Release info

Find Yourself 资深少女的初恋) Episode 19
A Commentary by A.Bu_Ca_Chan
Durasi 40:38

Tags

other
Published on: 2020-02-13
Downloads: 19
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Episode 19- Find Yourself

Ibumu memberimu 200.000 yuan untuk renovasi.

Belilah itu jika kau punya uangnya.

Awalnya, uangnya cukup.

Tapi tidak cukup untuk membeli kepala pancuran ini.

Jadi, kau kemari hari ini...

Ada diskon 50 persen untuk benda ini sekarang.

Harganya sedang sangat bagus.

Berapa harganya?

Tidak mahal.

Hanya 45.000 yuan.

Enyah kau!

Baiklah.

Aku akan mencari jalan sendiri.

Apa yang bisa kau pikirkan?

Apa kau berencana menjual tas dan perhiasanmu untuk menghasilkan uang?

Aku tidak peduli.

Aku mau kepala pancuran ini.

Paman sangat senang akhir-akhir ini, sukses dalam karier dan cinta.

Tidak bisakah Paman membelikan kepala pancuran ini?

Dalam karier dan cinta?

Jangan berpikir aku tidak tahu.

Ibuku sudah mengirim foto-fotonya.

Paman akhirnya mendapatkan gadis yang Paman suka.

Sementara aku bahkan tidak layak jadi cadangan.

Aku tidak punya cinta atau kepala pancuran.

Tapi aku mau kepala pancuran itu!

Aku menginginkannya!

Aku tidak bisa membeli orang yang kusuka dengan uang.

Jika barang yang kusuka saja tidak bisa kubeli, aku pasti akan mati!

Hei, berhenti merengek.

Tidak bisakah kau bicara benar?

Paman sangat pelit dan kikir dengan uang.

Aku takkan pernah memberikan restu untuk Paman dan gadis itu!

Aku akan hitung sampai tiga.

Berhenti atau aku tidak beli.

Satu!

Apa ini artinya hubungan kalian sudah berakhir?

Siapa bilang?

Aku belum menyerah. Aku masih berusaha.

Di dunia ini, tidak semuanya tercapai hanya karena kau bekerja keras.

Kau berada di puncak masa muda, harus lebih berani dalam menaruh cinta.

Atau kau akan menyesalinya saat mencapai usiaku.

Aku tidak tahu apa yang kau lihat di anak itu.

Dia hanya sedikit lebih tinggi

dan kata-katanya manis hanya karena penampilannya.

Bagaimana orang tuanya membesarkannya?

Dia tidak melakukan apa pun kecuali main-main setiap hari.

Paman salah!

Dia tidak seperti dugaan Paman. Dia sangat pintar.

Terserah, aku tidak tahan melihat dia.

Paman.

Kenapa Paman bertingkah sangat aneh?

Apa Paman kenal dia?

Aku tidak kenal, belum pernah bertemu,

dan tidak tertarik.

Kenapa rasanya seolah Paman punya dendam pribadi padanya?

Apa itu hanya bayanganku?

Itu karena...

dia tidak menyukaimu, Minmin.

Dia pasti buta.

Itu benar.

Jadi, apa kau akan membelikanku kepala pancuran ini?

Jika Paman tidak membelikannya,

kurasa aku terpaksa menjual semua tasku di pasar malam.

Katakan sesuatu yang bagus.

Apa?

Kau bilang tidak akan memberikan restumu untukku dan gadis itu.

Siapa yang kau maksud dengan gadis itu?

Pikirkan dengan benar sebelum menjawab.

Bibi?

Lebih keras, aku tidak bisa dengar.

Bibi!

Jika aku bisa mendengar beberapa ucapan selamat saat ini,

aku pasti akan mentransfer uangnya.

Pamanku tersayang,

Paman dan Bibi adalah pasangan dari surga.

Aku mendoakan agar kalian akan segera punya bayi cantik,

menua bersama dan memiliki kebahagiaan abadi.

Baiklah.

Jual tasmu.

Kenapa Paman tega menipuku?

Anak kecil yang tidak tahu kerasnya dunia

takkan melihat apa pun di balik yang sudah jelas.

Hei.

Buang sampahnya.

Pak Ye.

Apa kau mau main biliar malam ini?

Sudah diatur. Malam ini pukul 20.30.

SURAT PENGUNDURAN DIRI

DARI YUAN SONG

Saat kita mencintai seseorang,

kita selalu bisa melihatnya

di tengah lautan orang-orang.

Karena dia bersinar terang.

