Hometown Cha-Cha-Cha

Hometown Cha-Cha-Cha (갯마을 차차차)

Download Indonesian Subtitle

Specials

Release info

갯마을 차차차-Hometown-Cha-Cha-Cha-E12-NEXT-NF
갯마을 차차차-Hometown-Cha-Cha-Cha-E12-WEB-DL-NF
A Commentary by Anangkaswandi

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Published on: 2021-10-03
Downloads: 58
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Satu, dua, tiga.

Keren.

Apa ini?

Buka mulutmu.

Aku sangat bahagia.

Aku juga bahagia.

Hye-jin.

Hye-jin?

Kau bahagia?

Apa kau pantas merasa bahagia?

Kepala Hong.

Kepala Hong.

Ada apa?

Kau bermimpi buruk?

Ya. Aku bermimpi buruk.

Sangat buruk.

Astaga.

Kau bermimpi buruk, ya.

Jangan khawatir. Itu karena kau akan bertambah tinggi.

Ini pukul berapa?

Sekitar pukul 04.30.

Apa?

Kenapa kau di sini sepagi ini? Ada masalah?

EPISODE 12

Yang benar saja.

Mataharinya sudah terbit?

Ya. Sudah terang, 'kan?

Sial. Aku ingin melihat matahari terbit bersamamu.

Padahal ramalan cuaca hari ini cerah.

Cuaca di pesisir pantai memang sulit diterka.

Kenapa tiba-tiba ingin melihat matahari terbit?

Tak ada alasan khusus.

- Kita coba lagi besok? - Apa? Besok?

Ya. Kita coba saja.

Kalau kita datang setiap hari, pasti akan berhasil.

Lihat di sana. Apa itu?

Di belakang awan, di sebelah sana. Mataharinya terlihat, 'kan?

Di mana?

Buka matamu lebar-lebar. Lihat di sana.

Tak terlihat? Ada titik yang bersinar warna merah.

Tidak ada.

Kau harus fokus dan melihatnya dengan teliti.

Cobalah.

Aku tak bisa melihatnya.

Kau membohongiku, ya?

Lihatlah. Di sebelah sana.

- Jangan membohongiku. - Tidak.

KLINIK GIGI YOON

Kau sedang sibuk apa?

Biar kutunjukkan.

Ini dia.

Apa ini? "Seratus Hal yang Ingin Kulakukan bersama Pacarku"?

Ya. Daftar keinginan.

Astaga. Hal seperti ini sudah ketinggalan zaman.

- Apa? - Bahkan pakai Excel?

Kalau sudah memulai sesuatu, pasti kukerjakan dengan sepenuh hati.

Lagi pula, ini menyenangkan.

Astaga. Kau melupakan hal yang paling penting.

Apa?

Tidur bersama semalam.

Menggelikan sekali.

Tidur bersama…

Kau selalu berbicara seenaknya.

Kami sedang berusaha mengenal satu sama lain.

Prioritas kami adalah komunikasi batin.

Kau pasti bercanda.

Tujuan akhir dari hubungan pria dan wanita adalah erotisme.

Cinta platonik tak akan menang melawan erotisme.

Menggelikan sekali.

- Permisi. - Ya.

Dasar Pyo Mi-seon mesum.

Erotisme?

MENGERINGKAN RAMBUT BERSAMA, DI BAWAH PAYUNG BERSAMA…

Bu Yeo!

Ada apa, Bo-ra? Hari ini tak ada PR? Kenapa semangat sekali?

Bukan begitu.

I-jun mendapatkan penghargaan!

Apa?

Astaga.

Biar kulihat.

Aku mendapat juara kedua di kontes matematika.

Kau benar.

Chang I-jun, siswa SD Cheongjin Kelas 2-1.

Itu Chang I-jun anakku! Bagaimana ini?

I-jun, bagus sekali.

Kau sudah berusaha keras.

Kau tak merasa senang setelah mendapat penghargaan?

Aku senang.

Bu Yeo, saat ini I-jun sangat senang.

Lihat bibirnya. Biasanya…

seperti itu, 'kan?

Tapi sekarang agak membentuk senyum.

Begitu, ya? I-jun, sudah memberi tahu ayahmu?

- Belum. - Kau saja yang memberitahunya.

Biar ibu lakukan panggilan video dengannya.

Astaga.

Ada apa?

