The first 200 lines.
Kubilang tunggu!
Dapat kau!
Sakit, tahu!
Apa yang kau lakukan, sialan!
Kubilang tunggu, tapi kau malah kabur!
Dasar tukang kabur!
Kau datang ke sini untuk bertemu dengan Sano, 'kan!
Tung...
Shin...
Sepertinya dia sudah menghubungi Ibuku.
Katanya, dia akan segera pulang.
Begitu, ya.
Syukurlah.
Sepertinya karena mumpung ada di sekitar sini,
dia sekalian mampir ke sekolahku.
Shin ingin bertemu denganmu, tahu.
Padahal mulutnya suka asal ceplos begitu.
Dia itu anak yang sangat menyayangi kakaknya
Aku juga punya seorang kakak,
jadi, aku juga paham perasaannya.
Ternyata kau tipe yang suka bermanja-manja, ya.
Ti-tidak juga.
(EPISODE 7: KARENA AKU INGIN SELALU BERADA DI DEKATMU)
Maksudku, kalau melihat Kakakmu atau Julia,
bisa dibilang orang-orang di sekitarmu yang memanjakanmu,
dan menyayangimu.
Apa-apaan itu?
Kau cuma mau bilang kalau aku suka bermanja-manja pada mereka?
Yang mau kukatakan, bahwa kau beruntung punya teman yang baik.
Soal 'keluarga yang baik' itu...
Aku tidak terlalu mengerti.
Setidaknya,
memiliki teman yang tulus mengkhawatirkanmu dari hati itu
adalah hal yang baik, bukan?
Sano...
Kau bertemu dengan Julia?
Tidak.
Tidak juga.
Kenapa?
Hanya perasaanku saja.
Kenapa rasanya seperti seorang suami yang tertangkap basah selingkuh?
Lapar sekali.
Nakatsu, kenapa kau bisa luka begitu?
Bukan apa-apa. Karena pertandingan reguler sudah dekat,
ini semacam luka kehormatan.
Latihanmu seberat itu, ya?
Yah, begitulah.
Klub olahraga di sekolah kita memang tidak memberi ampun.
Sano!
Yah, apa boleh buat.
Lagi pula, aku masuk ke Ohsaka lewat jalur beasiswa olahraga...
Dan ini jalan yang kupilih sendiri.
Nakatsu, ternyata kau benar-benar serius, ya...
Ada apa?
Tidak...
Yah...
Mendengar kalimat seperti itu keluar dari mulut Nakatsu,
aku benar-benar tidak menyangkanya.
Tidak terbayangkan sama sekali.
Aduh!
Sampai merinding bulu romaku!
Kalian meremehkanku?
Kuhajar kalian!
Sudah jangan bertengkar.
Sabar...
Omong-omong,
besok ada kegiatan klub, 'kan?
Aku akan bawakan camilan!
Be-benarkah?
Ya!
Asyik!
Auranya kelihatan sedih...
Sano mau apa?
Kroket semur daging!
Oke!
Julia!
Sedang jalan-jalan?
Ya, begitulah.
Aku juga sedang memikirkan sesuatu.
Kalau begitu, mau bareng?
Aku mau mengantarkan camilan untuk Nakatsu.
Apa?
Aku tidak perlu ikut pergi ke tempat si monyet itu.
Jangan begitu.
Lagi pula, sekolahku dekat sini.
Tapi...
Sekarang, Nakatsu jadi sangat keren, lho!
Itu dia.
Putar!
Kabarnya, bakal ada pertandingan reguler...
Makanya tiap hari dia latihan sampai belepotan lumpur.
Nakatsu!
Mizuki!
Hei!
- Mau ke mana kau Nakatsu? - Makasih, ya!
Si gadis Amerika, kau juga ikut?
Ada masalah?
Katanya, akan ada pertandingan reguler?
Apa?
I-iya.
Pasti sangat melelahkan, ya.
