Release info

我和我的十七歲 Love at Seventeen E02 WebRip
A Commentary by Sabrina Liem
Sub not mine... Sub by Viki...

Tags

webrip
web
BRip
Published on: 2016-04-21
Downloads: 36
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 199 lines.

Ibu. Kak, Aku dating untuk mencari kalian.

Hanya ada ibuku dan aku di keluargaku.Aku akan minta maaf padamu atas nama adikku yang tidak ada.

Pelajar, letakkan tas kalian di meja.

Kenapa itu kamu?

Kenapa kamu menjebakku merokok?

Aku benci kamu!

Kenapa kamu mengganggu Ai Li Si?

Namamu Ai Li Si?

Jangan sentuh! - Ah! Maaf!

Aku hanya ingin melihat...

He Hao Yi!

Alih bahasa dipersembahkan oleh The Forever 17 Team @ Viki

Apa yang kamu lihat?

Siapa yang melihat kamu? Aku hanya melihat kamu tidak makan putih telur. Percuma sekali.

Aku selalu hanya makan kuning telur sejak aku kecil.

Itu bukan karena kamu ingin makan, kan?

Tidak. Kamu musuhku.

Kamu harus mengatakan sesuatu jika kamu lapar.

Apa kamu yakin? Baunya harum sekali.

Apa kamu mau? Aku akan makan.

Hei!

Apa yang kamu lakukan?

Aku membantumu menghabiskannya! Kamu harus berterima kasih padaku!

Kamu sudah lama menginginkannya. Kenapa pura-pura tidak mau?

Baiklah. Aku akan bagi sup denganmu sebentar lagi.

Kamu bukan orang yang sejahat itu.

Kenapa kamu mengibuliku?

Aku sudah beritahu kamu aku salah mengibuli orang. Aku bersedia minta maaf padamu.

Yah, siapa yang ingin kamu kibuli kalau begitu?

Kenapa aku akan memberitahu kamu?

Kamu picik sekali!

Kenapa kamu di kolam renang hari ini teriak?

Beritahu aku!

Jika kamu tidak beritahu aku, aku tidak akan memaafkan kamu.

Aku...

Ayahku sudah memberitahu aku

bahwa laki-laki harus mandiri, kuat dan memiliki pendapatnya sendiri.

Dia tidak boleh menangis.

Buang itu. - Aku tidak mau.

Jika kamu tidak buang itu, kamu tidak akan pernah belajar berenang. Berikan itu padaku.

Tidak, aku tidak mau.

Berikan itu padaku. Berikan itu padaku!

Kembalikan!

Aku paling benci Ayah! Aku ingin Ibu! Aku ingin Ibu!

Hao Yi, kamu tidak boleh tergantung dengan itu selamanya.

Itu akan diambil. Sama seperti Ibu dan Ayah.

Kami tidak bisa ada disampingmu selamanya.

Apa yang akan aku lakukan kalau begitu?

Kamu tetap punya dirimu sendiri.

Seorang laki-laki harus mandiri, kuat dan berpendapat.

Meski disaat kesulitan, kamu tidak boleh menangis.

Kalau begitu, apa yang harus aku lakukan saat aku ingin menangis?

Belajar berenang.

Saat kamu ingin menangis, kamu bisa menyembunyikan airmatamu di dalam air.

Oke?

Ada apa dengan kamu?

Jangan menangis.

Aku tidak menangis.

Aku hanya merasa kamu memiliki ayah yang sangat baik.

Bukankah ayahmu baik padamu?

Seperti kamu,

aku hanya punya ibuku.

Itu...

Ibumu... tidak jelek.

Hari ini, dia datang ke sekolah untuk membelamu. Keren sekali.

Aku rasa begitu.

Tunggu sebentar.

Kenapa kamu disini dengan kopermu di toko buku komik memasak mie instan?

Kenapa kamu melarikan diri?

Aku tidak melarikan diri. Ayahku meninggal dunia,

jadi aku datang ke Taipei untuk mencari ibuku.

Yah.

Oh. Dimana ibumu kalau begitu?

Kamu menanyakan banyak pertanyaan.

Apa yang kamu lakukan? Sst!

Hentikan! Sst!

Kenapa tiba-tiba gelap sekali?

Diam! Sst!

Siapa yang memasak mie instan?

Ssst!

Sst!

Kalian berdua! Jangan lari!

Hei! Tidak ada orang.

Menakutiku setengah mati.

Kamu lari sangat cepat. Apa kamu lintas negara atau semacamnya?

Aku kaki terakhir tim lari estafet.

Bibi!

Ai Li Si!

Kenapa kamu disini?

Seorang kerabat sedang mengunjungi Taipei jadi aku akan menjemput dia.

Sudah larut. Kenapa kamu masih diluar dengan teman?

Kami pergi membaca buku komik.

Oh, apa dia teman kelasmu?

Yah.

Teman kelas?

Apa kamu kenal Xiao Fen?

Dia tidak kenal dia. Aku teman kelas pertama yang dia temui.

Oh.

Apakah kita... pernah bertemu sebelumnya?

Senang bertemu denganmu.

Ibu Liu.

Maaf, aku pasti keliru kamu untuk orang lain.

Aku harus pergi dulu. Undang temanmu ke rumah kami kapan-kapan.

Baiklah!

Dah. - Dah dah, Bibi!

