The first 200 lines.
"Jeon Hye Jin"
"Choi Soo Young"
"Ahn Jae Wook"
"Park Sung Hoon"
"Not Others"
"Semua orang, organisasi, lokasi, dan kejadian"
"Dalam drama ini hanyalah fiksi"
Ibu sudah pulang.
Sedang apa kamu di rumah?
Kamu bilang akan pulang larut dengan teman.
Ada terlalu banyak piring kotor, jadi, akan kulakukan sebelum pergi.
Untuk apa bunga itu? Apa ini hari istimewa?
Tidak.
Ini dari penjual bunga Min Ho.
Cantik, bukan?
Kenapa Ibu menerima bunganya
padahal Ibu mengencani orang lain?
Dia terus memberikannya ke ibu. Haruskah ibu membuangnya?
Kurasa dia menyukai Ibu.
Bukankah dia pria yang baik?
Lalu kenapa jika dia baik? Dia bukan tipe ibu.
Sampai kapan Ibu akan berganti pacar karena tipe Ibu?
Hei.
Kamu pikir kamu cukup tua untuk mengomeli ibu?
Tunggu saja.
Ibu akan membawa pulang pria kaya
dan tampan.
Ibu tidak bisa hidup tanpa pria?
Ibu selalu membicarakan pacar Ibu.
Siapa yang melakukan itu?
Itu menyedihkan.
Apa?
"Episode Delapan, Kecuali Kamu Gila"
"Putri Gila"
"Putri Gila"
Tidak.
Bisakah kamu diam?
Sial.
Tangkap dia!
Kamu membuatku takut. Dasar psikopat.
Jangan bergerak.
"Kantor Polisi Wolsan"
Halo? Di mana kamu? Aku masuk.
Permisi.
Permisi.
"Polsek Wolsan"
Di mana Kepala Eun Jae Won?
Siapa?
Kepala Eun Jae Won.
Dasar bedebah.
Apa yang dilakukan ibuku kepadamu?
- Aku harus memberitahumu sesuatu. - Jangan!
- Sial! - Temui aku.
Hentikan.
- Aku akan menangkapmu! - Datang dan temui aku!
- Hentikan. - Kamu!
Hentikan!
Kamu pikir aku memanggilmu untuk ini?
Bagaimana dengan ibumu?
Ibu.
Dia di dalam.
Ibu.
Kamu pasti terkejut. Duduklah.
- Apa yang Anda lakukan? - Hei.
- Anda bilang akan melindunginya. - Kapten Kim.
Anda bilang akan mempertaruhkan nyawa Anda untuk melindunginya.
- Bukankah itu yang Anda katakan? - Jin Hee.
Apa yang kamu lakukan?
Kenapa membuat janji yang tidak bisa Anda tepati?
Kenapa Anda membiarkanku lengah?
Kenapa Anda...
Kenapa?
Kenapa Anda membuatku memercayai Anda?
Apa kamu sudah gila?
Ya. Aku sudah gila.
Bagaimana bisa aku tidak gila saat berada dalam situasi ini?
Eun Mi.
Bagaimana kamu bisa tahu?
Jin Hee menelepon. Kamu baik-baik saja?
- Ya. - Maafkan aku. Aku mengecewakanmu.
Seharusnya aku tidak membiarkanmu pergi. Ini salahku.
Maafkan aku.
Itu tidak akan terjadi lagi.
Kamu bisa melepaskanku.
Maafkan aku. Sungguh.
Hei. Jin Hee.
Apa yang terjadi?
Tae Kyung.
Apa yang terjadi sampai kamu seperti ini?
Astaga.
Kapan kamu pulang?
Ibu tertidur lelap dan tidak mendengarmu.
Astaga.
Seluruh tubuh ibu sakit. Ini menyiksa.
Sakit.
Sial.
Belikan tteokbokki dalam perjalanan pulang.
Lupakan saja. Ibu tidak boleh minum karena obat.
Ibu tidak akan minum.
Kita bisa makan tteokbokki saja.
Seolah-olah Ibu tidak akan minum.
Kapan kamu akan pulang?
Larut malam.
Memboloslah kerja dan salahkan ibu.
