The first 200 lines.
Sebutkan namamu, Berengsek!
Ayah?
Apa?
Ayah!
Namaku James.
- A... - Aku...
Aku... Maafkan aku!
Tunggu. Perhatikan langkah Ayah.
Ayah? Ayah!
Ayah, hati-hati melangkah!
James.
Ada apa?
Ada kreditur.
Kenapa lari dariku?
Astaga, James.
Astaga, Ayah. Aku harus menelepon 911.
Tidak, tidak seserius itu.
James.
Dia hanya penyewa. Tidak apa-apa.
James? James?
- Maksud Paman, dia... - Kamu pasti terkejut.
Ceritanya panjang.
Entah bagaimana kami mengurusnya.
Dia hilang ingatan dalam sebuah kecelakaan.
Dia hampir tidak ingat namanya.
Dia James.
Apa?
Kamu pria tampan di foto itu.
Kurasa aku cukup mengejutkanmu.
Maaf soal itu.
Ini pasti mimpi.
Paman. Aku sedang bermimpi, bukan?
Tidak. Ini kenyataan.
Ini mimpi.
Kenapa aku bermimpi aneh?
Aku harus bangun!
- Baiklah. - Jae Hee.
Apa kepalanya terluka
sepertiku?
"Episode 13"
Ini pasti mimpi.
Aku sangat membenci Ayah sampai bermimpi tentang dia.
Aku harus terbangun dari mimpi itu sekarang.
Bangun.
Astaga, Paman.
Itu mimpi.
Kurasa aku hanya tertidur.
Itu mimpi buruk.
Aku harus bekerja sekarang.
Aku kemari untuk mengambil dokumenku.
Jadi, aku pulang...
Kalau begitu, ini...
Benar, Jae Hee. Ini bukan mimpi.
Astaga, James.
Astaga.
Jae Hee, kamu tampak sangat tercengang.
Kamu tidak sepenakut ini.
Kurasa itu karena dia menemukanku di lemari pakaiannya.
- Apa? Lemarinya? - Ya.
Astaga, James.
Apa yang kamu lakukan di sana?
Maafkan aku.
- Bagus. - Kerja bagus.
Bagus. Terima kasih atas kerja keras kalian.
Terima kasih.
Bit Chae Woon.
Kamu luar biasa. Itu yang terbaik.
Terima kasih, Bu Kim.
Permisi.
Bu Kim.
Astaga. Sun Jeong, kamu di sini.
Kursimu kosong, jadi, kupikir kamu tidak datang.
Aku agak terlambat.
Terima kasih banyak sudah datang.
Kamu menikmati acaranya?
Ibu.
Aku tidak tahu Ibu datang.
"Ibu"?
Bu Kim, ini ibuku.
Bu, ini Bu Kim.
CEO yang kucintai.
Begini...
Apa Bit Chae Woon
anakmu, Sun Jeong?
Apa?
Aku juga baru tahu.
Bahwa kamu atasan Chae Woon.
Astaga.
Ibu mengenal Bu Kim?
Ya. Ibu sudah lama mengenalnya.
Aku tidak percaya ini.
Jadi, Sun Jeong, apa Bit Chae Woon sungguh putrimu?
Astaga.
Mungkin itu sebabnya aku sangat menyukai Bit Chae Woon.
- Ini luar biasa, bukan? - Ya.
Bu Kim.
Seo A. Sun Jeong datang.
Halo.
Terima kasih sudah membantu kami dengan pesta kemarin.
Dengan senang hati.
Jadi, Sun Jeong...
Maksudku, Bit Chae Woon...
Tidak.
Kurasa aku tercengang sekarang. Aku hampir tidak bisa bicara.
Nona Jang, dia...
Aku ibu Chae Woon.
Aku mengetahuinya saat ke rumahmu tempo hari.
Tapi aku tidak sanggup mengatakannya.
Aku sangat terkejut.
Benar.
Kamu pasti juga terkejut.
Bu Lee cukup berani.
