Gabby Duran and the Unsittables

Gabby Duran and the Unsittables

Download Indonesian Subtitle

Season 2

Release info

Gabby Duran and the Unsittables S02E18-DSNP-WEBDL
A Commentary by Sh1Ft3R
𝐃𝐢𝐬𝐧𝐞𝐲 𝐇𝐨𝐭𝐬𝐭𝐚𝐫

Tags

webdl
web
WEBDL
Published on: 2022-03-20
Downloads: 13
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 191 lines.

Apa kabar, Swifty? Maaf aku melewatkan panggilanmu.

-Aku sedang menyalakan blender. -Gabby, aku punya kabar buruk.

Entah bagaimana mengatakannya, tapi ada insiden di lemari besi.

Lemari besi?

Maafkan aku.

-Apa yang terjadi? -Dengarkan aku,

jaga pikiranmu tetap jernih.

TKP DILARANG MELINTAS

Apa itu sepatuku?

Apa itu sepatuku?

Pembunuhan!

Sepatuku telah dibunuh!

Tidak!

Ya, ya

Aku senormal ikan naik sepeda

Cocok seperti musim panas dan es

Jangan melawan, jadilah asli

Aku berseluncur di luar garis

Saat mencoba tetap di dalam Itu tidak mengejutkan

Itu gagal, tak apa, aku memang unik

Aku satu-satunya

Setiap kali merasakan sesuatu

Merasa tak memahami manusia

Lalu kenapa

Aku lakukan yang aku suka

Kau seperti itu

Saat kita tak cocok

Kita menonjol di kerumunan Lalu bersorak

Aku lakukan yang aku suka

Aku satu-satunya

Jangan berusaha menyesuaikan diri

Aku lakukan yang aku suka

Sepatu itu sangat berarti bagiku.

Aku membelinya saat usiaku delapan tahun.

Toko tidak punya ukuran anak-anak,

jadi, aku beli ukuran dewasa untuk dipakai di pernikahanku

atau kelulusanku, atau saat aku butuh pamer kepada seseorang.

-Boleh aku bicara? -Ditolak.

Mereka harapanku, masa depanku. Sesuatu yang kuanggap

seperti anak sendiri.

Bagian terburuk dari semuanya?

Aku bahkan tak sempat memakainya.

Kurasa aku mewakili semua orang saat berkata,

aku turut berduka cita.

Aku hanya berharap bisa bertemu mereka.

Bukan, kehormatan itu.

Turut berduka cita.

-Aku turut berduka. -Aku turut berduka.

Permintaan maaf bisa menunggu.

Karena meski berada di brankas alien super aman,

seseorang membunuh sepatuku. Aku ingin tahu siapa.

Tunggu, kau tak berpikir pelakunya salah satu dari kami, bukan?

Hanya kau yang punya akses ke ruang komunikasi.

-Kenapa tidak? -Sekarang aku kesal!

Ide yang tidak masuk akal!

Gabby, kau tahu aku takkan pernah mengkhianatimu.

Pada semua orang di ruangan ini dalam sekejap, tapi kau tidak.

Seseorang harus disalahkan!

Aku tidak perlu menerima ini!

Aku terlambat untuk rapat penting dengan toilet. Aku pergi.

Aku juga mau pergi.

Jika kau sungguh tak bersalah,

kau mau tetap di sini dan membantu temanmu menyelesaikan masalah ini?

Itu dia.

Aku tetap di sini! Karena aku ingin, bukan karena perkataanmu barusan.

Aku juga.

Bagus.

Catatan lemari besi menunjukkan terakhir dibuka pukul 10.00.

Ini pasti saat kejahatan itu terjadi.

Mari mulai dengan bukti yang kutemukan di TKP.

Ini!

Apa itu?

Kurasa jika aku menyipitkan mata, aku bisa...

Tidak. Hilang.

Petunjuk yang tidak terlihat.

Kau sungguh memegang sesuatu atau ini lelucon tak biasa?

-Waktu yang janggal untuk lelucon, Gabby. -Ya.

Ini kuku jari.

Itu hanya milik orang paling gugup yang kukenal.

Wesley? Bisa jelaskan kenapa kukumu ada di ruang komunikasi?

Di mana tepatnya kau pukul 10.00 ini?

Ini tak seperti yang terlihat!

Aku berada di ruang komunikasi, tapi aku tak menyentuh sepatu itu.

Biar kuceritakan semuanya.

Semuanya dimulai pada 2006, saat aku lahir.

-Tubuh kecil. Kepalanya besar. -Terlalu jauh ke belakang, Wes.

-Mari tetap pada hari ini. -Baik.

Matahari terbit yang indah membangunkanku dari tidurku sekitar pukul 06.15 pagi ini.

-Astaga, kandung kemihku hampir meledak... -Wes.

Bisa langsung ke intinya?

Pada dasarnya aku menghabiskan pagi melakukan tugasku

sebagai Penghubung Eksekutif Senior di rumah.

Bocoran, aku sukses.

Pertama, aku memperbarui manual perangkat lunak ruang komunikasi.

Mengodekan firewall lokal ke VPN Gor-Monite

mungkin sulit bagi sebagian orang,

tapi tidak bagi Code-Man tua ini.

