The first 182 lines.
Setelah pertemuan bagai mimpi dengan sang gadis kuil Adik,
Jurota terbangun di siang hari oleh suara tonggeret di suasana musim panas awal.
Di sisi bantal tergeletak papan kayu baru yang belum pernah dia lihat sebelumnya.
Mungkin dibuat tergesa-gesa,
aksara yang kasar seperti ditorehkan ke papan kayu dengan benda keras.
Ini adalah instruksi untuk tiga jurus
yang ditinggalkan oleh si gadis kuil Adik.
Itu adalah panduan untuk menghadapi ancaman yang membayangi gunung.
Setelah kehilangan kekuatan yokai-nya,
sang ular perlu memulihkan kekuatannya untuk merasuki tubuh sang gadis kuil Adik.
Dan rentang waktu sejak sang gadis kuil
membawa pergi dan menyegel lengannya yang terkutuk di gunung
hingga ancaman ini bangkit kembali adalah…
Sekitar tujuh tahun.
Selama enam bulan berikutnya, Jurota mempelajari catatan yang tersisa.
Dia menemukan dua lengan terkutuk yang terikat dengan gunung
serta kepala ular yang tersegel dan tersembunyi.
Dan dengan melacak suara lonceng,
dia temukan separuh lainnya yang tertidur, yang dulunya adalah sang gadis kuil Adik.
Dia melaporkan lokasi dan bahayanya kepada masternya,
yang juga orang tua angkat dan mentornya.
Lalu Jurota mengumumkan bahwa dia akan meninggalkan desa.
Dia berangkat ke tempat yang tertulis dalam surat rekomendasi lama
yang ditemukan di antara barang-barang sang gadis kuil:
Kyo.
Untuk mencari salah satu guru dari para gadis kuil itu.
Jangan pernah mendekatinya.
Jika melihat, tertimpa kesialan. Jika mengotori, kena kutukan.
Sejak zaman dulu, ia dikenal sebagai Yamatagi-Madara.
DARA-SAN OF THE REIWA ERA
DILARANG MASUK
Hinata Misogiya…
Keturunan dari penjaga gunung yang mengawasi segelku
dan nasib akhir dari gadis kuil itu.
Jika dia hanya sebatas itu, dia mungkin masih bisa dimanfaatkan.
Tapi, kini gadis kuil terkutuk itu telah tumbuh cukup kuat untuk merebut posisiku.
Hinata adalah medium roh yang langka, diberkahi sekelumit dari esensinya.
Di zaman yang berbeda,
bakatnya akan menempatkan dirinya di antara para praktisi terhebat.
Memindahkan roh rapuh yang digunakan untuk merasuki
di dalam wilayah gadis kuil itu akan terlalu berisiko.
Karena itulah, di balik gunung, kutemukan Amane, wadah untuk perasukanku.
Tapi karena kekuatan spiritualnya yang luar biasa dan jiwanya yang kuat,
butuh waktu untuk mengendalikan dirinya.
Kau yang kelak akan menjadi separuh tubuhku…
Sebelum jiwa kita benar-benar terikat, jauhi keluarga Misogiya.
- Selamat datang! - Selamat datang!
Hei, Manusia!
Menginap untuk kerjakan PR musim panas? Itu terakhir saat kita kelas lima
Ya, aku ingat.
HANYA PANDAI KESENIAN - PANDAI SEMUA KECUALI MUSIK
Amane ketinggalan pelajaran, jadi kurasa ini kesempatan bagus.
Terima kasih banyak sudah peduli padaku dan mengundangku ke acara seru ini.
Jangan tertawa saja kau!
Akan tetapi,
beruntung proses perasukanku baru mengalami sedikit kemajuan.
Bahkan dengan mata batin luar biasa pun, dia tidak akan bisa melihatku.
Amane, apa kau pernah menyelamatkan ular?
Apa? Aku tak tahu.
Dia bisa melihatku?
Bahkan jika dia bisa melihat sesuatu,
dia tak akan mengaitkannya dengan yokai hebat, Yamatagi-Madara.
Atau mungkin belut taman?
Apakah aku seperti itu di matamu?
Rumah ini terasa familier, tapi entah bagaimana terasa aneh.
Mungkin karena dulunya ini gunungku,
tempat gadis kuil itu merebut posisi dewa gunung?
Akan masuk akal jika jauh di dalam gunung,
tapi merasakan kehadiran seperti ini begitu dekat dengan manusia…
Bodoh!
Beri tahu aku sebelum tamu datang!
Hei, aku pun tak tahu.
Siapa dia?
Dia…
Istriku.
Aku kenalan mereka.
Jangan sampai aku bertemu dengan terlalu banyak manusia.
Bagaimana jika situasinya jadi tak terkendali?
Tapi kehadiran itu…
Aku tak bisa memastikan itu apa,
tapi kehadirannya mirip dengan Yamatagi-Madara.
Rumah ini adalah wilayahku.
Tak ada kekuatan spiritual atau yokai bisa ditutupi di sini.
Lebih tepatnya,
miasma Yamatagi-Madara tidak tersegel dengan sempurna.
Sisa-sisa pencemarannya masih merembes ke tanah ini.
