Release info

1 Queen of Mystery 2 Full Episode
A Commentary by Shuwong13
Hanya membantu

Tags

other
Published on: 2018-04-30
Downloads: 29
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

- Selamat. - Terima kasih.

Silakan masuk.

Astaga, kamu sudah datang.

- Selamat. - Terima kasih.

- Halo. - Terima kasih.

- Terima kasih. - Selamat datang.

Aku mau lihat pengantin wanitanya.

Baik.

Ya ampun.

Kamu terlihat sangat cantik.

Ibu, di mana dia?

Ibu pikir dia bersamamu.

Tidak.

Lalu di mana dia?

Sulit dipercaya ini terjadi pada hari ini.

Kenapa dia tidak menjawab?

Pukul berapa ini?

Aku tidak percaya aku telat ke pernikahanku.

"Jalan Menuju Perjamuan"

Aku sudah berulang kali memintanya tiba tepat waktu.

Bisa-bisanya dia telat ke pernikahannya sendiri?

Itu dia.

Kenapa kamu begitu lama?

Sekarang saatnya kedua mempelai bertukar cincin,

sebagai bukti dari cinta mereka.

Untuk itu,

kedua mempelai dipersilakan untuk saling berhadapan.

Kita bisa melihat betapa mereka saling mencintai.

Saat mempelai pria menyematkan cincin,

juga saat mempelai wanita menyematkan cincin,

beri tepuk tangan meriah untuk mereka.

Pertama, mempelai pria akan menyematkan cincin.

Bagaimana mobil pengantinnya?

Semua sudah siap.

Mempelai wanita terlihat sangat gugup hari ini.

Aku keberatan dengan pernikahan ini!

Ini tidak boleh terjadi.

Detektif Ha?

Tega kamu melakukan ini kepadaku.

Bagaimana dengan aku?

Ini tidak boleh terjadi!

Tidak!

Pernikahan ini dibatalkan!

Siapa kamu

sampai membuat kehebohan di acara pernikahan mereka?

Aku?

Aku siapa?

Aku datang buru-buru.

Ini dia.

Aku?

Aku Pengendus Seodong.

"Queen of Mystery 2"

"Lima pekan sebelumnya"

Kurasa sudah waktunya.

Sungguh?

Aku tidak tahu.

"Tutup"

- Halo. - Kalian sudah datang.

- Aku datang. - Halo.

Bos Kim, lama tidak jumpa.

- Bagaimana bisnisnya? - Anda datang, Bu Park.

Tentu, putriku akan tampil di TV.

Sudah lama sekali mereka bercerai.

Dia bukan menantumu lagi.

Dia seperti putriku sendiri.

Sedang apa kalian? Sudah hampir mulai.

Mari masuk.

Selamat datang di "Fresh Morning Live".

Halo, aku Lee Ji Hye.

Aku Hwang Yun Seong.

Pada episode "Fresh Morning Live" hari ini,

kita kedatangan seorang pria yang mengatakan, "Kamu ditangkap."

Dia adalah analis profil yang telah menangkap banyak penjahat.

Inspektur Woo Sung Ha hadir bersama kami.

- Selamat datang. - Selamat datang.

Halo, aku Woo Sung Ha.

Omong-omong, kudengar kamu ikut ujian.

Kamu sudah menjadi polisi sekarang?

Ikut ujian tidak menjadikanmu seorang polisi.

Kamu tidak tahu betapa sulitnya ujian itu?

Kelihatannya tidak begitu sulit.

Kali ini, pasti dia akan lulus.

Kyung Mi bilang akan membantuku.

Tapi menjadi polisi itu sangat berbahaya.

Dia terkenal karena telah menangkap

Park Yong Soo, si pembunuh lakban itu.

Kabarnya seorang penduduk sipil banyak berkontribusi

dalam pemecahan kasus ini.

Ya, itu benar.

Dia adalah ibu rumah tangga di Baebang-dong.

Transaksi narkotika di pasar?

Ini kecelakaan pengantaran.

Ada hubungannya dengan transportasi narkotika.

Apa?

Pembunuhan?

Penjahatnya familier dengan rumah ini.

Ada yang pernah mati di sini.

Bu!

Jika aku melihatmu di TKP lagi...

Kurasa aku lebih tahu darimu.

