The first 200 lines.
"Di rumah Bapa-ku banyak tempat tinggal.
Jika tidak demikian, tentu aku mengatakannya kepadamu.
Sebab aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.
Dan apabila aku telah pergi ke situ dan menyediakan tempat bagimu,
Aku akan datang kembali dan membawamu ke tempatku,
supaya di tempat di mana aku berada, kau pun berada."
"Janganlah gelisah."
- Tak ada yang datang. - Tidak.
Kupikir akan lebih banyak orang yang datang.
Orang-orang mencintainya, 'kan?
Ya. Tentu saja. Ini hanya masalah penerbangan.
Kusiapkan makanan untuk seratus orang.
Aku yakin pada akhirnya semua akan termakan.
Ya, terima kasih.
Aku tahu dia sudah pergi, tapi rasanya dia ada di sini.
Membuatku berpikir, kenapa dia tak ada di sini sekarang?
Aku terus mencarinya.
Itu masuk akal.
Apa di malam terakhirnya… dia bahagia?
Tentu.
pada malam setelah...
- Setelah perkelahian. Itu maksudmu? - Ya, benar, perkelahian.
Tapi setelah itu, kami makan bersama,
dan dia membuat lelucon, dan dia...
Dia tampak bahagia.
Tapi di pesta itu, apa dia bahagia? Apa dia menikmati hidupnya?
Ya.
Siapa saja yang dia ajak bicara di pesta?
- Apa dia memukul lawannya? - Ya.
- Lalu dia jatuh dan kepalanya terbentur? - Benar.
- Berapa lama dia terjatuh? - Sayang.
Tidak lama. Dia langsung bangun.
- Dan dia tidak tampak berbeda? - Tidak.
Apa pupilnya terlihat berbeda?
- Aku tidak menyadarinya. - Hentikan.
- Aku ingin mengerti apa yang terjadi. - Kurasa kita tak akan bisa mengerti.
VICTOR KAU BAIK-BAIK SAJA?
Dan, aku tak tahu berapa lama lagi dia hidup.
Mungkin kita harus berkunjung.
Orang tuaku ada di sana.
TIDAK
Dia duduk bersama mereka menonton TV.
Dia bilang kepadaku dia ingin pergi ke seminar Tony Robbins
begitu dia pindah ke California.
- Oh, ya? - Ya.
Aku penasaran apa dia berhasil menghadiri seminar Tony Robbins.
Aku tidak tahu. Dia tidak pernah menceritakannya.
Oh, begitu. Aku yakin dia akan menceritakannya.
Kurasa begitu. Penggemar Tony Robbins sering membicarakan Tony Robbins.
Dia selalu ingin pergi ke Tony Robbins, dan sekarang dia tak akan pernah bisa.
Tony Robbins adalah pria yang sangat besar.
Aku tahu.
Aku tahu dia beruntung memilikimu sebagai teman.
- Jadi, sudah berapa lama kau... - Maaf. Aku...
Tentu.
Maaf.
Maaf.
Hei.
Hei.
Ini aneh.
Ya.
Aku tidak ingin kembali ke sana.
Aku juga tidak.
Aku benar-benar akan merindukannya.
Ya, aku juga.
Satu-satunya temanku yang terverifikasi.
Apa kau menghindariku di sana?
Aku hanya tidak tahu apa kau ingin berbicara.
Kurasa kaulah yang tak tahu apa kau ingin bicara tapi kau menyalahkanku.
Baik, maaf.
Tidak apa-apa. Aku pun minta maaf. Aku tak harus...
- Astaga. - Tidak apa-apa.
Tidak. Hari ini benar-benar kacau.
Benar.
- Bagaimana dia meninggal? - Kepalanya terbentur.
- Kau pikir itulah yang terjadi? - Apa maksudmu?
Kau tidak berpikir dia bunuh diri?
Kenapa kau mengatakan itu?
Aku tidak tahu. Maaf. Itu tidak masuk akal.
Ini terlalu kebetulan.
- Trauma kepala semacam itu bisa terjadi. - Tidak.
Maksudku, semua ini.
Dia dan aku bahkan bukan teman di SMA.
Kami hanya kebetulan pindah ke LA pada saat yang sama.
Lalu, dia kebetulan bertemu denganmu.
Kemudian dia memperkenalkan kita dan kami menjadi sesuatu.
Dan semua karena apa? Dia? Dax Peterson?
Dari Aljabar 2?
Dan sekarang, aku di pemakamannya?
Apa-apaan itu?
Itu pasti berarti sesuatu. Tidak mungkin kebetulan belaka.
Menurutku, itu hanya kebetulan.
Benar.
- Matahari keluar. - Syukurlah.
- Apa yang kau lihat? - Tidak ada.
Apa yang kau lihat?
Kau biasanya tidak mengikat rambutmu.
Kau benar. Apa itu bagus?
Aku hanya mengamati.
Bagaimana pekerjaan mengajarmu?
