The first 200 lines.
Kamu baik-baik saja?
"Episode 10"
- Kamu memukulnya? - Tidak.
Tidak.
Dia memukulmu.
I Gyeong.
- Kamu memukulnya setelah bangun? - Aku baru bangun.
"Kamu baik-baik saja?" Apa aku akan baik-baik saja?
Aku malu setengah mati.
Aku lebih suka dia memukulku.
Jangan lakukan itu.
Dia datang karena khawatir...
Sialan kamu...
Apa yang telah kulakukan?
Dia mendekatiku
mungkin adalah kesempatanku.
Kamu mengacak-acak seperti tikus. Apa yang kamu lakukan?
Di mana sikhye yang kuminum semalam?
Apa hampir mati mengubah indra perasamu?
Kamu tidak pernah peduli dengan sikhye.
- Kamu yang membuat ini? - Yang benar saja.
Bu Alex... Alexie...
- Dia yang membuatnya. - Siapa?
Ibunya Lucca.
Dia mengirimkannya.
Operasimu pekan depan. Apa yang kamu lakukan?
Aku akan menjalani operasi.
Tapi aku tidak akan tinggal di rumah sakit sampai saat itu.
Ini operasi yang berat.
Dia pasti sudah bertekad.
Bujuk dia secepatnya dan bawa dia kembali.
Lucca, jangan lakukan ini.
Datanglah ke hotel tempat ibu menginap.
Sebaiknya Ibu pergi.
Ini kamarku.
"Ayah, Sudut Pandang Sejarah, Psikologis"
"Dan Kebudayaan"
Kenapa kamu datang ke Korea?
Jika kamu ingin bermusik, lakukanlah.
Kamu bisa melakukannya di rumah.
Berikan itu.
Apa yang bisa kamu ubah dengan melakukan ini?
Ayah tidak pernah punya waktu atau kesempatan.
Dia bahkan tidak tahu aku ada.
"Ayah"
Aku akan menemuinya.
Aku akan menemuinya
dan memberinya kesempatan.
Kamu merasa lebih baik?
- Suasana apa ini? - Kamu tidak pernah sakit 10 tahun.
- Apa kamu selelah itu? - Jangan mengganti topiknya.
Ada apa ini?
Penampilan terakhir. Astaga.
Itu dahsyat. Sedahsyat nuklir.
Kelahiran seorang Kelly, bintang besar, diproduksi
oleh kepekaan analog Ha Rip.
Penemuan kembali sebuah mahakarya tersembunyi.
Kurasa itu mengalir dalam darahmu.
Lalu kenapa?
Ini.
"Seo Dong Cheon Lahir Kembali Sebagai Ha Rip"
Sebagai agensimu, kita harus merespons.
Katakan saja kami mirip.
Orang-orang yang mirip ada di mana-mana.
Mari kita ungkap bahwa kamu putranya Seo Dong Cheon.
Tidak ada yang rahasia lagi belakangan ini.
- Jangan bicara omong kosong... - Segala sesuatu ada waktunya.
Aku tahu Pak Seo meninggalkan banyak lagu.
Kurasa ini saatnya merilis album itu.
Aku mendengar rekamanmu.
Indah sekali.
Tapi itu tidak akan laku.
Apakah akan laku?
Album Seo Dong Cheon.
Tentu saja akan terjual.
Kita bisa mengikuti arus.
Kamu dan Dong Cheon bisa merilis album bersama.
Kolaborasi ayah dan anak genius, Ha Rip dan Seo Dong Cheon.
Bukankah itu ide bagus?
Kamu dan aku bahkan bisa tampil bersama di panggung.
Seo Dong Cheon tidak akan pernah tampil kembali
atau merilis album.
Seo Dong Cheon sudah mati.
- Apa? - Ayolah.
Tidak mungkin.
Dia harus menunggu sampai pembangunan kembali.
Dong Cheon sangat miskin, dia terpaksa
mencuri uang dari pernikahan putraku.
Tapi dia punya rumah atas namanya.
Orang-orang melihatmu masuk.
Bedebah itu tahu.
Apa maksudmu?
Rumah? Uang?
Itu bukan sesuatu yang bisa diceritakan kepada putranya.
Semiskin itulah kondisinya.
Tidak ada yang tahu apa yang terjadi padanya setelah itu.
Tapi dia punya rumah di area yang akan dikembangkan kembali.
Itu sangat sulit dimengerti.
Akan masuk akal jika sosokmu yang terkenal terlibat.
Benarkah itu?
- Itu rumahku. - Hanya atas namanya?
Kudengar seseorang mengambil surat Dong Cheon.
Surat orang mati?
Menakutkan sekali.