Aku tidak berpikir bahwa itu melelahkan sama sekali.
Karena aku sangat suka sepak bola.
Aku melakukan apa yang kusuka.
Jadi, tidak terasa melelahkan sama sekali.
Nakatsu!
Ya!
Sekarang aku ke sana!
Semangat, ya!
Nah, ini camilan untukmu.
Asyik!
Baiklah, aku latihan dulu.
Terima kasih camilannya!
Dia jatuh.
Dia kelihatan sangat senang, ya.
Mizuki juga!
Julia?
Aku akan kembali ke Amerika.
Apa? Kenapa tiba-tiba?
Lagi pula, dari awal memang rencananya cuma sebentar.
Selain itu,
aku juga sudah merasa lega.
Lega?
Karena aku tahu Mizuki dikelilingi oleh orang-orang yang menyayangimu.
Aku jadi tahu apa yang selama ini menopang senyuman ceriamu itu...
Aku merasa lega karena orang-orang di sekitarmu bisa diandalkan.
Sano juga pernah bilang begitu.
Katanya, aku beruntung dikelilingi orang-orang baik.
Terutama soal Julia. Dia bilang aku beruntung punya teman sepertimu.
Orang itu...
Oke, waktunya istirahat.
Nah, ini camilan untukmu.
Makasih.
Ada apa? Kau kelihatan lesu.
Ya, Julia...
Dia akan kembali ke Amerika.
Begitu, ya.
Apa dia mengatakan hal lainnya?
Tidak ada.
Dia mengatakan hal yang sama dengan Sano.
Katanya, dia lega karena orang-orang di sekitarku bisa diandalkan!
Kau pasti akan sangat kesepian.
Ya...
Halo.
Julia!
Kau sudah mau pergi?
Ya.
Aku menunggumu untuk berpamitan.
Jaga dirimu baik-baik.
Ya.
Julia juga.
Hampir lupa!
Sebelumnya, aku pernah bilang padamu
untuk punya hubungan yang stabil dengannya..
Kau tidak perlu buru-buru soal itu.
Karena sepertinya dia pemalu.
Ada apa gadis Amerika?
Kau mau pulang?
Betul.
Terima kasih, ya, Sano.
Nakatsu juga.
Apa aku salah dengar?
Rasanya ini pertama kalinya dia memanggil namaku.
Kau mau aku memanggilmu monyet terus?
Enak saja! Dasar gadis Amerika kasar!
Aku tak sudi dibilang begitu sama monyet bodoh
yang tak punya tenggang rasa!
Siapa yang kau bilang monyet bodoh?
Coba katakan sekali lagi!
Berapa kali pun akan tetap kukatakan.
- Monyet bodoh! - Tingkah mereka...
Rasanya seperti apa, ya?
Pertempuran tanpa aturan.
Atau lebih tepatnya kayak hubungan anjing dan kucing.
Rasanya sangat sepi kalau tidak ada Julia.
Nanti kita akan bertemu lagi.
Lho? Kau masih pakai seragam?
Aku mau berangkat sekolah sekarang.
Sano sudah berangkat duluan dari tadi karena ada latihan pagi,
Maaf!
Di sana sudah pagi, ya! Aku benar-benar lupa!
Tidak apa.
Terima kasih sudah meneleponku. Aku sangat senang.
Sahabatku Julia sudah kembali ke negaranya.
Jujur rasanya lumayan kesepian,
tapi rasanya hari-hariku yang biasa sudah kembali lagi.
A-ada apa ini?
Pagi.
Hei, barusan...
Hei, kau sudah lihat?
Sudah.
Enak, ya, mereka.
Pagi.
Ada ribut-ribut apa ini?
Lho? Kau belum tahu, Ashiya?
Kami juga baru tahu tadi pagi.
Coba lihat ini, Ashiya!
I-ini...
Apa?
Keren sekali!
No comments yet. Be the first to leave one.