Kenapa dia melakukan hal yang sangat drastis?
Kurasa aku harus merevisi rencanaku.
Chae Woon.
Kamu pasti terkejut dengan apa yang baru saja terjadi.
Saat ibu bekerja untuk pesta di Yeonhui-dong,
ibu bertemu dengan Bu Kim di sana.
Saat dahulu ibu bekerja sebagai pembantu,
dia tetangga ibu.
Begitu rupanya. Itulah yang kupikirkan.
Dan dia meminta ibu membantunya dengan pesta di rumahnya,
jadi, ibu pergi ke rumahnya sekali.
Astaga.
Jadi, Ibu bertemu dengan Jang Seo A di sana hari itu.
Bagaimana Ibu menyembunyikannya dariku?
Ibu tahu aku akan marah.
Ibu pasti frustrasi.
Ibu tidak andal berbohong.
Apa posisi ibu sekarang
membuatmu tidak nyaman?
Ibu masih memperlakukan Bu Kim seperti bos ibu.
Tidak. Sama sekali tidak.
Ibu memperlakukannya seperti itu karena kebiasaan.
Ibu tidak bisa mulai memanggil namanya setelah bertahun-tahun.
Aku hanya kasihan kepada Ibu.
Ibu pasti kesulitan saat masih muda.
Ayo.
Min Seok. Kakak sudah selesai mencatat.
Baiklah. Kakak akan mengingatnya.
Astaga. Kalau begitu, boleh kakak percepat pembukaan toko kakak?
Ya. Tunjukkan kepada mereka
betapa bertekadnya Kakak kemarin, jadi, semua berjalan lancar.
Itu bagus. Begitu rupanya.
Tentu. Astaga.
Sial.
Nomor yang Anda tuju tidak aktif.
Di mana Min Jae? Dia tidak menjawab teleponku.
Tadi kamu bilang melihat Min Jae.
Ya. Di depan kantor.
Kalau begitu, aku harus pergi.
Ada pekerjaan yang harus kuselesaikan.
Direktur Jang.
Sun Jeong.
Aku tahu ini mendadak dan agak terlambat,
tapi aku ingin meminta maaf.
Atas kejadian yang menimpa Bit Chae Woon saat SMP.
Seo A.
Aku yakin Anda sudah dengar dari Bit Chae Woon.
Maafkan aku.
Seo A masih muda dan belum dewasa saat itu.
Maafkan aku, Sun Jeong.
Kami sudah meminta maaf kepada Bit Chae Woon.
Aku sungguh minta maaf.
Aku tidak melakukan kesalahan!
Diam saja.
Maafkan aku.
Chae Woon melalui
masa yang sangat sulit saat itu,
tapi dia melewati semua kesulitan dengan berani.
Aku tahu. Kamu membesarkan putrimu dengan baik.
Itu tidak benar.
Aku tidak melakukan apa pun untuknya.
Chae Woon
putri yang terlalu baik untukku.
Aku tidak pantas mendapatkan putri seperti dia.
Omong-omong, semuanya sudah beres.
Aku senang semuanya lancar.
Tolong jaga Chae Woon dengan baik.
Baiklah.
Kalau begitu, aku akan pergi.
Baiklah. Dan cobalah mencari Min Jae.
Baiklah.
Kenapa Ibu membahas itu padahal semuanya sudah berakhir?
Siapa ini?
Kenalan ibu yang memberikannya.
Lantas, foto itu
pasti dari dia.
Kenapa Ibu sangat menghargai foto itu?
Itu bahkan bukan putrinya.
Seo A agak mudah marah, bukan? Itu karena dia sepertiku.
Sama sekali tidak. Kamu baik sekali, Bu Kim.
Ayolah. Sudah kubilang panggil aku Jung Won.
Omong-omong,
Bit Chae Woon dan Seo A-ku adalah
teman sekolah.
Saat itu,
kamu belum menikah.
Ada apa? Kamu baik-baik saja? Ini.
- Ini. - Maafkan aku.
No comments yet. Be the first to leave one.