Bisa-bisanya kamu bilang ini TKP pencurian?

Ini jelas-jelas TKP pembunuhan.

Bu!

Kamu baru saja meneror otoritas kepolisian Korea.

Kelak, jangan datang memohon kepadaku.

Dia memindahkan jasad itu, bukan?

Penjahat itu...

Penjahat itu?

Artinya dia menempelkan lakban saat korban masih hidup.

Pasti butuh waktu yang lama sebelum dia meninggal.

Orang itu menikmati aksi pembunuhan.

Dia

- bergerak dengan mobil. - Dia bergerak dengan mobil.

Maneken.

Kurasa begitu.

Aku menghormatimu, Detektif Ha.

Kita akan menampilkannya dalam siaran langsung.

Ini plastik.

Tapi tidak ada tanda-tanda pemakaiannya.

Bukan dia yang membunuh Joo Yeon.

- Apa? - Aku tidak melihat Seol Ok.

Sulit dipercaya.

Aku setuju. Dia sangat hebat dalam berpikir rasional.

Aku berharap kalian mengerti

aku tidak dapat mengungkap identitasnya

demi melindungi privasinya.

Dia tidak perlu terlalu melindungiku.

Para pemirsa juga berhak tahu.

Lagi-lagi detektif itu.

Kenapa mereka selalu bersama?

Kamu mengetahui jawabannya, bukan?

Setelah menculik korban,

pelaku membersihkan tubuhnya dengan alkohol...

Kamu yakin ini pasarayanya?

Ya. Aku yakin.

Aku bisa mengendusnya. Firasatku kuat.

Dua pria belanja bersama. Kita tidak boleh mencolok.

Aku tidak paham maksudmu.

Astaga, mereka tidak boleh terlalu sering menggesek kartu.

Bagaimana si penipu bisa ditangkap jika kartunya sering digesek?

Bukan begitu?

Dia agak gemuk karena wajahnya diburamkan.

Aku bisa melihatnya jika memicingkan mata.

Mereka terus mengambil yang beli satu gratis satu.

Aku sering melihat mereka saat berpatroli.

- Pegang dahiku. - Coba.

Kamu demam.

Ulurkan tanganmu.

Seol Ok. Kalian tidak berpacaran, bukan?

Kami bertemu untuk membahas kasus.

Tidak apa-apa.

Apa salahnya berpacaran?

Benar. Dia sudah menjanda.

Detektif Ha pindah ke sebelah rumahku.

Kenapa mereka tidak tinggal serumah saja?

- Ke atas sana? - Baiklah.

Aku sudah datang.

- Sedang apa kamu? - Aku akan membantu.

Tidak usah. Kamu tidak perlu membantu.

- Tidak, aku akan membantu. - Tidak perlu.

Kalau begitu, pegang ini.

Kamu bercanda?

Mereka selalu saja

saling berbisik, bertukar pesan, dan bicara di telepon.

Mereka datang di malam hari untuk makan ramyeon.

Ramyeon?

Artinya mereka sudah melakukannya.

Tidak!

Kami tidak berpacaran.

Mereka tidak berpacaran.

Dia bilang tidak!

Detektif Ha?

Ada kasus. Aku harus pergi.

Pakai sedikit riasan.

Aku ke sana untuk menangkap penjahat.

Ucapanmu tadi itu bodoh.

Pacar Anda akan menyukai ini.

Dia bukan pacarku.

Baiklah. Silakan menunggu di sini.

Berapa lama lagi?

Aku di sini sepanjang pagi sesuai permintaanmu.

Tapi tidak ada gunanya.

Ini tempatnya.

Kamu lihat toko Jhanel di sana?

Pernah dengar Jha-tech?

Jika dia punya kartu duplikat,

itu yang pertama dibelinya.

Jika sering datang ke pasaraya ini,

dia tidak akan melewatkan toko itu.

Suami Anda pasti menyukai ini.

Aku lajang.

Dia terlihat mencurigakan.

Tingkah lakunya seperti penipu kartu kredit.

Dia terlihat sangat wajar.

Pria biasa tidak berminat berbelanja

seperti dia.

Katamu kita harus membuang prasangka.

Bukan cuma wanita yang suka belanja.

Dia melihat label harganya dahulu.

Dia tidak berminat dengan desainnya.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left