The first 200 lines.
The Judge from Hell
KARAKTER, TEMPAT, ORGANISASI, DAN KEJADIAN DALAM DRAMA INI ADALAH FIKTIF.
AKTOR ANAK DAN HEWAN DIREKAM DALAM SITUASI AMAN.
Kuserahkan hidupku untuk memanggil Iblis Kematian.
Bael.
Bael.
Beraninya iblis rendahan sepertimu
memanggil namaku.
Iblis rendahan…
Venato.
Venato.
Seorang manusia mengganggu Justitia.
Tolong bunuh pria itu.
Siapa namanya?
Han Daon.
Paimon.
EPISODE 10
Sialan. Lututku sakit, Berengsek!
Kubilang lututku sakit. Dasar berengsek.
Tak ada gunanya kabur di wilayah kecil ini. Paham?
Diamlah!
Kita menerima anggota pindahan baru dari kantor polisi lain.
Aku sudah minta dia ditugaskan ke tim kita.
Sudah waktunya dia datang. Itu dia.
Halo, aku Detektif Jang Munjae.
Letnan Han Daon.
Aku sudah dengar tentangmu.
Bersemangatlah.
Hakim Kang mengadili lebih dari 200 kasus setiap bulan.
Apa 200 orang yang dia adili itu mati?
Maafkan aku.
Kang…
Banjjak?
Tidak, bukan itu.
Kang Bitna.
Kang Bitna.
Kang Bitna orang yang seperti apa?
Dia tak membiarkan yang kuat menekan dia atau menginjak-injak yang lemah.
Dari jauh dia tampak dingin, tapi hangat jika dilihat lebih dekat.
Dia terdengar sangat manusiawi.
Maksudku, Hakim Kang Bitna ini.
Aku melihatnya.
Kau sengaja menghapus itu.
Kau seorang polisi, tapi menghancurkan bukti demi dia.
Apa kau begitu menyukai Hakim Kang Bitna?
Aku akan merahasiakannya untuk sementara.
Jika kau menuruti perintahku.
Maafkan aku.
Aku melakukan kesalahan. Akan kuawasi dia dan jika gagal…
Jika gagal? Kau akan membunuhnya?
Bila perlu.
Beri aku nomornya.
Apa yang akan kau lakukan?
Dia ingin bertemu denganku. Tentu saja aku harus menemuinya.
Senang bertemu denganmu.
Aku Detektif Jang Munjae.
The Judge from Hell
Kulihat kau suka minum soda.
Sementara kau suka mengancam.
Ini permintaan.
Silakan saja jika ingin menginterogasiku dengan video itu.
Namun, kau tak akan dapat apa-apa.
Hari itu alibiku sempurna.
Apa kau menyukai Detektif Han Daon?
Sepertinya dia menyukaimu.
Apa hubungannya itu dengan kasus ini?
Seberapa besar kau menyukainya?
- Dengar… - Hingga rela bertaruh apa pun?
Termasuk nyawamu?
Silakan lakukan saja semaumu dengan video itu.
Kecuali satu hal.
Jangan pernah mengancam Detektif Han Daon dengan itu lagi.
Ini juga permintaan.
Ucapanmu benar.
Han Daon tahu segalanya.
Namun, dia tetap menutupinya.
Kalau begitu, sesuai perintah Bael,
tolong bunuh Han Daon.
Tentu saja.
Dengan cara yang paling brutal…
dan paling menyakitkan.
Pada tanggal 8 Juli 2024, terdakwa, Jeong Seonho,
mengemudi di bawah pengaruh obat-obatan
dan menabrakkan mobilnya ke sebuah trafo di depan SMP Hwangcheon.
Ini bukan pertama kalinya terdakwa menggunakan narkoba.
Dan kejadian itu terjadi di zona sekolah.
Mengingat hal ini, terdakwa harus menerima hukuman berat.
Namun, terdakwa sangat menyesali perbuatannya
dan berulang kali menyatakan bahwa dia tak akan memakai narkoba lagi.
Dia juga sudah membayar semua kerugian yang disebabkan oleh kejadian itu.
Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.
Ini merupakan kondisi meringankan yang menguntungkan terdakwa.
Dengan mempertimbangkan semua hal ini,
pengadilan memutuskan sebagai berikut.
Terdakwa, Jeong Seonho,
akan dihukum dua tahun penjara dengan empat tahun masa percobaan.
PEMBELA, TERDAKWA
Kau mengkhawatirkan sesuatu?
Apa? Aku? Kenapa kau bertanya?
Belakangan ini kau terlihat lesu.
Dia selalu terlihat lesu.
Benar.
Dia sudah dibebaskan. Kini kau hanya perlu memburunya.
Kapan kau akan membunuh dia?
Haruskah aku pergi lebih dulu lagi dan buat dia tak sadarkan diri?
Kita tunda dulu untuk saat ini.
