The first 191 lines.
Apa kabar, Swifty? Maaf aku melewatkan panggilanmu.
-Aku sedang menyalakan blender. -Gabby, aku punya kabar buruk.
Entah bagaimana mengatakannya, tapi ada insiden di lemari besi.
Lemari besi?
Maafkan aku.
-Apa yang terjadi? -Dengarkan aku,
jaga pikiranmu tetap jernih.
TKP DILARANG MELINTAS
Apa itu sepatuku?
Apa itu sepatuku?
Pembunuhan!
Sepatuku telah dibunuh!
Tidak!
Ya, ya
Aku senormal ikan naik sepeda
Cocok seperti musim panas dan es
Jangan melawan, jadilah asli
Aku berseluncur di luar garis
Saat mencoba tetap di dalam Itu tidak mengejutkan
Itu gagal, tak apa, aku memang unik
Aku satu-satunya
Setiap kali merasakan sesuatu
Merasa tak memahami manusia
Lalu kenapa
Aku lakukan yang aku suka
Kau seperti itu
Saat kita tak cocok
Kita menonjol di kerumunan Lalu bersorak
Aku lakukan yang aku suka
Aku satu-satunya
Jangan berusaha menyesuaikan diri
Aku lakukan yang aku suka
Sepatu itu sangat berarti bagiku.
Aku membelinya saat usiaku delapan tahun.
Toko tidak punya ukuran anak-anak,
jadi, aku beli ukuran dewasa untuk dipakai di pernikahanku
atau kelulusanku, atau saat aku butuh pamer kepada seseorang.
-Boleh aku bicara? -Ditolak.
Mereka harapanku, masa depanku. Sesuatu yang kuanggap
seperti anak sendiri.
Bagian terburuk dari semuanya?
Aku bahkan tak sempat memakainya.
Kurasa aku mewakili semua orang saat berkata,
aku turut berduka cita.
Aku hanya berharap bisa bertemu mereka.
Bukan, kehormatan itu.
Turut berduka cita.
-Aku turut berduka. -Aku turut berduka.
Permintaan maaf bisa menunggu.
Karena meski berada di brankas alien super aman,
seseorang membunuh sepatuku. Aku ingin tahu siapa.
Tunggu, kau tak berpikir pelakunya salah satu dari kami, bukan?
Hanya kau yang punya akses ke ruang komunikasi.
-Kenapa tidak? -Sekarang aku kesal!
Ide yang tidak masuk akal!
Gabby, kau tahu aku takkan pernah mengkhianatimu.
Pada semua orang di ruangan ini dalam sekejap, tapi kau tidak.
Seseorang harus disalahkan!
Aku tidak perlu menerima ini!
Aku terlambat untuk rapat penting dengan toilet. Aku pergi.
Aku juga mau pergi.
Jika kau sungguh tak bersalah,
kau mau tetap di sini dan membantu temanmu menyelesaikan masalah ini?
Itu dia.
Aku tetap di sini! Karena aku ingin, bukan karena perkataanmu barusan.
Aku juga.
Bagus.
Catatan lemari besi menunjukkan terakhir dibuka pukul 10.00.
Ini pasti saat kejahatan itu terjadi.
Mari mulai dengan bukti yang kutemukan di TKP.
Ini!
Apa itu?
Kurasa jika aku menyipitkan mata, aku bisa...
Tidak. Hilang.
Petunjuk yang tidak terlihat.
Kau sungguh memegang sesuatu atau ini lelucon tak biasa?
-Waktu yang janggal untuk lelucon, Gabby. -Ya.
Ini kuku jari.
Itu hanya milik orang paling gugup yang kukenal.
Wesley? Bisa jelaskan kenapa kukumu ada di ruang komunikasi?
Di mana tepatnya kau pukul 10.00 ini?
Ini tak seperti yang terlihat!
Aku berada di ruang komunikasi, tapi aku tak menyentuh sepatu itu.
Biar kuceritakan semuanya.
Semuanya dimulai pada 2006, saat aku lahir.
-Tubuh kecil. Kepalanya besar. -Terlalu jauh ke belakang, Wes.
-Mari tetap pada hari ini. -Baik.
Matahari terbit yang indah membangunkanku dari tidurku sekitar pukul 06.15 pagi ini.
-Astaga, kandung kemihku hampir meledak... -Wes.
Bisa langsung ke intinya?
Pada dasarnya aku menghabiskan pagi melakukan tugasku
sebagai Penghubung Eksekutif Senior di rumah.
Bocoran, aku sukses.
Pertama, aku memperbarui manual perangkat lunak ruang komunikasi.
Mengodekan firewall lokal ke VPN Gor-Monite
mungkin sulit bagi sebagian orang,
tapi tidak bagi Code-Man tua ini.
Kau berhasil lagi, Code-Man.
Lalu, aku menyiapkan makan siang Swift, sushi gulung khasku.
Ikan tersegar, nasi melati sempurna,
berjam-jam tutorial sushi daring yang sangat mahal.
