The first 200 lines.
Kau sudah gila.
Dungu.
Bodoh.
Hentikan!
Cepat, Maya.
Tunggu.
Kau selambat siput.
Aku bilang tunggu.
Awannya terlihat seperti banteng. Lihat, itu tanduknya.
Kau gila. Itu elang dengan sayapnya.
Bukan begitu?
Berhenti melarikan diri.
Maya.
Maya, berhenti bersikap seperti anak-anak.
Berhenti bermain dengan hewan itu.
- Tidak, tolong, lepaskan aku. - Itu tidak berbahaya.
- Maya, lepaskan itu! Tolong! - Itu tidak berbahaya.
Aku akan marah denganmu.
- Baiklah. - Maya!
Tak apa. Dasar cengeng.
Aku akan membunuhmu.
Jangan menatap dia seperti itu.
Aku benci pelacur itu. Dia selalu merayu Kris.
Elena?
Lihat dia.
3,000 pengikut.
Kris menyukai semua foto dia.
Dasar bodoh.
Menurutmu mereka sudah ciuman?
Maksudmu, bercumbu? Aku yakin itu.
Seolah kau akan melakukan itu, Perawan Suci.
- Kau hanya bisa mengintai Instagram dia. - Untuk dia aku rela diperawani.
Aku yakin kau akan jadi wanita 50 tahun yang perawan.
Hentikan, Kris.
Apa yang kau lakukan?
Ayo lompat.
- Ayo. Jangan jadi orang payah. - Tidak. Itu terlalu tinggi.
Itu tidak tinggi. Ayo.
- Itu terlalu tinggi. - Kemari.
- Jana… - Tolong, tolong, tolong.
Berdiri
Lihat mereka.
Kau akan melompat atau hanya berdiri saja?
Jana, kau bertingkah gila!
Begitu sensitif. Aku hanya menggoda.
Jana?
Jana?
Jana?
Lompat! Lompat!
Jana?
Jana?
Kau yang terbaik!
Di sini!
Takut, ya?
- Ya, benar. - Tak ada yang perlu ditakutkan.
Kau memang penakut.
Setidaknya sekarang dia tahu keberadaanmu.
Tempo.
Tempo.
Berhenti.
Berikan aku sepuluh latihan pernapasan. Mulai.
Jana.
Lantai adalah larva!
Tangkap ini!
Bukan begitu caranya. Lihat.
Satu, dua. Satu, dua.
- Shakira. Shakira. - Astaga.
Itu bagus.
Waktu ujiannya 30 menit.
Ini.
Jangan memulai hingga aku beritahu.
Kau punya pena?
Ini.
Mulai.
Fokus.
Hentikan!
Itu salah.
Mata ke depan.
Harus berapa kali aku katakan kepadamu, Elena?
Jangan sampai aku buat kau tak naik kelas.
- Maaf, hanya kali ini. - Berikan ponselnya.
- Berikan padaku. - Aku mohon. Bu, kumohon.
- Ayo, serahkan. - Kumohon.
Aku sudah muak dengan ponselmu.
Kumohon!
Sisa waktu 15 menit.
Tulis namamu di lembar ujian.
Berhenti, itu pelanggaran.
Berdiri.
- Apa yang kau lakukan? - Kau akan lihat.
Itu lebih baik.
Ayo ke sana.
Lompat!
Jangan tinggalkan permainan untuk gadis.
Kris dan Mars, kembali.
- Lompatan tebing yang bagus. - Terima kasih.
- Bisa aku temukan kau di Insta? - Jana.
Acidbabe.
Sudah aku ikuti. Ada pesta malam ini.
Kalian harus datang.
- Kau akan datang, Maya? - Ya.
Sampai ketemu disana.
Lihatlah orang gila itu.
Kau akan viral.
Ayam jantan.
Berhenti merekam ku! Kau tak punya hak!
- Maaf. - Astaga, anak-anak zaman sekarang.
Aku tak tahu harus apa dengan generasi ini.
Dah.
Kenapa kau bicara dengan dia?
Itu tidak melanggar hukum.
Halo.
Kau tak perlu izin, tapi kau harus menelepon dulu!
Di rumahku sendiri?
Ini bukan hanya rumahmu. Kau yang pergi, bukan aku!
- Seumur hidup aku harus menghadapimu. - Kenapa kau membawaku?
Aku tak mau melihatmu lagi. Ini alasanmu kembali?
- Itu benar. - Kenapa kau di sini?
- Aku datang untuk temui anak-anakku. - Kau harus menelepon terlebih dulu!
- Diamlah. - Aku tidak mau diam!
Cukup!
Kenapa Ayah pergi?
Ayah harus pergi, sayang.
Kau dengar yang Nikola katakan, Martina.
- Dia harus pergi sekarang. - Apa? Apa kau bilang?
Apa kau panggil aku?
Kau sudah pulang, sayang?
Aku bukan sayangmu.
Cuci tanganmu. Martina, bantu ibu siapkan meja.
Ayo, sayang.
Gosok yang bersih.
Bagus.
Hati-hati, itu panas.
Kenapa kau tak cuci tangan?
Kenapa ibu tak lepas cincin kawinmu?
Kenapa kau pergi, Ibu?
Ayahku mengambil kotak terakhirnya.
Astaga, kau tak apa?
Aku ke sana.
- Masuklah, Jana. - Selamat malam, Ny. Iskra.
- Kau tidak kedinginan? - Aku tak apa.
Aku gemetar hanya melihatmu.
- Bagaimana kabar ibumu? - Dia baik.
- Sampaikan salamku padanya. - Ayo, Jana.
- Mau aku bawakan sesuatu? - Tidak, terima kasih.
- Minuman jus? - Tidak, Ibu!
Aku berharap orang tuaku berpisah.
Itu sangat jelas mereka tetap bersama karena aku.
Aku akan merindukan dia.
Berjanjilah kau takkan pernah tinggalkan aku.
Aku bersumpah.
Malam ini akan gila.
- Kau tahu siapa saja yang datang? - Semua geng. Seperti Mars.
Kris.
Aku harap Elena tidak datang.
Jalang itu. Dia membuatku kesal.
Yang harus kau lakukan malam ini yaitu bertindak cerdas.
Menjadi sedikit murahan.
Bercumbu dengan Kris.
Aku akan membantumu.
Kau terlihat sangat cantik. Kau mau ke mana?
Kau mau ke mana?
Ambillah agak banyak.
- Ibu? - Jangan berisik.
Kau mau ke mana?
Keliling komplek.
- Ponselmu sudah di cas? - Dah!
Cepat.
Buka sepatu kets jelek itu.
Ini.
Kau harus pakai ini ke sekolah.
Semoga kita tak tersandung di jalan.
Hei! Ikutlah dengan kami!
Pergilah!
Bersulang!
Pergilah ke sana.
Tidak.
Ayo, Kris!
Lihat itu!
Kau tahu ke mana ini mengarah?
Ke sana!
Ayo ke kamar.
Bersulang untuk temanku.
Kau bisa melakukan ini?
Tentu.
Tunjukkan padaku.
Lakukan lagi.
Apa itu sakit?
Aku yakin kau tidak melakukannya.
Itu hanya sedikit sakit.
Kau melakukannya!
Kelaminnya pasti kecil jika itu tidak sakit.
Aku hanya bercanda. Ayo.
Itu gadismu, Kris.
Kalian sangat hening di sana.
Aku yakin mereka bermain catur.
Kau memang mesin.
Apa dia andal?
Tapi kau tetap saja sunyi. Apa kau bermain Permainan Sunyi?
Ayo, fotokan kami.
No comments yet. Be the first to leave one.