Di mana dia?
Dia meninggalkan dunia ini.
Jangan mencarinya.
Dia muak dengan orang-orang karena seseorang.
Apa jawaban itu cukup bagus?
Jangan seperti ini.
Sampaikan pesan padanya.
Katakan bahwa teman lamanya, Chung Ryul, ingin bertemu dengannya.
Tolong beri tahu dia, Pak Ha.
Ha Rip.
Kamu tidak bisa pergi seperti ini. Mari bicara.
Apa kamu menjadi seperti Lee Chung Ryul?
Fokusmu seharusnya Kelly, bukan aku.
Aku tahu. Mari kita bicarakan dia.
Dia datang.
Kamu tidak boleh keluar sendirian.
- Aku naik taksi. - Aku memberimu mobil.
Kenapa kamu tidak menelepon? Aku akan menjemputmu.
- Apa terjadi sesuatu? - Tidak.
Mana mungkin?
Kamu butuh seorang manajer.
- Kamu tidak bisa... - Dia punya aku.
Ada banyak yang harus kuajarkan padanya dan aku punya waktu luang.
- Ya, kurasa aku butuh manajer. - Aku bisa menjadi manajer.
Bagaimana dengan temanku Dong Hee?
- Dia punya SIM. - Aku juga punya.
Kapan dia mendapatkan SIM-nya?
Aku pengemudi yang hebat.
Benarkah?
Terima kasih.
Apa?
Ayo.
Sekarang? Ke mana?
Sampai jumpa.
Kamu punya mobil yang lebih besar?
Walaupun mereka ayah dan anak,
bagaimana mereka bisa sangat mirip?
Hai, Reporter Kim.
Ya, aku Liver and Gallbladder.
Astaga.
Wawancara?
Seo Dong Cheon?
Entahlah.
Ya, tentu. Sampai jumpa.
Apa aku buku telepon?
Kenapa kalian terus meneleponku
untuk meminta nomor telepon Dong Cheon?
Aku yang membuat Liver and Gallbladder terkenal.
Mereka tidak tahu apa-apa.
Hai, Pak Park, ini aku.
Suruh seseorang membuntuti Ha Rip.
Ya.
Dia tahu di mana Seo Dong Cheon.
Jaga dirimu.
Jika dia benar-benar mati, setidaknya dia akan menjadi legenda.
Ada apa denganmu? Kenapa menelepon kakakmu yang sibuk?
Hanya mereka dua pria yang tahu tentang hidup kita.
- Biarkan dia dirawat. - Panggil ambulans...
Dia bukan pasien darurat. Kita bisa membawanya sendiri.
Ini tidak perlu. Ayahmu benci rumah sakit.
Dia tidak bisa ke rumah sakit karena kita tidak punya uang.
Sudah sepuluh tahun.
Ibu pikir bisa Ibu bisa menyembuhkannya di sini?
Tidak apa-apa. Biar aku saja.
Dia sudah terlalu lama sakit.
Kecuali ada keajaiban,
sangat tidak mungkin kondisinya akan membaik.
Dokter bilang dia tidak punya harapan. Ini membuang-buang uang.
Lebih baik dia tetap di sini meski kondisinya tidak membaik.
Jika harus ada keajaiban, kita akan mewujudkannya.
Jika kita terus hidup seperti ini,
kita tidak akan bisa melanjutkan dari kejadian sepuluh tahun lalu.
Ayah harus bangun agar kita bisa hidup dengan baik.
Dan aku ingin menjadi bahagia sekarang.
Ayo. Aku tahu punggung Ibu sakit.
Kamu membeli popok? Aku lupa memasukkannya ke daftar.
Apoteker bilang aku membutuhkannya, jadi, kubeli dua bungkus.
Menurutmu dia akan butuh lebih banyak?
Terima kasih untuk hari ini.
Sama-sama.
Kenapa kamu begitu baik kepadaku?
Itu yang akan kamu tanyakan setelah memperbudakku seharian?
Itu karena aku ingin menjadikanmu artis papan atas.
Aku selalu ingin sukses
tanpa bantuan siapa pun.
Itu agak arogan, bukan?
Tapi kurasa kamu benar. Aku masih butuh bantuan seseorang.
Tolong bantu aku, Produser Ha.
Lihat? Sudah kubilang kamu membutuhkanku.
Kamu sudah berubah.
- Apa maksudmu? - Dahulu,
kamu akan berterima kasih dan membungkuk dengan sopan.
Tapi sekarang, kamu berbicara dengan singkat,
dan kamu juga tidak membungkuk.
Kurasa aku sudah berubah.
Tapi aku tetap ingin berterima kasih.
No comments yet. Be the first to leave one.