Kemana kamu mau pergi?

Hah?

Karena kamu, toko buku komik sudah mati lampu.

Apa kamu masih akan kembali?

Oh! Kopermu!

Aku akan pergi mengambilnya untukmu.

Lupakan. Jika kamu kembali sekarang, kamu akan ketahuan. Kita akan tunggu sampai pertukaran shift pegawai.

Kemana kamu akan tidur kalau begitu?

Yang pertama.

Apa kamu yakin aku bisa tinggal ditempatmu?

Tentu saja. Kamu bisa tidur dikamarku. Aku akan tidur di kamar ibuku.

Tidak, apa yang aku maksudkan

kamu tiba-tiba membawa pulang teman... ibumu...

Tidak apa-apa. Ibuku orang yang sangat baik.

Masuklah!

Baiklah.

Ai Li Si!

Ibu, kecilkan suaramu. Kamu menakuti orang.

Oh Tuhanku.

Aku melahirkan kamu. Bahasa Taiwan macam apa yang kamu bicarakan?

Aku sangat cantik, jika kamu tidak melahirkan aku, siapa lagi?

Kenapa kamu pulang begitu awal?

Mengeluh aku pulang lebih awal?

Apa kamu tahu jam berapa ini?

Keluar dengan pacarmu?

Dia bukan pacarku.

Dia teman kelasku. Dia hanya membutuhkan tempat untuk tinggal.

Jangan berdiri begitu dekat jika dia bukan pacarmu. Kenapa kamu begitu dekat?

Apa kamu lengket sama-sama seperti permen karet?

Kamu sangat memalukan.

Ketahuan di sekolah dengan rokok

bahkan belum terselesaikan.

Sekarang kamu membawa pacarmu ke rumah. Apa ini?

Mengambil keuntungan dariku karena tidak dirumah untuk main-main didalam?

Tidak!

Bibi. - Siapa bibimu?

Ibu Ai, Ai Li Si tidak merokok. Aku bisa jadi saksi.

Bagaimana kamu tahu dia tidak merokok?

Karena aku yang menaruh rokok ditasnya. Jadi aku tahu.

Tunggu. Jadi kamu mengatakan kamu menaruh rokok

didalam tas Ai Li Si-ku. Itu apa yang kamu katakan, kan?

Ibu. Ibu, Kamu. Kamu salah dengar. Dia salah bilang.

Ai Li Si dijebak.

Kenapa dia dijebak? Beritahu aku! Cepat katakan!

Aku menjebaknya.

Oh jadi kamu pelakunya! Menjebak Ai Li Si-ku. Anak bodoh.

Ayo! Ayo! Kamu datang!

Tidak! Bibi! Aku... - Ibu! - Beridiri disini dan jangan bergerak.

AKu tidak percaya. - Tidak! Bibi! Aku...

Aku akan membunuhmu anak bodoh! - Ibu! Hentikan!

Tidak! Aku mengatakan...

Ibu! Ibu! - Aku akan membunuhmu!

IBU!

Dengarkan aku.

Maaf. Ibuku bersikeras kamu tidur di ruang tamu.

Maaf.

Tidak apa-apa. Itu karena dia sayang padamu.

Ya, aku rasa begitu. Kamu, laki-laki singel, tidur dikamarku

tampaknya agak aneh.

Tapi ibuku benar-benar terlalu banyak berpikir.

Mengatakan dia takut aku akan jadi liar.

Ibumu sayang padamu dan dia membesarkan kamu sendirian. Tentu saja, dia akan banyak berpikir.

Dengan ibu yang sangat mencintaimu, kamu sangat beruntung.

Bagaimana dengan kamu? Apa kamu sudah menghubungi ibumu?

Apakah kita pernah... bertemu sebelumnya?

Senang bertemu denganmu.

Ibu Liu.

Maaf. Aku pasti keliru kamu untuk orang lain.

Aku sudah mendapatkan sedikit petunjuk.

Tapi aku hanya tidak tahu apakah aku harus pergi mencari dia.

Aku merasa sepertinya aku belum siap.

Siap? Apa yang harus kamu siapkan?

Dia ibumu.

Aku merasa sepertinya dia tidak ingin melihatku.

Kenapa dia tidak ingin melihatmu? Bagaimana bisa kamu berpikir seperti itu?

Ibu macam apa yang tidak ingin melihat anaknya?

Nanti, ketika kamu melilhat dia tiap hari, kamu akan menganggap dia menyebalkan.

Mungkin dia 100 kali lebih menyebalkan daripada ibuku.

Jangan begitu negatif. Semangat.

Baiklah. Baiklah. Aku tahu.

Apa kamu tidak apa-apa?

Aku kena flu karena didorong oleh kamu ke kolam hari ini.

Yah, siapa suruh kamu memainkan salah orang?

Siapa sebenarnya target aslimu?

Ai Li Si! Cepat tidur!

Baiklah!

Aku pergi tidur sekarang.

Ada air di dapur dan makanan di kulkas. Anggap saja rumahmu sendiri.

Ai-Li-Si!!!

Baiklah! Kamu terus teriak dan teriak!

Selamat malam!

Selamat malam.

Aku beritahu kamu aku tidak ingin tidur denganmu.

Postur tidurnya jelek sekali.

More Indonesian subtitles for Love At Seventeen

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left