Itu tak cukup untuk menyakiti manusia,
tapi mungkin menyisakan kantong kecil miasma.
Mungkin dia punya teman yang terkena dampak salah satunya.
Aku mungkin perlu segera beri pertolongan.
K.O.!
Dia kuat sekali.
Itu mencapai 7.000.
Itu nyaris sekali.
Aku tak pernah menduga gadis kuil itu, yang telah menjadi monster,
akan menyusup ke rumah ini!
Aku harus segera tinggalkan tempat ini.
- Amane, kau juga bisa menginap, 'kan? - Ya.
Kurasa tidak bisa.
Walau aku benci mengakuinya,
wadah yang kurasuki saat ini belum bisa mengalahkan gadis kuil itu.
Selama dia masih ada, menyerap kekuatan spiritual
dari teman-temannya ini pasti akan sulit.
Di sekolah aku cuma menyerap secukupnya agar tidak menimbulkan gangguan.
Padahal kukira aku bisa menyerap kekuatan dalam jumlah besar di sini.
Sungguh mengecewakan.
Kau sudah mau pulang?
Mau bagaimana lagi?
Ibumu sebentar lagi pulang.
Jika aku pergi sekarang, aku bisa keluar tanpa harus bertemu dia.
Bagaimana reaksinya terhadap boneka yang diisi rambutku itu?
Apa dia tak mengatakan apa pun?
Sebenarnya, Ibu suka sekali.
Ibu bahkan meminta pola jahitnya.
Benarkah?
Dasar Chiyo…
Dengan gadis kuil itu pergi, atmosfernya berubah.
Ternyata begitu.
Jadi, dengan diundang ke dalam, dia buat dalam rumah menjadi wilayahnya.
Gadis ini, Hinata, memiliki kekuatan spiritual yang terlalu besar.
Tampaknya dia juga dilindungi dengan kuat oleh si gadis kuil.
Akan tetapi, dengan yang lain,
aku bisa serap kekuatannya bahkan di kondisi saat ini.
Aku tak sabar menunggu Jam Kerbau, saat kekuatan yokai-ku mencapai puncaknya.
Orang-orang di rumah ini, selain Hinata, adalah tiga teman sekelas Amane,
orang tua gadis itu,
kakeknya,
dan adik perempuannya.
Seperti yang sudah diduga dari keluarga gadis itu,
mereka tampaknya punya kekuatan spiritual dalam jumlah luar biasa.
Bagus sekali.
Sungguh santapan yang mengagumkan.
Aku akan menikmati seluruhnya.
Hei…
Selamat pagi.
Ya…
Apa kau pernah menyelamatkan cacing kering?
Apa itu bisa diselamatkan?
Wujud perasukan Yamatagi-Madara
memanjangkan cabangnya untuk melahap kekuatan spiritual.
Tapi malah remuk-redam, karena kehilangan terlalu banyak kekuatan yokai-nya.
Apa kau makin gemuk?
Dara Dara Dara-san menjadi makin gemuk setelah melahap kekuatan yokai itu.
BONEKA INI DICIPTAKAN
DARI SEBUNDEL GUNTINGAN RAMBUT DARA-SAN
Kau mau apa dengan guru?
Pria itu tinggal di daerah pegunungan terpencil yang jauh dari ibu kota.
Sudah bertahun-tahun aku tidak kedatangan tamu dari luar.
Namanya Kenju.
Sampai mencari kakek-kakek mencurigakan seperti diriku…
Kau ini cuma orang aneh, atau memang sudah putus asa?
Aku datang kemari setelah membaca ini.
Ini surat rekomendasi yang cukup lama, tapi aku masih ingat.
Sejak kutampung adik-kakak yang sama sekali tak mirip.
Wajahmu itu menandakan mereka tidak baik-baik saja.
Apa yang terjadi?
Begitu rupanya.
Jika cerita gadis kuil yang menjadi sosok abnormal itu benar,
artinya waktu kita sekitar enam tahun lagi.
Jadi, dalam rentang waktu itu, kau ingin dapat pengetahuan dan jurus
yang dibutuhkan untuk menangani benda terkutuk sekuat itu?
Aku tahu ini permintaan besar.
Tapi kumohon!
Dua bulan.
Teori dasar,
memindahkan benda terkutuk,
pengelolaannya, dan perbaikan.
Itu yang bisa kau pelajari di sini.
Dulu aku telah melakukan banyak dosa.
Beberapa pekerjaanku melibatkan kutukan untuk membunuh.
Namun, orang sepertiku,
yang tak layak menerima kebaikan seperti ini, malah disambut di sini.
Memang merepotkan, tapi kalau muridku yang sebabkan ini dengan jurus terlarang,
membereskannya adalah tugasku sebagai gurunya.
Aku mungkin tak bisa memenuhi ekspektasimu,
dan aku ragu bisa hidup enam tahun lagi.
Tapi sepertinya aku tak punya pilihan selain menerima satu murid terakhir
sebelum ajalku tiba.
Kaoru!
Kita akan pergi setelah aku ganti pakaian.
Baiklah!
Apakah kalian ada acara hari ini?
No comments yet. Be the first to leave one.