The first 200 lines.
Ini dia. Tongkat Pimpinan Park.
Video ini seharusnya merekam
Pimpinan Oh menembak Pimpinan Park
sekaligus Pimpinan Oh menjebakku
atas pembunuhan.
Dengan ini,
kita seharusnya bisa menjatuhkan Pimpinan Oh
dan anak buahnya, Chen, dalam sekali serang.
Terima kasih, Nam Joon.
Dengan senang hati.
Sampai jumpa setelah operasi.
Ada apa?
Nam Joon, kamu baik-baik saja?
Ibu, aku lelah.
- Aku harus berbaring. - Baik.
"Episode Terakhir"
Kakek,
mereka sudah mendapatkan video Pimpinan Oh menembak Kakek.
Katanya mereka akan datang ke rapat pemegang saham.
Baik.
Baik.
Akan kuumumkan hasil pemungutan suara
terkait kompetensi Pimpinan Park Soon Tae.
Jumlah orang yang mengakui kompetensi Pimpinan Park...
- Ada apa ini? - Dia masih hidup.
- Ada apa ini? - Bagaimana bisa dia masih hidup?
Dia masih hidup.
Ada apa ini? Pimpinan Park masih hidup?
Letakkan pistolmu!
Kamu berusaha membunuhnya?
- Apa... - Suara itu...
Bukankah itu suara Pimpinan Park?
Tidak.
Ibu, jangan kemari!
Suruh Cho Ae Ra datang sekarang juga!
Tidak.
Lantas, mati kamu!
Apa-apaan ini?
Apa-apaan ini?
Berkas pemindahan saham untuk saham Cho Ae Ra di Aura.
Baik, Pak.
Tidak akan.
Ingatan Nam Joon datang dan pergi,
jadi, jebak dia atas penembakan Pimpinan Park.
Astaga.
Kita tidak punya waktu. Kita harus keluar dari sini.
Pertama,
periksa apa Pimpinan Park masih bernapas.
Baik, Pak.
Pimpinan Oh...
Dia tidak akan selamat.
Kita harus bergegas.
Anda kalah, Pimpinan Oh.
Itu suara tembakan, bukan?
Ya.
Tikus itu menembak kakeknya Soo Ho.
Pimpinan Oh Ryong itu menakutkan.
Tidak!
Astaga.
Oh Ryong bedebah!
Seperti yang bisa kalian lihat,
pemegang saham terbesar kedua, Pimpinan Oh Ryong dari Gold Asset,
menembak Pimpinan Park Soon Tae
untuk merampas Grup Aura.
Astaga.
Terlebih lagi,
seolah-olah tidak cukup berusaha membunuh Pimpinan,
dia melimpahkan kejahatannya ke Kim Nam Joon.
- Astaga... - Kenapa...
Itu tidak benar.
Itu tidak benar!
Oh Ryong menembakku dengan senapan!
Bedebah keji.
Kamu jahanam!
Tangkap dia!
Ikutlah dengan kami, Pak.
Tangkap dia!
Tangkap dia. Kenapa...
Ada apa ini?
Ada kamera lain di vila?
Apa si bedebah Kim Nam Joon itu membodohiku?
Putar balik mobilnya.
Putar balik mobilnya!
Itu! Tangkap dia!
- Tangkap dia! - Lewat sini!
Pimpinan Oh Ryong, Anda ditangkap atas pembunuhan dan penculikan.
Tidak.
Tidak!
Aku tidak akan jatuh seperti ini.
Aku Oh Ryong dari Gold Asset!
Pimpinan Oh Ryong sudah menyewa pria untuk berbohong soal A-9,
obat demensia kita, dan dia juga
yang berusaha membunuh Pimpinan Park.
Haruskah kita memungut suara lagi terkait kompetensi
Pimpinan Park Soon Tae?
Benar.
Aku, Park Soon Tae,
akan turun jabatan
sebagai pimpinan dewan Aura.
Apa? Pimpinan.
Apa maksud Anda?
Park Soo Ho dari Aura Bio akan meneruskanku sebagai pimpinan.
Pak.
Aku setuju dengan keputusan Pimpinan.
Park Soo Ho
mengelola Aura Bio yang performanya selalu paling jelek dalam grup
dan menghasilkan keuntungan yang amat besar dalam setahun.
Dia lebih dari mumpuni untuk menjadi pimpinan selanjutnya.
Pak.
Soo Ho.
Kini sudah berakhir.
Kami sudah memanggil ambulans. Itu sedang dalam perjalanan kemari.
Mari ke rumah sakit
dan menjalani operasi, Nak.
Ya?
- Ibu. - Ya?
Aku ada permintaan.
Setelah operasiku,
mari pergi
ke Giverny bersama.
Giverny?
Rumah Monet di Perancis?
Sejak aku kecil,
setelah Ayah
memberikanku bola salju Giverny,
aku mau pergi ke sana.
Tempat cinta dimulai
antara Ibu dan Ayah.
Aku selalu ingin
pergi ke sana.
Mari pergi bersama, Bu.
Baik, ayo pergi. Ibu akan pergi ke mana pun denganmu.
Ke tempat lain juga bagus.
Ladang penuh bunga.
Hutan penuh pohon.
Kehangatan matahari...
Suara tawa anak-anak baik...
Ibu.
Aku tidak pernah istirahat
sejak menjadi orang dewasa.
Jika terlahir lagi,
aku mau menjadi kupu-kupu.
- Ibu. Aku kedinginan. - Ya.
- Ibu, aku amat kedinginan. - Tidak.
- Ibu. - Tolong
- bawakan dia selimut. - Ibu.
Baik.
- Ibu. - Nam Joon.
Kamu harus tetap bangun.
Kamu melihat ibu? Kamu mendengar ibu?
Nam Joon.
Kamu membutuhkan cinta seorang ibu,
tapi ibu tidak memberikannya.
Ibu memaksa Grup Aura milik ibu
dan membuatmu mempertaruhkan hidupmu.
Salah ibu ini terjadi kepadamu.
Nam Joon.
Maaf. Tolong maafkan ibu.
Aku
yang membenci dan menyiksa Ibu selama bertahun-tahun.
Terima kasih sudah memaafkanku.
Itu singkat, tapi...
Itu memang terlalu singkat,
tapi terima kasih sudah membiarkanku
hidup sebagai anak Ibu...
Nam Joon.
Nam Joon. Kamu harus tetap bangun.
Kita bisa hidup bahagia bersama.
Ibu, air. Air.
Akan ibu bawakan air. Sebentar.
Baik.
Ibu.
Kim Nam Joon.
Berani-beraninya kamu
melakukan itu terhadapku.
Berani-beraninya kamu mengacaukan semuanya.
Mati.
Mati!
Tidak!
Ibu.
Ibu.
Kenapa kamu...
Mati. Mati!
Kenapa kamu...
Sial.
Bu Cho.
Nam Joon!
Kami butuh ambulans.
Dua orang terluka parah.
Mereka mungkin mati! Cepat kirim ambulans!
"Pusat Medis Darurat"
"Pusat Medis Darurat"
"Pusat Medis Darurat"
"Pusat Medis Darurat"
Ibu...
Ibu...
Tidak...
Tidak, Ibu...
Selamat datang di rumah, Ayah.
Pimpinan, aku senang kamu kembali.
No comments yet. Be the first to leave one.