The Square

The Square

Download Indonesian Subtitle

Release info

The Square 2017 720 WEB-DL MkvCage
A Commentary by acehkhan12
Just resnc utk versi WEB-DL. Semoga cocok. Credit

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
720
mkv
MkvCage
Published on: 2018-01-31
Downloads: 58
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Kau sudah bangun?

- Christian. - Apa?

Kau butuh sesuatu? Sudah waktunya.

- Apa? - Wawancara berikutnya.

- Ya. - Apa kau butuh waktu bersiap?

- Segelas air? - Beri aku beberapa menit.

- Baiklah. Sampai bertemu di galeri. - Ya.

Kita butuh cek suara. Kau sudah sarapan apa?

Aku sarapan roti, keju, dan sereal.

- Telur. - Aku...

Minum jus dan kopi sedikit. Kita sudah siap?

Halo.

- Christian. - Halo.

Semua baik saja?

- Tentu. - Bagus.

- Kau? - Baik.

Silakan ambil kursi.

Mari kita mulai.

Aku segera ke sana.

Baiklah.

- Suaranya bagus? - Ya.

- Kau merasa nyaman? - Mm-hmm.

- Astaga. - Maaf.

Sial.

Biar kubantu.

Maaf. Sebentar.

- Siap? - Kau mau ulangi?

- Ya, kita ulangi. - Baiklah.

Terima kasih.

- Siap? - Ya.

- Siap? - Ya.

Bagus.

Pertanyaanku yang pertama adalah pertanyaan umum:

Apa tantangan terbesar mengelola museum ini?

Aku benci mengakuinya, tapi masalahnya adalah uang.

Mengumpulkan uang yang cukup.

Ini museum seni modern dan kontemporer,

jadi kami harus menampilkan karya seni yang mengikuti zaman sekarang,

dan karya seni masa depan dan biayanya mahal,

dan kompetisinya sengit.

Karena ada banyak sekali pembeli dan kolektoir dari berbagai negara yang kaya raya

yang habiskan uang dalam semalam dengan jumlah yang sama yang kami habiskan dalam setahun.

Jikalau kami bisa membelinya, kami bisa pamerkan di sini,

pada banyak orang, pada Stockholm dan Swedia,

dan bahkan para pengunjung.

Jadi kurasa sebuah kewajiban bagi kita

untuk ikut berkompetisi dan menampiilkan benda seni...

- Aku setuju. - Ya.

Itu kuncinya.

Aku ingin tanyakan sesuatu yang kubaca di laman web-mu...

Baiklah.

Yang tidak kumengerti, dan aku harap kau bisa jelaskan.

Keberatan jika aku bacakan?

- Silakan. - Ya.

30 dan 31 Mei.

"Pameran dan Non-Pameran."

Pembicaraan tentang benda seni yang dapat "dipamerkan,"

dalam hubungannya menurut pandangan Roberth Smithon "Bisa dipamerkan atau tidak."

Dari tak bisa dilihat menjadi bisa dilihat, dari tak bisa dipamerkan jadi bisa dipamerkan,

Apakah arti dari "bisa dipamerkan / tidak bisa dipamerkan"

dan arti dari mega eksibisi itu sendiri?

Boleh aku lihat?

- Kau mau baca? - Ya.

Maaf, aku tidak paham.

Jadi kuharap kau bisa...

lni...

Aku menulisnya di bulan Mei saat kami membahas...

Jika kau memaerkan sebuah benda di museum,

apa benda tersebut bisa dianggap benda seni?

Misalnyajika kami ambil tasmu dan menaruhnya di sini,

apakah tas itu menjadi benda seni?

Apa itu menjawab pertanyaanmu? Ya. Kurasa.

Hanya itu pertanyaan dari kami.

Aku butuh bantuan.

The Square adalah tempat kepedulian dan kepercayaan.

Didalamnya kita semua berbagi hak dan kewajiban yang sama.

Mau selamatkan jiwa manusia?

- Mau selamatkan jiwa manusia? - Tidak sekarang.

Mau selamatkan jiwa manusia?

Mau selamatkan jiwa manusia?

- Mau selamatkan jiwa manusia? - Maaf.

Tolong!

Tolong!

Tolong!!

Tolong!!!

Tolong aku, dia mau membunuhku!

- Tenang dulu. - Dia mau membunuhku. Tolong!

- Ada apa? - Tolong, dia mau membunuhku!

Tenanglah dulu!

- Dia akan membunuhmu juga! - Tenanglah! Diam!

- Hei, bantu aku! - Tapi aku tidak...

- Baiklah, ada apa? - Ada yang teriak di sana.

- Aku tak lihat siapa-siapa. - Dia akan membunuh kita!

- Bisa kau tenang dulu? - Dia akan membunuh kita!

- Tidak! Tidak! - Jangan...

- Apa-apaan?! - Tenang dulu!

- Aku tidak mengincar kalian! - Apa-apaan?

Semoga harimu menyenangkan.

- Dasar bodoh! - Dasar bodoh!

- Bodoh! - Apa yang baru saja terjadi?

Tadi itu gila...

