia tidak suka bersekolah.
Terima kasih.
Terima kasih.
Ibu kenyang, jadi, makanlah semuanya, ya?
Dia bukan pelaku pelecehan seksual.
Bagaimana orang-orang tahu tentang hukumannya?
Ada orang-orang yang sengaja menyebarkan rumor.
Apa salah anak itu?
Ada apa, Young Jun?
Apa? Apa ini?
Paman.
Makanlah itu denganku.
Ayahku bilang aku harus berbagi makanan enak dengan teman-teman.
Jangan pergi, Ibu...
Jangan menangis.
Sampai jumpa.
Tolong jangan pergi...
Ibu...
Ibu...
Bagaimana dengan anak itu?
- Dia pasti tinggal di sini juga. - Ibu...
Cari ayahnya.
Bukankah mayat itu ayahnya?
Dia sudah bercerai.
Dia kekasihnya.
Ibu...
Boleh aku minta segigit?
Tidak!
Menjauhlah dari kami!
Ibumu membunuh seseorang, bukan?
Enyahlah, Sam Soo.
Kamu mau makan?
Ayo.
- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
Aku pulang.
Sam Soo. Tidak ada orang di rumah, bukan? Makanlah di sini.
Baiklah. Mari makan.
Makanlah.
Pelan-pelan. Kamu akan sakit.
Astaga.
Aku memberi makan Sam Soo.
Berhentilah minum, dan pulanglah lebih awal.
Kudengar kamu mengirim Sam Soo ke panti asuhan.
Benarkah?
Jika tidak?
- Siapa yang akan membesarkannya? - Desa bisa membesarkannya!
Tinggal atur meja dengan tambahan satu orang dan berbagi makanan.
Jangan berani mengirimnya ke panti asuhan.
Aku akan mengusirmu dari desa.
Aku tidak akan membiarkanmu pergi ke Pohang!
Dia sangat menyebalkan.
Kasihan.
Begini...
Tapi aku makan banyak.
Kamu yakin tidak akan menyesal?
Makanlah denganku.
Aku akan makan semuanya.
Benarkah?
Baiklah. Haruskah aku makan?
Aku tidak boleh terus mendapat makanan gratis saat selidiki berita.
Tapi sekarang, aku mendapat makanan gratis dari seorang anak.
Baiklah.
"Pengacara Park Tae Yong"
Kenapa kamu memanggilku kemari selarut ini?
Kamu akan mengantarku pulang?
Apa yang kamu rasakan saat kita membaca ini?
Begini... Rasa tekad sebagai reporter untuk bekerja dengan baik.
Apa yang kamu lihat di Osung?
Begini... Petunjuk untuk menyelesaikan kasus ini?
Kamu juga merasakannya, bukan? Saat kamu melihatnya.
Berdasarkan ini, Kim Du Shik adalah pembunuhnya.
Kamu sudah kehilangan keahlianmu.
Bagaimana mungkin Kim Du Shik pembunuhnya?
Prasangka bahwa dia seorang gangster...
Aku tidak peduli dia gangster atau bukan. Maksudku berkas ini.
Jika kamu menggabungkan
naluri kebinatanganku dan apa yang kulihat di TKP...
Pisaunya sesuai dengan luka di tubuh korban.
Darah Kim Du Shik ditemukan di ujung pisau.
Kenapa kamu terus menyanggah ucapanku?
Tentu saja ada darah korban di pisaunya!
Kenapa Kim Du Shik ada di sana?
Bukankah itu aneh?
Apa?
Berhenti!
Tidak.
Dia menusuknya 17 kali.
Tulang rusuk korban hancur.
Wajar jika pisaunya lepas dari tangan pembunuh dan menyayatnya.
Itu bukti yang jelas. Sejelas darah korban.
10 September 2002.
Kim Du Shik kembali setelah melakukan pengantaran malam itu.
Dia terlibat perkelahian
dengan sopir truk Lee Min Hyung di jalanan.
