Release info

Bloom Into You The Stage Play 2019 [BD][x265][HEVC 10]
A Commentary by ME4K
Bloom Into You The Stage Play merupakan pertunjukan drama berdasarkan adaptasi manga Bloom Into You Terjemahan manual, memperbaiki beberapa baris teks, dan improviasi setiap teks oleh ME4K Jangan lupa rate good dan comment nya jika ada kata yang salah. Si

Tags

x265
HEVC
Published on: 2021-08-18
Downloads: 28
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Karya Original: Nakatani Nio Penerbit: Dengeki Daioh

Naskah: Suzuki Tomoharu

Pameran: 3 hingga 12 Mei 2019

Bukittinggi, 18 Agustus 2021 Subtitle By ME 4K - Manual Transl ate By AR5RY

Manga Shoujo dan lirik lagu romatis...

bagiku, itu sangat menyilakukan.

Aku tahu artinya bahkan tanpa mencarinya di kamus...

...tapi sepertinya itu bukan milikku.

Apa kubisa menggapainya suatu hari nanti?

Yuu, Yuu!

Apa yang kau pikirkan?

Oh, tidak ada. Waktunya latihan klubmu Akari?

Ya! Kau masih belum memilih klub, Yuu?

Aku masih belum bisa memilih...

- Masih berpikir!? - Periode tes akan segera berakhir.

Bagaimana dengan klub atletik?

Argh, Aku juga tertarik dengan klub bulu tangkis dan softball...

Kau ragu-ragu banget ya.

Begitulah, Koyomi...

Bagaimana klub basket?

- Bukannya aku terlalu pendek. - Tidak apa-apa.

Tidak mungkin, itu tidak mungkin bagiku. Yang terbaik di sini mencoba klub sastra untuk berubah.

- Sastra? - Itu tidak cocok denganmu.

Apa maksudmu?

- Basket. - Enggak.

Hei, Koito-san!

Oh, Riko-sensei.

Panggil aku Hakozaki-sensei!

Sulit menentukan klub?

- Ya... - Jadi, bagaimana dengan OSIS?

Eh, OSIS?

OSIS disini menyenangkan sama seperti klub.

Kedengarannya membosankan...

OSIS, ya...

Apa boleh aku melihat dulu?

- Apa!? - Wow!?

Oh kau tertarik!? Itu sangat membantu, sebentar lagi pemilihan OSIS akan diadakan...

... jadi kami mencari seseorang yang dapat membantu dalam persiapan.

Eh... persiapan?

Sepertinya aku salah.

Katanya gedung OSIS ada di sekitar sini...

... tapi tempat aneh seperti itu, astaga di mana?

Nanami-san!

Kumohon, berpacaranlah denganku!

Aku mencintaimu!

Aaaah, aku datang ke tempat yang salah!

Maaf...

... aku tidak bisa berpacaran denganmu.

Begitu...

... tidak mengejutkan sama sekali.

Lagipula kita berdua tidak cocok...

Jangan bilang begitu! Jangan merendahkan dirimu seperti itu.

Aku hanya...

... tidak ingin berpacaran dengan siapa pun tidak peduli siapa mereka.

Selanjutnya...

Siapa disana?

Aah! Maaf! Aku tidak bermaksud menguping.

Aku nggak tahu kapan harus muncul! Aku mohon maaf!

Tolong rahasiakan.

Baik.

Siswa baru?

Apa yang kau lakukan di sini?

Iya. Sebenarnya, aku sedang mencari gedung OSIS...

Begitu, cukup sulit untuk menemukannya di sini.

Benar.

Kau adalah siswa baru yang membantu hari ini, kan?

Ya, bagaimana bisa tahu?...

Aku bagian dari OSIS, Nanami Touko.

Senang bertemu denganmu.

...senang bertemu denganmu juga.

Nanami Touko.

Senpai.

Yuu, bagaimana dengan OSIS?

Kelihatannya terlalu sibuk, Mau kesana lagi?

Aku masih bingung. Oh, tapi disana ada senpai yang keren...

Oh, Yuu! Akhirnya kau tertarik pada hal begituan.

Oh, Senpai ini, Dia cewek...

Apaan itu...

Sudah kuduga...

Habisnya dia keren! Dia terampil, cantik dan baik hati...

Siapa namanya?

Eh... Nanami-senpai.

Oh, aku pernah mendengar tentang dia. Bahkan ketika dia siswa baru dia lebih populer daripada ketua OSIS.

Kupikir karena kau bilang "keren" itu bermaksud seorang cowok.

Dan kau, Akari, bagaimana dengan klub basketnya?

Aaaaaaa! Ohgaki-senpai kemarin sangat keren banget.

- Tak perlu dikatakan... - Banyak orang memilih SMA karna mengejar cowok.

Koyomi, kau juga harus ikut klub, kau mungkin bertemu seseorang!

Aku sukanya yang lebih tua.

Benarkah? Kalau kau, Yuu?

Aku...Entahlah...

Kupikir, akhirnya kita akan berbicara tentang kehidupan cinta.

Kita belum pernah ngomongin itu sebelumnya...

Jadi? Seberapa tua?

Hum... 10 atau 20 tahun?

Eh, tapi itu kakek tua!

Aku hanya... tidak ingin berpacaran dengan siapa pun tidak peduli siapa merekaa.

Apa dia...

Koito-san, terima kasih untuk kopinya.

Iya. Tempat ini udah kayak rumah.

- Sangat menyenangkan, kan? - Ya.