Dasar bodoh!

- Kau tak apa? - Ya.

- Kau merasa tegang? - Ya.

Jantungku...

- Untungnya saja. - Aku reflek.

Meminta bantuan, langkah pandai.

- Aku ketakutan, bagaimana denganmu. - Yah...

- Benar... - Ya, baiklah.

- Jaga diri! - Semoga harimu menyenangkan.

Permisi, boleh kupinjam ponselmu?

Bisa bantu aku? Bisa aku pinjam ponselmu?

Aku butuh bantuan.

Permisi. Kalian menuju pameran seni.

The Castle ke arah sana.

Kau sudah lihat karyanya?

Tidak.

Seperti inilah "The Square."

Benar.

Dan pameran akan dibuka pada 15 September.

Benar. Bilboard biasa sudah kupesan,

dan ruang iklan di dua surat kabar terkenal.

Baiklah.

- Jadi kita sudah lakukan persiapan. - Ya, kau tahu...

Dengar, ini proyek yang sangat baik yang membahas masalah penting.

Tapi, dari sudut pandang komunikasi,

nilainya terlalu umum.

Kita perlu membicarakan perbedaan

- antara seni dan pemasaran. - Aku setuju.

Untuk setiap proyek baru, kita perlu menilai seberapa layak untuk diberitakan.

Kenapa pameran ini terkenal?

Apa terlibat kontroversi?

Bisakah dihubungan dengan tren masa kini?

Jika tidak, pameran ini hanya sampai billboard saja.

Itu yang membuat sulit dapat perhatian internasional.

Kau hanya akan menjadi seseorang yang menilai seni berlebihan.

Supayajurnalis mau memberitakannya, kau perlu kontroversi.

Tapi proyek ini tidak punya hal tersebut.

Sebagai jurnalis, aku ingin membuat sudut pandang sendiri.

Seperti pada umumnya, aku ingin mengekspresikan opini yang tidak hanya disetujui masyarakat umum.

Aku tak pernah menaruh status di Facebook seperti "Daniel ingin selamatkan Bumi."

- Jadi... - Sebentar.

Pameran ini lebih dari sekadar update status di Facebook.

Tentu saja.

Kelebihannya ada di kesederhanaan.

Itu yang harus kita sampaikan.

Biar aku bacakan.

"The Square adalah tempat saling peduli dan saling percaya."

"Didalmnya kita semua berbagi hak dan kewajiban yang sama."

Tidak akan ada yang tidak setuju dengan ini.

Jadi kenapa aku, sebagai seorang jurnalis, harus peduli?

Kau yang meminta.

Maksudku, ini bukan tentang pernyataan.

Yang terpenting adalah...

apa yang dirasakan orang yang melihat kotak ini.

- Kami paham. - ltu yang ingin kita sampaikan.

Boleh aku klarifikasi sesuatu?

Mereka bukan mempermasalahkan keabsahan proyeknya.

Selama sesuai pada konten-nya.

Dan mereka tak mempertanyakan apa yang kau cobajelajahi.

Mereka hanya mencoba menjelaskan bagaimana cara kerja media lansekap,

dan apa yang diperlukan supaya berdampak.

Aku berpikir...

Bagaimana kalau lakukan sesuatu seperti Tantangan Ember Es?

Ya, ide bagus. Tapi tantangan apa itu?

Itu kesuksesan viral...

Yah,

orang biasa, atau selebriti, merekam diri mereka

diguyur air es.

Dan menjadi viral.

- Sangat viral! - Ada di mana-mana.

Tentu, tapi apa gunanya?

- Tidak ada. - Kau merendahkan.

Itu untuk memajukan riset ALS. ltu menghasilkan satu juta kronor,

jadi kampanye itu sangat sukses,

tapi mungkin tidak akan berhasil di sini.

Ambisimu terlalu tinggi. Kita terlalu ambisius.

Bersama, kita harus memfilmkan sesuatu yang berani.

- Setuju. - ltu yang aku cobajelaskan.

Kita harus membuat langkah besar.

Lakukan sesuatu yang baru. Dan mereka tahu caranya.

Mereka dilahirkan dalam arena cepat ini.

- Ini wilayah mereka. - Sempurna.

Kita sudah punya yang kita butuhkan,

jadi ayo kembali ke papan gambar.

Pekan depan kami akan tampilkan gagasan-gagasan kami dan ambil alih.

- Bagus. - Bagus, bagus.

- Boleh kami simpan ini? - Tentu.

BAgus, Christian. Jadi bagaimana?

- Hal gila baru saja terjadi. - Apa?

- Hal gila baru terjadi padaku. - Hari ini?

Aku mau kalian dengar.

Ini sungguh sulit dipercaya.

Dans setelah Christian berpamitan pada pria satunya,

dia memeriksa kantong dan dompetnya, ponsel dan mnasetnya hilang.

- Pasti kau bercanda! - Aku tak tahu bagaimana caranya.

Dan ponselku ada di sana.

- Sungguh dekat. - Dan kita di sini.

- Aneh sekali... - Halo...

Elena, lihat.

More Indonesian subtitles for The Square

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left