Apa? Kenapa?
Dia pembunuh berantai J. Kau juga melihatnya membunuh polisi.
Lebih tepatnya, bukan membunuh, melainkan ada di sana sebelum korban mati.
Itu berarti
mungkin saja dia membunuhnya.
Tidak.
Sebelumnya J tidak pernah membunuh dengan pistol.
Kalau begitu, kita harus siksa dia untuk mengetahuinya.
Dia tetap pembunuh meski itu tidak benar, jadi, kau boleh membunuhnya.
Sama sekali tak ada ruginya bagimu.
Intinya, aku akan lebih
berhati-hati dengan kasus ini.
Karena polisi yang tewas cukup dekat dengan Han Daon?
Itu sebabnya kau ingin lebih yakin?
Bukan begitu.
Aku baru ingat.
Kukatakan ini untuk berjaga-jaga.
Jangan usik Han Daon.
Tentu saja. Untuk apa kami mengusiknya?
Baguslah.
Gremory…
- Kau tak pergi dengannya? - Oh, benar.
Moon Jeongjun, satu. Bae Jayeong, dua. Yang Seungbin, tiga.
Choi Wonjoong, satu.
J, 13.
Jumlahnya 20.
KEMBALI KE NERAKA
Apa yang akan kau lakukan pada Hwangcheon?
Pemilik rumah sewa tak mau menemuiku, jadi, akan kudekati putrinya.
Ini lebih lama dari bayangan Ayah.
Maaf, Ayah. Aku akan bergerak cepat.
Omong-omong, sepertinya terjadi sesuatu dengan Hakim Kang.
Hei.
Hei! Apa yang kau lakukan?
Kalau kau marah, tuntut aku. Aku Hakim Kang Bitna…
Jadi, Ayah akan membantunya lagi?
Dia sudah membantu kasus Seonho. Tentu Ayah harus membantunya.
Apa maksudmu aku harus melindungi Han Daon?
Berhentilah makan dan cepat jawab.
Kau harus mencari tahu sendiri bagaimana cara melindungi Han Daon.
Satu hal yang pasti adalah entah kau atau Han Daon
akan mati.
Tunggu.
Jika kuselesaikan misiku dan kembali ke Neraka,
Kang Bitna ini akan menjadi mayat.
Itu berarti dia akan mati dan Han Daon tetap hidup.
Benar, bukan?
Kau sungguh bodoh.
Apa semua iblis bodoh sepertimu?
Benar, aku memang bodoh.
Kalau sudah tahu, katakan saja apa yang harus kulakukan.
Baik. Anggaplah aku bodoh.
Jika aku kembali ke Neraka, apa yang terjadi pada Han Daon?
Dia akan mati?
Tapi kenapa? Dia tak bersalah.
Jika penasaran, maka kembalilah.
Sialan.
Dasar… Ikut aku.
Ikutlah denganku! Sekarang!
Permisi. Sejak tadi kuperhatikan kau cukup kasar kepada orang tua.
Kau mengenalku? Atau wanita tua ini?
Urus urusanmu sendiri.
Nenek baik-baik saja?
Konon manusia harus mati jika sudah terlalu tua.
Kurasa aku sudah hidup terlalu lama.
Jika sudah tahu, maka matilah. Mati saja sana!
Sudah cukup.
Nek, di mana rumah Nenek? Mau kuantar?
Kau baik sekali.
Kau pasti akan diberkati.
Bisakah kau antar aku sampai ke lantai satu saja?
Astaga. Lihatlah, dia sedang berakting.
Sialan.
Astaga.
"Diketahui bahwa Hakim Kang,
"yang baru-baru ini menimbulkan kontroversi di sebuah restoran
"atas perlakuan tidak sopan yang melibatkan pemuda berusia 20-an,
"merupakan hakim yang menjatuhkan
"hukuman ringan untuk putra kedua Anggota Dewan Jeong Jaegeol."
Hakim Kang. Apa kau berutang pada wartawan ini?
Artikel sebelumnya pun seperti ini.
Wartawan lain diam saja, tapi kenapa dia heboh begini?
Dia sungguh wartawan sejati.
Aku sedang membelamu, Hakim Kang.
Jangan. Aku tak mau berada di pihak yang sama denganmu.
Kau tahu para pria yang kau permalukan di depan umum telah menuntutmu, 'kan?
- Ya. - Tapi mereka mencabut tuntutannya.
Mereka janji akan menghapus video dan komentarnya. Apa kau tahu alasannya?
Apa aku harus tahu?
Anggota Dewan Jeong memberi mereka banyak uang
dan menangani situasi itu.
Karena dia berterima kasih atas bantuanmu pada kasus putranya.
Lalu?
Dengan adanya artikel ini, kita tak bisa mengabaikan situasi ini begitu saja.
No comments yet. Be the first to leave one.