Kau berhasil lagi, Roll-Man.
Lalu dia mengangkat beban berat.
Aku hanya merasa sofanya sedikit tidak sesuai posisinya
untuk seluruh suasana ruang tamu,
jadi, aku memindahkannya dengan kekuatanku yang seperti sapi.
Kau berhasil lagi, Ox-Man.
Terasa lebih baik, bukan? Berterimakasihlah kepada Ox-Man.
Jika semua itu benar, kenapa kau menggigit kukumu karena gugup?
-Aku tidak bisa mengatakannya. -Tak bisa atau tak mau?
Kurasa keduanya.
Apa yang kau sembunyikan? Katakan, Ox-Man!
-Wes kehilangan Blurble! -Astaga!
Aku tahu karena aku bersamanya.
Begitukah? Beri kami pencerahan.
Semua ucapannya benar. Hanya sedikit berbeda.
Sebagai Penghubung Eksekutif Junior, aku membantu Wes dengan
- tugasnya . -Apa aku memindahkannya?
Kurasa itu bergerak.
Kemudian, aku baru selesai membersihkan rak buku, ketika...
Aku kehilangan Jeremy Jr!
Aku membersihkan petinya dan dia kabur!
Bantu aku menemukannya dan aku akan mempromosikanmu
menjadi Rekan Eksekutif Perantara Senior!
Tidak, aku akan menurunkan jabatanku. Kau akan menjadi bos!
Aku memercayaimu! Tolong tahan aku.
Tak ada yang mau melindungimu.
Baiklah. Jadi, mungkin aku tak sukses.
Saat Wes panik di sofa, aku mencari Blurble yang hilang.
Kena kau!
Aku meyakinkan Blurble untuk keluar dengan menantangnya bermain catur.
Jika aku menang, Blurble akan kembali ke peti,
tapi jika aku kalah, aku yang masuk.
Aku mulai dengan Kuda.
Hanya agar Blurble bisa menandingi kecerdikan dengan Pion Ratu.
Catur. Permainan strategi, tapi juga...
Cukup bicara caturnya!
Jadi, jelas kau menang...
Sebenarnya, tidak.
Aku sama terkejutnya denganmu.
Aku tak mungkin membunuh sepatumu karena aku terkunci di peti Blurble.
Aku juga tidak bisa karena aku menangis panik di sofa.
Rasakan betapa basahnya ini!
Ya, itu memang air mata Wes.
Baik, mungkin kalian berdua
tak ada di ruang komunikasi saat kejahatan terjadi.
Tapi kau tahu siapa yang mungkin di sana?
Orb!
Orb itu merekam semuanya.
Kenapa aku tidak memikirkan ini sebelumnya?
Hei, bangun.
-Astaga! -Astaga!
Pembunuhan tersadis!
Ceritanya makin seru.
Dengan matinya Orb sekarang, hanya ada satu kesimpulan logis.
Kita harus istirahat ke kamar mandi.
-Aku sangat ingin ke kamar mandi! -Tidak!
Bahwa Orb tahu siapa yang membunuh sepatuku.
Lalu orang itu membunuh Orb, jadi, Orb tak bisa memberi tahu.
Kita mengejar orang gila sungguhan.
Mungkin kita harus pelan-pelan dan tak terburu-buru...
Lalu dia bergegas pergi.
Sebagai pengode komputer bonafide atau bisa dibilang, Code-Man.
Aku yakin itu tidak akan...
Julius?
Itu dia.
Julius, pelayan dari Luchachos dengan biseps hebat, yang melakukannya.
Kenapa dia membunuh sepatuku?
Karena dia benci sepatu dan kau tak pernah memberi tip.
Jangan tersinggung, tapi aku Tim Julius untuk yang satu ini.
Kurasa ini berarti kasus ditutup.
Tapi kasus ini terbuka lebar!
-Astaga! -Aku ke Luchachos pagi ini.
Julius kebetulan pelayanku.
Aku tahu Julius bekerja sif ganda.
Selain itu, jangan lupa, tidak mungkin dia
karena dia bahkan tak tahu tentang alien.
Julius di video itu pasti menyamar sebagai dia.
Kalian berdua adalah pengubah bentuk.
-Diduga begitu. -Aku ingin pengacaraku.
Kalian berdua juga tak tampak terkejut melihat seseorang
tanpa pengetahuan tentang alien di ruang komunikasi alien.
Aku sangat terkejut. Terlalu terkejut untuk bicara. Astaga.
Salah satu dari kalian harus bicara, sekarang.
Aku tak bisa berubah wujud menjadi Julius.
Kenapa tidak?
Karena aku sudah berubah menjadi Jeremy Jr.
-Astaga. -Astaga!
Aku baru saja menciptakan, mungkin, penemuan terbesar yang pernah diciptakan.
Bayangkan sebuah permainan saat dua orang saling mengejar
dan saat satu orang menyentuh yang lain,
No comments yet. Be the first to leave one.