Season 1

Release info

See You in My 19th Life S01E11 1080p NF WEB-DL AAC2 0 x264-MARK
A Commentary by Luh_Fil
NF Version

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
x264
1080
Published on: 2023-07-29
Downloads: 57
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

SEE YOU IN MY 19TH LIFE

TIDAK ADA KATA MUNDUR

KEHIDUPAN PERTAMA

Halo, Tuan Cheon-un.

Adakah yang sekiranya bisa dipakai?

Aku memakai bahan dari gunung ajaib untuk dijadikan pewarna,

jadi, Tuan tidak perlu cemas.

Itu akan diikat di kerincing dukun.

Buat dengan sempurna karena akan dipakai saat upacara peringatan kematian leluhur.

Aku membuatnya dengan teliti dan amat hati-hati.

Mungkin akan selesai dua pekan lagi.

Ayo kita pergi.

Dasar cerewet.

Wajar dia begitu karena itu sesuatu yang penting.

Jangan emosi begitu.

Kakak terlalu baik dan sabar,

aku yang seharusnya emosi.

Kau bisa saja.

Kubilang istirahat saja. Kau tak apa?

Aku baik-baik saja.

Baik apanya? Ayo masuk, Kak.

Kak.

Kakak! Ayo kita masuk.

Cepat masuk.

Kakak…

Keadaan Seol sangat lemah.

Ini obat terakhir yang bisa kuberikan.

Su!

Su!

Ya, Kek?

Su.

Di istana Seorabeol ada bahan obat khusus untuk keluarga kerajaan

yang bisa menyembuhkan Seol.

Sungguh?

Terima kasih.

Terima kasih, Kek.

Namun,

itu tak mudah untuk didapatkan.

Tak masalah berapa pun harganya.

Ini bukan masalah harga.

Katakan saja, Kek.

Aku harus menyelamatkannya.

Aku harus menyelamatkannya.

Ikuti aku.

Aku membawa kain yang sudah diwarnai untuk dijadikan simpul di kerincing.

Kenapa kau tidak memberikannya kepadaku?

Baik, Tuan.

Warnanya indah sekali.

Kerja yang bagus.

Aku harus berdoa sebelum mengikat simpul di kerincing itu.

Aku ingin sendirian.

Kosongkan kuil ini.

Semua dilarang masuk.

Maksudmu, kerincing itu?

Sekarang sedang terjadi kekeringan parah di Seorabeol.

Istana sedang mengumpulkan barang keramat yang bisa membantu mendatangkan hujan.

Kau pasti bisa mendapatkan

bahan langka untuk obat dengan kerincing itu.

Kakek yakin

itu bisa menolong Kakak, kan?

Walau begitu, Su…

Ini berbahaya.

Kau bisa dihukum oleh dewa

karena mengusik barangnya.

Su, kita mau ke mana?

Tahan sebentar lagi. Kakak percaya saja padaku.

Berhenti!

Kak, cepat lari!

Ada apa ini?

Kembalikan kerincingnya.

Kerincing?

Apa maksudmu?

Su!

Aku memang bersalah.

Namun, kakakku sedang sekarat.

Tidak ada yang lebih penting dari itu bagiku.

Tuan Cheon-un.

Kakakku bisa sembuh jika ini dibawa ke Seorabeol.

Jadi, ampunilah kami, dan biarkan kami pergi.

Jika kau mengizinkannya, aku yang bukan apa-apa ini,

akan mengabdi tanpa pamrih kepada langit selamanya.

Umur manusia paling panjang 100 tahun.

Umur langit ratusan, bahkan ribuan tahun.

Bagaimana kau bisa terus mengabdi?

Kakak!

Kumohon, Tuan!

Bukankah…

Bukankah kerincing bisa dibuat lagi kapan saja?

Namun, kakakku bisa mati jika terlambat diobati.

Jadi, aku mohon, Tuan.

Aku akan menerima hukuman yang diberikan langit…

Upacara kematian leluhur juga harus tepat waktu!

Ada orang yang sekarat di depan matamu!

Apa pentingnya awan, peringatan kematian, atau apa pun itu?

Sebenarnya langit apa yang kau percaya dan sembah itu?

Apa itu sampai membuatmu tak peduli nyawa orang lain begini?

Langit…

Langit juga baru bisa disebut langit jika ada manusia.

Ji-eum.

Kau baik-baik saja?

Kakak…

Kakak, tatap aku.

Tolong bertahanlah.

Semua akan baik-baik saja.

Tidak apa-apa.

Kumohon bertahanlah.

Kumohon.

Su…

Terima kasih.

Kakak…

Kak…

- Kakak… - Kakak.

Kakak…

Bagaimana ini? Kakak!

Kakak!

Kakak.

- Apa yang telah kulakukan… - Tenanglah.

- Tidak apa-apa. Ji-eum. - Tidak…

Kakak!

Kakak!

Aku akan membunuhmu.

Aku akan membunuhmu.

Aku akan membunuhmu.

Aku akan membunuhmu.

Aku akan membunuhmu.

Aku akan membunuhmu.

Aku akan membunuhmu.

Aku akan membunuhmu!

Aku akan membunuhmu!

Aku akan membunuhmu!

Aku akan membunuhmu!

Aku akan membunuhmu!

Aku akan membunuhmu!

- Aku akan membunuhmu. - Kumohon.

- Aku akan membunuhmu. - Ji-eum.

Aku akan membunuhmu.

Ji-eum…

Ini aku, Ji-eum.

Ini Seo-ha.

Seo…

Seo-ha…

Ada apa?

Ji-eum,

ada apa denganmu?

Aku melihat kehidupan pertamaku.

Kakakku meninggal.

Kakakku meninggal.

Kakakku meninggal.

Kakakku meninggal.

Dia membunuh kakakku.

Kakakku meninggal.

- Tenanglah. - Kakak…

Ji-eum.

Han-ya.

Han-ya.

Kau membunuh kakakku.

Kau yang membunuh kakakku.

Ji-eum.

Aku Seo-ha.

Ini Seo-ha.

Lihat aku.

Kubilang aku Seo-ha.

Bagaimana ini?

Aku mencekikmu…

Bisa-bisanya…

Tidak apa-apa.

Semua baik-baik saja.

Tidak apa-apa.

Kau tidak apa-apa.

Semua baik-baik saja.

Maafkan aku.

Kurasa…

Kurasa aku butuh waktu sendiri.

Jangan mendekat.

Bagaimana aku bisa pergi jika kau seperti ini?

Kumohon.

Sepertinya aku harus sendiri.

Ji-eum…

Maafkan aku.

Kumohon.

Telepon aku nanti.

Aku akan menunggu.

Halo.

SERIAL ORISINAL WEBTUN SEE YOU IN MY 19TH LIFE OLEH LEE HEY

Kupikir kau tidak akan datang.

Apa kau juga tahu tentang kehidupan lampau?

Aku mengingat kehidupan lampauku

seperti Nona Ban.

Aku ada di kehidupan pertama Nona Ban…

yang dilihatnya.

Kau juga.

Keadaan Ji-eum sangat buruk.

Aku ingin menolongnya…

Tidak ada yang bisa kau lakukan.

Karena kau tak tahu…

apa rasanya bisa mengingat kehidupan lampau sendiri.

Itu pasti lebih dari sekadar punya banyak ingatan dari kehidupan lampau.

Sepanjang hidupmu…

adakah ingatan yang langsung menyiksamu saat kau ingat?

Ada.

More Indonesian subtitles for See You in My 19th Life

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left