Hei, kamu! Kamu mau mati?
Perhatikan jalanmu!
Hei, kamu! Kenapa kamu meremehkanku?
Anak kurang ajar.
Apa orang tuamu tidak mengajarimu sopan santun?
Apa? Apa katamu?
Kenapa kamu...
Hei!
Itu menjelaskan kenapa pintu truk terbuka.
Kim Du Shik menyesalinya di sidang kedua dan meminta maaf.
Berdasarkan berkas itu, tersangka muncul tiga tahun kemudian,
jadi, Detektif Han Sung Man berusaha menyelidiki ulang.
Dia dibebaskan!
Kamu bilang melihat apa yang tidak terlihat.
Kamu bahkan tidak bisa melihat apa yang terlihat.
Lihat.
Lihat. Tertulis di sini.
Jika Kim Du Shik pembunuhnya,
kenapa pintu samping penumpang terbuka?
"Foto TKP"
Sial.
Siapa yang membuat kekacauan di sini?
Dengarkan aku.
Malam itu hujan. Gerimis.
Kamu sudah tahu itu.
Pembunuh membawa pisau dapur dari rumahnya
dan terus berjalan di jalan gelap.
Dia berjalan selangkah demi selangkah dalam hujan.
Lalu, dengan pisau...
Kamu berubah dari penulis berita menjadi penulis fiksi?
Begini... Jadi...
Sial.
Pokoknya, pembunuhnya
ada di kursi penumpang.
Lihat. Dia kabur lewat pintu itu!
Saat itulah sepeda motor Kim Du Shik mendekat.
Dengan lampu depan yang menyilaukan.
Tepat di wajah si pembunuh.
Kenapa ada yang naik truk selarut ini?
Ini bukan taksi.
Itulah
yang akan kita ketahui.
Astaga, aku harus mulai dari awal.
Pak Park, mari kita ambil kasus Pak Oh Jae Duk.
Bukankah kasus Osung juga menarik?
Putusan yang salah dari 10 juri, termasuk orang-orang Mahkamah Agung.
Bahkan ada lebih banyak jaksa dan polisi yang terlibat.
Jangan lupa, terdakwa dipenjara sepuluh tahun tanpa alasan.
Pikirkan berapa banyak kompensasi yang akan dia terima.
Apa ini masih soal uang?
Seperti yang kubilang, kita harus melihat jangka panjang.
Kamu pikir ini soal uang?
Kasus ini akan membuat publik menentang kita.
Anggap saja Kim Du Shik dijebak.
Setelah dibebaskan, dia mencari nafkah
dengan menghancurkan gedung orang lain.
Dia sudah tidak seperti itu.
Kamu tidak pernah melakukan kesalahan dalam hidupmu?
Kita melawan Jo Ki Soo dan Kang Chul Woo.
Jika kita terlibat dengan orang sekasar Kim Du Shik,
menurutmu apa yang akan dikatakan publik?
Ada banyak korban tidak berdosa di luar sana.
Kita bisa bekerja sama selama sisa hidup kita membantu mereka.
"Tidak berdosa"? Sadarlah.
Apa menurutmu
hanya orang baik dan tidak berdosa yang diperlakukan tidak adil?
Apa hukum hanya berlaku untuk orang-orang itu?
Aku hanya mencoba mengatakan sesuatu.
Contohnya kasus Samjung!
Lee Cheol Gyu mendapat masalah seumur hidupnya,
tapi dia melangkah maju dan memperbaiki keadaan.
Karena dialah kamu dipuji sekarang.
Kamu mau ke mana? Aku akan mengantarmu.
Kim Du Shik memiliki putra berusia delapan tahun.
dan dia tidak bisa sekolah karena dicap sebagai anak pembunuh.
Kamu pikir kekerasan itu berakhir di sekolah?
Kenapa kamu kesal sekali?
No comments yet. Be the first to leave one.