Ibu bilang itu sakit. Kamu sengaja melakukannya?
Kalau begitu, berhentilah bergerak.
"7 Namchon-daero 2-gil"
Hei, Jin...
Kim Jin Hee.
Halo.
Bagaimana kabar ibumu?
Baik.
Bagaimana denganmu?
- Apa? - Bagaimana kabarmu?
Jangan pikirkan hal lain.
"Ibuku baik-baik saja. Syukurlah."
Pikirkan itu saja.
- Terima kasih. - Jangan teralihkan
dan memengaruhi tim.
Tidak bisa begini. Ayo pulang.
Kamu harus istirahat lagi.
Aku tidak bisa. Aku sudah cuti empat hari.
Yang lain akan bekerja lebih keras untuk menggantikanku.
Aku akan bicara dengan Sang Gu untukmu, tanpa menyebutkan hal lain.
Kamu sudah gila?
Saat Park Sang Gu mendengar tentang kita,
aku harus berhenti
atau kita harus putus.
Aku tidak mau melakukan keduanya,
jadi, jangan melewati batas.
Ini.
Kamu akan menyuruhku pergi dengan wajah itu?
Baiklah. Semoga harimu menyenangkan.
Sampai nanti.
Menyeberanglah dengan selamat.
- Astaga. - Cantik sekali.
- Apa ini? - Lihat.
- Cantik sekali. - Astaga.
Aromanya luar biasa, Bu Kim.
Apa yang kamu lakukan di perjalanan sampai seluruh tubuhmu sakit?
Kamu flu?
Aku tidak bisa bekerja seperti ini.
Aku akan memberikan ini kepada Direktur Park.
Dokter Yoo, bisa pakaikan aku koyok?
Tentu. Aku akan menyiapkannya.
Masuklah.
Ada apa? Apa ada masalah?
Ini. Ini hadiah.
Aku menikmati perjalanannya. Terima kasih.
Bu Kim. Aku berkali-kali mempertimbangkan apakah aku harus
membahas ini atau tidak dan aku tidak bisa melakukannya lagi.
Aku harus membicarakannya denganmu.
Tentang apa?
"Jembatan Cinta."
"Hidupku Sang Gu."
Tidak. Nama penggunaku "Pintu Darurat Hidupku".
Dengarkan aku baik-baik.
Aku direktur klinik ini, dan kamu
Bu Kim yang bekerja di sini.
Apa?
Mari kita akhiri di sini. Aku tidak akan bicara lagi.
Aku akan menolak pendekatanmu.
Aku yakin tidak perlu menjelaskan alasannya.
"Hidupku Sang Gu?"
Sekalian saja siarkan ketertarikanmu.
"Klinik Ortopedi Park Sang Gu"
Akan sangat tidak nyaman bekerja bersama.
Aku menghangatkan kantong panas di ranjang delapan.
Ada apa?
Polisi bilang pelaku A adalah
mantan pacar B dan dia menguntit B setelah mereka putus.
Ada DPO untuk tersangka A
dalam pembunuhan B.
Wanita berusia 40-an, korban penyerangan,
ternyata pernah menyelamatkan B
dari serangan A.
Kasusnya ditutup.
Divisi Patroli Usuk bersukacita.
Kepala mereka memberi mereka bonus uang tunai.
Aku sangat iri.
Kenapa iri? Aku lebih iri dengan promosinya.
Kita bisa saja menangkapnya.
Ini agak perih.
Itu yurisdiksi kita.
Pak Kepala. Mari makan malam tim.
Kita tidak bisa selama ini karena keadaan darurat.
Tentu.
Jika tidak ada hal lain, mari kita lakukan itu.
Hei, sudah lama aku tidak melihat ini.
Polisi menindaklanjuti gerakan A,
dan menemukan A telah menonton video
korban menyelamatkan B berulang kali.
Dia menangkap layar dan menyimpan wajah korban.
Saluran kabel telah memutar videonya
dalam upaya menemukan korban.
Ini Eun Jae Won.
- Halo? - Kemari sekarang juga!
Dasar bedebah.
Apa yang dilakukan ibuku kepadamu? Sial!
Dasar bodoh.
No comments yet. Be the first to leave one.