Kenapa kau melakukan panggilan video…

Hai, I-jun. Ini ayah.

Kau meminta panggilan video karena merindukan ayah?

Ayah, aku mendapat penghargaan di kontes matematika.

Apa? Kau mendapat penghargaan di kontes matematika?

Astaga. Ayah melahirkan anak yang genius.

- Aku yang melahirkannya. - Aku juga berkontribusi.

Jaga ucapanmu.

Luangkan waktumu akhir pekan ini. Kita berpesta untuk I-jun.

Baik. Tentu saja.

I-jun, akhir pekan ini kita bertemu dan makan makanan enak, ya?

Ya.

Baiklah, Putraku. Dah. Semangat, ya.

Bu Yeo, lihat. I-jun tersenyum, 'kan?

Ya.

Aku tidak tersenyum.

Kau tersenyum, 'kan?

Dia tersenyum lagi.

Astaga.

Pak Chang!

Yong-hun, kudengar I-jun

mendapat penghargaan di kontes matematika.

Luar biasa! I-jun hebat, ya.

Karena memiliki anak yang hebat, kuberi kau hadiah.

Hadiah apa?

Ini bagus untuk sendi.

Beberapa waktu lalu kau kesakitan saat pinggangmu terkilir, 'kan?

Astaga.

Kenapa kau memberikan ini kepadaku?

Minumlah dahulu.

Bagaimana?

Aku tahu…

kenapa kau baik kepadaku.

Apa maksudmu?

Kau melakukan ini demi penghargaan Pegawai Terbaik, 'kan?

Dasar bodoh. Bukan aku yang memilih pemenangnya.

Pemenangnya dipilih warga melalui pemungutan suara. Bodoh sekali.

Aku ketahuan, ya.

Jangan lupa diminum.

Hei, I-jun…

Kepala Hong, ayo minum kopi.

Baiklah.

- Kuseduhkan sebentar. - Ya.

Berkat bantuanmu, aku bisa bernapas.

- Tidak masalah. - Besok datang lagi, 'kan?

Tentu saja. Kalau memegang gergaji,

setidaknya harus menyelesaikan satu meja.

Kau akan membuang itu?

Ya, begitulah.

Sayang sekali. Padahal ada yang lingkar pohonnya bagus.

Kepala Hong!

Kau sudah pulang?

Kenapa kau sering masuk saat tak ada orang?

Kau harus membayar uang sewa.

Baiklah.

Mandilah dahulu.

Mandi?

- Ya. - Kenapa?

Ada yang harus kita lakukan hari ini.

Jadi, ini yang harus kita lakukan?

Ya. Dengan yoga berpasangan,

kita bisa mempererat hubungan dan menambah kelenturan.

Ini pasti membuat beberapa pasangan putus.

Karena ini melelahkan.

Astaga.

Baiklah.

- Gerakan selanjutnya. - Bisa kita sudahi saja?

- Kedua lutut… - Aku sangat lelah.

Rapatkah kedua lutut, lalu tempelkan telapak kaki kita.

Kau tak mendengarkanku.

Bagus. Sekarang kita saling memandang.

- Ya. - Kini, pegang pergelangan tanganku.

- Ya, - Pegang yang erat,

lalu luruskan kakimu yang ini.

- Satu, dua, tiga. - Luruskan kaki?

Tidak! Aku tak sanggup!

Tidak bisa.

Sepertinya ligamenku cedera.

- Ligamenmu cedera? - Ya. Sakit sekali.

Baiklah. Sudah sembuh.

Baiklah. Kalau begitu, duduk seperti ini.

Berhadapan denganku.

Ini juga gerakan yoga?

Ya. Kita akan bermeditasi.

Letakkan tangan di atas lutut,

tutup mata, dan pusatkan perhatian pada tarikan napasmu.

Aku suka yang ini.

Kau seperti anjing.

- Apa? Anjing? - Ya, anjing yang besar.

Wajahmu putih dan kau punya kelopak mata ganda.

Anjing blasteran.

Begitu, ya.

Kau seperti kucing,

tapi juga agak mirip anjing. Campuran.

Kalau begitu, anjing kucing?

- Begitulah. - Astaga.

Lihat lesung pipimu.

Kau juga punya lesung pipi.

Punyamu lebih dalam.

Punyamu lebih menggemaskan.

Astaga.

Aku belum menyikat gigi.

Aku tak peduli.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left