Kau berhasil lagi, Code-Man.

Lalu, aku menyiapkan makan siang Swift, sushi gulung khasku.

Ikan tersegar, nasi melati sempurna,

berjam-jam tutorial sushi daring yang sangat mahal.

Kau berhasil lagi, Roll-Man.

Lalu dia mengangkat beban berat.

Aku hanya merasa sofanya sedikit tidak sesuai posisinya

untuk seluruh suasana ruang tamu,

jadi, aku memindahkannya dengan kekuatanku yang seperti sapi.

Kau berhasil lagi, Ox-Man.

Terasa lebih baik, bukan? Berterimakasihlah kepada Ox-Man.

Jika semua itu benar, kenapa kau menggigit kukumu karena gugup?

-Aku tidak bisa mengatakannya. -Tak bisa atau tak mau?

Kurasa keduanya.

Apa yang kau sembunyikan? Katakan, Ox-Man!

-Wes kehilangan Blurble! -Astaga!

Aku tahu karena aku bersamanya.

Begitukah? Beri kami pencerahan.

Semua ucapannya benar. Hanya sedikit berbeda.

Sebagai Penghubung Eksekutif Junior, aku membantu Wes dengan

- tugasnya . -Apa aku memindahkannya?

Kurasa itu bergerak.

Kemudian, aku baru selesai membersihkan rak buku, ketika...

Aku kehilangan Jeremy Jr!

Aku membersihkan petinya dan dia kabur!

Bantu aku menemukannya dan aku akan mempromosikanmu

menjadi Rekan Eksekutif Perantara Senior!

Tidak, aku akan menurunkan jabatanku. Kau akan menjadi bos!

Aku memercayaimu! Tolong tahan aku.

Tak ada yang mau melindungimu.

Baiklah. Jadi, mungkin aku tak sukses.

Saat Wes panik di sofa, aku mencari Blurble yang hilang.

Kena kau!

Aku meyakinkan Blurble untuk keluar dengan menantangnya bermain catur.

Jika aku menang, Blurble akan kembali ke peti,

tapi jika aku kalah, aku yang masuk.

Aku mulai dengan Kuda.

Hanya agar Blurble bisa menandingi kecerdikan dengan Pion Ratu.

Catur. Permainan strategi, tapi juga...

Cukup bicara caturnya!

Jadi, jelas kau menang...

Sebenarnya, tidak.

Aku sama terkejutnya denganmu.

Aku tak mungkin membunuh sepatumu karena aku terkunci di peti Blurble.

Aku juga tidak bisa karena aku menangis panik di sofa.

Rasakan betapa basahnya ini!

Ya, itu memang air mata Wes.

Baik, mungkin kalian berdua

tak ada di ruang komunikasi saat kejahatan terjadi.

Tapi kau tahu siapa yang mungkin di sana?

Orb!

Orb itu merekam semuanya.

Kenapa aku tidak memikirkan ini sebelumnya?

Hei, bangun.

-Astaga! -Astaga!

Pembunuhan tersadis!

Ceritanya makin seru.

Dengan matinya Orb sekarang, hanya ada satu kesimpulan logis.

Kita harus istirahat ke kamar mandi.

-Aku sangat ingin ke kamar mandi! -Tidak!

Bahwa Orb tahu siapa yang membunuh sepatuku.

Lalu orang itu membunuh Orb, jadi, Orb tak bisa memberi tahu.

Kita mengejar orang gila sungguhan.

Mungkin kita harus pelan-pelan dan tak terburu-buru...

Lalu dia bergegas pergi.

Sebagai pengode komputer bonafide atau bisa dibilang, Code-Man.

Aku yakin itu tidak akan...

Julius?

Itu dia.

Julius, pelayan dari Luchachos dengan biseps hebat, yang melakukannya.

Kenapa dia membunuh sepatuku?

Karena dia benci sepatu dan kau tak pernah memberi tip.

Jangan tersinggung, tapi aku Tim Julius untuk yang satu ini.

Kurasa ini berarti kasus ditutup.

Tapi kasus ini terbuka lebar!

-Astaga! -Aku ke Luchachos pagi ini.

Julius kebetulan pelayanku.

Aku tahu Julius bekerja sif ganda.

Selain itu, jangan lupa, tidak mungkin dia

karena dia bahkan tak tahu tentang alien.

Julius di video itu pasti menyamar sebagai dia.

Kalian berdua adalah pengubah bentuk.

-Diduga begitu. -Aku ingin pengacaraku.

Kalian berdua juga tak tampak terkejut melihat seseorang

tanpa pengetahuan tentang alien di ruang komunikasi alien.

Aku sangat terkejut. Terlalu terkejut untuk bicara. Astaga.

Salah satu dari kalian harus bicara, sekarang.

Aku tak bisa berubah wujud menjadi Julius.

Kenapa tidak?

Karena aku sudah berubah menjadi Jeremy Jr.

-Astaga. -Astaga!

Aku baru saja menciptakan, mungkin, penemuan terbesar yang pernah diciptakan.

Bayangkan sebuah permainan saat dua orang saling mengejar

dan saat satu orang menyentuh yang lain,

Gabby Duran and the Unsittables subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Gabby Duran and the Unsittables

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left