The first 200 lines.
Apa yang sedang kau liput?
Kurasa judul utamanya
"Si Pelaku KDRT Bermuka Dua."
Siapa pelaku KDRT itu?
Rahasia. Aku harus melindungi sumberku.
Aku akan pulang larut.
EPISODE 6
Aku…
Aku ingin menanyakan sesuatu.
Apa kau tahu
anak bernama Jung Ki-ho?
Jung Ki-ho?
Tidak tahu.
Dia siapa?
Dia…
Dahulu kami satu kelas di Pulau Chunsam.
Ucapanmu tadi sama persis seperti ucapan ibunya dahulu.
Tentang menginginkan sesuatu dengan segenap hati…
Lalu itu pasti akan terwujud?
Jadi, itu alasannya.
Ayolah. Semua ibu mengucapkan itu kepada anaknya.
Begitukah?
Tentu saja.
Mereka bilang keinginan anaknya akan terwujud. Kenapa tidak?
Sedang apa kalian di sini?
Tak apa. Ayo ke atas.
Ayo.
Pelan-pelan dan hati-hati.
Hati-hati.
Satu, dua.
Satu, dua.
Itu aku.
Namun, kenapa ada Bo-geol juga?
Siapa di sana?
Ini aku.
Ayo pergi dari sini.
Kau.
Kau tahu, 'kan?
Kenapa ada kau dan Ibu juga?
Apa dia ayahku…
Tidak.
Apa dia ayah kita?
Jawab aku!
Ayo keluar. Akan kujelaskan semuanya.
Semuanya?
Ya, semuanya.
Di mana dia?
Jung Ki-ho!
Di mana dia?
Buka.
Buka pintunya!
Buka sekarang juga.
Dasar berandal.
- Ayah! - Ayah!
Sayang!
Ada apa? Mari bicarakan saja!
Ibu!
Kemari!
- Bong-won! - Chae-ho!
- Sayang, hentikan! - Kemari, Bajingan!
Kumohon jangan!
Sayang, kumohon hentikan.
Wali kelasmu meneleponku, Ki-ho,
soal menemukan ini di lokermu.
Kenapa anak polisi mencuri uang?
Bukan. Dia menabung. Untuk hadiah ulang tahun.
Dia kerja paruh waktu untuk membelikanmu hadiah. Benar?
Begitu rupanya!
Kira sangat bangga pada Ki-ho. Benar, 'kan?
Chae-ho!
Kataku apa yang paling kubenci?
Mengarang kebohongan konyol!
Ayah.
Aku menabung untuk kabur.
- Apa maksudmu? - Itu tidak benar.
Itu tak benar.
Kabur?
Aku polisi.
Yang kejar pencuri uang miliaran
ke ujung dunia dan menangkap mereka!
Kau tak akan ada tanpa aku.
Tanpa aku,
kalian sudah kelaparan di jalanan! Tanpa aku…
Sebaiknya kau hilang saja!
Maka kami akan bahagia.
Apa katamu?
Meski kami hidup di jalan
dan mati kelaparan,
kami akan jauh lebih bahagia!
Bong-won!
Saat itulah kepalamu terluka.
Kau tak sadarkan diri cukup lama.
Kau sudah siuman?
Apa kau mengenaliku?
Kau kehilangan ingatan saat siuman.
Ini Ibu.
Ibu bilang itu berkat dari Tuhan.
Katanya Tuhan merasa bersalah telah memberikan ayah yang kejam
ke anak yang baik, jadi Dia menghapus ingatanmu.
Kata Ibu, kita harus isi kekosonganmu dengan kenangan indah.
Itu sebabnya semuanya dipalsukan.
Ingatanku, namaku,
dan ayah kita.
Benar.
Kalian menderita demi melindungiku.
Itu tidak sepenuhnya benar.
Kami bisa melupakannya berkatmu.
Karena yang paling ingin melupakan masa itu bukan kau.
Namun, aku.
Ayo kembalikan
nama kita.
Tidak, jangan.
Jika Ayah tahu, dia akan cari…
Biarkan saja.
Biarkan dia datang.
- Kak Woo-hak. - Dengar.
Kita masih kecil waktu itu, Ayah…
Tidak.
Itu sebabnya dia berani, tapi kita sudah dewasa.
Aku sendiri kuat melawannya.
Tolong jangan lakukan ini.
Kenapa terus mencegahku? Kenapa harus sembunyi?
Ayo buat dia dipenjara.
Kita bisa kembalikan nama kita
dan kabari Mok-ha Ki-ho ditemukan.
- Kenapa tak boleh? - Jika kita lakukan itu…
keluarga kita akan hancur.
Apa maksudmu?
Ki-ho.
Berapa lama…
rahasia bisa tetap disimpan?
Jika rahasia ditutupi
dengan lapisan kebohongan,
bisakah kita mencegah
rahasia itu bocor?
Astaga. Kekeringan musim semi ini tak kunjung berakhir.
Aku sungguh berharap
masa damai ini
yang ada berkat rahasia
berlalu perlahan.
Kuharap masa ini
akan berlangsung
sangat lama.
RAHASIA VERSUS KEBOHONGAN
Astaga!
Kenapa?
Astaga.
Aku bermimpi.
Mimpi apa?
Aku dikejar
oleh babi hutan.
Benarkah?
Apa itu juga dianggap mimpi babi keberuntungan?
Astaga.
Ibu! Ayah!
Bo-geol! Ayo makan!
Kau memasak semuanya sendiri?
Ya. Supnya akan dingin, makanlah sebelum mandi.
Ayah suka banyak kuah.
Ibu dan Bo-geol suka banyak isi, 'kan?
Kau kenapa?
Tetap tidak boleh.
Apa maksudmu?
Kau tak seperti biasanya. Itu berarti
kau berbuat salah atau mau berbuat salah.
Jawabanku tidak. Apa pun itu.
Ayolah. Biarkan saja. Silakan.
Tak apa-apa.
Aku tak tahu apa, tapi boleh.
Kau tak tahu niatnya.
Sudah jelas dia berbuat salah atau ini soal saham.
Tidak boleh.
Kita miskin.
Dengarkan dia dahulu.
Ada apa?
Kau butuh uang? Katakan saja.
Aku hanya ingin masak.
Karena bersyukur atas segalanya.
- Woo-hak. - Saat kau bersikap baik,
kami jadi takut.
Tidak. Aku harus perbaiki diri.
Sekali menyiapkan sarapan saja tak cukup.
Bersih-bersih dan cuci baju juga.
Lalu berhenti meniru pakaianku.
Kau sungguh kelewatan, bukan?
Baiklah.
Mari makan.
Masuklah.
Di mana Woo-hak?
Dia baru pergi.
Ada apa? Kau khawatir dia terlibat masalah?
Tidak, bukan begitu.
Kemarin,
Mok-ha bertanya…
apakah aku kenal Jung Ki-ho.
Apa?
Aku pasti salah bicara.
Aku pikir kau harus tahu.
Bagaimana jika dia tahu siapa kita?
Ibu.
No comments yet. Be the first to leave one.