Salam, dosen-dosen.

Aku Yuan Song, mahasiswa tahun keempat seni lingkungan.

Tesisku tentang performa dan penerapan ruang abu-abu.

Ruang abu-abu diperkenalkan

oleh arsitek Jepang, Kisho Kurokawa.

Abu-abu dalam ruang abu-abu ini berasal dari Jepang.

Sumber cahayanya

mungkin berasal dari keyakinannya yang masih muda,

kegigihannya,

dan kenaifan yang belum dirusak oleh waktu.

Dia adalah bunga yang mekar.

Matahari pukul 10.00.

Lelaki muda yang akan menghadapi dunia.

Sedangkan aku,

aku berada di kereta yang melaju ke arah sebaliknya.

Kami bertemu di peron selama lima menit.

Kami senang berbincang.

Berikan ini pada Yuan Song besok.

Dia pasti menunggunya.

Baiklah.

- Hati-hati saat naik taksi. - Baiklah.

DENGAN SENANG HATI SAYA TULIS SURAT INI UNTUK MANTAN MAHASISWA SAYA, SONG YUAN,

UNTUK PENDAFTARAN UNIVERSITAS ANDA

Aku hampir lupa.

Besok dia cuti untuk sidang tesis.

Berikan langsung padanya.

Ingatanmu sama buruknya dengan Ayah.

Dalam lima menit yang sekejap itu,

kami hanya mau membahas hal-hal membahagiakan.

Bukan masa lalu,

ataupun masa depan.

Itu karena

tidak ada cukup waktu untuk membahas masa lalu.

Sedangkan masa depan,

kita bahkan tidak tahu

ke mana kereta akan mengantar kita.

Terima kasih, Profesor He.

Bagus sekali.

Melihat dunia selagi masih muda.

Seharusnya aku kuliah di luar negeri juga.

Aku dengar wanita Amerika sangat terbuka.

Kau mendaftar ke universitas mana?

Kita lihat nanti, aku masih ada banyak ujian.

Aku membantumu dengan surat rekomendasi. Jadi, kau mentraktir makan, bukan?

Mungkin lain kali. Aku kencan malam ini.

Aku harus mengawasi pemasangan kabel dan pipa.

- Aku harus pergi. - Baiklah.

Jangan lupa kau berutang makanan.

Aku tahu, aku tak akan lupa.

- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.

Dah.

Astaga.

Kau lumayan hebat.

Apa kau latihan?

Aku orang pemasaran, aku harus tahu sedikit tentang segalanya.

Posisi ini...

"Posisi ini..."

Aku tidak boleh mengambil keuntungan.

Pak Ye, kau mahir bermain biliar!

Aku tercengang.

Semua orang mahir melakukan sesuatu.

Aku sebenarnya biasa saja dalam biliar.

Ya, biasa saja.

Cong Xiao, dengar.

Kalian berada di tingkat yang sama.

Kau mahir mencari sudut,

tapi saat memukul bola, kau tidak sabar dan kehilangan kendali.

Pelan-pelan saja.

He Fanxing.

Apa kau juga tahu cara bermain biliar?

Sedikit, tapi aku tidak mahir.

Mau bermain?

Tidak, terima kasih.

Aku tidak suka karena biliar membuatku muntah.

Aku mengerti.

Kau sudah banyak bicara.

Jika performamu buruk,

kau akan

masuk telungkup ke tempat sampah.

Saat bermain biliar,

keahlianku

adalah membuat wajah lawanku telungkup di tempat sampah.

Cong Xiao.

Permisi.

Aku akan menjelaskan sesuatu dahulu.

Aku dapat apa jika menang?

Jika kau menang?

Baiklah. Apa yang kau inginkan?

Jika kau menang, aku bersedia menjual diriku padamu.

Jika aku menang, kau harus beli es krim untukku.

Karena hadiahku lebih besar, silakan memukul pertama.

Baiklah, aku akan memukulnya.

Jangan jadi pecundang payah.

Kenapa kau juga mahir bermain biliar?

Sebenarnya, itu karena adikku.

Aku lelah sekali akhir-akhir ini.

Kami mengambil alih suatu perusahaan. Jadi, aku kerja lembur.

Bagaimana denganmu?

Aku berhenti dari kerja magang.

Kau sedang jadi magang?

Kukira kau sibuk dengan ujian TOEFL.

Aku menjalani kerja magang

karena persiapan ke luar negeri butuh enam bulan.

Aku tidak mau diam saja.

Tapi sekarang,

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left