Baik.
- Dan? - Apa?
- Maksudku... - Kenapa kau bertanya?
Karena aku bertanya. Aku tertarik.
Baiklah.
Maksudku, sejujurnya, aku menyukainya.
Kadang-kadang membuat frustrasi, tapi aku bangun setiap hari
dan aku tahu apa yang aku lakukan dan kenapa aku melakukannya.
Rasanya menyenangkan.
Wah, bagus sekali. Aku sangat senang mendengarnya.
- Benarkah? - Ya.
- Kenapa kau harus mengatakan itu? - Apa?
Itu membuatku terdengar seperti orang yang jahat.
- Aku tak bermaksud begitu... - Josh,
tentu saja aku senang untukmu. Aku ingin kau bahagia.
Maaf.
- Kau terbang pulang malam ini? - Ya, pukul 22.00.
- Menyenangkan, aku tahu rasanya. - Ya, bagaimana denganmu?
Tidak, besok.
Selagi aku di sini, sebaiknya aku menemui orang tuaku.
Omong-omong, aku harus pergi.
Aku bilang akan membelikan sesuatu untuk ibuku.
Baik. Sampaikan salamku.
Jika kau tidak sibuk, kau bisa ikut.
Sebaiknya aku langsung ke bandara. Mungkin ada penerbangan yang lebih awal.
Tidak ada.
Ya, aku tahu.
Jujur saja, setahun terakhir ini sangat intens.
Cosmo hampir mati empat kali,
dan setiap kali ibuku membuatnya menjalani operasi,
ia hidup kembali.
- Bukankah itu kejam? - Tidak, ibuku membutuhkannya.
Bukankah lebih baik bagi kucing jika kau membiarkannya...
Aku mengerti. Tapi ia adalah seluruh dunianya.
Ia berarti segalanya baginya.
Bagaimana dengan Frank?
Aku merasa kasihan padanya.
Maksudku, dia sangat sedih.
Dia sangat mencintai kucing itu.
Hanya memikirkan saat dia bangun dan Cosmo...
- Astaga. - Tidak apa-apa.
- Maaf. - Tidak apa-apa.
Wah, rasanya melegakan.
Kau harus melakukan itu. Menangislah.
Aku baik-baik saja.
Ayolah. Itu akan baik untukmu.
Kurasa aku tak bisa melakukannya bahkan jika kau mau.
Permisi. Aku melihat apa yang terjadi.
Apa kau baik-baik saja? Apa dia mengganggumu?
Ya, dia menggangguku.
Kau ingin aku menelepon seseorang?
Mungkin.
Itu tidak lucu.
Itu lucu. Ayolah.
Astaga... Wajahmu.
Itu sebabnya aku selalu ingin pergi dari sini.
Tak ada yang memiliki selera humor.
Menurutku, leluconmu juga tak akan diterima dengan baik di LA.
Kau menyukainya. Jadi…
- Apa kau punya pacar? - Aku tak ingin membicarakan itu denganmu.
Ayolah. Kita berdua memikirkannya.
Aku senang memikirkannya dan tak membicarakannya.
Kita mau ke mana?
Ini perhentian terakhir. Toko buah langganan ibuku.
Aku sebenarnya agak lapar. Seharusnya makan lebih banyak tadi.
Ada makanan untuk seratus orang.
Aku tahu. Aku mendengarnya.
- Kau berbicara dengan ibunya? - Ya.
Menyedihkan.
Ada Ritz di belakang. Karena Cheryl harus makan Ritz.
- Boleh kuminta? - Ya.
Banyak ibu sedih hari ini, ya? Apa artinya?
Tidak berarti apa-apa.
Bagaimana kabar Ruth?
Dia baik. Dan,
menutup mulut.
Menutup mulut?
Oh, sial.
- Kau mau? - Mengotori mobil, ya?
Akan kuambil.
Aku tidak punya pacar.
- Kau apa? - Aku tidak punya pacar.
Baiklah.
Maksudku, aku hampir berpacaran beberapa kali.
Ya.
Aku juga mengalaminya.
Menyedihkan. Tak ada yang menyukaiku.
Kupikir kau akan populer di aplikasi. Kau sangat tidak mengancam.
- Terima kasih. - Sama-sama.
- Aku banyak mendapat kecocokan. - Lihat?
Ya, tapi kebanyakan dari mereka tak pernah merespons.
Kenapa dengan yang itu?
Jelek. Apa maksudmu "mereka"?
- Para wanita itu. - Aku hanya memeriksa.
Aku tak tahu apa memiliki opsi tak terbatas akan membantu.
- Kenapa dengan yang itu? - Yang mana?
- Yang baru saja kau ambil. - Oh, tidak. Tidak.
SAYURAN & BUAH SEGAR
Kau serius? Itu menyenangkan.
Ya. Aku sangat senang. Aku mendapat umpan balik yang bagus.
No comments yet. Be the first to leave one.