The first 200 lines.
Pak Sinh baru saja mengundurkan diri.
Jadi, saat ini kelas K22 tak memiliki wali kelas.
Kau tepat waktu.
K22?
Aku ingat kau mantan siswa di kelas itu.
Kebetulan sekali.
Ya.
Hei, Pak Kepala Sekolah datang!
Perhatian!
Silakan duduk.
Pak Hung adalah guru baru kalian.
Halo, Pak Guru.
Mulai sekarang, kau bertanggung jawab atas kelas ini.
Semoga berhasil.
Bu Sau mengira dia bermimpi.
Dia melihat bayangan anaknya, tapi dia masih tidak bergerak.
Belajar sambil mengunyah tidak baik.
Kecerdasan spiritual?
- Thu. - Ya?
Ada yang melihatimu.
Tentu saja.
Akan aneh sekali...
...jika tak ada yang melihati gadis manis sepertiku.
Namun, orang yang melihatimu itu sudah menikah.
Bisa repot jika...
Apa?
Kau juga tahu?
Kalian menyembunyikan sesuatu dariku?
Tidak,...
...tapi kau akan segera mengetahuinya.
Apa?
Bagaimana keadaan di sekolah?
Baik.
Ada yang ingin kau ceritakan?
Tidak, tak ada.
Sudah lima belas tahun,...
...tapi aku masih belum bisa memberimu momongan.
Jangan khawatir, kita masih muda.
Aku pamit pulang, Nyonya.
Tolong datang lebih pagi besok.
Baik, Nyonya.
Kau balik lagi?
Huang.
Ada apa?
Kau baik-baik saja?
Aku baik-baik saja.
Kebahagiaan bukanlah penderitaan,...
...dan penderitaan tak dapat dihindari.
Itu tergantung pada takdirmu, bukan keinginanmu.
Aku sangat sedih karena telah menanti lama,...
...tetapi impianku masih belum terwujud.
Terima kasih atas bantuan keuanganmu untuk memperbaiki pagodanya.
Kau sungguh baik hati telah melakukan itu.
Buddha Amitabha.
Sampai jumpa, Guru.
Sampai jumpa.
Iblis.
Aku lapar sekali, kenapa kita harus berlatih sekarang?
Kita bisa melakukannya besok.
- Tujuannya adalah... - Hei.
Tujuannya adalah memenangkan kontesnya.
Berhenti mengeluh.
Seharusnya kau masuk sekolah teknik, bukan sekolah musik.
- Aku punya bakat. - Diam.
Bisakah kalian berhenti sebentar?
Cepat makan kudapan ini.
Ketan atau roti?
- Ketan. - Ketan untukku.
- Aku memegangnya lebih dulu. - Wanita diutamakan.
Zaman sekarang sudah ada kesetaraan gender.
Astaga, lihat apa yang telah kau lakukan.
Ini semua salahmu!
Gadis macam apa yang sekuat itu?
- Aku gadis sejati. - Kau gadis yang seperti laki-laki.
Berhenti.
Bisakah kau berhenti?
Kemari, berpisahlah dengannya.
Kau menyebalkan sekali.
Hei, kau merusak properti sekolah!
Ada lubang di sini.
Di mana?
Apa kita semua terlibat dalam kekacauan ini?
Hei.
Sebaiknya kita mengembalikannya.
Perasaanku tidak enak.
Kau bilang kau penasaran dengan hal-hal aneh, 'kan?
Ya.
Bagaimana kalau kau membawanya pulang?
Mungkin kita akan menemukan sesuatu yang menarik.
Sepertinya ide bagus.
Pergi.
Cepat.
Bagaimana dengan lubang ini?
Kau yang memperbaikinya.
Benar, kau pintar.
Sekarang aku harus membereskan kekacauannya sendirian?
Kita harus mengembalikan boneka voodoo ini.
Ada apa?
Aku merasa ada sesuatu yang aneh dengan benda ini.
Itu tak bisa dijelaskan.
Perasaanku tidak enak,...