Touko, apa benar seseorang menembakmu lagi?

Kok kau bisa tahu?!

Jangan meremehkan jaringan informasiku.

... tapi sebenarnya orang itu sendiri yang memberitahuku.

Eh? Apaan coba...

Sejak kau masuk SMA, sudah ada 10 orang yang ditolak...

Sebanyak itu?!

Dia juga pernah ditembak sama cewek, loh.

Oh, yang begituan benaran ada ternyata...

Jangan mengatakan hal yang tidak perlu.

Kau sepertinya populer, senpai. Teman-temanku juga tahu tentangmu.

Semua orang mencoba untuk mengatakan meskipun mereka tahu hasilnya.

Menemuiku dengan perasaan setengah-setengah seperti itu, hanya menyusahkanku.

Terlepas dia seorang cewek, apa kau tidak pernah tertarik pada seseorang?

Mengatakan ini mungkin agak tidak baik, tetapi sebenarnya tidak ada minat sama sekali.

Minat? Ada alasan khusus untuk itu?

Alasan?...Aku hanya bisa mengatakan yang kurasakan.

Lagi pula, diriku tidak pernah merasakan apa-apa ketika seseorang mengatakan bahwa menyukaiku.

Eh...Maksudnya? ...

Permisi.

- Oh, tunggu sebentar. - Siapa itu?

Eh...Aku tertarik masuk OSIS.

Siswa baru? Mau melihat kegiatan kami?

- Oh, bolehkah? - Silakan.

Maaf, aku ingin mendengar jawabanmu, bisa aku telpon usai sekolah?

Maaf membuatmu menunggu...

Tapi... Tapi aku!..

Oke, kalau begitu seusai sekolah.

Diriku tidak pernah merasakan apa-apa ketika seseorang mengatakan bahwa menyukaiku.

Sama sepertiku.

Aku... Harus bagaimana...

- Koito-san. - Ah, senpai.

Sayaka pesan ada sesuatu yang harus dia lakukan di rumah, mari kita akhiri untuk hari ini...

Tapi kuingin memintamu untuk membunuh beberapa serangga... baru-baru ini terasa panas...

Um... Senpai!...

Ah... eh... Apa pendapatmu tentang cowok!? Siswa baru yang datang melihat baru-baru ini.

Dia bilang akan membantu kita mulai besok.

Wah, bagus...

Aku harap dia bisa meringankan sedikit beban kerjamu, Koito-san.

Oh, aku harap begitu...

Tidak, Bukan itu yang ingin kubicarakan.

Tapi bagaimana cara mengatakannya...

Sebenarnya, Kau ingin membicarakan hal lain, kan?

Eh?

Wajahmu seperti ingin membicarakan sesuatu.

Nanami-senpai.

Untuk sekarang, hanya ada kita berdua di sini, aku bisa dengarkan apa yang ingin kau katakan dengan tenang.

Biar kudengarkan.

Baik.

Saat kelulusan SMP...

Dia menembakku.

Aku belum jawab...

Kami sekelas yang sama selama tiga tahun, sering ngobrol, dan juga pernah main bareng pulang sekolah.

Sangat menyenangkan bersamanya.

Aku menyukaimu, Koito!

Aku berpikir untuk meminta bantuan Akari atau Koyomi...

Tapi aku tidak bisa..

Pacaranlah denganku!

Kata cinta selalu menyilakukan, sampai hari ini aku hanya mengaguminya dari jauh.

Aku menantikan hari ketika mendapatkan perasaan melayang, seolah-olah telah menumbuhkan sayap.

Aku berharap seperti itu...

Aku pikir kau spesial, Koito!

Tapi kakiku masih tetap di tanah.

Aku ingin kita memiliki hubungan spesial!

Tidak apa. Aku pasti tipe orang yang membutuhkan lebih banyak waktu untuk menumbuhkan sayap...

Tidak salah lagi mereka akan segera tumbuh, sebentar lagi.

Tapi...

Bisakah menunggu jawabanku?

Dia beneran serius padamu... bersedia menunggu selama sebulan penuh.

Aku ingin mengatakan ya padanya.

Tapi, aku tidak mengerti maksud dari perasaan spesial.

Aku tidak bisa membicarakan ini dengan siapa pun, tapi kupikir kau mungkin bisa mengerti... jadi aku...

Pasti sulit untuk mencoba menyukainya sesorang, kan?

Semua orang memang suka membicarakan tentang cinta, kalau tidak tertarik, membuatmu berpikir aneh sendiri, bukan?

Senpai juga?...

Ya.

Apa aku juga bisa mengatakannya sepertimu, senpai.

Dari dia?

Tidak apa-apa.

Tidak apa-apa, katakan bagaimana perasaanmu, seperti yang dia lakukan.

Katakan saja apa yang kau rasakan sekarang, Cukup seperti itu saja!

Halo?.

Maaf, ya!

Aku juga.

Terima kasih.

Terima kasih banyak, senpai. Aku tidak bisa melakukannya tanpa bantuanmu.

Senpai?

Yuu...

Eh...

Kau bilang tidak mengerti perasaan spesial itu, kan?

Benar...

Tidak ada siapapun yang menurutmu spesial?

Aku yakin tidak ada...

Eh... Nanami-senpai.

Bukankah kau sama sepertiku?

Tidak, karena.

Karena menurutku...

Sepertinya aku menyukaimu!

Komorebi kirakira yureteru asa no namikimichi Di jalan pepohonan pagi hari yang penuh kelap-kelip sinar matahari

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left