...kita harus mengembalikannya ke tempat semula.
Kenapa? Semuanya baik-baik saja.
Tidak.
Huy, ada apa?
Apa yang terjadi?
Aku tak bisa tidur semalam.
Aku melihat seorang gadis mengenakan gaun putih dan menangis.
Darah di tubuhnya terlihat sangat basah.
Aku tak mau mati...
...karena tak bisa tidur.
Apa yang akan kita lakukan?
Kita tak bisa diam saja, kita harus melakukan sesuatu.
Hei.
Kita bisa mencari dukun.
Apa dia bisa membantu?
Aku punya seorang kenalan.
Itu dia.
Sialan, Kau!
Sialan.
Tak boleh berkata kasar di sini! Paham?
Paham?
- Apa yang terjadi? - Ada apa?
Kita kedatangan tamu.
Dia bilang, "Ada perlu apa kalian kemari?"
Kami...
Dia bilang, "Aku sudah tahu."
Apa?
Aku tak mengatakan apa-apa.
"Jangan takut, berikan kepadaku."
Berikan apa?
Biar kuambil.
Dia bilang, "Cepat."
Dia bilang, "Ini terlalu kuat!"
Ada apa denganmu?
Katanya dia tak bisa mengatasinya, pulanglah.
Pulanglah!
Pulang!
Kau baik-baik saja?
Semuanya baik-baik saja, Dokter?
Halo, Pak.
Dia baik-baik saja, hanya sedikit terguncang.
Dia hanya perlu beristirahat, besok sudah boleh pulang.
Terima kasih, Dokter.
Selamat, bayinya baik-baik saja.
Rawatlah dia baik-baik.
Bayi?
Kau dengar itu?
Kita akan punya anak.
- Aku akan menjadi ayah. - Kita tak boleh punya anak sekarang.
Apa maksudmu?
Ini bayi kita.
Bayinya akan berada dalam bahaya, dia takkan mendapat rahmat.
Halo, Tuan.
Tuan.
Apa yang terjadi?
Tidak apa-apa, dia hanya sedikit terguncang.
Buatkan makanan bergizi untuknya.
Baik, Tuan.
Sebuah bayangan muncul, wanita itu perlahan-lahan pingsan.
Lanjutkan, akan kuiringi dengan musik.
Kalian dengar itu?
Ada orang lain di sini?
Pejamkan mata kalian.
Pejamkan!
Seperti ada yang bernyanyi.
Suaranya pelan sekali.
Bisa suruh dia untuk lebih keras? Sulit mendengarnya.
Kau benar-benar mendengarnya?
Dia telah kembali dan takkan menyerah begitu saja.
Jadi...
Kenapa kau lama sekali?
Kenapa kita harus melakukan ini tengah malam, tidak siang hari?
Kau mau kita dituduh merusak properti sekolah?
Diam, lakukan saja.
Namun, di sekolah tengah malam, tak ada murid,...
...tak ada tujuan yang jelas.
Kau gila.
Jadi, bagaimana kalau kita pulang dan kembali besok pagi?
Yang benar saja. Tidak.
Kita harus melakukannya malam ini.
Kita bisa mendapat masalah jika menundanya sampai besok.
Suaranya hivi sekali.
Kita bisa ketahuan.
Apa itu hivi?
Yang benar hi-fi.
Sudahlah, hentikan.
Bagaimana kalau kita menunggu sampai hari Minggu,...
...saat penjaganya lebih memperhatikan pertandingan sepak bola?
Kita kembali saat itu.
Aku setuju.
Pasang kembali papan tulisnya.
Hei, Thu.
Bisakah kau bermain piano di waktu yang lebih tepat?
Kita bisa mati jika penjaganya melihat ini.
Namun, kalian ada di depanku.
Lain kali, beri tahu aku jika ingin kembali, ya?
Kenapa kau kembali kemari?
Aku melihatmu bermain piano. Jadi, aku kembali.
Bermain apa?
No comments yet. Be the first to leave one.